Mahasiswa UT Makassar Belajar Jurnalistik di Studio RRI

Kunjungan Ormawa Universitas Terbuka Makassar, khususnya UKM KAREBA (Keluarga Mahasiswa UT Makassar) pada 12 Maret 2026, ke LPP RRI Makassar dilaksanakan untuk memperkuat kerjasama dan kolaborasi. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan pelatihan jurnalistik siaran radio secara gratis bagi mahasiswa Ormawa UT Makassar. Kegiatan ini bekerja sama dengan tim RRI sebagai trainer, menggunakan fitur audio editing, simulasi live broadcast, dan konten promosi seperti Instagram Reels untuk meningkatkan engagement mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan praktik langsung liputan, penyiaran, dan produksi konten media. Hal ini dilakukan untuk mendukung visi UT sebagai Universitas Terbuka terdepan dalam pendidikan jarak jauh dengan kompetensi media. “Kunjungan ini jadi momentum bagi mahasiswa rasakan dunia jurnalistik profesional.”Ade Islamiah Mahsar Kahil, Ketua Ormawa UT MakassarMateri dan aktivitas yang dilakukan selama pelatihan mencakup tiga bidang utama: simulasi live broadcast, liputan jurnalistik, dan audio editing. Seluruh kegiatan berlangsung sepanjang hari di gedung LPP RRI Kota Makassar, Jl. Andi Pangeran Pettarani, Sulawesi Selatan.
Peringati Nuzulul Qur’an, UT Makassar Tekankan Makna Perintah Membaca dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah di Convention Hall UT Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Rabu (11/3/2026) malam. Kegiatan tersebut dihadiri oleh civitas akademika UT Makassar serta menghadirkan penceramah Dr Syamril yang juga merupakan Rektor Institut Bisnis Kalla. Momentum ini menjadi bagian dari agenda rutin kampus dalam memperingati hari-hari besar Islam sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan akademik. Direktur UT Makassar, Prof. Abdul Rahman Rahim, menjelaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan kampus selain peringatan hari besar keagamaan lainnya.Menurutnya, peringatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan bagi civitas akademika untuk merefleksikan kembali makna turunnya Al-Qur’an, khususnya yang terjadi pada 17 Ramadan.Ia menuturkan bahwa dalam Surah Al-Alaq ayat 1 hingga 5 terdapat perintah membaca yang memiliki makna sangat luas. “Perintah membaca dalam Al-Qur’an itu tidak hanya dimaknai secara harfiah. Membaca memiliki makna yang jauh lebih luas, yaitu belajar, mengkaji, hingga melakukan riset untuk menemukan dan mengembangkan ilmu pengetahuan,” ujarnya.Prof Rahman menjelaskan bahwa makna tersebut sangat selaras dengan peran perguruan tinggi yang menjalankan tridharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi merupakan ruang bagi lahirnya berbagai kajian akademik yang mendorong pengembangan ilmu pengetahuan maupun penemuan ilmu baru yang bermanfaat bagi masyarakat.“Perguruan tinggi adalah tempat melakukan kajian, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Karena itu, nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Nuzulul Qur’an sangat relevan dengan misi yang dijalankan Universitas Terbuka sebagai institusi pendidikan tinggi,” jelasnya.Ia juga menambahkan bahwa konsep pembelajaran yang diterapkan UT sangat sejalan dengan semangat tersebut. Universitas Terbuka menawarkan sistem perkuliahan jarak jauh yang fleksibel tanpa batasan jarak maupun waktu.Mahasiswa, kata dia, tidak harus hadir secara fisik di kampus untuk memperoleh pendidikan tinggi. “Mahasiswa tidak perlu datang ke kampus. Justru kampus yang mendatangi mahasiswa di mana saja mereka berada. Dengan sistem ini, kajian dan pengembangan ilmu pengetahuan tetap bisa dilakukan tanpa terbatas ruang dan waktu,” ungkapnya. Melalui momentum peringatan Nuzulul Qur’an ini, UT Makassar berharap civitas akademika semakin terdorong untuk memperkuat budaya membaca, belajar, serta mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an.