Hingga Akhir Pendaftaran Mahasiswa Baru,UT Makassar Mencapai 5.211 Admisi

Hingga akhir pendaftaran penerimaan mahasiswa baru Universitas Terbuka ((UT) Makassar Tahun Akademik 2026/2027 Ganjil pada 22 Juli 2026 telah mencatat sebanyak 5.211 calon mahasiswa baru yang telah melakukan admisi atau pembuatan akun pendaftaran. Tingginya jumlah mahasiswa baru yang mendaftar telah menunjukkan antusiasme masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh Universitas Terbuka (UT) terus menunjukkan tren positif. Dengan berakhirnya masa pendaftaran, UT Makassar mengapresiasi masyarakat yang telah memanfaatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui Universitas Terbuka. Meskipun pendaftaran mahasiswa baru telah resmi ditutup pada 22 Juli 2026, calon mahasiswa yang telah melakukan admisi masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan proses registrasi mahasiswa hingga 5 Agustus 2026. UT Makassar mengimbau calon mahasiswa yang telah melakukan admisi untuk segera menyelesaikan tahapan registrasi sesuai dengan ketentuan dan batas waktu yang telah ditetapkan. Direktur Universitas Terbuka Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Universitas Terbuka. Menurutnya, capaian 5.211 admisi pada hari menjelang penutupan pendaftaran menjadi indikator positif terhadap semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh.“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada Universitas Terbuka Makassar sebagai pilihan untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Hingga hari penutupan pendaftaran, tercatat 5.211 calon mahasiswa telah melakukan admisi. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang fleksibel, berkualitas, dan dapat diakses oleh berbagai kalangan semakin tinggi,” ujar Prof. Abdul Rahman Rahim. Ia menambahkan, Universitas Terbuka memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa untuk menempuh pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun aktivitas lainnya. Sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh yang didukung oleh pemanfaatan teknologi digital memungkinkan mahasiswa mengatur waktu belajar secara lebih fleksibel sesuai dengan kondisi masing-masing.
Evaluasi KIP-K UT Makassar: Mahasiswa Komunikasi, Manajemen, dan Bahasa Inggris Tunjukkan Performa Akademik Membanggakan

MAKASSAR — Universitas Terbuka (UT) Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga mutu dan kualitas pelaksanaan program Beasiswa Bidikmisi serta Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Manajer Pembelajaran dan Alumni UT Makassar, Andi Suci Anita, mengungkapkan bahwa komitmen tersebut diwujudkan melalui evaluasi berkala terhadap capaian akademik para mahasiswa penerima beasiswa, khususnya pada Program Studi Ilmu Komunikasi, Sastra Inggris, dan Manajemen. Hasil evaluasi menunjukkan rekam jejak yang sangat positif: sebanyak 80% mahasiswa penerima KIP-K berhasil melampaui target dengan mengantongi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas standar minimal 2,75. Pendampingan Khusus dan Belajar Mandiri untuk Peningkatan IPK Demi menjaga kualitas lulusan sekaligus memastikan keberlanjutan beasiswa, UT Makassar memberikan perhatian ekstra bagi mahasiswa yang capaian akademiknya masih di bawah target. Melalui pendekatan bimbingan belajar mandiri dan pendampingan terarah, para mahasiswa didorong untuk mendongkrak IPK mereka hingga mencapai target minimal 3,10 pada semester berikutnya. Langkah strategis ini diterapkan agar setiap mahasiswa dapat memperbaiki kinerja akademiknya secara bertahap dan terukur. Mahasiswa KIP-K Tembus Magang Industri dan Program Nasional Rasa tanggung jawab moral sebagai penerima bantuan pendidikan dari negara menjadi pemacu semangat tersendiri bagi para mahasiswa KIP-K UT Makassar. Dengan memaksimalkan potensi diri dan mengoptimalkan pola belajar mandiri, sejumlah mahasiswa sukses menorehkan prestasi membanggakan, baik di dunia kerja maupun dalam program skala nasional. Tiga mahasiswa penerima beasiswa KIP-K terpilih yang berhasil lolos Peluru.ut.ac.id seleksi program magang dan pengembangan kapasitas tersebut di antaranya: Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa dukungan beasiswa KIP-K, yang dipadukan dengan kemandirian belajar khas Universitas Terbuka, mampu melahirkan lulusan yang berprestasi, berdaya saing tinggi, serta siap berkontribusi di dunia industri.
REKRUTMEN KANDIDAT TUTOR TTM/TUWEB UT MAKASSAR

Universitas Terbuka (UT) Makassar membuka kesempatan bagi dosen/pengajar dan praktisi untuk menjadi Calon Tutor TTM (Tutorial Tatap Muka) / Tuweb (Tutorial Webinar) UT. Persyaratan yang harus dipenuhi: 1. Berpengalaman dalam Mengajar dan untuk Praktisi berpengalaman minimal 5 tahun dibidangnya 2. Berpendidikan minimal lulusan S2 Untuk semua program studi, lulusan minimal S2 dari PTN/PTS yang terakreditasi minimal B. Berkas yang wajib disiapkan : Pendaftaran dibuka melalui link : https://sl.ut.ac.id/rekrutmentutorutmks
Disporseni UT 2026: Tim Debat Bahasa Indonesia UT Makassar Tampil Tangguh Secara Daring

MAKASSAR – Duet tangguh Universitas Terbuka (UT) Makassar, Chelsea Awaluddin (Sosiologi) dan Muh. Taufan Hidayat (Pendidikan Bahasa Inggris), sukses menunjukkan performa memukau secara daring pada babak penyisihan Disporseni UT 2026 yang berlangsung 24–25 Juni 2026. Pada hari pertama, UT Makassar mengawali laga di posisi Opening Opposition (OO) pada Ronde 1 dengan meraih peringkat ke-3 (1 poin). Performa mereka melejit pada Ronde 2 sebagai Opening Government (OG) dengan menyabet peringkat ke-2 setelah mengungguli Universitas Syiah Kuala, UT Banjarmasin, dan UT Serang, sehingga menutup hari pertama dengan total 3 poin. Konsistensi berlanjut di hari kedua. Berada di posisi Closing Government (CG) pada Ronde 3, UT Makassar kembali mengamankan peringkat ke-2 setelah bersaing ketat dengan UNJ, UT Serang, dan Unimuda Sorong, menggenapkan torehan menjadi 5 poin. Perjuangan babak penyisihan ditutup lewat Ronde 4 (silent round) di posisi Closing Opposition (CO) melawan UT Bandung, UT Jakarta, dan UT Pangkal Pinang. Modal 5 poin di ronde-ronde awal ini menjadi bukti kualitas berpikir kritis mahasiswa UT Makassar, yang kini tengah menantikan pengumuman resmi silent round untuk melaju ke babak eliminasi berikutnya.
Dosen UT Makassar Latih Mahasiswa KIP-K Manajemen Manfaatkan AI Secara Bijak

Universitas Terbuka (UT) Makassar terus berupaya meningkatkan literasi dan kompetensi digital mahasiswa melalui pemanfaatan teknologi terkini. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengangkat tema pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) Program Studi Manajemen. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Tutorial UT Makassar pada Senin (2/6) tersebut dilaksanakan oleh tim dosen UT Makassar yang terdiri atas Drs. Jamil, M.Pd., Drs. Muin, M.Pd., dan Drs. Arifin Tahir, M.Pd. Kegiatan ini merupakan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat, yang bertujuan membekali mahasiswa dengan kemampuan memanfaatkan teknologi AI secara produktif dan bertanggung jawab. Dalam kegiatan tersebut, para dosen memberikan pemahaman mengenai peluang sekaligus tantangan penggunaan AI di dunia pendidikan. Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai manfaat AI, mulai dari personalisasi pembelajaran hingga pemanfaatannya sebagai asisten belajar interaktif yang dapat membantu memahami materi perkuliahan secara lebih efektif. Di sisi lain, peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai risiko yang dapat muncul akibat penggunaan AI secara tidak bijaksana, seperti ketergantungan terhadap jawaban instan yang berpotensi menurunkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis, serta ancaman pelanggaran integritas akademik berupa plagiarisme dan penyalahgunaan teknologi. Tim dosen menekankan bahwa kecerdasan buatan sejatinya merupakan instrumen inovatif yang dapat mendukung proses pembelajaran dan meningkatkan efisiensi pengelolaan pendidikan. Namun demikian, perkembangan teknologi yang sangat cepat menuntut adanya penerapan etika digital yang kuat agar pemanfaatan AI tetap sejalan dengan nilai-nilai akademik dan berorientasi pada pengembangan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada konsep tata kelola AI yang berpusat pada manusia (human-centered AI), termasuk pentingnya menjaga privasi data dan menjadikan teknologi sebagai sarana pendukung, bukan pengganti kemampuan berpikir serta kreativitas mahasiswa. Melalui kegiatan ini, UT Makassar berharap mahasiswa mampu memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab, sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus mempersiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi di era digital. “Pemanfaatan AI harus ditempatkan sebagai alat bantu yang mendukung proses belajar, bukan menggantikan peran manusia dalam berpikir kritis, berkreasi, dan menjaga integritas akademik. Dengan literasi digital yang baik, mahasiswa akan mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas diri dan daya saing di masa depan,” ujar tim dosen UT Makassar.(*)
Pendaftaran Mahasiswa Baru Pascasarjana Universitas Terbuka dimulai, Tes Masuk 7 Juni

Universitas Terbuka (UT) kembali membuka pendaftaran mahasiswa baru Sekolah Pascasarjana Program Magister (S2) Semester 2026/2027 Ganjil. Pendaftaran dibuka mulai 25 Februari hingga 29 April 2026 melalui laman admisi-sia.ut.ac.id. Program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dengan sistem pembelajaran jarak jauh yang fleksibel dan berkualitas. Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menegaskan bahwa UT terus berkomitmen memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif dan bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat. “Program Pascasarjana Universitas Terbuka dirancang untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi sumber daya manusia di tengah perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis. Dengan sistem pembelajaran yang fleksibel dan didukung teknologi digital, masyarakat dapat melanjutkan studi tanpa harus meninggalkan pekerjaan dan aktivitas profesionalnya,” ujar Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. Pendaftaran calon mahasiswa dilakukan secara daring sejak 25 Februari hingga 29 April 2026, disusul pembayaran admisi yang berlangsung hingga 4 Mei 2026. Sementara itu, tes masuk Program Magister dilaksanakan pada 7 Juni 2026 dan diikuti oleh 12 peserta dari berbagai latar belakang profesi. Hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada 24 Juni 2026. Setelah dinyatakan lulus, calon mahasiswa diwajibkan mengunggah kelengkapan berkas persyaratan pada periode 24 Juni–22 Juli 2026. Registrasi mata kuliah dibuka mulai 24 Juni hingga 8 Agustus 2026, sedangkan pembayaran uang kuliah berlangsung hingga 10 Agustus 2026. Pelaksanaan tes masuk Pascasarjana di UT Makassar turut dipantau oleh Direktur Universitas Terbuka Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., bersama Penanggung Jawab Pascasarjana UT Makassar, Dr. Syafruddin, M.Pd. Kehadiran keduanya mencerminkan komitmen UT Makassar dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui layanan pendidikan tinggi yang mudah diakses oleh masyarakat Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara. Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di Universitas Terbuka. “Kami mengajak para guru, aparatur sipil negara, praktisi, serta seluruh masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi akademik dan profesionalnya untuk bergabung bersama Program Pascasarjana Universitas Terbuka. Sistem pembelajaran yang fleksibel memungkinkan mahasiswa tetap dapat bekerja sambil menempuh pendidikan secara optimal,” ujar Prof. Abdul Rahman Rahim. Sementara itu, Penanggung Jawab Pascasarjana UT Makassar, Dr. Syafruddin, M.Pd., menegaskan kesiapan UT Makassar dalam memberikan layanan akademik dan administrasi yang prima bagi seluruh calon mahasiswa. “Program Pascasarjana Universitas Terbuka memberikan kesempatan yang luas bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan magister berkualitas. UT Makassar siap mendampingi dan memberikan layanan terbaik kepada calon mahasiswa sejak proses pendaftaran hingga perkuliahan berlangsung,” ungkap Dr. Syafruddin. Dengan sistem pembelajaran jarak jauh yang telah teruji serta didukung berbagai akreditasi dan standar mutu nasional maupun internasional, Universitas Terbuka terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi negeri yang membuka akses pendidikan tinggi bagi semua kalangan. Informasi lebih lanjut mengenai persyaratan, biaya pendidikan, dan katalog program studi dapat diakses melalui pasca.ut.ac.id atau ut.ac.id/katalog.***
Dosen Universitas Terbuka Berdayakan PKK Pangkep Melalui Pelatihan Bajabu Ikan Bandeng

Pangkep – Tim dosen Universitas Terbuka (UT) Makassar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) berupa pelatihan pembuatan Bajabu (abon) ikan bandeng beserta teknik pengemasannya bagi anggota PKK Desa Bowong Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah sehingga dapat mendukung peningkatan pendapatan keluarga. Kegiatan yang dilaksanakan pada 7 Juni 2026 tersebut dipimpin oleh Dra. Makkatenni, M.Pd. dengan anggota tim Dr. Jalil, S.Pi., M.P., Dra. Kusmaladewi, M.Pd., Andi Suci Anita, S.P., M.P., dan Risnashari, S.E., M.M. Pelaksanaan kegiatan dilakukan berdasarkan Surat Tugas dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Terbuka. Desa Bowong Cindea dipilih sebagai lokasi pengabdian karena merupakan kawasan pesisir yang sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petambak dan nelayan dengan komoditas utama ikan bandeng. Selama ini hasil panen umumnya dijual dalam bentuk segar sehingga nilai ekonominya masih terbatas. Melalui pelatihan ini, masyarakat diperkenalkan cara mengolah ikan bandeng menjadi bajabu atau abon yang memiliki daya simpan lebih lama serta nilai jual yang lebih tinggi. Ketua Tim Abdimas, Dra. Makkatenni, M.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis kepada anggota PKK. Selain mempelajari teknik pembuatan bajabu, peserta juga dibimbing mengenai pengemasan produk agar lebih menarik, higienis, dan siap dipasarkan. Program ini diharapkan mampu membuka peluang usaha rumah tangga berbasis potensi lokal. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi melalui ceramah dan diskusi interaktif, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi serta praktik langsung mengolah ikan bandeng menjadi bajabu. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari proses pengolahan, penirisan, pencampuran bumbu, hingga teknik pengemasan produk. Dokumentasi kegiatan menunjukkan keterlibatan aktif peserta dalam sesi praktik bersama tim dosen Universitas Terbuka. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Bowong Cindea dan Tim Penggerak PKK Desa yang berperan dalam mengoordinasikan kehadiran peserta. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan program pengabdian ini. Melalui program pengabdian ini, Universitas Terbuka Makassar menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata, tetapi berkembang menjadi usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta mendorong lahirnya produk olahan perikanan unggulan dari Desa Bowong Cindea.
Bangun Jiwa Pemimpin, UT Makassar Bekali Mahasiswa dengan Leadership dan Semangat Berorganisasi

Makassar — Universitas Terbuka (UT) Makassar terus mendorong pengembangan potensi mahasiswa tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga melalui penguatan kapasitas kepemimpinan dan kemampuan berorganisasi. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi Mahasiswa UT Makassar yang dilaksanakan selama dua hari dengan rangkaian kegiatan berupa pemberian materi, sharing session, serta bina akrab. Kegiatan LDK menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh tentang kepemimpinan, tanggung jawab dalam organisasi, komunikasi, kerja tim, serta tata kelola keorganisasian. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki bekal yang lebih kuat untuk berkontribusi aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dan organisasi mahasiswa di lingkungan UT Makassar. Hari Pertama: Membentuk Pola Pikir dan Karakter Pemimpin Hari pertama LDK dilaksanakan di UT Makassar dengan agenda utama pemberian materi kepemimpinan dan keorganisasian. Sejumlah narasumber dengan kompetensi di bidangnya hadir memberikan wawasan dan pengalaman kepada para peserta. Materi pertama, *Leadership Mindset, disampaikan oleh *Indah Arifah Febriani, S.S., M.Ikom. Materi ini mengajak mahasiswa memahami bahwa kepemimpinan tidak sekadar berkaitan dengan posisi atau jabatan dalam organisasi, tetapi lebih jauh tentang pola pikir, sikap, kemampuan mengambil keputusan, serta keberanian untuk bertanggung jawab terhadap pilihan yang diambil. Selanjutnya, Ismail Shaleh Ruslin, S.Ap., M.Tr.Ap. memberikan materi mengenai Tanggung Jawab Berorganisasi. Peserta diajak memahami pentingnya komitmen, integritas, kedisiplinan, serta tanggung jawab sebagai bagian dari sebuah organisasi. Organisasi tidak hanya menjadi wadah untuk berkegiatan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter dan proses belajar bekerja bersama untuk mencapai tujuan. Materi berikutnya, *Komunikasi & Kerja Tim, disampaikan oleh *Irsan Saputra, S.Kom., S.Ikom., M.Ikom. Dalam sesi ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya komunikasi yang efektif dalam membangun hubungan kerja yang sehat. Kemampuan berkomunikasi dan bekerja dalam tim menjadi salah satu fondasi penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dinamika organisasi maupun kehidupan profesional di masa mendatang. Sementara itu, materi Keorganisasian disampaikan oleh A. Muh. Rifky Nugraha. Materi tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai bagaimana organisasi berjalan, pembagian peran, koordinasi, serta pentingnya membangun budaya organisasi yang mampu mendukung pencapaian tujuan bersama. Rangkaian materi pada hari pertama dirancang tidak hanya sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai proses membangun kesadaran mahasiswa bahwa kepemimpinan dapat dimulai dari hal-hal sederhana: mampu mengenali potensi diri, berkomunikasi dengan baik, menghargai orang lain, mengambil peran, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diemban. Hari Kedua: Perkuat Solidaritas melalui Sharing Session dan Bina Akrab Memasuki hari kedua, kegiatan LDK berlanjut di Pantai Tanjung Bunga melalui agenda sharing session bersama Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) UT Makassar dan Bina Akrab. Berbeda dengan sesi sebelumnya yang berfokus pada penguatan pengetahuan dan wawasan kepemimpinan, kegiatan hari kedua dikemas lebih interaktif dan kekeluargaan. Sharing session menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk bertukar pengalaman, mengenal lebih dekat dinamika ORMAWA, serta mendapatkan gambaran mengenai pengalaman berorganisasi di lingkungan UT Makassar. Melalui interaksi tersebut, peserta dapat belajar dari pengalaman mahasiswa yang telah lebih dahulu aktif dalam organisasi. Berbagai pengalaman, tantangan, maupun pembelajaran selama menjalankan kegiatan kemahasiswaan menjadi bagian penting dalam memperkaya wawasan peserta LDK. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Bina Akrab yang menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarmahasiswa. Suasana yang lebih santai dan penuh kebersamaan memberikan ruang bagi peserta untuk saling mengenal, membangun komunikasi, serta menumbuhkan rasa solidaritas sebagai bagian dari keluarga besar mahasiswa UT Makassar. Mencetak Mahasiswa yang Aktif, Kolaboratif, dan Berkarakter Pelaksanaan LDK selama dua hari tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pengembangan kapasitas mahasiswa UT Makassar. Kepemimpinan yang dibangun melalui kegiatan ini tidak hanya diarahkan pada kemampuan memimpin orang lain, tetapi juga kemampuan memimpin diri sendiri, bekerja sama, berkomunikasi, serta mengambil tanggung jawab dalam setiap peran yang dijalankan. Melalui perpaduan antara pembekalan materi dan pengalaman langsung dalam kegiatan sharing session serta bina akrab, mahasiswa mendapatkan pengalaman yang lebih utuh mengenai dunia organisasi. Mereka tidak hanya belajar tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin, tetapi juga memahami bahwa kepemimpinan membutuhkan komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, dan kemampuan membangun hubungan yang positif dengan orang lain. Kegiatan LDK diharapkan dapat melahirkan mahasiswa UT Makassar yang semakin percaya diri, berintegritas, komunikatif, mampu bekerja dalam tim, serta siap mengambil peran dalam berbagai aktivitas kemahasiswaan. Pada akhirnya, LDK bukan sekadar kegiatan pelatihan, melainkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk menemukan dan mengembangkan potensi kepemimpinannya. Dari ruang belajar di UT Makassar hingga kebersamaan di Pantai Tanjung Bunga, mahasiswa dibekali pengalaman untuk tumbuh menjadi generasi yang mampu berkolaborasi, berorganisasi, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan kampus maupun masyarakat.
UT MAKASSAR DORONG KEBANGKITAN USAHA PERIKANAN DESA LAWALLU, KELOMPOK KINAN MERAH PUTIH TERIMA BANTUAN PERALATAN PRODUKSI

Barru, 6 Juni 2026 – Komitmen perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat kembali diwujudkan oleh Universitas Terbuka (UT) Makassar melalui program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan pada Kelompok Hasil Perikanan “Kinan Merah Putih” di Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan pengabdian yang mengusung tema “Inovasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan untuk Meningkatkan Daya Saing dan Akses Pasar” ini dipimpin oleh Ketua Tim Pengabdian, *Andi Suci Anita, S.P., M.P., dengan anggota *Dra. Makkatenni, M.Pd. dan Risnashari, S.E., M.M. Kunjungan tim pengabdian disambut hangat oleh Pemerintah Desa Lawallu dan berbagai pihak yang selama ini mendampingi pelaku usaha perikanan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Lawallu, *Raswady, S.I.Pem., serta Penyuluh Dinas Perikanan Kabupaten Barru, *Sukmawati dan Irma Musfitasari. Dalam kegiatan tersebut, Tim Pengabdian Universitas Terbuka Makassar menyerahkan sejumlah bantuan peralatan produksi yang dibutuhkan oleh Kelompok Kinan Merah Putih untuk meningkatkan kapasitas usaha pengolahan hasil perikanan. Bantuan yang diberikan meliputi freezer, spinner peniris minyak, blender, kompor satu tungku beserta regulator, serta berbagai peralatan memasak lainnya. Penyerahan bantuan ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Barang oleh Ketua Tim Pengabdian, Andi Suci Anita, S.P., M.P., dan Ketua Kelompok Kinan Merah Putih, *Yuli Sukardi. Total nilai bantuan yang diserahkan mencapai *Rp7.457.500. Kepala Desa Lawallu, Raswady, S.I.Pem., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Universitas Terbuka Makassar yang telah memilih kelompok usaha pengolahan hasil perikanan di Desa Lawallu sebagai mitra pengabdian. “Kami sangat berterima kasih kepada Universitas Terbuka Makassar. Bantuan ini sangat berarti bagi kelompok usaha pengolahan hasil perikanan yang ada di desa kami. Semoga peralatan yang diberikan dapat meningkatkan produktivitas kelompok dan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya. Menurut Ketua Tim Pengabdian, Andi Suci Anita, program ini lahir dari hasil identifikasi kebutuhan mitra yang selama ini mengalami berbagai keterbatasan dalam proses produksi. Kelompok Kinan Merah Putih masih menggunakan peralatan lama yang merupakan peninggalan kelompok terdahulu. Sebagian peralatan bahkan sudah mengalami kerusakan akibat usia pemakaian yang cukup lama, sementara beberapa alat produksi lainnya masih harus dipinjam dari anggota kelompok. “Kami melihat semangat yang luar biasa dari kelompok Kinan Merah Putih untuk terus bertahan dan berkembang meskipun dengan keterbatasan sarana produksi. Berangkat dari kondisi tersebut, tim menyusun proposal pengabdian kepada Universitas Terbuka agar kelompok ini dapat memperoleh dukungan peralatan yang lebih memadai,” jelas Andi Suci Anita. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa bantuan peralatan hanyalah langkah awal dalam upaya penguatan kelompok. Melalui program pengabdian ini, tim juga memberikan pendampingan terkait inovasi produk, peningkatan kualitas hasil olahan, strategi pemasaran, serta pengembangan akses pasar yang lebih luas. Sementara itu, Ketua Kelompok Kinan Merah Putih, Yuli Sukardi, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh Universitas Terbuka Makassar. Menurutnya, bantuan tersebut akan sangat membantu kelompok dalam meningkatkan kapasitas produksi dan menjaga kualitas produk olahan hasil perikanan yang selama ini menjadi sumber penghasilan anggota kelompok. “Kami merasa terbantu dan termotivasi untuk lebih maju. Peralatan yang diberikan akan kami manfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan produksi dan mengembangkan usaha kelompok,” katanya. Melalui program pengabdian ini, Universitas Terbuka Makassar berharap kelompok usaha pengolahan hasil perikanan Kinan Merah Putih dapat menjadi contoh pengembangan usaha berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan daya saing produk perikanan, memperluas akses pasar, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Desa Lawallu.
Baru Tiga Pekan Dibuka, Pendaftar UT Makassar Tembus 2.217 Calon Mahasiswa

Universitas Terbuka Makassar mencatat antusiasme masyarakat yang tinggi pada pembukaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 (Ganjil). Dalam tiga pekan pertama sejak dibuka pada 4 Mei 2026, jumlah calon mahasiswa baru yang telah melakukan admisi atau pembuatan akun tercatat sebanyak 2.217 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.319 calon mahasiswa telah menyelesaikan proses pembayaran admisi sebagai tahap lanjutan pendaftaran mahasiswa baru. Pendaftaran mahasiswa baru UT Makassar sendiri masih akan berlangsung hingga 22 Juli 2026. Universitas Terbuka Makassar mengajak masyarakat untuk segera memanfaatkan kesempatan tersebut guna melanjutkan pendidikan tinggi di perguruan tinggi negeri yang fleksibel dan berkualitas. Direktur Universitas Terbuka Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., menyampaikan bahwa capaian pada awal masa pendaftaran ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh yang diterapkan Universitas Terbuka. “Dalam tiga minggu pertama pembukaan pendaftaran, jumlah admisi telah mencapai 2.217 calon mahasiswa. Ini menjadi indikator positif bahwa masyarakat semakin percaya terhadap kualitas layanan pendidikan Universitas Terbuka yang dapat diakses secara fleksibel oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, fleksibilitas sistem pembelajaran menjadi salah satu faktor utama meningkatnya minat masyarakat untuk melanjutkan studi di Universitas Terbuka. Mahasiswa dapat mengikuti proses pembelajaran tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun aktivitas lainnya. Selain itu, UT Makassar juga terus memperluas akses layanan pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital dan penguatan layanan di berbagai daerah melalui Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT). Sebagai perguruan tinggi negeri berbasis pembelajaran terbuka dan jarak jauh, Universitas Terbuka membuka kesempatan bagi berbagai kalangan, mulai dari lulusan SMA/sederajat, pekerja, aparatur sipil negara, tenaga profesional, hingga masyarakat di wilayah terpencil untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas. Saat ini, seluruh program studi di Universitas Terbuka telah terakreditasi BAN-PT dan didukung sistem pembelajaran digital yang memungkinkan mahasiswa belajar kapan saja dan di mana saja. Masyarakat yang ingin mendaftar dapat mengakses laman resmi Universitas Terbuka atau melalui portal admisi di Admisi UT. Informasi terkait layanan dan kegiatan UT Makassar juga dapat diikuti melalui akun Instagram resmi UT Makassar.(*)