Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar Seminar Akademik Tahun Akademik 2025/2026 dengan tema “Entrepreneurship Pemuda Mendorong Kebangkitan Ekonomi Regional dan Nasional”, Jumat (1/5/2026), di Convention Hall Lantai 4 UT Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar.
Kegiatan ini dipandu oleh Indah Arifah Febriany, S.S., M.I.Kom., yang juga merupakan founder Teh Riri, dan dibuka langsung oleh Direktur UT Makassar, Prof. Dr. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M.
Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya membangun jiwa kewirausahaan sejak dini di kalangan mahasiswa, khususnya bagi para calon wisudawan.
“Seminar ini menjadi ruang inspirasi sekaligus pembekalan penting bagi mahasiswa. Kami berharap alumni tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa di tengah dinamika perkembangan ekonomi dan persaingan global, lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki kreativitas, kemandirian, serta keberanian dalam mengambil peluang.
“Mahasiswa UT harus mampu melihat peluang di tengah tantangan. Dengan bekal ilmu dan karakter yang kuat, kami optimistis lulusan UT dapat menjadi motor penggerak ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional,” tambahnya.




Di sela-sela jalannya seminar, suasana semakin hidup dengan penampilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ormawa UT Makassar. UKM Paduan Suara Gita Lontara tampil membawakan lagu dengan harmonisasi yang memukau, disusul oleh UKM Tari Sidalleranart yang menyuguhkan pertunjukan penuh energi dan estetika budaya. Penampilan keduanya sukses menghibur sekaligus menambah semangat para peserta yang hadir di ruangan tersebut.
Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor, di antaranya Prof. Dr. Eng. Ir. Adi Maulana, S.T., M.Phil. (Wakil Rektor IV Universitas Hasanuddin bidang kemitraan, inovasi, kewirausahaan, dan bisnis), Anwardin Arjunaid dari Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, serta Rachmat Al Muarrif, S.M., owner Browcyl sekaligus alumni UT Makassar.
Dalam kesempatan tersebut, turut dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UT Makassar dengan Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar (UNM), serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Adi Maulana menyoroti pentingnya penguatan kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Ia menyebut rasio wirausaha di negara maju umumnya telah berada di atas 5 persen, sementara Indonesia masih berada di bawah angka tersebut.
“Jika ingin mencapai visi Indonesia Emas 2045, maka penguatan entrepreneurship menjadi keharusan. Perguruan tinggi harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.
Ia juga menyinggung perlunya kolaborasi antarperguruan tinggi untuk mengejar ketertinggalan, serta pentingnya penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja.
Sementara itu, Rachmat Al Muarrif, S.M., membagikan pengalaman membangun usaha dari nol. Ia merintis bisnisnya sejak usia 20 tahun dari resep keluarga hingga kini mampu mempekerjakan sekitar 300 karyawan.
“Saat ingin merintis dan mengembangkan usaha, yang pertama harus dibenahi adalah orangnya (people), kemudian organisasi, dan sistem. Bisnis tidak akan bisa berkembang jika ketiganya tidak berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa di era teknologi saat ini, mahasiswa memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk membangun usaha.
“Di era digital, peluang usaha semakin terbuka luas. Yang penting adalah keberanian memulai dan konsistensi,” tambahnya.
Sejalan dengan itu, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Anwardin Arjunaid, turut memaparkan strategi optimalisasi UMKM pada 2026, termasuk pentingnya transformasi digital dalam meningkatkan daya saing usaha kecil.
“Penguatan UMKM tidak bisa dilepaskan dari pemanfaatan teknologi digital. Ini menjadi kunci agar pelaku usaha mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas,” jelasnya.
Melalui seminar ini, UT Makassar berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.