Universitas Terbuka Edukasi dan Konsultasi Hukum Warga Dusun Kuri Caddi Menuju Desa Pesisir Sadar Hukum

Maros – Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Edukasi dan Konsultasi Hukum Menuju Desa Pesisir Sadar Hukum” di Dusun Kuri Caddi, Desa Nisombalia, Kabupaten Maros. Kegiatan berlangsung dalam dua tahap, yaitu pada 31 Juli dan 7 Agustus 2026, sebagai bentuk komitmen UT dalam meningkatkan literasi hukum dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan konsultasi hukum. Berbeda dengan penyuluhan hukum pada umumnya, kegiatan ini menggabungkan edukasi hukum dengan layanan konsultasi hukum perorangan. Masyarakat diberikan kesempatan untuk berkonsultasi secara langsung mengenai persoalan hukum yang mereka hadapi sehingga memperoleh solusi yang lebih spesifik sesuai dengan kondisi masing-masing. Berbagai isu hukum yang menjadi perhatian masyarakat antara lain sengketa pertanahan, perizinan usaha, hukum keluarga, hukum perdata, hukum pidana, hingga permasalahan administrasi yang sering dihadapi oleh masyarakat pesisir. Kegiatan menghadirkan narasumber dari berbagai profesi hukum, yaitu *Andrie Saputra Prins, S.H., M.H., Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa, **Resky Indah Sari, S.H., M.Kn., Notaris/PPAT, serta *Arie K.E. Dumais, S.H., Advokat pada Kantor Hukum Arie Dumais Law Firm. Kehadiran para praktisi tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi hukum yang komprehensif sekaligus konsultasi langsung sesuai bidang keahlian masing-masing. Program pengabdian ini dilaksanakan oleh tim dosen yang terdiri atas *Avelyn Pingkan Komuna, S.H., M.H., Dosen Program Studi Ilmu Hukum Universitas Terbuka sekaligus ketua tim, **Nuraziza Aliah, S.Pd., M.Pd., Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Terbuka, serta *Dr. Nemos Muhadar, S.H., M.H., Dosen Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKIP). Ketua tim PkM, Avelyn Pingkan Komuna, menjelaskan bahwa masyarakat pesisir kerap menghadapi berbagai persoalan hukum, namun belum seluruhnya memiliki akses yang memadai terhadap informasi dan layanan konsultasi hukum. Melalui program ini, Universitas Terbuka berupaya menghadirkan pendampingan yang lebih dekat dengan masyarakat agar mereka memahami hak dan kewajiban hukumnya serta mampu menyelesaikan persoalan hukum secara tepat. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai sosialisasi semata, tetapi mampu membangun budaya sadar hukum di tengah masyarakat. Dengan meningkatnya literasi hukum, masyarakat diharapkan lebih percaya diri dalam melindungi hak-haknya serta mengambil keputusan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujarnya. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi warga dalam sesi konsultasi. Sejumlah peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai status kepemilikan tanah, penyelesaian sengketa, legalitas usaha, hingga persoalan hukum keluarga. Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menyelenggarakan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program “Desa Pesisir Sadar Hukum” diharapkan menjadi model pengabdian yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya guna mewujudkan masyarakat yang lebih tertib hukum, mandiri, dan sejahtera.
Workshop Pusat Karier UT Makassar Bekali Mahasiswa Skill Hadapi Dunia Kerja

niversitas Terbuka (UT) Makassar memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja melalui Workshop Pusat Karier 2026 bertema “Membangun Karier Tanpa Batas”, yang digelar di Kantor UT Makassar, Kamis (6/8/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Pemberdayaan Alumni, Sentra Karier, dan Penempatan Kerja Universitas Terbuka ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memahami peluang karier di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis. Salah satu materi utama yang dibahas adalah Freelance & Remote Working: Peluang, Tantangan, Skill, dan Platform Kerja. Peserta memperoleh wawasan mengenai tren pekerjaan fleksibel, pengenalan potensi diri, strategi memasuki dunia kerja, penyusunan curriculum vitae (CV), teknik menghadapi wawancara, hingga pemanfaatan berbagai platform karier. Workshop menghadirkan Dinda Angkotasan, Senior Customer Success Associate Kinobi, sebagai narasumber. Selain penyampaian materi, mahasiswa juga mengikuti praktik penyempurnaan CV, pemanfaatan UT Career Portal, serta simulasi wawancara kerja untuk meningkatkan kesiapan menghadapi proses rekrutmen. Direktur UT Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim mengatakan bahwa perkembangan dunia kerja menuntut lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan, kemampuan beradaptasi, komunikasi, serta jejaring profesional. Menurutnya, mahasiswa perlu mempersiapkan diri sejak dini agar mampu memanfaatkan berbagai peluang karier yang terus berkembang, termasuk peluang bekerja secara freelance maupun remote. “Dunia kerja saat ini berkembang sangat dinamis. Karena itu, mahasiswa perlu mempersiapkan diri tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga keterampilan, kemampuan berkomunikasi, membangun jejaring, serta memahami berbagai peluang kerja yang tersedia. Melalui kegiatan seperti workshop ini, kami berharap mahasiswa UT Makassar dapat memiliki wawasan yang lebih luas dan kesiapan yang lebih baik untuk membangun karier tanpa batas,” ujar Prof. Abdul Rahman Rahim. Ia juga menekankan pentingnya mahasiswa memanfaatkan berbagai layanan pengembangan karier yang disediakan UT sebagai bagian dari proses mempersiapkan diri memasuki dunia profesional. Sementara itu, Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Alumni UT Makassar, Andi Suci Anita menyampaikan bahwa kegiatan Workshop Pusat Karier merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung mahasiswa agar mulai mempersiapkan karier sejak masih menempuh pendidikan. Menurutnya, persiapan karier tidak seharusnya baru dilakukan setelah mahasiswa menyelesaikan perkuliahan. Mahasiswa perlu mulai mengenali potensi diri, mengembangkan kompetensi, membangun pengalaman, serta memahami kebutuhan dunia kerja sejak berada di bangku kuliah. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu mengenali potensi diri, mengembangkan keterampilan, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai peluang karier di masa depan. Dunia kerja terus berubah, sehingga mahasiswa perlu memiliki kemampuan adaptasi dan kesiapan yang baik,” ungkap Andi Suci Anita. Workshop ini menjadi bagian dari komitmen UT Makassar dalam mendukung mahasiswa dan lulusan agar memiliki kesiapan kerja, kompetensi profesional, serta daya saing yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui penguatan keterampilan dan pemahaman mengenai perkembangan karier, mahasiswa diharapkan mampu menjadi talenta yang adaptif dan siap mengambil peluang di berbagai bidang pekerjaan. Dengan mengusung semangat “Membangun Karier Tanpa Batas”, kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan praktis, tetapi juga mendorong mahasiswa UT Makassar untuk lebih percaya diri dalam merancang, mengembangkan, dan menentukan arah kariernya di masa depan.(*)
Mahasiswa PAI UT Makassar Juara 1 Hifzil Qur’an Disporseni Nasional 2026

UT-MAKASSAR – Kabar membanggakan datang dari ajang Diskusi Ilmiah, Pekan Olahraga, dan Seni (Disporseni) Universitas Terbuka Tahun 2026. Salah satu perwakilan terbaik dari UT Makassar berhasil Juara 1 cabang lomba Hifzil Qur’an. Keberhasilan ini dipastikan setelah babak penyisihan cabang lomba Tilawatil Qur’an, khususnya kategori Hifzil Qur’an, selesai digelar secara daring (online) pada hari Sabtu, 27 Juni 2026. Seluruh proses perlombaan babak penyisihan tersebut dilaksanakan secara daring di Kantor UT Makassar, terhubung langsung secara real-time dengan Panitia Pusat di UT Pusat, Tangerang Selatan. Mahasiswa yang berhasil menorehkan prestasi gemilang dan melaju sebagai Juara 1 tersebut adalah : Nama Lengkap: Muhammad Ihsan Mubaraq NIM: 052284008 Program Studi: Pendidikan Agama Islam (PAI) Semester: 5 Melalui kefasihan dan ketepatan dalam menjaga hafalan ayat-ayat suci Al-Qur’an, Muhammad Ihsan Mubaraq sukses bersaing dengan peserta dari berbagai UT daerah. Selanjutnya, berhasil sebagai juara 1 setelah lolos babak semifinal yang sangat menentukan ini akan dilaksanakan pada 1 Agustus 2026 bertempat di UT Pusat, Tangerang Selatan. Seluruh civitas akademika UT Makassar turut bangga dan memberikan dukungan penuh serta doa terbaik kepada Muhammad Ihsan Mubaraq, setelah membawa harum nama UT Makassar. Selamat kami ucapkan keapada Muhammad Ihsan Mubaraq di UT Pusat! dengan juara 1 yang telah di raih.
Universitas Terbuka Dorong Edukasi Anti-Bullying dan Peduli Lingkungan melalui Pembelajaran Bahasa Inggris

MAROS – Belajar Bahasa Inggris tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Bagi 42 siswa kelas VII–IX MTs Al-Wasi’ Kuri, Dusun Kuri Caddi Desa Nisombalia, Kabupaten Maros, Bahasa Inggris dipelajari melalui cerita bilingual, permainan misi, bermain peran, hingga belajar langsung di kawasan mangrove. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Terbuka bertajuk “Model Edukasi Anak Ramah Lingkungan dan Anti-Bullying melalui Pembelajaran Bahasa Inggris Kontekstual.” Program yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Universitas Terbuka ini dilaksanakan dalam tiga rangkaian kegiatan yang mengintegrasikan pembelajaran Bahasa Inggris dengan edukasi lingkungan dan pencegahan perundungan. Rangkaian pertama dilaksanakan pada 31 Juli 2026 melalui pembelajaran menggunakan buku cerita bilingual bertema lingkungan dan anti-bullying. Pembelajaran dikemas dengan metode bermain misi, di mana siswa membaca cerita, mengenal kosakata Bahasa Inggris, berdiskusi, bekerja sama, dan menyelesaikan berbagai tantangan. Ungkapan sederhana seperti be kind, help your friends, stop bullying, dan protect the environment dipelajari melalui situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa belajar Bahasa Inggris tidak harus terpisah dari kehidupan sehari-hari anak. Lingkungan mangrove yang dekat dengan mereka serta nilai saling menghargai dan berani menolak bullying dapat menjadi bagian dari proses belajar yang menyenangkan. Harapannya, anak-anak tidak hanya belajar Bahasa Inggris, tetapi juga tumbuh lebih percaya diri, peduli terhadap lingkungan, dan mampu memperlakukan sesama dengan baik,” ujar Nuraziza Aliah, S.Pd., M.Pd., Ketua Tim PkM Universitas Terbuka. Rangkaian kedua dilaksanakan pada 7 Agustus 2026 melalui pelatihan penggunaan buku cerita bilingual bagi guru. Guru diperkenalkan pada penggunaan storytelling, permainan, membaca bersama, diskusi, serta aktivitas sederhana yang dapat diterapkan kembali di kelas. Pelibatan guru menjadi bagian penting agar buku dan metode pembelajaran yang dikembangkan dapat terus dimanfaatkan setelah program PkM selesai. Kepala Madrasah Tsanawiyah Al Wasi Kuri, Sapri, S.Pd. I dalam sambutannya mengatakan “Kegiatan PkM Universitas Terbuka telah memberikan pengalaman dan ilmu baru bagi siswa dan guru sehingga memandang pelajaran Bahasa Inggris sebagai pembelajaran yang menyenangkan.” Salah seorang guru peserta pelatihan juga menyampaikan, “Ternyata Bahasa Inggris dapat diajarkan dengan cara bercerita, dan dapat diintegrasikan dengan berbagai ilmu jika guru dapat meramunya dengan baik, dan ini yang kami dapatkan dari kegiatan PkM ini.” Rangkaian ketiga dilaksanakan pada 14 Agustus 2026 dengan menjadikan kawasan mangrove sebagai “kelas alam”. Siswa diajak mengamati mangrove secara langsung dan menghubungkan apa yang mereka lihat dengan kosakata serta pesan lingkungan yang sebelumnya dipelajari melalui buku cerita. Edukasi anti-bullying juga diperkuat melalui role play. Siswa mempraktikkan cara merespons ejekan, membantu teman, menggunakan kata-kata yang baik, serta berani menolak tindakan perundungan. Pendekatan tersebut sejalan dengan rancangan program yang memadukan Contextual Teaching and Learning, learning through play, storytelling, role play, dan experiential learning, sehingga siswa belajar melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan mereka. Melalui tiga rangkaian kegiatan ini, Bahasa Inggris tidak hanya diperkenalkan sebagai mata pelajaran, tetapi juga menjadi media untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, empati, keberanian menolak perundungan, dan kebiasaan berkomunikasi secara positif. Dari buku cerita di ruang kelas hingga belajar langsung di kawasan mangrove, program PkM Universitas Terbuka 2026 ini membawa pesan sederhana bahwa belajar bahasa dapat berjalan bersama dengan belajar menjaga alam dan menghargai sesama.
Hingga Akhir Pendaftaran Mahasiswa Baru,UT Makassar Mencapai 5.211 Admisi

Hingga akhir pendaftaran penerimaan mahasiswa baru Universitas Terbuka ((UT) Makassar Tahun Akademik 2026/2027 Ganjil pada 22 Juli 2026 telah mencatat sebanyak 5.211 calon mahasiswa baru yang telah melakukan admisi atau pembuatan akun pendaftaran. Tingginya jumlah mahasiswa baru yang mendaftar telah menunjukkan antusiasme masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh Universitas Terbuka (UT) terus menunjukkan tren positif. Dengan berakhirnya masa pendaftaran, UT Makassar mengapresiasi masyarakat yang telah memanfaatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui Universitas Terbuka. Meskipun pendaftaran mahasiswa baru telah resmi ditutup pada 22 Juli 2026, calon mahasiswa yang telah melakukan admisi masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan proses registrasi mahasiswa hingga 5 Agustus 2026. UT Makassar mengimbau calon mahasiswa yang telah melakukan admisi untuk segera menyelesaikan tahapan registrasi sesuai dengan ketentuan dan batas waktu yang telah ditetapkan. Direktur Universitas Terbuka Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Universitas Terbuka. Menurutnya, capaian 5.211 admisi pada hari menjelang penutupan pendaftaran menjadi indikator positif terhadap semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh.“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada Universitas Terbuka Makassar sebagai pilihan untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Hingga hari penutupan pendaftaran, tercatat 5.211 calon mahasiswa telah melakukan admisi. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang fleksibel, berkualitas, dan dapat diakses oleh berbagai kalangan semakin tinggi,” ujar Prof. Abdul Rahman Rahim. Ia menambahkan, Universitas Terbuka memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa untuk menempuh pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun aktivitas lainnya. Sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh yang didukung oleh pemanfaatan teknologi digital memungkinkan mahasiswa mengatur waktu belajar secara lebih fleksibel sesuai dengan kondisi masing-masing.
Evaluasi KIP-K UT Makassar: Mahasiswa Komunikasi, Manajemen, dan Bahasa Inggris Tunjukkan Performa Akademik Membanggakan

MAKASSAR — Universitas Terbuka (UT) Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga mutu dan kualitas pelaksanaan program Beasiswa Bidikmisi serta Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Manajer Pembelajaran dan Alumni UT Makassar, Andi Suci Anita, mengungkapkan bahwa komitmen tersebut diwujudkan melalui evaluasi berkala terhadap capaian akademik para mahasiswa penerima beasiswa, khususnya pada Program Studi Ilmu Komunikasi, Sastra Inggris, dan Manajemen. Hasil evaluasi menunjukkan rekam jejak yang sangat positif: sebanyak 80% mahasiswa penerima KIP-K berhasil melampaui target dengan mengantongi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas standar minimal 2,75. Pendampingan Khusus dan Belajar Mandiri untuk Peningkatan IPK Demi menjaga kualitas lulusan sekaligus memastikan keberlanjutan beasiswa, UT Makassar memberikan perhatian ekstra bagi mahasiswa yang capaian akademiknya masih di bawah target. Melalui pendekatan bimbingan belajar mandiri dan pendampingan terarah, para mahasiswa didorong untuk mendongkrak IPK mereka hingga mencapai target minimal 3,10 pada semester berikutnya. Langkah strategis ini diterapkan agar setiap mahasiswa dapat memperbaiki kinerja akademiknya secara bertahap dan terukur. Mahasiswa KIP-K Tembus Magang Industri dan Program Nasional Rasa tanggung jawab moral sebagai penerima bantuan pendidikan dari negara menjadi pemacu semangat tersendiri bagi para mahasiswa KIP-K UT Makassar. Dengan memaksimalkan potensi diri dan mengoptimalkan pola belajar mandiri, sejumlah mahasiswa sukses menorehkan prestasi membanggakan, baik di dunia kerja maupun dalam program skala nasional. Tiga mahasiswa penerima beasiswa KIP-K terpilih yang berhasil lolos Peluru.ut.ac.id seleksi program magang dan pengembangan kapasitas tersebut di antaranya: Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa dukungan beasiswa KIP-K, yang dipadukan dengan kemandirian belajar khas Universitas Terbuka, mampu melahirkan lulusan yang berprestasi, berdaya saing tinggi, serta siap berkontribusi di dunia industri.
REKRUTMEN KANDIDAT TUTOR TTM/TUWEB UT MAKASSAR

Universitas Terbuka (UT) Makassar membuka kesempatan bagi dosen/pengajar dan praktisi untuk menjadi Calon Tutor TTM (Tutorial Tatap Muka) / Tuweb (Tutorial Webinar) UT. Persyaratan yang harus dipenuhi: 1. Berpengalaman dalam Mengajar dan untuk Praktisi berpengalaman minimal 5 tahun dibidangnya 2. Berpendidikan minimal lulusan S2 Untuk semua program studi, lulusan minimal S2 dari PTN/PTS yang terakreditasi minimal B. Berkas yang wajib disiapkan : Pendaftaran dibuka melalui link : https://sl.ut.ac.id/rekrutmentutorutmks
Disporseni UT 2026: Tim Debat Bahasa Indonesia UT Makassar Tampil Tangguh Secara Daring

MAKASSAR – Duet tangguh Universitas Terbuka (UT) Makassar, Chelsea Awaluddin (Sosiologi) dan Muh. Taufan Hidayat (Pendidikan Bahasa Inggris), sukses menunjukkan performa memukau secara daring pada babak penyisihan Disporseni UT 2026 yang berlangsung 24–25 Juni 2026. Pada hari pertama, UT Makassar mengawali laga di posisi Opening Opposition (OO) pada Ronde 1 dengan meraih peringkat ke-3 (1 poin). Performa mereka melejit pada Ronde 2 sebagai Opening Government (OG) dengan menyabet peringkat ke-2 setelah mengungguli Universitas Syiah Kuala, UT Banjarmasin, dan UT Serang, sehingga menutup hari pertama dengan total 3 poin. Konsistensi berlanjut di hari kedua. Berada di posisi Closing Government (CG) pada Ronde 3, UT Makassar kembali mengamankan peringkat ke-2 setelah bersaing ketat dengan UNJ, UT Serang, dan Unimuda Sorong, menggenapkan torehan menjadi 5 poin. Perjuangan babak penyisihan ditutup lewat Ronde 4 (silent round) di posisi Closing Opposition (CO) melawan UT Bandung, UT Jakarta, dan UT Pangkal Pinang. Modal 5 poin di ronde-ronde awal ini menjadi bukti kualitas berpikir kritis mahasiswa UT Makassar, yang kini tengah menantikan pengumuman resmi silent round untuk melaju ke babak eliminasi berikutnya.
Dosen UT Makassar Latih Mahasiswa KIP-K Manajemen Manfaatkan AI Secara Bijak

Universitas Terbuka (UT) Makassar terus berupaya meningkatkan literasi dan kompetensi digital mahasiswa melalui pemanfaatan teknologi terkini. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengangkat tema pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) Program Studi Manajemen. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Tutorial UT Makassar pada Senin (2/6) tersebut dilaksanakan oleh tim dosen UT Makassar yang terdiri atas Drs. Jamil, M.Pd., Drs. Muin, M.Pd., dan Drs. Arifin Tahir, M.Pd. Kegiatan ini merupakan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat, yang bertujuan membekali mahasiswa dengan kemampuan memanfaatkan teknologi AI secara produktif dan bertanggung jawab. Dalam kegiatan tersebut, para dosen memberikan pemahaman mengenai peluang sekaligus tantangan penggunaan AI di dunia pendidikan. Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai manfaat AI, mulai dari personalisasi pembelajaran hingga pemanfaatannya sebagai asisten belajar interaktif yang dapat membantu memahami materi perkuliahan secara lebih efektif. Di sisi lain, peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai risiko yang dapat muncul akibat penggunaan AI secara tidak bijaksana, seperti ketergantungan terhadap jawaban instan yang berpotensi menurunkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis, serta ancaman pelanggaran integritas akademik berupa plagiarisme dan penyalahgunaan teknologi. Tim dosen menekankan bahwa kecerdasan buatan sejatinya merupakan instrumen inovatif yang dapat mendukung proses pembelajaran dan meningkatkan efisiensi pengelolaan pendidikan. Namun demikian, perkembangan teknologi yang sangat cepat menuntut adanya penerapan etika digital yang kuat agar pemanfaatan AI tetap sejalan dengan nilai-nilai akademik dan berorientasi pada pengembangan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada konsep tata kelola AI yang berpusat pada manusia (human-centered AI), termasuk pentingnya menjaga privasi data dan menjadikan teknologi sebagai sarana pendukung, bukan pengganti kemampuan berpikir serta kreativitas mahasiswa. Melalui kegiatan ini, UT Makassar berharap mahasiswa mampu memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab, sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus mempersiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi di era digital. “Pemanfaatan AI harus ditempatkan sebagai alat bantu yang mendukung proses belajar, bukan menggantikan peran manusia dalam berpikir kritis, berkreasi, dan menjaga integritas akademik. Dengan literasi digital yang baik, mahasiswa akan mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas diri dan daya saing di masa depan,” ujar tim dosen UT Makassar.(*)
Pendaftaran Mahasiswa Baru Pascasarjana Universitas Terbuka dimulai, Tes Masuk 7 Juni

Universitas Terbuka (UT) kembali membuka pendaftaran mahasiswa baru Sekolah Pascasarjana Program Magister (S2) Semester 2026/2027 Ganjil. Pendaftaran dibuka mulai 25 Februari hingga 29 April 2026 melalui laman admisi-sia.ut.ac.id. Program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dengan sistem pembelajaran jarak jauh yang fleksibel dan berkualitas. Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menegaskan bahwa UT terus berkomitmen memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif dan bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat. “Program Pascasarjana Universitas Terbuka dirancang untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi sumber daya manusia di tengah perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis. Dengan sistem pembelajaran yang fleksibel dan didukung teknologi digital, masyarakat dapat melanjutkan studi tanpa harus meninggalkan pekerjaan dan aktivitas profesionalnya,” ujar Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. Pendaftaran calon mahasiswa dilakukan secara daring sejak 25 Februari hingga 29 April 2026, disusul pembayaran admisi yang berlangsung hingga 4 Mei 2026. Sementara itu, tes masuk Program Magister dilaksanakan pada 7 Juni 2026 dan diikuti oleh 12 peserta dari berbagai latar belakang profesi. Hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada 24 Juni 2026. Setelah dinyatakan lulus, calon mahasiswa diwajibkan mengunggah kelengkapan berkas persyaratan pada periode 24 Juni–22 Juli 2026. Registrasi mata kuliah dibuka mulai 24 Juni hingga 8 Agustus 2026, sedangkan pembayaran uang kuliah berlangsung hingga 10 Agustus 2026. Pelaksanaan tes masuk Pascasarjana di UT Makassar turut dipantau oleh Direktur Universitas Terbuka Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., bersama Penanggung Jawab Pascasarjana UT Makassar, Dr. Syafruddin, M.Pd. Kehadiran keduanya mencerminkan komitmen UT Makassar dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui layanan pendidikan tinggi yang mudah diakses oleh masyarakat Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara. Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di Universitas Terbuka. “Kami mengajak para guru, aparatur sipil negara, praktisi, serta seluruh masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi akademik dan profesionalnya untuk bergabung bersama Program Pascasarjana Universitas Terbuka. Sistem pembelajaran yang fleksibel memungkinkan mahasiswa tetap dapat bekerja sambil menempuh pendidikan secara optimal,” ujar Prof. Abdul Rahman Rahim. Sementara itu, Penanggung Jawab Pascasarjana UT Makassar, Dr. Syafruddin, M.Pd., menegaskan kesiapan UT Makassar dalam memberikan layanan akademik dan administrasi yang prima bagi seluruh calon mahasiswa. “Program Pascasarjana Universitas Terbuka memberikan kesempatan yang luas bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan magister berkualitas. UT Makassar siap mendampingi dan memberikan layanan terbaik kepada calon mahasiswa sejak proses pendaftaran hingga perkuliahan berlangsung,” ungkap Dr. Syafruddin. Dengan sistem pembelajaran jarak jauh yang telah teruji serta didukung berbagai akreditasi dan standar mutu nasional maupun internasional, Universitas Terbuka terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi negeri yang membuka akses pendidikan tinggi bagi semua kalangan. Informasi lebih lanjut mengenai persyaratan, biaya pendidikan, dan katalog program studi dapat diakses melalui pasca.ut.ac.id atau ut.ac.id/katalog.***