Viral Mahasiswi UT Tulis Tangan Kerjakan Tugas, Tak Punya Laptop Tapi Punya Tekad Besi

Di tengah era serba digital saat tugas kuliah bisa diketik, dikirim, bahkan dikerjakan lewat ponsel, kisah seorang mahasiswi Universitas Terbuka (UT) ini jadi tamparan lembut bagi siapa pun yang sering menyerah karena alasan tidak punya fasilitas.

Namanya Sisilia. Ia menjadi perbincangan warganet setelah unggahan dosennya di akun TikTok @nusameapicks0706 menampilkan hasil tugasnya yang berbeda dari mahasiswa kebanyakan.

Alih-alih file hasil ketikan komputer, dosen itu menerima tugas berformat PDF yang berisi tulisan tangan Sisilia yang rapi, jelas, dan dikerjakan dengan penuh ketekunan.

Judul tugasnya, Kewirausahaan Era Digital, terasa ironis tapi juga menggugah: di era digital, ia justru menulis manual.

Dalam pesannya kepada dosen, Sisilia menulis dengan sopan dan jujur:

“Mohon maaf ibu/bapak dosen sebelumnya saya mengirim tugasnya ini pake tulis tangan dikarena saya tidak memiliki laptop pribadi. Terima kasih.”

Satu kalimat sederhana yang menggambarkan kerendahan hati dan semangat belajar tanpa pamrih. Sang dosen mengaku terharu, lalu membagikan kisah itu dengan pesan penuh harapan.

“Malam minggu periksa dua tugas mahasiswa UT. Sukses selalu untuk kamu, nak,” tulisnya.

Unggahan itu pun viral dan membanjir di kolom komentar dengan pujian. Banyak yang mengaku tersentuh dan termotivasi oleh perjuangan Sisilia, yang tetap menuntut ilmu meski di tengah keterbatasan.

Bagi sebagian orang, tugas tulis tangan mungkin sudah jadi hal usang. Tapi bagi Sisilia, pena dan kertas adalah simbol tekad, bukan keterbelakangan. Ia menulis bukan karena tak punya pilihan, tapi karena tak mau berhenti belajar.

Kisah seperti Sisilia adalah potret nyata semangat mahasiswa Universitas Terbuka, kampus yang menampung banyak pejuang ilmu dari berbagai latar belakang. Mereka belajar di sela kerja, mengerjakan tugas di antara kesibukan, dan berjuang tanpa fasilitas mewah.

Sisilia membuktikan, kemajuan teknologi boleh mempercepat segalanya, tapi semangat tak pernah bisa digantikan mesin.