Bangun Jiwa Pemimpin, UT Makassar Bekali Mahasiswa dengan Leadership dan Semangat Berorganisasi

Makassar — Universitas Terbuka (UT) Makassar terus mendorong pengembangan potensi mahasiswa tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga melalui penguatan kapasitas kepemimpinan dan kemampuan berorganisasi. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi Mahasiswa UT Makassar yang dilaksanakan selama dua hari dengan rangkaian kegiatan berupa pemberian materi, sharing session, serta bina akrab. Kegiatan LDK menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh tentang kepemimpinan, tanggung jawab dalam organisasi, komunikasi, kerja tim, serta tata kelola keorganisasian. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki bekal yang lebih kuat untuk berkontribusi aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dan organisasi mahasiswa di lingkungan UT Makassar. Hari Pertama: Membentuk Pola Pikir dan Karakter Pemimpin Hari pertama LDK dilaksanakan di UT Makassar dengan agenda utama pemberian materi kepemimpinan dan keorganisasian. Sejumlah narasumber dengan kompetensi di bidangnya hadir memberikan wawasan dan pengalaman kepada para peserta. Materi pertama, *Leadership Mindset, disampaikan oleh *Indah Arifah Febriani, S.S., M.Ikom. Materi ini mengajak mahasiswa memahami bahwa kepemimpinan tidak sekadar berkaitan dengan posisi atau jabatan dalam organisasi, tetapi lebih jauh tentang pola pikir, sikap, kemampuan mengambil keputusan, serta keberanian untuk bertanggung jawab terhadap pilihan yang diambil. Selanjutnya, Ismail Shaleh Ruslin, S.Ap., M.Tr.Ap. memberikan materi mengenai Tanggung Jawab Berorganisasi. Peserta diajak memahami pentingnya komitmen, integritas, kedisiplinan, serta tanggung jawab sebagai bagian dari sebuah organisasi. Organisasi tidak hanya menjadi wadah untuk berkegiatan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter dan proses belajar bekerja bersama untuk mencapai tujuan. Materi berikutnya, *Komunikasi & Kerja Tim, disampaikan oleh *Irsan Saputra, S.Kom., S.Ikom., M.Ikom. Dalam sesi ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya komunikasi yang efektif dalam membangun hubungan kerja yang sehat. Kemampuan berkomunikasi dan bekerja dalam tim menjadi salah satu fondasi penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dinamika organisasi maupun kehidupan profesional di masa mendatang. Sementara itu, materi Keorganisasian disampaikan oleh A. Muh. Rifky Nugraha. Materi tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai bagaimana organisasi berjalan, pembagian peran, koordinasi, serta pentingnya membangun budaya organisasi yang mampu mendukung pencapaian tujuan bersama. Rangkaian materi pada hari pertama dirancang tidak hanya sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai proses membangun kesadaran mahasiswa bahwa kepemimpinan dapat dimulai dari hal-hal sederhana: mampu mengenali potensi diri, berkomunikasi dengan baik, menghargai orang lain, mengambil peran, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diemban. Hari Kedua: Perkuat Solidaritas melalui Sharing Session dan Bina Akrab Memasuki hari kedua, kegiatan LDK berlanjut di Pantai Tanjung Bunga melalui agenda sharing session bersama Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) UT Makassar dan Bina Akrab. Berbeda dengan sesi sebelumnya yang berfokus pada penguatan pengetahuan dan wawasan kepemimpinan, kegiatan hari kedua dikemas lebih interaktif dan kekeluargaan. Sharing session menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk bertukar pengalaman, mengenal lebih dekat dinamika ORMAWA, serta mendapatkan gambaran mengenai pengalaman berorganisasi di lingkungan UT Makassar. Melalui interaksi tersebut, peserta dapat belajar dari pengalaman mahasiswa yang telah lebih dahulu aktif dalam organisasi. Berbagai pengalaman, tantangan, maupun pembelajaran selama menjalankan kegiatan kemahasiswaan menjadi bagian penting dalam memperkaya wawasan peserta LDK. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Bina Akrab yang menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarmahasiswa. Suasana yang lebih santai dan penuh kebersamaan memberikan ruang bagi peserta untuk saling mengenal, membangun komunikasi, serta menumbuhkan rasa solidaritas sebagai bagian dari keluarga besar mahasiswa UT Makassar. Mencetak Mahasiswa yang Aktif, Kolaboratif, dan Berkarakter Pelaksanaan LDK selama dua hari tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pengembangan kapasitas mahasiswa UT Makassar. Kepemimpinan yang dibangun melalui kegiatan ini tidak hanya diarahkan pada kemampuan memimpin orang lain, tetapi juga kemampuan memimpin diri sendiri, bekerja sama, berkomunikasi, serta mengambil tanggung jawab dalam setiap peran yang dijalankan. Melalui perpaduan antara pembekalan materi dan pengalaman langsung dalam kegiatan sharing session serta bina akrab, mahasiswa mendapatkan pengalaman yang lebih utuh mengenai dunia organisasi. Mereka tidak hanya belajar tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin, tetapi juga memahami bahwa kepemimpinan membutuhkan komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, dan kemampuan membangun hubungan yang positif dengan orang lain. Kegiatan LDK diharapkan dapat melahirkan mahasiswa UT Makassar yang semakin percaya diri, berintegritas, komunikatif, mampu bekerja dalam tim, serta siap mengambil peran dalam berbagai aktivitas kemahasiswaan. Pada akhirnya, LDK bukan sekadar kegiatan pelatihan, melainkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk menemukan dan mengembangkan potensi kepemimpinannya. Dari ruang belajar di UT Makassar hingga kebersamaan di Pantai Tanjung Bunga, mahasiswa dibekali pengalaman untuk tumbuh menjadi generasi yang mampu berkolaborasi, berorganisasi, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan kampus maupun masyarakat.
UT MAKASSAR DORONG KEBANGKITAN USAHA PERIKANAN DESA LAWALLU, KELOMPOK KINAN MERAH PUTIH TERIMA BANTUAN PERALATAN PRODUKSI

Barru, 6 Juni 2026 – Komitmen perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat kembali diwujudkan oleh Universitas Terbuka (UT) Makassar melalui program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan pada Kelompok Hasil Perikanan “Kinan Merah Putih” di Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan pengabdian yang mengusung tema “Inovasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan untuk Meningkatkan Daya Saing dan Akses Pasar” ini dipimpin oleh Ketua Tim Pengabdian, *Andi Suci Anita, S.P., M.P., dengan anggota *Dra. Makkatenni, M.Pd. dan Risnashari, S.E., M.M. Kunjungan tim pengabdian disambut hangat oleh Pemerintah Desa Lawallu dan berbagai pihak yang selama ini mendampingi pelaku usaha perikanan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Lawallu, *Raswady, S.I.Pem., serta Penyuluh Dinas Perikanan Kabupaten Barru, *Sukmawati dan Irma Musfitasari. Dalam kegiatan tersebut, Tim Pengabdian Universitas Terbuka Makassar menyerahkan sejumlah bantuan peralatan produksi yang dibutuhkan oleh Kelompok Kinan Merah Putih untuk meningkatkan kapasitas usaha pengolahan hasil perikanan. Bantuan yang diberikan meliputi freezer, spinner peniris minyak, blender, kompor satu tungku beserta regulator, serta berbagai peralatan memasak lainnya. Penyerahan bantuan ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Barang oleh Ketua Tim Pengabdian, Andi Suci Anita, S.P., M.P., dan Ketua Kelompok Kinan Merah Putih, *Yuli Sukardi. Total nilai bantuan yang diserahkan mencapai *Rp7.457.500. Kepala Desa Lawallu, Raswady, S.I.Pem., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Universitas Terbuka Makassar yang telah memilih kelompok usaha pengolahan hasil perikanan di Desa Lawallu sebagai mitra pengabdian. “Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Terbuka Makassar. Bantuan ini sangat berarti bagi kelompok usaha pengolahan hasil perikanan yang ada di desa kami. Semoga peralatan yang diberikan dapat meningkatkan produktivitas kelompok dan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya. Menurut Ketua Tim Pengabdian, Andi Suci Anita, program ini lahir dari hasil identifikasi kebutuhan mitra yang selama ini mengalami berbagai keterbatasan dalam proses produksi. Kelompok Kinan Merah Putih masih menggunakan peralatan lama yang merupakan peninggalan kelompok terdahulu. Sebagian peralatan bahkan sudah mengalami kerusakan akibat usia pemakaian yang cukup lama, sementara beberapa alat produksi lainnya masih harus dipinjam dari anggota kelompok. “Kami melihat semangat yang luar biasa dari kelompok Kinan Merah Putih untuk terus bertahan dan berkembang meskipun dengan keterbatasan sarana produksi. Berangkat dari kondisi tersebut, tim menyusun proposal pengabdian kepada Universitas Terbuka agar kelompok ini dapat memperoleh dukungan peralatan yang lebih memadai,” jelas Andi Suci Anita. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa bantuan peralatan hanyalah langkah awal dalam upaya penguatan kelompok. Melalui program pengabdian ini, tim juga memberikan pendampingan terkait inovasi produk, peningkatan kualitas hasil olahan, strategi pemasaran, serta pengembangan akses pasar yang lebih luas. Sementara itu, Ketua Kelompok Kinan Merah Putih, Yuli Sukardi, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh Universitas Terbuka Makassar. Menurutnya, bantuan tersebut akan sangat membantu kelompok dalam meningkatkan kapasitas produksi dan menjaga kualitas produk olahan hasil perikanan yang selama ini menjadi sumber penghasilan anggota kelompok. “Kami merasa terbantu dan termotivasi untuk lebih maju. Peralatan yang diberikan akan kami manfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan produksi dan mengembangkan usaha kelompok,” katanya. Melalui program pengabdian ini, Universitas Terbuka Makassar berharap kelompok usaha pengolahan hasil perikanan Kinan Merah Putih dapat menjadi contoh pengembangan usaha berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan daya saing produk perikanan, memperluas akses pasar, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Desa Lawallu.