Seminar UT Makassar Bongkar Rahasia Sukses Pengusaha, Dari Modal Rp1 Juta Jadi 28 Cabang!

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar Seminar Akademik Tahun Akademik 2025/2026 dengan tema “Entrepreneurship Pemuda Mendorong Kebangkitan Ekonomi Regional dan Nasional”, Jumat 1 mei 2026, di Convention Hall UT Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur UT Makassar, Prof Dr Abdul Rahman Rahim, SE MM.

Ia mengapresiasi kehadiran para pemateri dan antusiasme mahasiswa yang mengikuti seminar tersebut.

“Seminar ini menjadi wadah untuk membangun semangat kewirausahaan mahasiswa agar mampu menciptakan peluang, bukan hanya mencari pekerjaan,” ujarnya.

Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Wakil Rektor IV Unhas Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan dan Bisnis, Prof Dr Eng Ir Adi Maulana ST, M.Phil, perwakilan Bank Indonesia Sulsel Anwardin, serta alumni UT Makassar yang juga Owner Browcyl, Rachmat Al Muarrif.

Selain seminar, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UT Makassar dengan Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar (UNM) yang dihadiri Dekan Prof Dr Suardi Annas, serta penandatanganan MoU bersama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Sesi yang paling menyita perhatian datang dari Rachmat Al Muarrif. Ia membagikan kisah perjalanan bisnisnya yang dimulai dari nol hingga kini berkembang pesat.

“Saya mulai dari dapur sederhana, dibantu ibu, dengan modal sekitar Rp1 juta. Sekarang sudah berkembang menjadi 28 titik di Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa konsistensi dan kedisiplinan menjadi kunci utama dalam menjalankan usaha.

“Bisnis jalan, owner jalan-jalan itu bahaya. Sebelum jadi pemimpin, kita harus bisa pimpin diri sendiri,” tegasnya.

Selama 14 tahun menjalankan usaha, ia mengaku mampu bertahan tanpa utang bank, sebuah pencapaian yang jarang terjadi di dunia bisnis.

Fenomena Pengangguran Jadi Sorotan

Sementara itu, Prof Adi Maulana dalam materinya bertajuk “Dari Pengangguran Menuju Kewirausahaan” menyoroti tingginya angka pengangguran dari lulusan perguruan tinggi.

Menurutnya, perubahan mindset menjadi hal yang mendesak agar generasi muda tidak hanya bergantung pada lapangan kerja.

“Unhas setiap tahun melahirkan sekitar 7.000 hingga 9.000 sarjana, sekitar 70 persen terserap di dunia kerja. Namun, kita tetap perlu mendorong lahirnya wirausaha baru,” jelasnya.

Ia juga menekankan potensi besar Indonesia Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masa depan.

“Sekitar 60 persen bahan baku baterai dunia berasal dari Indonesia Timur. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan,” tambahnya.

Dalam tiga tahun terakhir, Unhas bahkan telah mengembangkan 12 unit usaha, mulai dari sektor perbankan hingga perhotelan.

Peran UMKM dan Dukungan Bank Indonesia

Anwardin dari Bank Indonesia Sulsel menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional.

Ia memaparkan program Rewako (Resilient, World Class, Agile, Knowledgeable) sebagai upaya mendorong UMKM naik kelas.

“Saatnya anak muda menjadi entrepreneur. Bank Indonesia hadir melalui pembinaan UMKM Rewako, Rewako Petani, hingga fasilitasi ekspor,” jelasnya.

Saat ini, tercatat sebanyak 152 UMKM Rewako menjadi binaan Bank Indonesia Sulsel, dengan rincian 18 sektor pertanian dan perikanan, 28 sektor fashion, serta 52 sektor makanan dan minuman, dan lainnya.

Melalui kegiatan ini, UT Makassar berharap mampu mencetak generasi muda yang inovatif dan mandiri secara ekonomi, sekaligus berkontribusi dalam mendorong kebangkitan ekonomi regional maupun nasional.***