UT Makassar Jalani Audit Operasional, Direktur Tekankan Transparansi dan Efisiensi Tata Kelola

Kantor Pengawasan Internal (KPI) Universitas Terbuka (UT) melaksanakan audit operasional di Universitas Terbuka Makassar pada 20–25 Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan menilai tingkat kepatuhan, efektivitas, efisiensi, ekonomis (3E), serta meninjau sistem pengendalian internal yang diterapkan oleh manajemen UT Makassar.Referensi Geografis Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., menyatakan bahwa audit operasional merupakan bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas tata kelola. “Audit ini tidak hanya fokus pada pemeriksaan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi,” ujarnya dalam pertemuan pembukaan di Kampus UT Makassar, Jumat 25 Oktober 2025. Tim auditor KPI dipimpin oleh Nur Dian Fitriana, S.E. selaku Ketua Tim, dengan Dr. Tora Akadira, S.T., M.Si. sebagai Pengendali Teknis. Adapun anggota tim terdiri dari Angga Romadhoni, S.E., Anindita Arifah Sekarsonya, S.Ars., dan Fikri Firmansyah, S.T. Dalam entry meeting yang dihadiri jajaran staf UT Makassar, tim auditor menjelaskan paradigma baru audit internal yang menekankan fungsi konsultatif dan pemberian assurance, bukan sekadar pemeriksaan kepatuhan. Audit berlangsung selama empat hari, dengan seluruh tahapan didukung secara penuh oleh pihak UT Makassar.Panduan Kota & Daerah Pihak auditi menunjukkan sikap kooperatif dan terbuka dalam memberikan klarifikasi serta dokumen pendukung kepada auditor. Proses audit ditutup dengan closing meeting pada 25 Oktober 2025, yang diisi dengan pembahasan hasil audit, tanggapan auditi melalui aplikasi SIAIS, dan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan antara kedua pihak. Prof. Abdul Rahman mengapresiasi kerja sama tim KPI dan seluruh jajaran UT Makassar. Ia berharap hasil audit dapat menjadi dasar untuk memperkuat sistem pengendalian internal serta meningkatkan efisiensi operasional di masa mendatang. “Universitas Terbuka Makassar berkomitmen terus memperkuat tata kelola dan layanan agar mampu menjadi pusat pendidikan terbuka dan jarak jauh yang unggul, khususnya di kawasan timur Indonesia,” kata Prof. Abdul Rahman.