Akses Pendidikan Makin Luas, Mahasiswa UT Kini Bisa Ujian di Kantor Pos

Akses terhadap layanan pendidikan tinggi kini semakin inklusif. PT Pos Indonesia (Persero) bersama Universitas Terbuka resmi menghadirkan inovasi layanan ujian berbasis digital dengan memanfaatkan kantor Pos sebagai lokasi pelaksanaan Ujian Online (UO) bagi mahasiswa.

Kerja sama strategis ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Rabu, (4/3/2026), oleh Plt Direktur Utama Pos Indonesia, Haris dan Rektor Universitas Terbuka, Ali Muktiyanto, disaksikan jajaran pimpinan kedua institusi.

Melalui kolaborasi ini, kantor-kantor Pos yang tersebar luas hingga ke berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil, kini bertransformasi menjadi titik layanan pendidikan.

Mahasiswa UT dapat mengikuti ujian secara lebih dekat dari domisili mereka, tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota atau lokasi kampus.

Rektor Universitas Terbuka, Ali Muktiyanto, menegaskan bahwa langkah ini merupakan solusi konkret dalam menjawab tantangan geografis yang selama ini dihadapi mahasiswa.

“Sebagai perguruan tinggi dengan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, kami terus berupaya memastikan seluruh mahasiswa mendapatkan akses layanan akademik yang setara. Pemanfaatan kantor Pos sebagai lokasi ujian menjadi solusi strategis untuk menjangkau mereka yang berada di berbagai daerah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Plt Direktur Utama Pos Indonesia, Haris, yang menilai jaringan kantor Pos memiliki potensi besar sebagai infrastruktur pendukung layanan publik.

“Dengan sebaran kantor Pos yang menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia, kami ingin memastikan fasilitas yang kami miliki dapat dimanfaatkan secara optimal, termasuk untuk mendukung akses pendidikan tinggi,” katanya.

Setiap kantor Pos yang menjadi lokasi ujian telah dilengkapi fasilitas penunjang, seperti ruang ujian berstandar, perangkat komputer atau laptop, serta jaringan internet yang stabil.

EVP Enterprise Business Pos Indonesia, Dino Ariadi menjelaskan bahwa fasilitas tersebut dirancang untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi mahasiswa selama ujian berlangsung.

“Kami menyiapkan ruang ujian dengan kapasitas 20 hingga 30 peserta, dilengkapi perangkat yang memadai agar mahasiswa dapat mengikuti ujian dengan fokus dan tanpa kendala teknis,” jelasnya.

Kerja sama ini berlaku selama lima tahun, mulai 3 Maret 2026 hingga 2 Maret 2031. Selain mendukung pelaksanaan ujian online, kolaborasi ini juga memperkuat sinergi yang telah terjalin sebelumnya, khususnya dalam distribusi bahan ajar dan layanan logistik pendidikan.

Transformasi kantor Pos menjadi ruang ujian digital menandai langkah penting dalam memperluas akses pendidikan tinggi di Indonesia.

Inisiatif ini tidak hanya menghadirkan kemudahan, tetapi juga membuka peluang yang lebih merata bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tanpa terkendala jarak dan keterbatasan fasilitas.

Upaya ini sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.(*)