Hari Pahlawan Jadi Momentum Melawan Kebodohan dan Kemiskinan

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional ke-80 dengan penuh khidmat di halaman kantor UT Makassar, Senin (10/11/2025). Peta

Upacara dipimpin langsung oleh Direktur UT Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE MM dan diikuti oleh seluruh staf, dosen, serta mahasiswa UT Makassar.

Dalam amanatnya, Prof Rahman Rahim mengajak seluruh civitas akademika UT Makassar untuk menjadikan momentum Hari Pahlawan sebagai refleksi perjuangan masa kini.

Yakni perjuangan melawan kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan melalui pendidikan.

“Para pahlawan berjuang untuk kemerdekaan bangsa. Kini, tugas kita adalah melanjutkan perjuangan itu dengan membebaskan masyarakat dari kebodohan dan kemiskinan melalui ilmu pengetahuan,” katanya.

“Universitas Terbuka adalah medan perjuangan baru kita,” ungkap Prof Rahman Rahim.

Sebagai perguruan tinggi yang membuka akses pendidikan tanpa batas wilayah, usia, dan latar belakang, UT memiliki tanggung jawab besar untuk memperluas kesempatan belajar bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Saat ini jumlah mahasiswa UT Makassar baru mencapai sekitar 11.000 orang. Padahal potensi masyarakat Sulawesi sangat besar. Mari jadikan momentum Hari Pahlawan ini untuk menambah jumlah pendaftar UT Makassar,” tegasnya.

Prof Rahman juga mengingatkan seluruh Penanggung Jawab Wilayah (PJW) agar aktif berkoordinasi dengan pejabat daerah, stakeholder, dan mitra strategis guna memperkuat sosialisasi serta meningkatkan minat masyarakat melanjutkan pendidikan tinggi melalui UT.

Pada kesempatan tersebut, Prof Rahman Rahim juga menyampaikan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Dr (HC) Saifullah Yusuf, dalam rangka peringatan Hari Pahlawan 2025.

Dalam amanatnya, Menteri mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk meneladani semangat kepahlawanan yang relevan dengan konteks kekinian.

Menteri menegaskan bahwa para pahlawan bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya penuntun bagi masa depan bangsa.

Dari perjuangan mereka, ada tiga nilai utama yang dapat dipetik:.Kesabaran – para pahlawan bersabar dalam menempuh ilmu, menyusun strategi, dan membangun persatuan.

Kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, melainkan dengan ketulusan dan waktu yang panjang.

Pengabdian tanpa pamrih – setelah merdeka, para pahlawan tidak menuntut balas jasa, melainkan terus mengabdi kepada rakyat.

Visi ke depan – perjuangan dilakukan untuk generasi mendatang sebagai bentuk ibadah dan tanggung jawab moral.

Menteri Saifullah Yusuf menegaskan, bentuk perjuangan masa kini telah berubah. Perjuangan tidak lagi dengan senjata, melainkan dengan ilmu pengetahuan.

“Lewat empati sosial, dan pengabdian untuk membela yang lemah serta memastikan tidak ada satu pun warga bangsa yang tertinggal,” tegasnya.

Amanat tersebut diakhiri dengan ajakan untuk mensyukuri kemerdekaan dan menghidupkan semangat perjuangan dalam membangun Indonesia melalui kerja nyata dan inovasi di berbagai bidang.

Upacara Hari Pahlawan di UT Makassar berlangsung dengan khidmat dan semangat nasionalisme yang tinggi.

Seluruh civitas akademika UT Makassar bertekad meneruskan perjuangan para pahlawan melalui pendidikan yang terbuka, inklusif, dan berkeadilan bagi semua. (nas)