Memajukan karier dan pengetahuan di tengah tuntutan pekerjaan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan lokasi tempat tugas yang jauh dari pusat kota, bukanlah halangan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Hal ini dibuktikan oleh Sir Arafat, seorang ASN yang bertugas di Bantaeng dan berhasil menempuh studi Magister Ilmu Administrasi dengan Bidang Minat Administrasi Publik di Universitas Terbuka (UT).
Dalam sharingya, Yasir Arafat mengungkapkan dua alasan utama di balik pilihannya. Pertama, bidang Administrasi Publik sangat relevan dengan profesi dan tanggung jawabnya sehari-hari dalam melayani masyarakat.
Kedua, keputusannya untuk memilih UT didasari oleh sistem pembelajaran online dan belajar mandiri yang sangat fleksibel.
“UT (Universitas Terbuka) menyediakan PTJJ (Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh). Kita tidak perlu ke kampus, kecuali pada saat ujian. Nah, itu sangat membantu karena kami ASN, apalagi saya di Bantaeng. Tidak mungkin bagi kami untuk kuliah dari Bantaeng ke Makassar setiap minggu atau setiap hari, itu susah,” ujar mahasiswa Universitas Terbuka ini.
Lebih lanjut, Yasir Arafat membagikan kiat suksesnya menyelesaikan studi di UT. Ia menepis anggapan bahwa “masuk UT mudah, keluar susah”. Baginya, kunci utamanya adalah konsistensi dan manajemen waktu.
“Ternyata saya sudah merasakan, masuk mudah, keluarnya juga mudah, asal kita konsisten belajar mandiri. Jangan malas mengerjakan tugas,” tegasnya.
Ia membagikan strategi pribadinya dalam mengatur waktu. Setiap hari, ia datang ke kantor lebih awal dan pulang lebih lambat untuk menyicil tugas-tugas perkuliahannya.
“Teman-teman saya masuk setengah 8, saya masuk jam 7. Saya pakai waktu 30 menit itu untuk mengerjakan tugas. Begitu pula saat pulang, saya tambah waktu di kantor. Itu triknya. Kalau kita ulet dan konsisten, insya Allah cepat lulus,” paparnya penuh semangat.
Di akhir sharingnya, Yasir Arafat dengan antusias merekomendasikan UT kepada rekan-rekan sesama ASN yang ingin melanjutkan pendidikan namun terkendala jarak dan waktu.
“Banyak teman saya yang pegawai negeri yang belum bisa melanjutkan studi karena kendala tersebut. Saya merekomendasikan UT saja karena belajarnya di mana saja, fleksibel, dan dengan cara apa saja, tergantung enaknya kita,” tutupnya.
Kisah inspiratif Yasir Arafat ini menjadi bukti bahwa dengan komitmen dan disiplin, serta didukung sistem pendidikan yang fleksibel seperti yang ditawarkan UT, segala tantangan geografis dan kesibukan kerja dapat ditaklukkan untuk meraih cita-cita akademik. (*)