Wakil Bupati Tana Toraja Buka Kegiatan OSMB dan PKBJJ Universitas Terbuka

Wakil Bupati Tana Toraja, Erianto L Paondanan, secara resmi membuka kegiatan yang diselenggarakan oleh Universitas Terbuka (UT) Tana Toraja.l,cara berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Makale, hari ini, Jumat (22/8/2026 hingga 23/82//2026), dan berjalan dengan penuh semangat serta antusiasme tinggi dari seluruh peserta. Kegiatan ini dihadiri langsung Oleh Wakil Bupati Tana Toraja dan Kepala Sentra Layanan Universitas Terbuka Tana Toraja, Ribka Padang, S.Pd., SH., M.Pd., M.H.,beserta jajaran dosen, Kepala SMA Negeri 1 Makale,Kepala SMK Bintang 88 serta ratusan mahasiswa yang terdaftar sebagai peserta didik di UT Tana Toraja. Kehadiran para pemangku kepentingan pendidikan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam memajukan kualitas pendidikan tinggi di Tana Toraja. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Erianto L Paondanan mengapresiasi langkah Universitas Terbuka yang terus berperan memberikan akses pendidikan tinggi yang luas dan merata bagi masyarakat Tana Toraja. Menurutnya, kehadiran UT sangat strategis karena memungkinkan siapa saja untuk menempuh pendidikan tanpa terhalang jarak, waktu, maupun keterbatasan lainnya, sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Pendidikan adalah kunci kemajuan daerah. Saya sangat berterima kasih kepada Universitas Terbuka yang telah hadir dan membuka peluang seluas-luasnya bagi warga Tana Toraja untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi diri. Ini adalah langkah penting agar kita mampu mencetak generasi yang cerdas, terampil, dan siap membangun daerahnya sendiri,” ujar Erianto dalam sambutannya. Ribka Padang, S.Pd., SH., M.Pd., M.H.,Kepala Sentra Layanan UT menyampaikan bahwa 193 mahasiswa angkatan ini tersebar dari berbagai daerah, 85% mahasiswa Universitas Terbuka merupakan pekerja dan ASN, juga diaspora yang bekerja di luar negeri,kegiatan hari ini OSMB dan PKBJJ merupakan Orientasi Studi Mahasiswa Baru dan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh serta menyamakan persepsi antara pengelola, tenaga pendidik, dan mahasiswa. Ia juga berharap dukungan dari pemerintah daerah terus terjalin agar UT Tana Toraja dapat terus berkembang dan memberikan layanan pendidikan yang semakin berkualitas. “Kami berkomitmen untuk terus memberikan pendidikan yang bermutu dan terjangkau. Dukungan dari pemerintah daerah dan pihak terkait sangat berarti bagi kami agar dapat terus berkontribusi mencetak lulusan yang berdaya saing tinggi,” ungkap Ribka Padang. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Makale ini diisi dengan berbagai sesi, mulai dari penyampaian materi akademik, tanya jawab, hingga diskusi interaktif. Kehadiran Wakil Bupati menjadi dorongan semangat tersendiri bagi para mahasiswa untuk lebih giat belajar dan mengembangkan potensi diri demi kemajuan Tana Toraja di masa depan.

OSMB UT MAKASSAR WILAYAH GOWA-TAKALAR BEKALI MAHASISWA BARU JADI PEMBELAJAR MANDIRI DAN BERINTEGRITAS

Gowa, 23 Agustus 2026 – Universitas Terbuka (UT) Makassar menyelenggarakan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Klinik Ujian Tahun Akademik 2026/2027 Ganjil sebagai langkah awal mempersiapkan mahasiswa baru menghadapi sistem Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh. OSMB tidak hanya menjadi kegiatan pengenalan kampus, tetapi juga membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang sistem belajar di Universitas Terbuka, sistem akademik dan ujian, layanan mahasiswa, serta pentingnya membangun kemandirian, integritas, dan tanggung jawab sebagai mahasiswa. Dalam sambutan Direktur Universitas Terbuka Makassar, Prof. Dr. Abd. Rahman Rahim, S.E., M.M., yang dibacakan oleh Penanggung Jawab Wilayah Gowa, Nuraziza Aliah, S.Pd., M.Pd., mahasiswa baru diharapkan mampu berkembang tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga karakter dan kepedulian sosial. “Saya berharap mahasiswa baru Tahun 2026 dapat menjadi generasi yang memiliki kompetensi, karakter, integritas, dan kepedulian sosial. Bawalah nama baik Universitas Terbuka di mana pun Saudara berada. Tunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Terbuka mampu bersaing, mampu berprestasi, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.” Kegiatan dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Sulawesi Selatan, Firdaus, S.Pd., M.Pd., yang sekaligus memberikan pembekalan mengenai Bela Negara. Dalam materinya, Firdaus mengajak mahasiswa memaknai bela negara melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ia memotivasi mahasiswa untuk mewujudkan bela negara mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari sekarang, antara lain dengan meningkatkan prestasi dan keterampilan. Bagi generasi muda, bela negara juga dapat diwujudkan dengan memanfaatkan teknologi secara positif, menjaga persatuan dan toleransi, serta menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Di tengah perkembangan teknologi, mahasiswa juga diingatkan untuk kritis menghadapi hoaks, disinformasi, cyberbullying, intoleransi, dan penyalahgunaan media sosial. Selain penguatan karakter, OSMB memberikan bekal praktis agar mahasiswa memahami bagaimana menjalani perkuliahan di Universitas Terbuka. Materi Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh disampaikan oleh Nuraziza Aliah, S.Pd., M.Pd., sebagai pengantar bagi mahasiswa untuk mengenali karakteristik sistem pendidikan UT dan pentingnya membangun kemandirian dalam belajar. Mahasiswa juga memperoleh pembekalan mengenai Sistem Admisi, Registrasi, dan Ujian oleh Nur Arfiani, S.Sos. Materi mencakup bentuk-bentuk ujian, strategi menghadapi ujian, peraturan ujian, hingga simulasi Ujian Online Berbasis Mata Kuliah (UOBM). Pembekalan tersebut menjadi penting agar mahasiswa sejak awal memahami prosedur akademik dan mampu mempersiapkan diri dengan baik dalam setiap tahapan studinya. Pada sesi berikutnya, Muthmainnah, S.Si. menyampaikan materi Pembelajaran dan Kemahasiswaan di Universitas Terbuka, termasuk pengenalan Disporseni dan PELURU. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Hasanuddin sebagai mitra penyedia layanan pendukung UT yang dapat dimanfaatkan selama menjalani perkuliahan. Memasuki hari kedua, Minggu (23 Agustus 2026), rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) yang juga diikuti oleh mahasiswa baru. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan keterampilan praktis kepada mahasiswa dalam menjalani proses belajar secara mandiri melalui sistem Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh. Melalui PKBJJ, mahasiswa mendapatkan penguatan mengenai strategi belajar efektif, pengelolaan waktu, pemanfaatan sumber belajar, serta keterampilan yang diperlukan untuk beradaptasi dengan pola perkuliahan di UT. Kehadiran mahasiswa pada hari kedua tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan mereka tidak hanya memahami sistem akademik UT, tetapi juga memiliki kesiapan dan keterampilan untuk menjalani proses pembelajaran secara mandiri. Rangkaian OSMB, Klinik Ujian, dan PKBJJ diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi mahasiswa baru UT Makassar untuk menjalani perkuliahan dengan lebih percaya diri. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan sistem pembelajaran jarak jauh, berprestasi, berintegritas, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

OSMB 2026, Prof Jasruddin : Universitas Terbuka Perluas Akses Kuliah, Jadi Alternatif Pendidikan Tinggi yang Fleksibel

Universitas Terbuka (UT) dinilai menjadi alternatif penting dalam memperluas akses pendidikan tinggi. Khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan sistem pembelajaran fleksibel. Ketua Majelis Profesor UNM, Prof Dr Jasruddin Daud Malago MSi, mengatakan fleksibilitas yang ditawarkan UT memungkinkan mahasiswa tetap menempuh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun aktivitas lainnya. Hal itu disampaikan Prof Jasruddin saat menjadi pemateri pada Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) mahasiswa baru masa registrasi 2026/2027 Ganjil di Kantor UT Makassar, Sabtu (22/8/2026). Menurut dia, kebijakan yang membuka kesempatan bagi lulusan baru maupun masyarakat yang sudah bekerja untuk menempuh pendidikan di UT relevan dengan dinamika dunia pendidikan dan kebutuhan dunia kerja. “Menurut saya sangat tepat ketika pemerintah membuka ruang dan regulasi di mana UT juga boleh menerima fresh graduate,” ujar Prof Jasruddin. Ia menjelaskan, perubahan dunia kerja membuat seseorang tidak selalu bekerja sesuai dengan bidang studi yang ditempuh saat pendidikan tinggi. Karena itu, mahasiswa perlu memahami minat, kompetensi, pengalaman, serta kebutuhan dunia kerja dalam menentukan pendidikan dan arah karier. “Program studinya boleh A, passion-nya B. Jadi kalau ada orang bekerja tidak sesuai dengan bidang pendidikannya di S1, itu bukan salah dan bukan masalah,” katanya. Prof Jasruddin menilai, kondisi tersebut justru menjadikan UT sebagai salah satu solusi bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi tanpa harus meninggalkan aktivitas profesional. “UT itu kan boleh menerima orang yang sudah kerja. Daripada pergi kuliah tidak sesuai dengan bidangnya, UT ini jadi solusi,” ujarnya. Di sisi lain, fleksibilitas sistem pembelajaran UT menuntut mahasiswa memiliki motivasi, kemandirian, kedisiplinan, dan kemampuan mengatur waktu. Keleluasaan dalam menentukan proses belajar harus diimbangi dengan tanggung jawab pribadi agar mahasiswa mampu menyelesaikan pendidikan secara optimal. Mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Prof Dr Muhammad Jufri menyampaikan apresiasi terhadap UT yang terus membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat melalui sistem pembelajaran yang fleksibel. Menurutnya, UT menjadi salah satu pintu pendidikan yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkan kompetensi sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas. “Selamat bergabung di Universitas Terbuka. Ini merupakan gerbang pendidikan yang akan melatih dan mengembangkan kompetensi mahasiswa menjadi generasi masa depan yang siap menjadi tenaga-tenaga berkualitas di berbagai bidang kehidupan,” katanya. Prof Jufri berharap mahasiswa UT tidak hanya menjadikan pendidikan tinggi sebagai sarana pengembangan diri, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Sulawesi Selatan dan Indonesia. Sementara itu, Direktur UT Makassar Prof Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM mengatakan OSMB menjadi momentum penting untuk memperkenalkan karakter pembelajaran di UT sekaligus membangun kesiapan mahasiswa menghadapi sistem pendidikan jarak jauh. Menurutnya, mahasiswa UT memiliki keleluasaan mengatur waktu dan aktivitas belajar. Namun, fleksibilitas tersebut harus diiringi kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan mengelola waktu secara mandiri. Selain menghadirkan tokoh eksternal, OSMB UT Makassar juga diisi para manajer di lingkungan UT Makassar. Mereka memberikan pembekalan mengenai mekanisme akademik, layanan kemahasiswaan, sistem pembelajaran jarak jauh, serta fasilitas pendukung yang tersedia selama mahasiswa menempuh pendidikan.  Setelah OSMB, kegiatan dilanjutkan dengan PKBJJ masa registrasi 2026/2027 Ganjil pada Minggu (23/8/2026) untuk sejumlah wilayah layanan UT Makassar. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, UT Makassar menegaskan komitmennya mempersiapkan mahasiswa baru agar memahami sistem pembelajaran jarak jauh sekaligus memiliki motivasi, kemandirian, dan kesiapan menyelesaikan pendidikan tinggi secara optimal. 

OSMB UT Makassar Wilayah Gowa-Takalar Bekali Mahasiswa Baru Jadi Pembelajar Mandiri dan Berintegritas

GOWA – Universitas Terbuka (UT) Makassar menyelenggarakan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Klinik Ujian Tahun Akademik 2026/2027 Ganjil sebagai langkah awal mempersiapkan mahasiswa baru menghadapi sistem Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh. OSMB tidak hanya menjadi kegiatan pengenalan kampus. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dibekali pemahaman tentang cara belajar di Universitas Terbuka, sistem akademik dan ujian, layanan mahasiswa, serta pentingnya membangun kemandirian, integritas, dan tanggung jawab sebagai mahasiswa. Dalam sambutan Direktur Universitas Terbuka Makassar, Prof. Dr. Abd. Rahman Rahim, S.E., M.M., yang dibacakan oleh Penanggung Jawab Wilayah Gowa, Nuraziza Aliah, S.Pd., M.Pd., mahasiswa baru diharapkan mampu berkembang tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga karakter dan kepedulian sosial. “Saya berharap mahasiswa baru Tahun 2026 dapat menjadi generasi yang memiliki kompetensi, karakter, integritas, dan kepedulian sosial. Bawalah nama baik Universitas Terbuka di mana pun Saudara berada. Tunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Terbuka mampu bersaing, mampu berprestasi, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.” Kegiatan dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Sulawesi Selatan, Firdaus, S.Pd., M.Pd., yang sekaligus memberikan pembekalan mengenai Bela Negara. Dalam materinya, Firdaus, S.Pd., M.Pd., mengajak mahasiswa memaknai bela negara melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ia memotivasi mahasiswa untuk mewujudkan bela negara mulai dari hal kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari sekarang, antara lain dengan meningkatkan prestasi dan keterampilan. Bagi generasi muda, bela negara juga dapat diwujudkan dengan memanfaatkan teknologi secara positif, menjaga persatuan dan toleransi, serta menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Di tengah perkembangan teknologi, mahasiswa juga diingatkan untuk kritis menghadapi hoaks, disinformasi, cyberbullying, intoleransi, dan penyalahgunaan media sosial. Selain penguatan karakter, OSMB memberikan bekal praktis agar mahasiswa memahami bagaimana menjalani perkuliahan di Universitas Terbuka. Materi Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh disampaikan oleh Nuraziza Aliah, S.Pd., M.Pd., sebagai pengantar bagi mahasiswa untuk mengenali karakteristik sistem pendidikan UT dan pentingnya membangun kemandirian dalam belajar. Mahasiswa juga memperoleh pembekalan mengenai Sistem Admisi, Registrasi, dan Ujian oleh Nur Arfiani, S.Sos. Materi mencakup bentuk-bentuk ujian, strategi menghadapi ujian, peraturan ujian, hingga simulasi Ujian Online Berbasis Mata Kuliah (UOBM). Pembekalan tersebut menjadi penting agar mahasiswa sejak awal memahami prosedur akademik dan mampu mempersiapkan diri dengan baik dalam setiap tahapan studinya. Pada sesi berikutnya, Muthmainnah, S.Si. menyampaikan materi Pembelajaran dan Kemahasiswaan di Universitas Terbuka, termasuk pengenalan Disporseni dan PELURU. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT)  Hasanuddin sebagai mitra penyedia layanan pendukung UT yang dapat dimanfaatkan selama menjalani perkuliahan. Melalui OSMB dan Klinik Ujian, UT Makassar berharap mahasiswa baru semakin siap menjadi pembelajar mandiri yang mampu beradaptasi dengan sistem pembelajaran jarak jauh, berprestasi, berintegritas, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

OSMB UT Makassar di Mangkutana, Mahasiswa Baru dari Luwu Raya Terima Almamater

Luwu Timur, Luwurayapos.com – Mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) Makassar mengikuti Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) masa akademik 2026/2027 yang digelar di Gedung Serbaguna Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penyambutan mahasiswa baru sekaligus memperkenalkan sistem pembelajaran, layanan akademik, serta berbagai ketentuan yang perlu dipahami selama menempuh pendidikan di Universitas Terbuka. OSMB diikuti mahasiswa baru yang berasal dari Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Luwu Utara, dan Kota Palopo. Kehadiran mahasiswa dari sejumlah daerah tersebut menambah semarak kegiatan sekaligus memperkuat kebersamaan mahasiswa UT di wilayah Luwu Raya. Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan almamater Universitas Terbuka kepada mahasiswa baru. Penyerahan almamater menjadi simbol resmi bergabungnya mahasiswa sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Terbuka. Dalam sambutan Direktur Universitas Terbuka Makassar yang dibacakan Penanggung Jawab Mahasiswa Universitas Terbuka Kabupaten Luwu Timur dan Luwu Utara, Ayubi Anwa, S.Ak., disampaikan ucapan selamat datang dan selamat bergabung kepada seluruh mahasiswa baru. “Selamat datang dan selamat bergabung kepada seluruh mahasiswa baru Universitas Terbuka Makassar,” demikian pesan Direktur UT Makassar. Disampaikan bahwa Universitas Terbuka merupakan perguruan tinggi negeri yang memberikan kesempatan luas kepada masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi dengan sistem pembelajaran yang fleksibel. Pada masa akademik 2026/2027, Universitas Terbuka Makassar memiliki sekitar 12.673 mahasiswa yang tersebar di berbagai wilayah. Para mahasiswa baru didorong untuk menjalani proses pendidikan dengan sungguh-sungguh, disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab. “Jadikan kesempatan belajar di Universitas Terbuka sebagai momentum untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, dan meraih cita-cita,” pesan Direktur UT Makassar. Melalui OSMB, mahasiswa diharapkan dapat memahami sistem pembelajaran Universitas Terbuka, mengenal berbagai layanan akademik, serta mengetahui hak dan kewajibannya sebagai mahasiswa.Penyerahan almamater juga menjadi simbol semangat dan kebanggaan bagi mahasiswa baru dalam menjalani perjalanan akademiknya. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan antusiasme. Para mahasiswa baru dari Luwu Timur, Luwu Utara, dan Palopo tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan OSMB. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk menjalani proses pendidikan dengan penuh semangat, meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri meraih cita-cita melalui Universitas Terbuka.

REKTOR MENYAPA MAHASISWA BARU UT 2026/2027, TEKANKAN PENTINGNYA LITERASI AI DAN INTEGRITAS AKADEMIK

Makassar, 20 Agustus 2026 — Memasuki tahun akademik baru, Universitas Terbuka (UT) mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter sebagai pembelajar yang adaptif, kritis, dan berintegritas. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan “Rektor Menyapa Mahasiswa Baru Universitas Terbuka Tahun Akademik 2026/2027 Ganjil” yang digelar Rabu (19/8/2026). Kegiatan berlangsung secara daring dan luring dari Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), dan diikuti mahasiswa baru UT dari berbagai wilayah Indonesia. Di UT Makassar, kegiatan tersebut diikuti 27 perwakilan mahasiswa baru dari Kota Makassar dan Kabupaten Maros. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan secara daring dari Kantor UT Makassar bersama jajaran pimpinan dan Penanggung Jawab Wilayah (PJW). Direktur UT Makassar Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M. turut hadir mendampingi mahasiswa baru. Hadir pula Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan dan Alumni Andi Suci Anita, S.P., M.P., Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi dan Ujian Jalil, S.Pi., M.P., Manajer Keuangan, Sumberdaya dan Umum Nina Utami Yanuarvah Sanusi, S.Kom., M.M., serta seluruh Penanggung Jawab Wilayah UT Makassar. Rektor Dorong Mahasiswa Jadi Pembelajar Sepanjang Hayat Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. dalam sambutannya menekankan bahwa menjadi mahasiswa UT bukan sekadar menjalani proses perkuliahan, melainkan mempersiapkan diri menjadi pembelajar sepanjang hayat. Menurutnya, perubahan teknologi, kebutuhan dunia kerja, dan dinamika masyarakat berlangsung semakin cepat. Kondisi tersebut menuntut mahasiswa memiliki kemauan untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya. Semangat tersebut sejalan dengan karakter pendidikan UT yang memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa untuk belajar tanpa dibatasi ruang dan waktu. Mahasiswa dapat menjalani pendidikan tinggi sembari tetap menjalankan pekerjaan maupun aktivitas lainnya. Karena itu, mahasiswa baru didorong untuk memanfaatkan fleksibilitas tersebut sebagai peluang untuk membangun kemandirian belajar sekaligus meningkatkan kompetensi. AI Jadi Alat Bantu, Bukan Pengganti Proses Berpikir Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), mahasiswa juga mendapat pesan khusus agar mampu menggunakan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab. AI dapat dimanfaatkan untuk membantu mahasiswa memahami materi, menemukan referensi awal, memperluas sudut pandang, hingga mendukung proses pembelajaran. Namun, pemanfaatannya tidak boleh menghilangkan kemampuan mahasiswa dalam berpikir dan menghasilkan karya secara mandiri. Literasi AI, dengan demikian, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan menilai informasi, melakukan verifikasi, memahami konteks, serta memastikan penggunaan teknologi tetap sesuai dengan etika akademik. Mahasiswa tetap harus menjadi pihak yang berpikir, menganalisis, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas hasil pekerjaan akademiknya. Pesan tersebut menjadi semakin relevan bagi mahasiswa UT yang menjalani pembelajaran berbasis pendidikan jarak jauh. Kemandirian dalam mencari, mengolah, dan mengevaluasi informasi menjadi bagian penting dalam proses akademik. Pendidikan Tinggi yang Menembus Batas Kegiatan Rektor Menyapa sekaligus memperlihatkan karakter UT sebagai perguruan tinggi yang memberikan akses pendidikan kepada masyarakat tanpa terikat batas geografis. Mahasiswa baru mengikuti kegiatan dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka terhubung dalam satu ruang pembelajaran meskipun berada di lokasi yang berbeda. Bagi UT Makassar, keterlibatan 27 mahasiswa baru dari Makassar dan Maros menjadi bagian dari semangat tersebut. Mereka tidak hanya diperkenalkan pada lingkungan akademik UT, tetapi juga diarahkan untuk memahami bahwa perjalanan pendidikan di UT membutuhkan kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Pendampingan dari jajaran manajemen dan PJW UT Makassar juga menjadi bagian dari upaya memastikan mahasiswa baru memperoleh pemahaman awal mengenai berbagai layanan yang tersedia, mulai dari pembelajaran, registrasi, ujian, hingga layanan kemahasiswaan dan administrasi.

Mahasiswa Hukum UT Makassar Sabet Juara 3 Stand-Up Comedy Disporseni Universitas Terbuka 2026

MAKASSAR — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Makassar di kancah nasional. Andi Febriansah, mahasiswa program studi S1 Hukum semester 3, sukses membawa pulang gelar Juara 3 pada cabang perlombaan Stand-Up Comedy dalam ajang Diskusi Ilmiah, Pekan Olahraga, dan Seni Nasional (Disporseni) UT 2026. Perjalanan Andi menuju panggung juara membutuhkan perjuangan dan konsistensi. Babak penyisihan awal dimulai dengan pengiriman video penampilan pada 12–25 Juli 2026. Lewat penyampaian yang cair dan materi yang kuat, Andi berhasil memikat perhatian dewan juri hingga dinyatakan lolos ke babak 8 besar pada 31 Juli 2026. Keterampilan komedi tunggal yang dimilikinya tidak datang begitu saja. Andi secara aktif mengasah bakat dan jam terbangnya dengan bergabung dalam komunitas Stand-Up Indo Takalar. Proses latihan dan iklim komunitas inilah yang turut membentuk ketajaman materinya di panggung. Pada babak final yang digelar 18 Agustus 2026, Andi tampil penuh percaya diri. Membawakan humor yang segar namun tetap kritis, ia tampil memukau dan mampu bersaing ketat dengan para finalis dari berbagai daerah hingga akhirnya mengamankan posisi tiga besar nasional. UT Makassar memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian Andi Febriansah. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UT Makassar tidak hanya tangguh secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing yang tinggi di bidang seni dan kreativitas.Capaian ini diharapkan dapat terus membakar semangat seluruh civitas akademika dan mahasiswa UT Makassar untuk semakin aktif mengukir prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

UT MAKASSAR SEMARAKKAN HUT KE-81 RI DENGAN UPACARA BERNUANSA BUDAYA

MAKASSAR, — Universitas Terbuka (UT) Makassar memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar upacara bendera pada Senin, 17 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung secara luring di Taman samping Kantor UT Makassar dan diikuti oleh jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa UT Makassar. Upacara yang dimulai pukul 07.00 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., selaku pembina upacara. Pelaksanaan upacara ini menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar UT Makassar untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat semangat persatuan dan nasionalisme. Suasana peringatan kemerdekaan semakin semarak dengan ketentuan pakaian tradisional, adat, atau batik. Busana tersebut tidak hanya memberikan nuansa kebudayaan dalam pelaksanaan upacara, tetapi juga menjadi simbol keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia yang tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan akademik. View this post on Instagram A post shared by 𝗨𝗻𝗶𝘃𝗲𝗿𝘀𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗧𝗲𝗿𝗯𝘂𝗸𝗮 𝗠𝗮𝗸𝗮𝘀𝘀𝗮𝗿 (@utmakassar) Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., menyampaikan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat kebangsaan dan tanggung jawab dalam memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa. “Kemerdekaan harus kita maknai sebagai sebuah tanggung jawab untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa. Di lingkungan Universitas Terbuka, semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan, serta pengabdian kepada masyarakat. Mari kita terus menjaga persatuan, bekerja dengan integritas, dan memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat,” ujar Abdul Rahman Rahim. Ia juga mengajak seluruh keluarga besar UT Makassar, termasuk mahasiswa, untuk menjadikan semangat kemerdekaan sebagai motivasi dalam menuntut ilmu, berkarya, dan menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Peringatan HUT ke-81 RI di lingkungan UT Makassar diharapkan semakin mempererat kebersamaan antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Semangat tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam melanjutkan cita-cita kemerdekaan melalui pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing. Dengan semangat “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”, keluarga besar UT Makassar berkomitmen untuk terus berkontribusi melalui pendidikan tinggi yang terbuka dan berkualitas, sekaligus menanamkan nilai nasionalisme, persatuan, dan kecintaan terhadap keberagaman budaya Indonesia.

POLTEKBOS DAN SEKOLAH VOKASI UT JALIN KERJA SAMA, PERKUAT SINERGI PENDIDIKAN VOKASI DAN DUNIA INDUSTRI

MAKASSAR, 12 Agustus 2026 — Politeknik Bosowa (Poltekbos) dan Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) resmi memperkuat sinergi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dirangkaikan dengan kegiatan benchmarking di Kampus Politeknik Bosowa, Makassar, Rabu (12 Agustus 2026). Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis kedua institusi dalam memperkuat pendidikan vokasi yang adaptif, inovatif, dan selaras dengan perkembangan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Penandatanganan MoU dihadiri Direktur Politeknik Bosowa Dr. Ir. Isminarti, S.T., M.T. bersama jajaran pimpinan Poltekbos. Dari Universitas Terbuka turut hadir Direktur Sekolah Vokasi UT Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A., Wakil Direktur I Bidang Akademik Sekolah Vokasi UT Dr. Tuti Purwoningsih, S.Pd., M.Sc serta Direktur UT Makassar Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., . juga turut mendampingi kegiatan penandatanganan nota kesepahaman tersebut. Kerja sama mencakup sejumlah bidang strategis, antara lain penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta pengembangan program akademik yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Dorong Kolaborasi yang Memberikan Dampak Nyata Direktur Politeknik Bosowa, Dr. Ir. Isminarti, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kerja sama dengan Sekolah Vokasi Universitas Terbuka merupakan bagian dari komitmen Poltekbos dalam memperluas jejaring kemitraan dan meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga pendidikan menjadi penting untuk membuka ruang pertukaran pengalaman, pengembangan inovasi, sekaligus menciptakan program yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa dan institusi. “Kolaborasi menjadi langkah penting untuk saling menguatkan dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang berkualitas. Kami percaya, melalui sinergi dengan Sekolah Vokasi Universitas Terbuka, akan lahir berbagai inovasi dan program kolaboratif yang mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa, kualitas dosen, serta tata kelola institusi,” ujarnya. Ia berharap kerja sama yang telah disepakati tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai program yang konkret dan berkelanjutan. Sekolah Vokasi UT Perkuat Ekosistem Pendidikan Vokasi Direktur Sekolah Vokasi Universitas Terbuka, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A., menyambut positif terjalinnya kerja sama dengan Poltekbos. Ia menilai kemitraan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan vokasi sekaligus memperluas ruang kolaborasi antarperguruan tinggi. “Kami sangat mengapresiasi sambutan dan komitmen Politeknik Bosowa dalam membangun kolaborasi ini. Melalui MoU ini, kami berharap kedua institusi dapat saling berbagi pengalaman, memperkuat inovasi pembelajaran, serta mengembangkan berbagai program bersama,” kata Mohamad Yunus. Menurutnya, sinergi antara Sekolah Vokasi UT dan Poltekbos diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan vokasi, khususnya dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja. Benchmarking Jadi Ruang Berbagi Praktik Baik Setelah penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan benchmarking yang melibatkan jajaran pimpinan kedua institusi. Kegiatan ini menjadi forum untuk saling bertukar pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan pendidikan tinggi vokasi. Pembahasan mencakup berbagai aspek, mulai dari tata kelola kelembagaan, pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, sistem penjaminan mutu, peningkatan kualitas pembelajaran, hingga strategi membangun dan memperkuat kemitraan dengan dunia industri. Dalam forum tersebut, kedua institusi juga mengeksplorasi sejumlah peluang implementasi kerja sama, seperti penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan program akademik, peningkatan kapasitas SDM, serta berbagai kegiatan lain yang mendukung penguatan pendidikan vokasi. Kehadiran Direktur UT Makassar Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., bersama jajaran Sekolah Vokasi UT dalam kegiatan tersebut turut memperkuat komitmen UT untuk membangun jejaring dan kolaborasi pendidikan di tingkat daerah maupun nasional. Kerja sama antara Poltekbos dan Sekolah Vokasi UT diharapkan menjadi awal dari lahirnya berbagai program kolaboratif yang lebih konkret. Melalui sinergi kelembagaan, pertukaran pengetahuan, serta penguatan keterhubungan antara pendidikan dan kebutuhan industri, kedua institusi berupaya mendorong lahirnya lulusan vokasi yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi dinamika dunia kerja. Kolaborasi ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga pendidikan dalam menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang terus berkembang, sekaligus memperkuat peran pendidikan vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.

lnformasi Admisi Program Pascasarjana Semester 2026/2027 Ganjil

Dalam rangka rekrutmen mahasiswa baru Program Magister untuk Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, kami sampaikan informasi sebagai berikut. Jadwal Pelaksanaan Admisi dan Tes Masuk Program Pascasarjana Semester 2026/2027 Ganjil (2026.2) Proses admisi untuk semester 2026/2027 Ganjil menggunakan aplikasi yang dapat diakses calon mahasiswa melalui alamat https://admisi-sia.ut.ac.id/ Program Studi yang ditawarkan dan berkas pendaftaran yang harus disiapkan peserta tes dapat dilihat pada lampiran. Kegiatan verifikasi dan validasi berkas pendaftaran calon mahasiswa baru (Camaba) untuk program magister terdiri atas 3 (tiga) tahap berikut. Tes masuk diselenggarakan secara online di Kantor UT Daerah atau di tempat ujian online yang telah ditetapkan. Materi Tes Masuk mencakup : Atas perhatian dan kerja sama yang baik, kami sampaikan terima kasih.