Ratusan Mahasiswa Baru UT Makassar di Pangkep Mengikuti OSMB dan PKBJJ, Siap Jalani Perkuliahan Jarak Jauh

PANGKEP — Universitas Terbuka (UT) Makassar sukses menggelar Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) bagi mahasiswa baru wilayah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Kegiatan yang berlangsung penuh antusiasme ini dipusatkan di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep pada tanggal 22–23 Agustus 2026. Sebanyak 122 mahasiswa baru dari berbagai program studi memadati lokasi acara. Selama dua hari, para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang mengedepankan pola belajar mandiri serta fleksibel. Fleksibilitas dan biaya pendidikan yang terjangkau menjadi alasan utama para mahasiswa memilih UT. Khalila Batari, mahasiswa S1 Hukum, mengaku sangat terbantu oleh kemudahan pendaftaran secara daring (online) serta opsi sistem paket semester yang ditawarkan. Senada dengan Khalila, Aca, mahasiswa S1 Manajemen yang juga bekerja di Donulgoo, optimistis mampu membagi waktu antara pekerjaan dan kuliah. Ia menargetkan meraih gelar sarjana tepat waktu dalam 4 tahun. Kisah inspiratif lainnya datang dari Silviani, mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi yang berprofesi sebagai karyawan Alfamart. Ia mantap mengatur waktu demi mengejar cita-citanya. “Saya yakin bisa membagi waktu antara bekerja dan berkuliah di UT. Cita-cita saya ingin menjadi seorang trainer di tempat kerja,” ujarnya penuh semangat. Sementara itu, Kirana, mahasiswa S1 PGSD asal Pulau Sammatellu Pedda, membagikan pengalamannya memanfaatkan jaringan internet pulau untuk mendaftar secara online hingga resmi menjadi bagian dari UT. Kemudahan ini turut dirasakan oleh Dhifa Alfa Riza, mahasiswa S1 Akuntansi. Jadwal belajar yang adaptif dan biaya terjangkau memberinya ruang untuk menuntut ilmu sembari bekerja, demi mewujudkan cita-citanya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Pangkep. Tak kalah menarik, Zalabilah dari prodi S1 Ilmu Pemerintahan hadir bersama 8 rekannya yang bertugas di Satpol PP Kabupaten Pangkep. Meski menjalani peran ganda sebagai abdi negara dan ibu rumah tangga, mereka optimistis dapat menyelesaikan pendidikan tanpa mengesampingkan tugas pokok sehari-hari. Penanggung Jawab Wilayah Kab. Pangkep, Dra. Husnaeni, M.Pd., menyampaikan bahwa minat masyarakat untuk berkuliah di UT Makassar terus meningkat pesat. Saat ini, total mahasiswa aktif di Kabupaten Pangkep telah mencapai 560 orang, dengan tambahan 150 mahasiswa baru pada semester ini. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pangkep, Farmawaty, S.Sos., M.Si., yang hadir membuka pelaksanaan OSMB dan PKBJJ, menyampaikan apresiasinya kepada UT. Ia menilai UT sebagai perguruan tinggi jarak jauh yang mampu menjangkau layanan pendidikan tinggi hingga ke wilayah kepulauan. Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Rahman Rahim, S.E., M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi modern dalam proses pembelajaran jarak jauh. Ia mengimbau seluruh mahasiswa baru untuk konsisten mengasah potensi dan menjaga integritas akademik. “Melalui pembelajaran berbasis teknologi modern ini, mahasiswa diharapkan terus mengembangkan potensi diri secara konsisten dan berintegritas. Dengan demikian, lulusan UT mampu mencapai kualitas serta daya saing tinggi yang sangat dibutuhkan dunia kerja saat ini,” tutur Prof. Rahman Rahim, S.E., M.M.

REKTOR MENYAPA MAHASISWA BARU UT 2026/2027, TEKANKAN PENTINGNYA LITERASI AI DAN INTEGRITAS AKADEMIK

Makassar, 20 Agustus 2026 — Memasuki tahun akademik baru, Universitas Terbuka (UT) mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter sebagai pembelajar yang adaptif, kritis, dan berintegritas. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan “Rektor Menyapa Mahasiswa Baru Universitas Terbuka Tahun Akademik 2026/2027 Ganjil” yang digelar Rabu (19/8/2026). Kegiatan berlangsung secara daring dan luring dari Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), dan diikuti mahasiswa baru UT dari berbagai wilayah Indonesia. Di UT Makassar, kegiatan tersebut diikuti 27 perwakilan mahasiswa baru dari Kota Makassar dan Kabupaten Maros. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan secara daring dari Kantor UT Makassar bersama jajaran pimpinan dan Penanggung Jawab Wilayah (PJW). Direktur UT Makassar Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M. turut hadir mendampingi mahasiswa baru. Hadir pula Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan dan Alumni Andi Suci Anita, S.P., M.P., Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi dan Ujian Jalil, S.Pi., M.P., Manajer Keuangan, Sumberdaya dan Umum Nina Utami Yanuarvah Sanusi, S.Kom., M.M., serta seluruh Penanggung Jawab Wilayah UT Makassar. Rektor Dorong Mahasiswa Jadi Pembelajar Sepanjang Hayat Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. dalam sambutannya menekankan bahwa menjadi mahasiswa UT bukan sekadar menjalani proses perkuliahan, melainkan mempersiapkan diri menjadi pembelajar sepanjang hayat. Menurutnya, perubahan teknologi, kebutuhan dunia kerja, dan dinamika masyarakat berlangsung semakin cepat. Kondisi tersebut menuntut mahasiswa memiliki kemauan untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya. Semangat tersebut sejalan dengan karakter pendidikan UT yang memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa untuk belajar tanpa dibatasi ruang dan waktu. Mahasiswa dapat menjalani pendidikan tinggi sembari tetap menjalankan pekerjaan maupun aktivitas lainnya. Karena itu, mahasiswa baru didorong untuk memanfaatkan fleksibilitas tersebut sebagai peluang untuk membangun kemandirian belajar sekaligus meningkatkan kompetensi. AI Jadi Alat Bantu, Bukan Pengganti Proses Berpikir Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), mahasiswa juga mendapat pesan khusus agar mampu menggunakan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab. AI dapat dimanfaatkan untuk membantu mahasiswa memahami materi, menemukan referensi awal, memperluas sudut pandang, hingga mendukung proses pembelajaran. Namun, pemanfaatannya tidak boleh menghilangkan kemampuan mahasiswa dalam berpikir dan menghasilkan karya secara mandiri. Literasi AI, dengan demikian, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan menilai informasi, melakukan verifikasi, memahami konteks, serta memastikan penggunaan teknologi tetap sesuai dengan etika akademik. Mahasiswa tetap harus menjadi pihak yang berpikir, menganalisis, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas hasil pekerjaan akademiknya. Pesan tersebut menjadi semakin relevan bagi mahasiswa UT yang menjalani pembelajaran berbasis pendidikan jarak jauh. Kemandirian dalam mencari, mengolah, dan mengevaluasi informasi menjadi bagian penting dalam proses akademik. Pendidikan Tinggi yang Menembus Batas Kegiatan Rektor Menyapa sekaligus memperlihatkan karakter UT sebagai perguruan tinggi yang memberikan akses pendidikan kepada masyarakat tanpa terikat batas geografis. Mahasiswa baru mengikuti kegiatan dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka terhubung dalam satu ruang pembelajaran meskipun berada di lokasi yang berbeda. Bagi UT Makassar, keterlibatan 27 mahasiswa baru dari Makassar dan Maros menjadi bagian dari semangat tersebut. Mereka tidak hanya diperkenalkan pada lingkungan akademik UT, tetapi juga diarahkan untuk memahami bahwa perjalanan pendidikan di UT membutuhkan kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Pendampingan dari jajaran manajemen dan PJW UT Makassar juga menjadi bagian dari upaya memastikan mahasiswa baru memperoleh pemahaman awal mengenai berbagai layanan yang tersedia, mulai dari pembelajaran, registrasi, ujian, hingga layanan kemahasiswaan dan administrasi.

Mahasiswa Hukum UT Makassar Sabet Juara 3 Stand-Up Comedy Disporseni Universitas Terbuka 2026

MAKASSAR — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Makassar di kancah nasional. Andi Febriansah, mahasiswa program studi S1 Hukum semester 3, sukses membawa pulang gelar Juara 3 pada cabang perlombaan Stand-Up Comedy dalam ajang Diskusi Ilmiah, Pekan Olahraga, dan Seni Nasional (Disporseni) UT 2026. Perjalanan Andi menuju panggung juara membutuhkan perjuangan dan konsistensi. Babak penyisihan awal dimulai dengan pengiriman video penampilan pada 12–25 Juli 2026. Lewat penyampaian yang cair dan materi yang kuat, Andi berhasil memikat perhatian dewan juri hingga dinyatakan lolos ke babak 8 besar pada 31 Juli 2026. Keterampilan komedi tunggal yang dimilikinya tidak datang begitu saja. Andi secara aktif mengasah bakat dan jam terbangnya dengan bergabung dalam komunitas Stand-Up Indo Takalar. Proses latihan dan iklim komunitas inilah yang turut membentuk ketajaman materinya di panggung. Pada babak final yang digelar 18 Agustus 2026, Andi tampil penuh percaya diri. Membawakan humor yang segar namun tetap kritis, ia tampil memukau dan mampu bersaing ketat dengan para finalis dari berbagai daerah hingga akhirnya mengamankan posisi tiga besar nasional. UT Makassar memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian Andi Febriansah. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UT Makassar tidak hanya tangguh secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing yang tinggi di bidang seni dan kreativitas.Capaian ini diharapkan dapat terus membakar semangat seluruh civitas akademika dan mahasiswa UT Makassar untuk semakin aktif mengukir prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

UT MAKASSAR SEMARAKKAN HUT KE-81 RI DENGAN UPACARA BERNUANSA BUDAYA

MAKASSAR, — Universitas Terbuka (UT) Makassar memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar upacara bendera pada Senin, 17 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung secara luring di Taman samping Kantor UT Makassar dan diikuti oleh jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa UT Makassar. Upacara yang dimulai pukul 07.00 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., selaku pembina upacara. Pelaksanaan upacara ini menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar UT Makassar untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat semangat persatuan dan nasionalisme. Suasana peringatan kemerdekaan semakin semarak dengan ketentuan pakaian tradisional, adat, atau batik. Busana tersebut tidak hanya memberikan nuansa kebudayaan dalam pelaksanaan upacara, tetapi juga menjadi simbol keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia yang tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan akademik. View this post on Instagram A post shared by 𝗨𝗻𝗶𝘃𝗲𝗿𝘀𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗧𝗲𝗿𝗯𝘂𝗸𝗮 𝗠𝗮𝗸𝗮𝘀𝘀𝗮𝗿 (@utmakassar) Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., menyampaikan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat kebangsaan dan tanggung jawab dalam memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa. “Kemerdekaan harus kita maknai sebagai sebuah tanggung jawab untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa. Di lingkungan Universitas Terbuka, semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan, serta pengabdian kepada masyarakat. Mari kita terus menjaga persatuan, bekerja dengan integritas, dan memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat,” ujar Abdul Rahman Rahim. Ia juga mengajak seluruh keluarga besar UT Makassar, termasuk mahasiswa, untuk menjadikan semangat kemerdekaan sebagai motivasi dalam menuntut ilmu, berkarya, dan menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Peringatan HUT ke-81 RI di lingkungan UT Makassar diharapkan semakin mempererat kebersamaan antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Semangat tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam melanjutkan cita-cita kemerdekaan melalui pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing. Dengan semangat “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”, keluarga besar UT Makassar berkomitmen untuk terus berkontribusi melalui pendidikan tinggi yang terbuka dan berkualitas, sekaligus menanamkan nilai nasionalisme, persatuan, dan kecintaan terhadap keberagaman budaya Indonesia.

POLTEKBOS DAN SEKOLAH VOKASI UT JALIN KERJA SAMA, PERKUAT SINERGI PENDIDIKAN VOKASI DAN DUNIA INDUSTRI

MAKASSAR, 12 Agustus 2026 — Politeknik Bosowa (Poltekbos) dan Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) resmi memperkuat sinergi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dirangkaikan dengan kegiatan benchmarking di Kampus Politeknik Bosowa, Makassar, Rabu (12 Agustus 2026). Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis kedua institusi dalam memperkuat pendidikan vokasi yang adaptif, inovatif, dan selaras dengan perkembangan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Penandatanganan MoU dihadiri Direktur Politeknik Bosowa Dr. Ir. Isminarti, S.T., M.T. bersama jajaran pimpinan Poltekbos. Dari Universitas Terbuka turut hadir Direktur Sekolah Vokasi UT Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A., Wakil Direktur I Bidang Akademik Sekolah Vokasi UT Dr. Tuti Purwoningsih, S.Pd., M.Sc serta Direktur UT Makassar Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., . juga turut mendampingi kegiatan penandatanganan nota kesepahaman tersebut. Kerja sama mencakup sejumlah bidang strategis, antara lain penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta pengembangan program akademik yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Dorong Kolaborasi yang Memberikan Dampak Nyata Direktur Politeknik Bosowa, Dr. Ir. Isminarti, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kerja sama dengan Sekolah Vokasi Universitas Terbuka merupakan bagian dari komitmen Poltekbos dalam memperluas jejaring kemitraan dan meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga pendidikan menjadi penting untuk membuka ruang pertukaran pengalaman, pengembangan inovasi, sekaligus menciptakan program yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa dan institusi. “Kolaborasi menjadi langkah penting untuk saling menguatkan dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang berkualitas. Kami percaya, melalui sinergi dengan Sekolah Vokasi Universitas Terbuka, akan lahir berbagai inovasi dan program kolaboratif yang mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa, kualitas dosen, serta tata kelola institusi,” ujarnya. Ia berharap kerja sama yang telah disepakati tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai program yang konkret dan berkelanjutan. Sekolah Vokasi UT Perkuat Ekosistem Pendidikan Vokasi Direktur Sekolah Vokasi Universitas Terbuka, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A., menyambut positif terjalinnya kerja sama dengan Poltekbos. Ia menilai kemitraan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan vokasi sekaligus memperluas ruang kolaborasi antarperguruan tinggi. “Kami sangat mengapresiasi sambutan dan komitmen Politeknik Bosowa dalam membangun kolaborasi ini. Melalui MoU ini, kami berharap kedua institusi dapat saling berbagi pengalaman, memperkuat inovasi pembelajaran, serta mengembangkan berbagai program bersama,” kata Mohamad Yunus. Menurutnya, sinergi antara Sekolah Vokasi UT dan Poltekbos diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan vokasi, khususnya dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja. Benchmarking Jadi Ruang Berbagi Praktik Baik Setelah penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan benchmarking yang melibatkan jajaran pimpinan kedua institusi. Kegiatan ini menjadi forum untuk saling bertukar pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan pendidikan tinggi vokasi. Pembahasan mencakup berbagai aspek, mulai dari tata kelola kelembagaan, pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, sistem penjaminan mutu, peningkatan kualitas pembelajaran, hingga strategi membangun dan memperkuat kemitraan dengan dunia industri. Dalam forum tersebut, kedua institusi juga mengeksplorasi sejumlah peluang implementasi kerja sama, seperti penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan program akademik, peningkatan kapasitas SDM, serta berbagai kegiatan lain yang mendukung penguatan pendidikan vokasi. Kehadiran Direktur UT Makassar Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., bersama jajaran Sekolah Vokasi UT dalam kegiatan tersebut turut memperkuat komitmen UT untuk membangun jejaring dan kolaborasi pendidikan di tingkat daerah maupun nasional. Kerja sama antara Poltekbos dan Sekolah Vokasi UT diharapkan menjadi awal dari lahirnya berbagai program kolaboratif yang lebih konkret. Melalui sinergi kelembagaan, pertukaran pengetahuan, serta penguatan keterhubungan antara pendidikan dan kebutuhan industri, kedua institusi berupaya mendorong lahirnya lulusan vokasi yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi dinamika dunia kerja. Kolaborasi ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga pendidikan dalam menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang terus berkembang, sekaligus memperkuat peran pendidikan vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.

lnformasi Admisi Program Pascasarjana Semester 2026/2027 Ganjil

Dalam rangka rekrutmen mahasiswa baru Program Magister untuk Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, kami sampaikan informasi sebagai berikut. Jadwal Pelaksanaan Admisi dan Tes Masuk Program Pascasarjana Semester 2026/2027 Ganjil (2026.2) Proses admisi untuk semester 2026/2027 Ganjil menggunakan aplikasi yang dapat diakses calon mahasiswa melalui alamat https://admisi-sia.ut.ac.id/ Program Studi yang ditawarkan dan berkas pendaftaran yang harus disiapkan peserta tes dapat dilihat pada lampiran. Kegiatan verifikasi dan validasi berkas pendaftaran calon mahasiswa baru (Camaba) untuk program magister terdiri atas 3 (tiga) tahap berikut. Tes masuk diselenggarakan secara online di Kantor UT Daerah atau di tempat ujian online yang telah ditetapkan. Materi Tes Masuk mencakup : Atas perhatian dan kerja sama yang baik, kami sampaikan terima kasih.

Universitas Terbuka Edukasi dan Konsultasi Hukum Warga Dusun Kuri Caddi Menuju Desa Pesisir Sadar Hukum

Maros – Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Edukasi dan Konsultasi Hukum Menuju Desa Pesisir Sadar Hukum” di Dusun Kuri Caddi, Desa Nisombalia, Kabupaten Maros. Kegiatan berlangsung dalam dua tahap, yaitu pada 31 Juli dan 7 Agustus 2026, sebagai bentuk komitmen UT dalam meningkatkan literasi hukum dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan konsultasi hukum. Berbeda dengan penyuluhan hukum pada umumnya, kegiatan ini menggabungkan edukasi hukum dengan layanan konsultasi hukum perorangan. Masyarakat diberikan kesempatan untuk berkonsultasi secara langsung mengenai persoalan hukum yang mereka hadapi sehingga memperoleh solusi yang lebih spesifik sesuai dengan kondisi masing-masing. Berbagai isu hukum yang menjadi perhatian masyarakat antara lain sengketa pertanahan, perizinan usaha, hukum keluarga, hukum perdata, hukum pidana, hingga permasalahan administrasi yang sering dihadapi oleh masyarakat pesisir. Kegiatan menghadirkan narasumber dari berbagai profesi hukum, yaitu *Andrie Saputra Prins, S.H., M.H., Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa, **Resky Indah Sari, S.H., M.Kn., Notaris/PPAT, serta *Arie K.E. Dumais, S.H., Advokat pada Kantor Hukum Arie Dumais Law Firm. Kehadiran para praktisi tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi hukum yang komprehensif sekaligus konsultasi langsung sesuai bidang keahlian masing-masing. Program pengabdian ini dilaksanakan oleh tim dosen yang terdiri atas *Avelyn Pingkan Komuna, S.H., M.H., Dosen Program Studi Ilmu Hukum Universitas Terbuka sekaligus ketua tim, **Nuraziza Aliah, S.Pd., M.Pd., Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Terbuka, serta *Dr. Nemos Muhadar, S.H., M.H., Dosen Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKIP). Ketua tim PkM, Avelyn Pingkan Komuna, menjelaskan bahwa masyarakat pesisir kerap menghadapi berbagai persoalan hukum, namun belum seluruhnya memiliki akses yang memadai terhadap informasi dan layanan konsultasi hukum. Melalui program ini, Universitas Terbuka berupaya menghadirkan pendampingan yang lebih dekat dengan masyarakat agar mereka memahami hak dan kewajiban hukumnya serta mampu menyelesaikan persoalan hukum secara tepat. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai sosialisasi semata, tetapi mampu membangun budaya sadar hukum di tengah masyarakat. Dengan meningkatnya literasi hukum, masyarakat diharapkan lebih percaya diri dalam melindungi hak-haknya serta mengambil keputusan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujarnya. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi warga dalam sesi konsultasi. Sejumlah peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai status kepemilikan tanah, penyelesaian sengketa, legalitas usaha, hingga persoalan hukum keluarga. Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menyelenggarakan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program “Desa Pesisir Sadar Hukum” diharapkan menjadi model pengabdian yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya guna mewujudkan masyarakat yang lebih tertib hukum, mandiri, dan sejahtera.

Workshop Pusat Karier UT Makassar Bekali Mahasiswa Skill Hadapi Dunia Kerja

niversitas Terbuka (UT) Makassar memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja melalui Workshop Pusat Karier 2026 bertema “Membangun Karier Tanpa Batas”, yang digelar di Kantor UT Makassar, Kamis (6/8/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Pemberdayaan Alumni, Sentra Karier, dan Penempatan Kerja Universitas Terbuka ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memahami peluang karier di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis. Salah satu materi utama yang dibahas adalah Freelance & Remote Working: Peluang, Tantangan, Skill, dan Platform Kerja. Peserta memperoleh wawasan mengenai tren pekerjaan fleksibel, pengenalan potensi diri, strategi memasuki dunia kerja, penyusunan curriculum vitae (CV), teknik menghadapi wawancara, hingga pemanfaatan berbagai platform karier. Workshop menghadirkan Dinda Angkotasan, Senior Customer Success Associate Kinobi, sebagai narasumber. Selain penyampaian materi, mahasiswa juga mengikuti praktik penyempurnaan CV, pemanfaatan UT Career Portal, serta simulasi wawancara kerja untuk meningkatkan kesiapan menghadapi proses rekrutmen. Direktur UT Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim mengatakan bahwa perkembangan dunia kerja menuntut lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan, kemampuan beradaptasi, komunikasi, serta jejaring profesional. Menurutnya, mahasiswa perlu mempersiapkan diri sejak dini agar mampu memanfaatkan berbagai peluang karier yang terus berkembang, termasuk peluang bekerja secara freelance maupun remote. “Dunia kerja saat ini berkembang sangat dinamis. Karena itu, mahasiswa perlu mempersiapkan diri tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga keterampilan, kemampuan berkomunikasi, membangun jejaring, serta memahami berbagai peluang kerja yang tersedia. Melalui kegiatan seperti workshop ini, kami berharap mahasiswa UT Makassar dapat memiliki wawasan yang lebih luas dan kesiapan yang lebih baik untuk membangun karier tanpa batas,” ujar Prof. Abdul Rahman Rahim. Ia juga menekankan pentingnya mahasiswa memanfaatkan berbagai layanan pengembangan karier yang disediakan UT sebagai bagian dari proses mempersiapkan diri memasuki dunia profesional. Sementara itu, Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Alumni UT Makassar, Andi Suci Anita menyampaikan bahwa kegiatan Workshop Pusat Karier merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung mahasiswa agar mulai mempersiapkan karier sejak masih menempuh pendidikan. Menurutnya, persiapan karier tidak seharusnya baru dilakukan setelah mahasiswa menyelesaikan perkuliahan. Mahasiswa perlu mulai mengenali potensi diri, mengembangkan kompetensi, membangun pengalaman, serta memahami kebutuhan dunia kerja sejak berada di bangku kuliah. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu mengenali potensi diri, mengembangkan keterampilan, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai peluang karier di masa depan. Dunia kerja terus berubah, sehingga mahasiswa perlu memiliki kemampuan adaptasi dan kesiapan yang baik,” ungkap Andi Suci Anita. Workshop ini menjadi bagian dari komitmen UT Makassar dalam mendukung mahasiswa dan lulusan agar memiliki kesiapan kerja, kompetensi profesional, serta daya saing yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui penguatan keterampilan dan pemahaman mengenai perkembangan karier, mahasiswa diharapkan mampu menjadi talenta yang adaptif dan siap mengambil peluang di berbagai bidang pekerjaan. Dengan mengusung semangat “Membangun Karier Tanpa Batas”, kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan praktis, tetapi juga mendorong mahasiswa UT Makassar untuk lebih percaya diri dalam merancang, mengembangkan, dan menentukan arah kariernya di masa depan.(*)

Mahasiswa PAI UT Makassar Juara 1 Hifzil Qur’an Disporseni Nasional 2026

UT-MAKASSAR – Kabar membanggakan datang dari ajang Diskusi Ilmiah, Pekan Olahraga, dan Seni (Disporseni) Universitas Terbuka Tahun 2026. Salah satu perwakilan terbaik dari UT Makassar berhasil Juara 1 cabang lomba Hifzil Qur’an. Keberhasilan ini dipastikan setelah babak penyisihan cabang lomba Tilawatil Qur’an, khususnya kategori Hifzil Qur’an, selesai digelar secara daring (online) pada hari Sabtu, 27 Juni 2026. Seluruh proses perlombaan babak penyisihan tersebut dilaksanakan secara daring di Kantor UT Makassar, terhubung langsung secara real-time dengan Panitia Pusat di UT Pusat, Tangerang Selatan. Mahasiswa yang berhasil menorehkan prestasi gemilang dan melaju sebagai Juara 1 tersebut adalah : Nama Lengkap: Muhammad Ihsan Mubaraq NIM: 052284008 Program Studi: Pendidikan Agama Islam (PAI) Semester: 5 Melalui kefasihan dan ketepatan dalam menjaga hafalan ayat-ayat suci Al-Qur’an, Muhammad Ihsan Mubaraq sukses bersaing dengan peserta dari berbagai UT daerah. Selanjutnya, berhasil sebagai juara 1 setelah lolos babak semifinal yang sangat menentukan ini akan dilaksanakan pada 1 Agustus 2026 bertempat di UT Pusat, Tangerang Selatan. Seluruh civitas akademika UT Makassar turut bangga dan memberikan dukungan penuh serta doa terbaik kepada Muhammad Ihsan Mubaraq, setelah membawa harum nama UT Makassar. Selamat kami ucapkan keapada Muhammad Ihsan Mubaraq di UT Pusat! dengan juara 1 yang telah di raih.

Universitas Terbuka Dorong Edukasi Anti-Bullying dan Peduli Lingkungan melalui Pembelajaran Bahasa Inggris

MAROS – Belajar Bahasa Inggris tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Bagi 42 siswa kelas VII–IX MTs Al-Wasi’ Kuri, Dusun Kuri Caddi Desa Nisombalia, Kabupaten Maros, Bahasa Inggris dipelajari melalui cerita bilingual, permainan misi, bermain peran, hingga belajar langsung di kawasan mangrove. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Terbuka bertajuk “Model Edukasi Anak Ramah Lingkungan dan Anti-Bullying melalui Pembelajaran Bahasa Inggris Kontekstual.” Program yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Universitas Terbuka ini dilaksanakan dalam tiga rangkaian kegiatan yang mengintegrasikan pembelajaran Bahasa Inggris dengan edukasi lingkungan dan pencegahan perundungan. Rangkaian pertama dilaksanakan pada 31 Juli 2026 melalui pembelajaran menggunakan buku cerita bilingual bertema lingkungan dan anti-bullying. Pembelajaran dikemas dengan metode bermain misi, di mana siswa membaca cerita, mengenal kosakata Bahasa Inggris, berdiskusi, bekerja sama, dan menyelesaikan berbagai tantangan. Ungkapan sederhana seperti be kind, help your friends, stop bullying, dan protect the environment dipelajari melalui situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa belajar Bahasa Inggris tidak harus terpisah dari kehidupan sehari-hari anak. Lingkungan mangrove yang dekat dengan mereka serta nilai saling menghargai dan berani menolak bullying dapat menjadi bagian dari proses belajar yang menyenangkan. Harapannya, anak-anak tidak hanya belajar Bahasa Inggris, tetapi juga tumbuh lebih percaya diri, peduli terhadap lingkungan, dan mampu memperlakukan sesama dengan baik,” ujar Nuraziza Aliah, S.Pd., M.Pd., Ketua Tim PkM Universitas Terbuka. Rangkaian kedua dilaksanakan pada 7 Agustus 2026 melalui pelatihan penggunaan buku cerita bilingual bagi guru. Guru diperkenalkan pada penggunaan storytelling, permainan, membaca bersama, diskusi, serta aktivitas sederhana yang dapat diterapkan kembali di kelas. Pelibatan guru menjadi bagian penting agar buku dan metode pembelajaran yang dikembangkan dapat terus dimanfaatkan setelah program PkM selesai. Kepala Madrasah Tsanawiyah Al Wasi Kuri, Sapri, S.Pd. I dalam sambutannya mengatakan “Kegiatan PkM Universitas Terbuka telah memberikan pengalaman dan ilmu baru bagi siswa dan guru sehingga memandang pelajaran Bahasa Inggris sebagai pembelajaran yang menyenangkan.” Salah seorang guru peserta pelatihan juga menyampaikan, “Ternyata Bahasa Inggris dapat diajarkan dengan cara bercerita, dan dapat diintegrasikan dengan berbagai ilmu jika guru dapat meramunya dengan baik, dan ini yang kami dapatkan dari kegiatan PkM ini.” Rangkaian ketiga dilaksanakan pada 14 Agustus 2026 dengan menjadikan kawasan mangrove sebagai “kelas alam”. Siswa diajak mengamati mangrove secara langsung dan menghubungkan apa yang mereka lihat dengan kosakata serta pesan lingkungan yang sebelumnya dipelajari melalui buku cerita. Edukasi anti-bullying juga diperkuat melalui role play. Siswa mempraktikkan cara merespons ejekan, membantu teman, menggunakan kata-kata yang baik, serta berani menolak tindakan perundungan. Pendekatan tersebut sejalan dengan rancangan program yang memadukan Contextual Teaching and Learning, learning through play, storytelling, role play, dan experiential learning, sehingga siswa belajar melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan mereka. Melalui tiga rangkaian kegiatan ini, Bahasa Inggris tidak hanya diperkenalkan sebagai mata pelajaran, tetapi juga menjadi media untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, empati, keberanian menolak perundungan, dan kebiasaan berkomunikasi secara positif. Dari buku cerita di ruang kelas hingga belajar langsung di kawasan mangrove, program PkM Universitas Terbuka 2026 ini membawa pesan sederhana bahwa belajar bahasa dapat berjalan bersama dengan belajar menjaga alam dan menghargai sesama.