PUNYA 1,3 JUTA FOLLOWERS, INFLUENCER MAKASSAR SPILL STRATEGI KONTEN DI UT MAKASSAR

MAKASSAR — Dunia digital bukan lagi sekadar tempat untuk berselancar di media sosial. Bagi generasi muda, khususnya Gen Z, media sosial telah berkembang menjadi ruang untuk belajar, membangun personal branding, hingga membuka peluang karier dan bisnis. Semangat tersebut menjadi salah satu fokus dalam Pelatihan Digital Marketing di lingkungan Universitas Terbuka (UT) Makassar, yang digelar di Ruang Tutorial Lantai 3 Kantor UT Makassar, Kamis (27/8/2026). Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi dosen, staf, mahasiswa, serta insan kreatif untuk memahami strategi pemasaran digital yang lebih relevan dengan perkembangan media sosial saat ini. Kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam mendukung marketing, promosi, serta pelayanan informasi kepada calon mahasiswa. Peserta juga didorong agar mampu menerapkan hasil pelatihan dalam kegiatan promosi dan sosialisasi UT Makassar. Yang paling mencuri perhatian, hadir Nurhayati dan Dedy Setiawan, influencer sekaligus mahasiswa UT Makassar. Dedy Setiawan yang memiliki sekitar 1,3 juta followers TikTok membagikan pengalaman membangun konten, memahami karakter audiens, mengikuti tren, hingga menjaga konsistensi sebagai content creator. Dua influencer sekaligus mahasiswa S1 Ilmu Hukum UT Makassar, pasangan Nurhayati dan Dedy Setiawan, turut hadir dan berbagi pengalaman mengenai dunia digital marketing serta perjalanan mereka sebagai content creator. Nurhayati diketahui memiliki basis pengikut TikTok yang mencapai sekitar 1,3 juta followers, sehingga kehadirannya memberikan perspektif langsung mengenai bagaimana sebuah konten dapat dibangun, dikembangkan, dan diterima oleh audiens. Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran yang tidak selalu didapatkan dari ruang kelas. Pembahasan tidak berhenti pada pertanyaan “bagaimana agar konten viral?”, tetapi juga mengarah pada bagaimana seorang kreator memahami karakter audiens, menentukan ide konten, membangun konsistensi, memanfaatkan tren, serta mengubah perhatian audiens menjadi engagement dan peluang yang bernilai. “Konten yang bagus bukan hanya tentang kamera yang bagus, tetapi bagaimana kita memahami siapa yang menonton, apa yang mereka butuhkan, dan bagaimana menyampaikan pesan dengan cara yang relevan,” menjadi salah satu perspektif penting yang dibagikan dalam sesi sharing content creator. Kehadiran influencer sekaligus mahasiswa UT Makassar tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari ekosistem kreatif digital. Status sebagai mahasiswa tidak menjadi penghalang untuk berkarya, membangun personal branding, bahkan mengembangkan profesi di dunia digital. Dari Kampus untuk Dunia Digital Pelatihan ini juga dihadiri sejumlah pimpinan dan pejabat dari lingkungan UT. Hadir mewakili Direktur UT Jakarta Drs. Moh. Muzammil, M.M., Kepala Pusat Komunikasi Publik dan Kerja Sama Ali Tarigan, S.E., Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi, dan Ujian UT Palembang Wisnu Firdiansah Haris, S.Pd., M.M., serta Direktur UT Makassar Prof. Dr. Abd. Rahman Rahim, S.E., M.M. Turut hadir jajaran manajemen UT Makassar, tim konten dari Pusat Komunikasi Publik dan Kerja Sama (PPKS) serta UT Bandung, Pengurus Sentra Layanan UT (SALUT), mahasiswa, dan staf UT Makassar. Kehadiran lintas unsur tersebut memperlihatkan bahwa transformasi digital dalam komunikasi dan pemasaran bukan menjadi tanggung jawab satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pimpinan, dosen, staf, mahasiswa, SALUT, hingga para kreator agar pesan dan informasi perguruan tinggi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Direktur UT Makassar, Prof. Dr. Abd. Rahman Rahim, S.E., M.M., menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pola komunikasi masyarakat yang terus berubah. Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya hadir dengan informasi yang benar, tetapi juga harus mampu menyampaikan informasi tersebut melalui medium dan gaya komunikasi yang sesuai dengan karakter generasi saat ini. Era digital telah mengubah cara masyarakat mencari informasi. Jika sebelumnya informasi banyak dicari melalui mesin pencari atau media konvensional, kini media sosial seperti TikTok, Instagram, dan platform digital lainnya telah menjadi salah satu pintu utama bagi generasi muda untuk menemukan informasi, termasuk informasi mengenai pendidikan tinggi. Karena itu, kemampuan membuat konten yang kreatif, informatif, dan memiliki strategi menjadi semakin penting. Gen Z Bukan Hanya Target Audiens Menariknya, pelibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menunjukkan perubahan cara pandang dalam strategi komunikasi kampus. Mahasiswa bukan hanya ditempatkan sebagai target audiens, tetapi juga sebagai creator, storyteller, dan ambassador yang dapat membantu memperkenalkan UT kepada masyarakat melalui perspektif mereka sendiri. Konten yang lahir dari pengalaman mahasiswa dinilai memiliki kedekatan emosional dengan calon mahasiswa karena menggunakan bahasa, gaya komunikasi, dan sudut pandang yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda. Dari sinilah digital marketing dapat menjadi jembatan antara kampus dan calon mahasiswa. Bukan sekadar membuat konten agar viral, tetapi menciptakan konten yang mampu menjawab pertanyaan calon mahasiswa: Kuliah di UT seperti apa? Bagaimana sistem belajar jarak jauh? Apa keunggulannya? Bagaimana pengalaman mahasiswa? Dan apakah kuliah sambil bekerja benar-benar bisa dilakukan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut justru dapat dijawab melalui konten yang autentik dan dibuat oleh mereka yang mengalami langsung kehidupan sebagai mahasiswa UT. Pelatihan ini sekaligus menjadi momentum untuk membangun ekosistem komunikasi digital UT Makassar yang lebih kreatif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan tren. Dengan hadirnya mahasiswa, content creator, pimpinan, dosen, staf, SALUT, serta tim konten, UT Makassar tidak hanya belajar tentang digital marketing, tetapi juga mulai membangun budaya komunikasi yang lebih dekat dengan generasi digital.