REKTOR MENYAPA MAHASISWA BARU UT 2026/2027, TEKANKAN PENTINGNYA LITERASI AI DAN INTEGRITAS AKADEMIK

Makassar, 20 Agustus 2026 — Memasuki tahun akademik baru, Universitas Terbuka (UT) mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter sebagai pembelajar yang adaptif, kritis, dan berintegritas. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan “Rektor Menyapa Mahasiswa Baru Universitas Terbuka Tahun Akademik 2026/2027 Ganjil” yang digelar Rabu (19/8/2026). Kegiatan berlangsung secara daring dan luring dari Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), dan diikuti mahasiswa baru UT dari berbagai wilayah Indonesia. Di UT Makassar, kegiatan tersebut diikuti 27 perwakilan mahasiswa baru dari Kota Makassar dan Kabupaten Maros. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan secara daring dari Kantor UT Makassar bersama jajaran pimpinan dan Penanggung Jawab Wilayah (PJW). Direktur UT Makassar Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M. turut hadir mendampingi mahasiswa baru. Hadir pula Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan dan Alumni Andi Suci Anita, S.P., M.P., Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi dan Ujian Jalil, S.Pi., M.P., Manajer Keuangan, Sumberdaya dan Umum Nina Utami Yanuarvah Sanusi, S.Kom., M.M., serta seluruh Penanggung Jawab Wilayah UT Makassar. Rektor Dorong Mahasiswa Jadi Pembelajar Sepanjang Hayat Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. dalam sambutannya menekankan bahwa menjadi mahasiswa UT bukan sekadar menjalani proses perkuliahan, melainkan mempersiapkan diri menjadi pembelajar sepanjang hayat. Menurutnya, perubahan teknologi, kebutuhan dunia kerja, dan dinamika masyarakat berlangsung semakin cepat. Kondisi tersebut menuntut mahasiswa memiliki kemauan untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya. Semangat tersebut sejalan dengan karakter pendidikan UT yang memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa untuk belajar tanpa dibatasi ruang dan waktu. Mahasiswa dapat menjalani pendidikan tinggi sembari tetap menjalankan pekerjaan maupun aktivitas lainnya. Karena itu, mahasiswa baru didorong untuk memanfaatkan fleksibilitas tersebut sebagai peluang untuk membangun kemandirian belajar sekaligus meningkatkan kompetensi. AI Jadi Alat Bantu, Bukan Pengganti Proses Berpikir Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), mahasiswa juga mendapat pesan khusus agar mampu menggunakan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab. AI dapat dimanfaatkan untuk membantu mahasiswa memahami materi, menemukan referensi awal, memperluas sudut pandang, hingga mendukung proses pembelajaran. Namun, pemanfaatannya tidak boleh menghilangkan kemampuan mahasiswa dalam berpikir dan menghasilkan karya secara mandiri. Literasi AI, dengan demikian, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan menilai informasi, melakukan verifikasi, memahami konteks, serta memastikan penggunaan teknologi tetap sesuai dengan etika akademik. Mahasiswa tetap harus menjadi pihak yang berpikir, menganalisis, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas hasil pekerjaan akademiknya. Pesan tersebut menjadi semakin relevan bagi mahasiswa UT yang menjalani pembelajaran berbasis pendidikan jarak jauh. Kemandirian dalam mencari, mengolah, dan mengevaluasi informasi menjadi bagian penting dalam proses akademik. Pendidikan Tinggi yang Menembus Batas Kegiatan Rektor Menyapa sekaligus memperlihatkan karakter UT sebagai perguruan tinggi yang memberikan akses pendidikan kepada masyarakat tanpa terikat batas geografis. Mahasiswa baru mengikuti kegiatan dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka terhubung dalam satu ruang pembelajaran meskipun berada di lokasi yang berbeda. Bagi UT Makassar, keterlibatan 27 mahasiswa baru dari Makassar dan Maros menjadi bagian dari semangat tersebut. Mereka tidak hanya diperkenalkan pada lingkungan akademik UT, tetapi juga diarahkan untuk memahami bahwa perjalanan pendidikan di UT membutuhkan kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Pendampingan dari jajaran manajemen dan PJW UT Makassar juga menjadi bagian dari upaya memastikan mahasiswa baru memperoleh pemahaman awal mengenai berbagai layanan yang tersedia, mulai dari pembelajaran, registrasi, ujian, hingga layanan kemahasiswaan dan administrasi.