Dosen Universitas Terbuka Berdayakan PKK Pangkep Melalui Pelatihan Bajabu Ikan Bandeng

Pangkep – Tim dosen Universitas Terbuka (UT) Makassar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) berupa pelatihan pembuatan Bajabu (abon) ikan bandeng beserta teknik pengemasannya bagi anggota PKK Desa Bowong Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah sehingga dapat mendukung peningkatan pendapatan keluarga. Kegiatan yang dilaksanakan pada 7 Juni 2026 tersebut dipimpin oleh Dra. Makkatenni, M.Pd. dengan anggota tim Dr. Jalil, S.Pi., M.P., Dra. Kusmaladewi, M.Pd., Andi Suci Anita, S.P., M.P., dan Risnashari, S.E., M.M. Pelaksanaan kegiatan dilakukan berdasarkan Surat Tugas dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Terbuka. Desa Bowong Cindea dipilih sebagai lokasi pengabdian karena merupakan kawasan pesisir yang sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petambak dan nelayan dengan komoditas utama ikan bandeng. Selama ini hasil panen umumnya dijual dalam bentuk segar sehingga nilai ekonominya masih terbatas. Melalui pelatihan ini, masyarakat diperkenalkan cara mengolah ikan bandeng menjadi bajabu atau abon yang memiliki daya simpan lebih lama serta nilai jual yang lebih tinggi. Ketua Tim Abdimas, Dra. Makkatenni, M.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis kepada anggota PKK. Selain mempelajari teknik pembuatan bajabu, peserta juga dibimbing mengenai pengemasan produk agar lebih menarik, higienis, dan siap dipasarkan. Program ini diharapkan mampu membuka peluang usaha rumah tangga berbasis potensi lokal. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi melalui ceramah dan diskusi interaktif, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi serta praktik langsung mengolah ikan bandeng menjadi bajabu. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari proses pengolahan, penirisan, pencampuran bumbu, hingga teknik pengemasan produk. Dokumentasi kegiatan menunjukkan keterlibatan aktif peserta dalam sesi praktik bersama tim dosen Universitas Terbuka. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Bowong Cindea dan Tim Penggerak PKK Desa yang berperan dalam mengoordinasikan kehadiran peserta. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan program pengabdian ini. Melalui program pengabdian ini, Universitas Terbuka Makassar menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata, tetapi berkembang menjadi usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta mendorong lahirnya produk olahan perikanan unggulan dari Desa Bowong Cindea.
Bangun Jiwa Pemimpin, UT Makassar Bekali Mahasiswa dengan Leadership dan Semangat Berorganisasi

Makassar — Universitas Terbuka (UT) Makassar terus mendorong pengembangan potensi mahasiswa tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga melalui penguatan kapasitas kepemimpinan dan kemampuan berorganisasi. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi Mahasiswa UT Makassar yang dilaksanakan selama dua hari dengan rangkaian kegiatan berupa pemberian materi, sharing session, serta bina akrab. Kegiatan LDK menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh tentang kepemimpinan, tanggung jawab dalam organisasi, komunikasi, kerja tim, serta tata kelola keorganisasian. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki bekal yang lebih kuat untuk berkontribusi aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dan organisasi mahasiswa di lingkungan UT Makassar. Hari Pertama: Membentuk Pola Pikir dan Karakter Pemimpin Hari pertama LDK dilaksanakan di UT Makassar dengan agenda utama pemberian materi kepemimpinan dan keorganisasian. Sejumlah narasumber dengan kompetensi di bidangnya hadir memberikan wawasan dan pengalaman kepada para peserta. Materi pertama, *Leadership Mindset, disampaikan oleh *Indah Arifah Febriani, S.S., M.Ikom. Materi ini mengajak mahasiswa memahami bahwa kepemimpinan tidak sekadar berkaitan dengan posisi atau jabatan dalam organisasi, tetapi lebih jauh tentang pola pikir, sikap, kemampuan mengambil keputusan, serta keberanian untuk bertanggung jawab terhadap pilihan yang diambil. Selanjutnya, Ismail Shaleh Ruslin, S.Ap., M.Tr.Ap. memberikan materi mengenai Tanggung Jawab Berorganisasi. Peserta diajak memahami pentingnya komitmen, integritas, kedisiplinan, serta tanggung jawab sebagai bagian dari sebuah organisasi. Organisasi tidak hanya menjadi wadah untuk berkegiatan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter dan proses belajar bekerja bersama untuk mencapai tujuan. Materi berikutnya, *Komunikasi & Kerja Tim, disampaikan oleh *Irsan Saputra, S.Kom., S.Ikom., M.Ikom. Dalam sesi ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya komunikasi yang efektif dalam membangun hubungan kerja yang sehat. Kemampuan berkomunikasi dan bekerja dalam tim menjadi salah satu fondasi penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dinamika organisasi maupun kehidupan profesional di masa mendatang. Sementara itu, materi Keorganisasian disampaikan oleh A. Muh. Rifky Nugraha. Materi tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai bagaimana organisasi berjalan, pembagian peran, koordinasi, serta pentingnya membangun budaya organisasi yang mampu mendukung pencapaian tujuan bersama. Rangkaian materi pada hari pertama dirancang tidak hanya sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai proses membangun kesadaran mahasiswa bahwa kepemimpinan dapat dimulai dari hal-hal sederhana: mampu mengenali potensi diri, berkomunikasi dengan baik, menghargai orang lain, mengambil peran, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diemban. Hari Kedua: Perkuat Solidaritas melalui Sharing Session dan Bina Akrab Memasuki hari kedua, kegiatan LDK berlanjut di Pantai Tanjung Bunga melalui agenda sharing session bersama Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) UT Makassar dan Bina Akrab. Berbeda dengan sesi sebelumnya yang berfokus pada penguatan pengetahuan dan wawasan kepemimpinan, kegiatan hari kedua dikemas lebih interaktif dan kekeluargaan. Sharing session menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk bertukar pengalaman, mengenal lebih dekat dinamika ORMAWA, serta mendapatkan gambaran mengenai pengalaman berorganisasi di lingkungan UT Makassar. Melalui interaksi tersebut, peserta dapat belajar dari pengalaman mahasiswa yang telah lebih dahulu aktif dalam organisasi. Berbagai pengalaman, tantangan, maupun pembelajaran selama menjalankan kegiatan kemahasiswaan menjadi bagian penting dalam memperkaya wawasan peserta LDK. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Bina Akrab yang menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarmahasiswa. Suasana yang lebih santai dan penuh kebersamaan memberikan ruang bagi peserta untuk saling mengenal, membangun komunikasi, serta menumbuhkan rasa solidaritas sebagai bagian dari keluarga besar mahasiswa UT Makassar. Mencetak Mahasiswa yang Aktif, Kolaboratif, dan Berkarakter Pelaksanaan LDK selama dua hari tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pengembangan kapasitas mahasiswa UT Makassar. Kepemimpinan yang dibangun melalui kegiatan ini tidak hanya diarahkan pada kemampuan memimpin orang lain, tetapi juga kemampuan memimpin diri sendiri, bekerja sama, berkomunikasi, serta mengambil tanggung jawab dalam setiap peran yang dijalankan. Melalui perpaduan antara pembekalan materi dan pengalaman langsung dalam kegiatan sharing session serta bina akrab, mahasiswa mendapatkan pengalaman yang lebih utuh mengenai dunia organisasi. Mereka tidak hanya belajar tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin, tetapi juga memahami bahwa kepemimpinan membutuhkan komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, dan kemampuan membangun hubungan yang positif dengan orang lain. Kegiatan LDK diharapkan dapat melahirkan mahasiswa UT Makassar yang semakin percaya diri, berintegritas, komunikatif, mampu bekerja dalam tim, serta siap mengambil peran dalam berbagai aktivitas kemahasiswaan. Pada akhirnya, LDK bukan sekadar kegiatan pelatihan, melainkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk menemukan dan mengembangkan potensi kepemimpinannya. Dari ruang belajar di UT Makassar hingga kebersamaan di Pantai Tanjung Bunga, mahasiswa dibekali pengalaman untuk tumbuh menjadi generasi yang mampu berkolaborasi, berorganisasi, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan kampus maupun masyarakat.
UT MAKASSAR DORONG KEBANGKITAN USAHA PERIKANAN DESA LAWALLU, KELOMPOK KINAN MERAH PUTIH TERIMA BANTUAN PERALATAN PRODUKSI

Barru, 6 Juni 2026 – Komitmen perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat kembali diwujudkan oleh Universitas Terbuka (UT) Makassar melalui program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan pada Kelompok Hasil Perikanan “Kinan Merah Putih” di Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan pengabdian yang mengusung tema “Inovasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan untuk Meningkatkan Daya Saing dan Akses Pasar” ini dipimpin oleh Ketua Tim Pengabdian, *Andi Suci Anita, S.P., M.P., dengan anggota *Dra. Makkatenni, M.Pd. dan Risnashari, S.E., M.M. Kunjungan tim pengabdian disambut hangat oleh Pemerintah Desa Lawallu dan berbagai pihak yang selama ini mendampingi pelaku usaha perikanan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Lawallu, *Raswady, S.I.Pem., serta Penyuluh Dinas Perikanan Kabupaten Barru, *Sukmawati dan Irma Musfitasari. Dalam kegiatan tersebut, Tim Pengabdian Universitas Terbuka Makassar menyerahkan sejumlah bantuan peralatan produksi yang dibutuhkan oleh Kelompok Kinan Merah Putih untuk meningkatkan kapasitas usaha pengolahan hasil perikanan. Bantuan yang diberikan meliputi freezer, spinner peniris minyak, blender, kompor satu tungku beserta regulator, serta berbagai peralatan memasak lainnya. Penyerahan bantuan ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Barang oleh Ketua Tim Pengabdian, Andi Suci Anita, S.P., M.P., dan Ketua Kelompok Kinan Merah Putih, *Yuli Sukardi. Total nilai bantuan yang diserahkan mencapai *Rp7.457.500. Kepala Desa Lawallu, Raswady, S.I.Pem., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Universitas Terbuka Makassar yang telah memilih kelompok usaha pengolahan hasil perikanan di Desa Lawallu sebagai mitra pengabdian. “Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Terbuka Makassar. Bantuan ini sangat berarti bagi kelompok usaha pengolahan hasil perikanan yang ada di desa kami. Semoga peralatan yang diberikan dapat meningkatkan produktivitas kelompok dan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya. Menurut Ketua Tim Pengabdian, Andi Suci Anita, program ini lahir dari hasil identifikasi kebutuhan mitra yang selama ini mengalami berbagai keterbatasan dalam proses produksi. Kelompok Kinan Merah Putih masih menggunakan peralatan lama yang merupakan peninggalan kelompok terdahulu. Sebagian peralatan bahkan sudah mengalami kerusakan akibat usia pemakaian yang cukup lama, sementara beberapa alat produksi lainnya masih harus dipinjam dari anggota kelompok. “Kami melihat semangat yang luar biasa dari kelompok Kinan Merah Putih untuk terus bertahan dan berkembang meskipun dengan keterbatasan sarana produksi. Berangkat dari kondisi tersebut, tim menyusun proposal pengabdian kepada Universitas Terbuka agar kelompok ini dapat memperoleh dukungan peralatan yang lebih memadai,” jelas Andi Suci Anita. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa bantuan peralatan hanyalah langkah awal dalam upaya penguatan kelompok. Melalui program pengabdian ini, tim juga memberikan pendampingan terkait inovasi produk, peningkatan kualitas hasil olahan, strategi pemasaran, serta pengembangan akses pasar yang lebih luas. Sementara itu, Ketua Kelompok Kinan Merah Putih, Yuli Sukardi, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh Universitas Terbuka Makassar. Menurutnya, bantuan tersebut akan sangat membantu kelompok dalam meningkatkan kapasitas produksi dan menjaga kualitas produk olahan hasil perikanan yang selama ini menjadi sumber penghasilan anggota kelompok. “Kami merasa terbantu dan termotivasi untuk lebih maju. Peralatan yang diberikan akan kami manfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan produksi dan mengembangkan usaha kelompok,” katanya. Melalui program pengabdian ini, Universitas Terbuka Makassar berharap kelompok usaha pengolahan hasil perikanan Kinan Merah Putih dapat menjadi contoh pengembangan usaha berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan daya saing produk perikanan, memperluas akses pasar, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Desa Lawallu.
Baru Tiga Pekan Dibuka, Pendaftar UT Makassar Tembus 2.217 Calon Mahasiswa

Universitas Terbuka Makassar mencatat antusiasme masyarakat yang tinggi pada pembukaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 (Ganjil). Dalam tiga pekan pertama sejak dibuka pada 4 Mei 2026, jumlah calon mahasiswa baru yang telah melakukan admisi atau pembuatan akun tercatat sebanyak 2.217 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.319 calon mahasiswa telah menyelesaikan proses pembayaran admisi sebagai tahap lanjutan pendaftaran mahasiswa baru. Pendaftaran mahasiswa baru UT Makassar sendiri masih akan berlangsung hingga 22 Juli 2026. Universitas Terbuka Makassar mengajak masyarakat untuk segera memanfaatkan kesempatan tersebut guna melanjutkan pendidikan tinggi di perguruan tinggi negeri yang fleksibel dan berkualitas. Direktur Universitas Terbuka Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., menyampaikan bahwa capaian pada awal masa pendaftaran ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh yang diterapkan Universitas Terbuka. “Dalam tiga minggu pertama pembukaan pendaftaran, jumlah admisi telah mencapai 2.217 calon mahasiswa. Ini menjadi indikator positif bahwa masyarakat semakin percaya terhadap kualitas layanan pendidikan Universitas Terbuka yang dapat diakses secara fleksibel oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, fleksibilitas sistem pembelajaran menjadi salah satu faktor utama meningkatnya minat masyarakat untuk melanjutkan studi di Universitas Terbuka. Mahasiswa dapat mengikuti proses pembelajaran tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun aktivitas lainnya. Selain itu, UT Makassar juga terus memperluas akses layanan pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital dan penguatan layanan di berbagai daerah melalui Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT). Sebagai perguruan tinggi negeri berbasis pembelajaran terbuka dan jarak jauh, Universitas Terbuka membuka kesempatan bagi berbagai kalangan, mulai dari lulusan SMA/sederajat, pekerja, aparatur sipil negara, tenaga profesional, hingga masyarakat di wilayah terpencil untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas. Saat ini, seluruh program studi di Universitas Terbuka telah terakreditasi BAN-PT dan didukung sistem pembelajaran digital yang memungkinkan mahasiswa belajar kapan saja dan di mana saja. Masyarakat yang ingin mendaftar dapat mengakses laman resmi Universitas Terbuka atau melalui portal admisi di Admisi UT. Informasi terkait layanan dan kegiatan UT Makassar juga dapat diikuti melalui akun Instagram resmi UT Makassar.(*)
Momentum Harkitnas 2026, UT Makassar Ajak Civitas Akademika Bijak Bermedia Digital

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026, Rabu (20/5/2026), di Halaman Gedung Lantai 4 UT Makassar. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pejabat dan pegawai UT Makassar. Bertindak selaku pembina upacara, Direktur UT Makassar Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dengan tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa Hari Kebangkitan Nasional merupakan momentum untuk merefleksikan kembali semangat persatuan dan perjuangan intelektual bangsa yang dimulai sejak lahirnya Boedi Oetomo pada tahun 1908. Di tengah perkembangan zaman, tantangan bangsa kini tidak hanya berkaitan dengan kedaulatan wilayah, tetapi juga kedaulatan informasi dan transformasi digital. Pemerintah menegaskan pentingnya menjaga generasi muda sebagai tunas bangsa melalui penguatan pendidikan, kesehatan, kesejahteraan masyarakat, hingga perlindungan anak di ruang digital. Salah satu langkah strategis yang dilakukan pemerintah adalah pemberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS), termasuk pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa kebangkitan nasional harus diwujudkan melalui peningkatan literasi digital, penguatan solidaritas sosial, dan pembangunan sumber daya manusia yang unggul demi mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaulat. Menanggapi amanat tersebut, Direktur UT Makassar Prof Abdul Rahman Rahim menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan era digital secara bijak. “Momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat bahwa dunia pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga tunas bangsa. Literasi digital, karakter, dan kemampuan beradaptasi harus terus diperkuat agar generasi muda mampu menjadi pelopor kemajuan bangsa,” ujarnya. Ia juga menegaskan komitmen UT Makassar untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat. Upacara berlangsung dengan khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat kebangkitan nasional sekaligus penguatan komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan membangun masa depan Indonesia yang lebih maju.(*)
Mau Jadi Pengusaha Muda? Ini Cara UT Makassar Siapkan Mahasiswa Jadi Entrepreneur

Universitas Terbuka Makassar terus mendorong lahirnya generasi muda berjiwa wirausaha melalui Seminar Akademik Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Convention Hall UT Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jumat (1/5/2026). Kegiatan bertema “Entrepreneurship Pemuda Mendorong Kebangkitan Ekonomi Regional dan Nasional” ini diikuti ratusan mahasiswa dan dibuka langsung oleh Direktur UT Makassar, Abdul Rahman Rahim. Ia menegaskan pentingnya perubahan pola pikir mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada pencarian kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru. “Mahasiswa hari ini tidak hanya dituntut siap kerja, tetapi juga harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya. Salah satu narasumber, Adi Maulana, menyoroti besarnya potensi Indonesia Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyebut sekitar 60 persen bahan baku baterai dunia berasal dari kawasan tersebut, sehingga membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal. Ia juga mengingatkan pentingnya perubahan mindset lulusan perguruan tinggi agar tidak hanya bergantung pada sektor formal. Alumni UT Makassar sekaligus pengusaha sukses Rachmat Al Muarrif turut membagikan pengalaman membangun usaha dari nol hingga berkembang menjadi 28 cabang di Sulawesi Selatan. Ia menekankan pentingnya konsistensi, disiplin, dan fokus dalam menjalankan bisnis. “Bisnis jalan, owner jalan-jalan itu bahaya. Kita harus bisa memimpin diri sendiri dulu,” ungkapnya. Peran UMKM dan Bank Indonesia Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Anwardin, menjelaskan program Rewako (Resilient, World Class, Agile, Knowledgeable) sebagai upaya mendorong UMKM naik kelas. Saat ini terdapat 152 UMKM binaan BI Sulsel di berbagai sektor, mulai dari pertanian, fashion, hingga makanan dan minuman. Perkuat Kolaborasi Pendidikan Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara UT Makassar dengan Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar serta MoU dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat ekosistem pendidikan, inovasi, dan kewirausahaan di Indonesia Timur. Melalui kegiatan ini, UT Makassar menargetkan lahirnya generasi muda yang inovatif, mandiri, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah hingga nasional.(*)
Hari Kedua Wisuda, UT Makassar Cetak 744 Lulusan Berdaya Saing Global

Universitas Terbuka Makassar kembali melanjutkan prosesi wisuda Tahun Akademik 2025/2026 pada hari kedua yang digelar di Convention Hall UT Makassar, Minggu (3/5/2026). Mengusung tema “Mewujudkan Lulusan Mandiri, Unggul dan Berdaya Saing Global”, kegiatan ini menegaskan komitmen UT sebagai perguruan tinggi berbasis pendidikan terbuka dan jarak jauh yang menghadirkan akses pendidikan inklusif dan fleksibel. Rektor Universitas Terbuka, Ali Muktiyanto, menekankan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi bagi bangsa. Ia mendorong lulusan agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Sementara itu, Direktur UT Makassar, Prof Abdul Rahman Rahim, menjelaskan bahwa sistem pembelajaran jarak jauh didukung distribusi bahan ajar yang tepat waktu sebagai bagian dari komitmen layanan pendidikan. Pada periode ini, UT Makassar meluluskan sebanyak 744 wisudawan dari empat fakultas dan Sekolah Pascasarjana yang berasal dari berbagai daerah, seperti Ambon, Majene, Jayapura, hingga Manado. Selain itu, jumlah mahasiswa juga mengalami peningkatan signifikan hingga 100 persen. Dalam bidang prestasi, mahasiswa UT Makassar mencatat sejumlah capaian, di antaranya juara kompetisi konten kreator dan kejuaraan pencak silat. Kegiatan wisuda turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan mitra, termasuk perwakilan pemerintah daerah dan sektor perbankan. Pada kesempatan ini juga diumumkan pembukaan pendaftaran mahasiswa baru mulai 4 Mei 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi. Wisuda hari kedua ini menegaskan peran UT Makassar dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing di tingkat global dan berkontribusi bagi pembangunan.(*)
Hardiknas 2026, Direktur UT Makassar Tegaskan Pendidikan Jadi Kunci Indonesia Emas 2045

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Pembukaan Dies Natalis ke-42 dan Disporseni Nasional UT Tahun 2026, Senin (4/5/2026), di Ruang Terbuka Lantai 4 Kantor UT Makassar. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., selaku pembina upacara dan diikuti oleh seluruh pejabat serta pegawai Universitas Terbuka Makassar. Dalam amanatnya, Prof. Abdul Rahman Rahim membacakan pidato Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia dengan tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam membangun peradaban dan masa depan bangsa di tengah tantangan global, disrupsi digital, krisis lingkungan, hingga perkembangan kecerdasan artifisial. Pemerintah juga berkomitmen memperluas akses pendidikan yang inklusif melalui program beasiswa dan bantuan pendidikan, memperkuat kolaborasi antara kampus, industri, dan masyarakat, serta mendorong riset yang berdampak nyata bagi kebutuhan bangsa. Menanggapi amanat tersebut, Direktur UT Makassar Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., menyampaikan bahwa semangat Hari Pendidikan Nasional harus menjadi momentum bersama untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global.“Pendidikan tinggi harus mampu menjawab tantangan zaman melalui inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi. UT Makassar terus berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat guna mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.Pada kesempatan tersebut, turut disampaikan apresiasi kepada para pendidik, tenaga kependidikan, peneliti, mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat yang terus berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan. Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan Pembukaan Dies Natalis ke-42 dan Disporseni Nasional UT Tahun 2026 secara daring yang diikuti oleh seluruh sivitas akademika UT Makassar sebagai bentuk semangat kebersamaan, sportivitas, dan penguatan solidaritas antarpegawai.
UT Makassar Perkuat Jiwa Wirausaha Calon Wisudawan Lewat Seminar Akademik 2025/2026

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar Seminar Akademik Tahun Akademik 2025/2026 dengan tema “Entrepreneurship Pemuda Mendorong Kebangkitan Ekonomi Regional dan Nasional”, Jumat (1/5/2026), di Convention Hall Lantai 4 UT Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar. Kegiatan ini dipandu oleh Indah Arifah Febriany, S.S., M.I.Kom., yang juga merupakan founder Teh Riri, dan dibuka langsung oleh Direktur UT Makassar, Prof. Dr. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya membangun jiwa kewirausahaan sejak dini di kalangan mahasiswa, khususnya bagi para calon wisudawan. “Seminar ini menjadi ruang inspirasi sekaligus pembekalan penting bagi mahasiswa. Kami berharap alumni tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa di tengah dinamika perkembangan ekonomi dan persaingan global, lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki kreativitas, kemandirian, serta keberanian dalam mengambil peluang. “Mahasiswa UT harus mampu melihat peluang di tengah tantangan. Dengan bekal ilmu dan karakter yang kuat, kami optimistis lulusan UT dapat menjadi motor penggerak ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional,” tambahnya. Di sela-sela jalannya seminar, suasana semakin hidup dengan penampilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ormawa UT Makassar. UKM Paduan Suara Gita Lontara tampil membawakan lagu dengan harmonisasi yang memukau, disusul oleh UKM Tari Sidalleranart yang menyuguhkan pertunjukan penuh energi dan estetika budaya. Penampilan keduanya sukses menghibur sekaligus menambah semangat para peserta yang hadir di ruangan tersebut. Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor, di antaranya Prof. Dr. Eng. Ir. Adi Maulana, S.T., M.Phil. (Wakil Rektor IV Universitas Hasanuddin bidang kemitraan, inovasi, kewirausahaan, dan bisnis), Anwardin Arjunaid dari Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, serta Rachmat Al Muarrif, S.M., owner Browcyl sekaligus alumni UT Makassar. Dalam kesempatan tersebut, turut dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UT Makassar dengan Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar (UNM), serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Adi Maulana menyoroti pentingnya penguatan kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Ia menyebut rasio wirausaha di negara maju umumnya telah berada di atas 5 persen, sementara Indonesia masih berada di bawah angka tersebut. “Jika ingin mencapai visi Indonesia Emas 2045, maka penguatan entrepreneurship menjadi keharusan. Perguruan tinggi harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga menciptakan lapangan kerja,” ujarnya. Ia juga menyinggung perlunya kolaborasi antarperguruan tinggi untuk mengejar ketertinggalan, serta pentingnya penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja. Sementara itu, Rachmat Al Muarrif, S.M., membagikan pengalaman membangun usaha dari nol. Ia merintis bisnisnya sejak usia 20 tahun dari resep keluarga hingga kini mampu mempekerjakan sekitar 300 karyawan. “Saat ingin merintis dan mengembangkan usaha, yang pertama harus dibenahi adalah orangnya (people), kemudian organisasi, dan sistem. Bisnis tidak akan bisa berkembang jika ketiganya tidak berjalan dengan baik,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa di era teknologi saat ini, mahasiswa memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk membangun usaha. “Di era digital, peluang usaha semakin terbuka luas. Yang penting adalah keberanian memulai dan konsistensi,” tambahnya. Sejalan dengan itu, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Anwardin Arjunaid, turut memaparkan strategi optimalisasi UMKM pada 2026, termasuk pentingnya transformasi digital dalam meningkatkan daya saing usaha kecil. “Penguatan UMKM tidak bisa dilepaskan dari pemanfaatan teknologi digital. Ini menjadi kunci agar pelaku usaha mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas,” jelasnya. Melalui seminar ini, UT Makassar berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
Seminar UT Makassar Bongkar Rahasia Sukses Pengusaha, Dari Modal Rp1 Juta Jadi 28 Cabang!

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar Seminar Akademik Tahun Akademik 2025/2026 dengan tema “Entrepreneurship Pemuda Mendorong Kebangkitan Ekonomi Regional dan Nasional”, Jumat 1 mei 2026, di Convention Hall UT Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur UT Makassar, Prof Dr Abdul Rahman Rahim, SE MM. Ia mengapresiasi kehadiran para pemateri dan antusiasme mahasiswa yang mengikuti seminar tersebut. “Seminar ini menjadi wadah untuk membangun semangat kewirausahaan mahasiswa agar mampu menciptakan peluang, bukan hanya mencari pekerjaan,” ujarnya. Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Wakil Rektor IV Unhas Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan dan Bisnis, Prof Dr Eng Ir Adi Maulana ST, M.Phil, perwakilan Bank Indonesia Sulsel Anwardin, serta alumni UT Makassar yang juga Owner Browcyl, Rachmat Al Muarrif. Selain seminar, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UT Makassar dengan Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar (UNM) yang dihadiri Dekan Prof Dr Suardi Annas, serta penandatanganan MoU bersama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Sesi yang paling menyita perhatian datang dari Rachmat Al Muarrif. Ia membagikan kisah perjalanan bisnisnya yang dimulai dari nol hingga kini berkembang pesat. “Saya mulai dari dapur sederhana, dibantu ibu, dengan modal sekitar Rp1 juta. Sekarang sudah berkembang menjadi 28 titik di Sulawesi Selatan,” ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa konsistensi dan kedisiplinan menjadi kunci utama dalam menjalankan usaha. “Bisnis jalan, owner jalan-jalan itu bahaya. Sebelum jadi pemimpin, kita harus bisa pimpin diri sendiri,” tegasnya. Selama 14 tahun menjalankan usaha, ia mengaku mampu bertahan tanpa utang bank, sebuah pencapaian yang jarang terjadi di dunia bisnis. Fenomena Pengangguran Jadi Sorotan Sementara itu, Prof Adi Maulana dalam materinya bertajuk “Dari Pengangguran Menuju Kewirausahaan” menyoroti tingginya angka pengangguran dari lulusan perguruan tinggi. Menurutnya, perubahan mindset menjadi hal yang mendesak agar generasi muda tidak hanya bergantung pada lapangan kerja. “Unhas setiap tahun melahirkan sekitar 7.000 hingga 9.000 sarjana, sekitar 70 persen terserap di dunia kerja. Namun, kita tetap perlu mendorong lahirnya wirausaha baru,” jelasnya. Ia juga menekankan potensi besar Indonesia Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masa depan. “Sekitar 60 persen bahan baku baterai dunia berasal dari Indonesia Timur. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan,” tambahnya. Dalam tiga tahun terakhir, Unhas bahkan telah mengembangkan 12 unit usaha, mulai dari sektor perbankan hingga perhotelan. Peran UMKM dan Dukungan Bank Indonesia Anwardin dari Bank Indonesia Sulsel menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional. Ia memaparkan program Rewako (Resilient, World Class, Agile, Knowledgeable) sebagai upaya mendorong UMKM naik kelas. “Saatnya anak muda menjadi entrepreneur. Bank Indonesia hadir melalui pembinaan UMKM Rewako, Rewako Petani, hingga fasilitasi ekspor,” jelasnya. Saat ini, tercatat sebanyak 152 UMKM Rewako menjadi binaan Bank Indonesia Sulsel, dengan rincian 18 sektor pertanian dan perikanan, 28 sektor fashion, serta 52 sektor makanan dan minuman, dan lainnya. Melalui kegiatan ini, UT Makassar berharap mampu mencetak generasi muda yang inovatif dan mandiri secara ekonomi, sekaligus berkontribusi dalam mendorong kebangkitan ekonomi regional maupun nasional.***