Anak Muda Wajib Tahu! UT Makassar Dorong Lahirnya Entrepreneur Baru di Indonesia Timur

Universitas Terbuka (UT) Makassar terus mendorong lahirnya generasi muda yang berjiwa wirausaha melalui Seminar Akademik Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar Jumat 1 mei 2026. Mengusung tema “Entrepreneurship Pemuda Mendorong Kebangkitan Ekonomi Regional dan Nasional”, kegiatan ini berlangsung di Convention Hall UT Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, dengan diikuti ratusan mahasiswa. Direktur UT Makassar, Prof Dr Abdul Rahman Rahim, SE MM, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya membangun mental entrepreneur di kalangan mahasiswa. “Mahasiswa hari ini tidak hanya dituntut siap kerja, tetapi juga harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya. Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif, di antaranya Wakil Rektor IV Unhas Prof Dr Eng Ir Adi Maulana ST, M.Phil, perwakilan Bank Indonesia Sulsel Anwardin, serta alumni UT Makassar sekaligus pengusaha sukses, Rachmat Al Muarrif. —–Indonesia Timur Jadi Harapan Ekonomi Dalam pemaparannya, Prof Adi Maulana menekankan bahwa Indonesia Timur memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. “Masa depan Indonesia ada di Indonesia Timur. Sekitar 60 persen bahan baku baterai dunia berasal dari wilayah ini,” ungkapnya. Ia juga menyoroti fenomena banyaknya lulusan perguruan tinggi yang belum terserap dunia kerja, sehingga perlu adanya perubahan pola pikir. “Jangan hanya berharap jadi pegawai. Kita harus berani menjadi entrepreneur,” tegasnya. Menurutnya, Universitas Hasanuddin sendiri setiap tahun meluluskan 7.000 hingga 9.000 sarjana, dengan sekitar 70 persen terserap dunia kerja. —Kisah Nyata Jadi Inspirasi Sementara itu, Rachmat Al Muarrif membagikan kisah inspiratifnya membangun usaha dari nol. Ia mengaku memulai bisnis dari dapur sederhana dengan modal sekitar Rp1 juta. “Sekarang sudah ada 28 titik usaha di Sulawesi Selatan. Semua berawal dari keberanian memulai,” katanya. Ia menekankan pentingnya konsistensi dan disiplin dalam berbisnis. “Bisnis jalan, owner jalan-jalan itu bahaya. Kita harus fokus dan memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain,” jelasnya. —BI Dorong UMKM Naik Kelas Anwardin dari Bank Indonesia Sulsel turut memaparkan peran strategis UMKM sebagai penopang ekonomi nasional. Ia menjelaskan program Rewako (Resilient, World Class, Agile, Knowledgeable) yang dirancang untuk membantu UMKM berkembang dan berdaya saing. “Saat ini ada 152 UMKM Rewako binaan BI Sulsel, mulai dari sektor pertanian, fashion, hingga makanan dan minuman,” ujarnya. Bank Indonesia, lanjutnya, terus mendorong anak muda untuk terjun ke dunia usaha melalui berbagai program pembinaan dan fasilitasi ekspor. —-Perkuat Kolaborasi Dalam rangkaian kegiatan, juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara UT Makassar dengan Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar (UNM), serta MoU dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat ekosistem pendidikan dan kewirausahaan di Indonesia Timur. Melalui seminar ini, UT Makassar berharap mampu mencetak generasi muda yang inovatif, mandiri, dan siap menjadi motor penggerak ekonomi daerah hingga nasional.***

Owner Browcyl Bawakan Materi pada Seminar Akademik di UT Makassar

Memulai binis tidak harus dengan modal besar. Pendiri, penggagas dan pengelola Browcyl, Rachmat Almu Arrif SM menyampaikan bisnis Browcylnya yang telah berkembang saat ini, dibangun dengan modal Rp1,2 juta Setelah berjalan 14 tahun, saat ini ini bahkan ia bisa mengembangkan bisnisnya ke lini lain. Hal itu disampaikan Rachmat saat menjadi pemateri di Seminar Akadmik yang dilaksanakan Universitas Terbuka Makassar, Jumat (1/5/26). “Saat itu usia saya 20 tahun dengan modal 1,2 juta. Itu saya pakai beli mixer, malamnya dibikin ibu, siangnya saya yang jual,” kata Owner Browcyl ini. Rachmat membuktikan bahwa modal dalam memulai bisnis tidak semata adalah uang. “Uang bukan semata-mata, keinginan kuat, memanfaatkan networking mesti dilakukan,” katanya memberi motivasi. Sebagai alumni UT, dia menyampaikan hal itu bisa ditiru semua mahasiswa UT Makassar. Wakil Rektor IV Unhas, Prof Dr Eng Ir Adi Maulana ST MPhil juga tampil sebagai pembicara. Sebagai komisaris di 12 perusahaan milik Unhas, ia menyampaikan pentingnya mendorong jiwa entrepreneurship termasuk dari kalangan kampus “Rasio pengusaha kita masih sangat kecil dibanding dengan negara maju. Kita tau caranya, sisa bagaimana masuk mengaplikasikan,” kata Adi Maulana. Ia secara terbuka juga menyampaikan bila kampusnya, juga belajar pada UT pada sistem kerja secara online saat ini. “Terutama pada konspe WFH. Sekarang kami sisa 4 hari kerja, selebihnya WFH yang saya tau di UT ini sudah lama enerapkan,” katanya. Tampil juga sebagai pembicara adalah Anwardin Arjunaid sebagai Konsultan UMKM Bank Indonesia (BI). Di sela kegiatan Seminar Pendidikan, Direktur UT Makassar, Prof Dr Abd Rahman Rahim SE MM juga menandatangani MoU dengan Dekan FMIPA UNM, Prof Drs Suwardi Annas MSi PhD terkait banyak hal salah satunya kerja sama penelitian, pengabdian pada masyarakat. (*)