Hingga Akhir Pendaftaran Mahasiswa Baru,UT Makassar Mencapai 5.211 Admisi

Hingga akhir pendaftaran penerimaan mahasiswa baru Universitas Terbuka ((UT) Makassar Tahun Akademik 2026/2027 Ganjil pada 22 Juli 2026 telah mencatat sebanyak 5.211 calon mahasiswa baru yang telah melakukan admisi atau pembuatan akun pendaftaran. Tingginya jumlah mahasiswa baru yang mendaftar telah menunjukkan antusiasme masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh Universitas Terbuka (UT) terus menunjukkan tren positif. Dengan berakhirnya masa pendaftaran, UT Makassar mengapresiasi masyarakat yang telah memanfaatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui Universitas Terbuka. Meskipun pendaftaran mahasiswa baru telah resmi ditutup pada 22 Juli 2026, calon mahasiswa yang telah melakukan admisi masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan proses registrasi mahasiswa hingga 5 Agustus 2026. UT Makassar mengimbau calon mahasiswa yang telah melakukan admisi untuk segera menyelesaikan tahapan registrasi sesuai dengan ketentuan dan batas waktu yang telah ditetapkan. Direktur Universitas Terbuka Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Universitas Terbuka. Menurutnya, capaian 5.211 admisi pada hari menjelang penutupan pendaftaran menjadi indikator positif terhadap semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh.“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada Universitas Terbuka Makassar sebagai pilihan untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Hingga hari penutupan pendaftaran, tercatat 5.211 calon mahasiswa telah melakukan admisi. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang fleksibel, berkualitas, dan dapat diakses oleh berbagai kalangan semakin tinggi,” ujar Prof. Abdul Rahman Rahim. Ia menambahkan, Universitas Terbuka memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa untuk menempuh pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun aktivitas lainnya. Sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh yang didukung oleh pemanfaatan teknologi digital memungkinkan mahasiswa mengatur waktu belajar secara lebih fleksibel sesuai dengan kondisi masing-masing.