UT Makassar Kembali Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Mulai 4 Mei 2026

Universitas Terbuka Makassar kembali membuka penerimaan mahasiswa baru mulai 4 Mei 2026. Momentum ini disampaikan dalam rangkaian hari kedua wisuda Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Convention Hall UT Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Minggu 3 mei 2026. Sebagai perguruan tinggi yang mengusung sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, Universitas Terbuka berkomitmen menghadirkan akses pendidikan yang inklusif, fleksibel, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang melalui pendidikan. “Kami percaya bahwa setiap individu memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya. Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., menyampaikan bahwa sistem pembelajaran di UT dirancang fleksibel melalui moda pendidikan jarak jauh, sehingga dapat menjangkau mahasiswa di berbagai daerah. “Komitmen kami adalah memastikan bahan ajar sudah diterima mahasiswa sebelum proses pembelajaran dimulai, sehingga kualitas pendidikan tetap terjaga,” jelasnya. UT Makassar juga mencatat peningkatan jumlah mahasiswa hingga 100 persen, didukung oleh 403 bahan ajar serta sentra layanan yang tersebar di Sulawesi Selatan. Selain itu, capaian mahasiswa UT Makassar turut membanggakan, di antaranya berhasil meraih juara 1 dalam konten kreator Akademi Smartfren serta juara 1 pada kejuaraan pencak silat. Pada wisuda periode ini, UT Makassar meluluskan sebanyak 744 mahasiswa dari empat fakultas dan Sekolah Pascasarjana. Para wisudawan berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Ambon, Majene, Jayapura, dan Manado. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Kabupaten Wajo Dr. Akmal, perwakilan Pemerintah Kota Makassar, perwakilan Bupati Gowa, Regional CEO Bank Mandiri Ahmad Rifki, perwakilan PT Pos Indonesia, serta perwakilan Bank BNI. Dengan dibukanya kembali penerimaan mahasiswa baru, UT Makassar berharap dapat terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat serta mencetak lulusan yang mandiri, unggul, dan berdaya saing global.***
Anak Muda Wajib Tahu! UT Makassar Dorong Lahirnya Entrepreneur Baru di Indonesia Timur

Universitas Terbuka (UT) Makassar terus mendorong lahirnya generasi muda yang berjiwa wirausaha melalui Seminar Akademik Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar Jumat 1 mei 2026. Mengusung tema “Entrepreneurship Pemuda Mendorong Kebangkitan Ekonomi Regional dan Nasional”, kegiatan ini berlangsung di Convention Hall UT Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, dengan diikuti ratusan mahasiswa. Direktur UT Makassar, Prof Dr Abdul Rahman Rahim, SE MM, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya membangun mental entrepreneur di kalangan mahasiswa. “Mahasiswa hari ini tidak hanya dituntut siap kerja, tetapi juga harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya. Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif, di antaranya Wakil Rektor IV Unhas Prof Dr Eng Ir Adi Maulana ST, M.Phil, perwakilan Bank Indonesia Sulsel Anwardin, serta alumni UT Makassar sekaligus pengusaha sukses, Rachmat Al Muarrif. —–Indonesia Timur Jadi Harapan Ekonomi Dalam pemaparannya, Prof Adi Maulana menekankan bahwa Indonesia Timur memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. “Masa depan Indonesia ada di Indonesia Timur. Sekitar 60 persen bahan baku baterai dunia berasal dari wilayah ini,” ungkapnya. Ia juga menyoroti fenomena banyaknya lulusan perguruan tinggi yang belum terserap dunia kerja, sehingga perlu adanya perubahan pola pikir. “Jangan hanya berharap jadi pegawai. Kita harus berani menjadi entrepreneur,” tegasnya. Menurutnya, Universitas Hasanuddin sendiri setiap tahun meluluskan 7.000 hingga 9.000 sarjana, dengan sekitar 70 persen terserap dunia kerja. —Kisah Nyata Jadi Inspirasi Sementara itu, Rachmat Al Muarrif membagikan kisah inspiratifnya membangun usaha dari nol. Ia mengaku memulai bisnis dari dapur sederhana dengan modal sekitar Rp1 juta. “Sekarang sudah ada 28 titik usaha di Sulawesi Selatan. Semua berawal dari keberanian memulai,” katanya. Ia menekankan pentingnya konsistensi dan disiplin dalam berbisnis. “Bisnis jalan, owner jalan-jalan itu bahaya. Kita harus fokus dan memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain,” jelasnya. —BI Dorong UMKM Naik Kelas Anwardin dari Bank Indonesia Sulsel turut memaparkan peran strategis UMKM sebagai penopang ekonomi nasional. Ia menjelaskan program Rewako (Resilient, World Class, Agile, Knowledgeable) yang dirancang untuk membantu UMKM berkembang dan berdaya saing. “Saat ini ada 152 UMKM Rewako binaan BI Sulsel, mulai dari sektor pertanian, fashion, hingga makanan dan minuman,” ujarnya. Bank Indonesia, lanjutnya, terus mendorong anak muda untuk terjun ke dunia usaha melalui berbagai program pembinaan dan fasilitasi ekspor. —-Perkuat Kolaborasi Dalam rangkaian kegiatan, juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara UT Makassar dengan Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar (UNM), serta MoU dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat ekosistem pendidikan dan kewirausahaan di Indonesia Timur. Melalui seminar ini, UT Makassar berharap mampu mencetak generasi muda yang inovatif, mandiri, dan siap menjadi motor penggerak ekonomi daerah hingga nasional.***
Owner Browcyl Bawakan Materi pada Seminar Akademik di UT Makassar

Memulai binis tidak harus dengan modal besar. Pendiri, penggagas dan pengelola Browcyl, Rachmat Almu Arrif SM menyampaikan bisnis Browcylnya yang telah berkembang saat ini, dibangun dengan modal Rp1,2 juta Setelah berjalan 14 tahun, saat ini ini bahkan ia bisa mengembangkan bisnisnya ke lini lain. Hal itu disampaikan Rachmat saat menjadi pemateri di Seminar Akadmik yang dilaksanakan Universitas Terbuka Makassar, Jumat (1/5/26). “Saat itu usia saya 20 tahun dengan modal 1,2 juta. Itu saya pakai beli mixer, malamnya dibikin ibu, siangnya saya yang jual,” kata Owner Browcyl ini. Rachmat membuktikan bahwa modal dalam memulai bisnis tidak semata adalah uang. “Uang bukan semata-mata, keinginan kuat, memanfaatkan networking mesti dilakukan,” katanya memberi motivasi. Sebagai alumni UT, dia menyampaikan hal itu bisa ditiru semua mahasiswa UT Makassar. Wakil Rektor IV Unhas, Prof Dr Eng Ir Adi Maulana ST MPhil juga tampil sebagai pembicara. Sebagai komisaris di 12 perusahaan milik Unhas, ia menyampaikan pentingnya mendorong jiwa entrepreneurship termasuk dari kalangan kampus “Rasio pengusaha kita masih sangat kecil dibanding dengan negara maju. Kita tau caranya, sisa bagaimana masuk mengaplikasikan,” kata Adi Maulana. Ia secara terbuka juga menyampaikan bila kampusnya, juga belajar pada UT pada sistem kerja secara online saat ini. “Terutama pada konspe WFH. Sekarang kami sisa 4 hari kerja, selebihnya WFH yang saya tau di UT ini sudah lama enerapkan,” katanya. Tampil juga sebagai pembicara adalah Anwardin Arjunaid sebagai Konsultan UMKM Bank Indonesia (BI). Di sela kegiatan Seminar Pendidikan, Direktur UT Makassar, Prof Dr Abd Rahman Rahim SE MM juga menandatangani MoU dengan Dekan FMIPA UNM, Prof Drs Suwardi Annas MSi PhD terkait banyak hal salah satunya kerja sama penelitian, pengabdian pada masyarakat. (*)
Prof Rahman Rahim Perkenalkan Keunggulan Sistem Kuliah Fleksibel UT Makassar

Universitas Terbuka Makassar menggelar konferensi pers menjelang pelaksanaan Wisuda Daerah Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 2–3 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas. Dalam kesempatan tersebut, Direktur UT Makassar Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim memaparkan sejumlah poin strategis, mulai dari pelaksanaan wisuda hingga keunggulan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh yang diterapkan. “Wisuda daerah ini sebagai bentuk nyata pemerataan akses pendidikan, sehingga mahasiswa dari berbagai wilayah tetap dapat mengikuti prosesi akademik tanpa harus ke pusat.” ujarnya. UT Makassar menegaskan bahwa sistem pembelajaran yang fleksibel dan berbasis digital menjadi solusi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu dan lokasi, termasuk pekerja maupun warga di daerah terpencil. Data yang disampaikan menunjukkan jumlah wisudawan tahun ini mengalami peningkatan dengan sebaran dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Hal ini mencerminkan meningkatnya minat dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan yang ditawarkan. Selain itu, UT Makassar juga mengumumkan pembukaan pendaftaran mahasiswa baru mulai 4 Mei 2026. Proses registrasi dirancang semakin mudah dengan dukungan akses informasi yang lebih luas, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan peluang melanjutkan pendidikan tinggi secara fleksibel. Melalui kegiatan ini, UT Makassar berharap dapat meningkatkan literasi masyarakat terhadap pendidikan terbuka sekaligus mendorong partisipasi dalam pengembangan sumber daya manusia yang unggul.(*)
Gelar PkM, Dosen UT Makassar Latih Guru SD di Maros Gunakan Quizizz untuk Matematika

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pelatihan penggunaan aplikasi Quizizz untuk pembelajaran matematika tingkat sekolah dasar di Kabupaten Maros, Minggu (26/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi siswa. Pelatihan menyasar guru dan siswa SD sebagai upaya mendorong inovasi dalam proses belajar mengajar. Tim pelaksana dipimpin oleh Husnaeni dari Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UT, bersama sejumlah dosen lintas program studi yang turut berkontribusi dalam kegiatan tersebut. Dalam pelatihan, peserta diperkenalkan pada fitur-fitur Quizizz, mulai dari pembuatan kuis interaktif, pengelolaan kelas digital, hingga evaluasi pembelajaran yang lebih praktis. Kegiatan juga dilengkapi dengan praktik langsung agar peserta dapat memahami penggunaan aplikasi secara menyeluruh. Menurut Husnaeni, pemanfaatan teknologi menjadi strategi penting untuk meningkatkan minat belajar siswa, terutama dalam mata pelajaran matematika. Ia menilai Quizizz mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan partisipatif. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, khususnya saat sesi praktik dan diskusi interaktif. Hal ini menunjukkan tingginya minat guru terhadap pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UT Makassar dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah.(*)
Dari yang Dianggap “Gaib”, Mahasiswa UT Makassar Justru Bongkar Akar Cyberbullying

Saat ruang digital ramai membahas dampak cyberbullying, tiga mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Makassar memilih masuk lebih dalam ke akarnya. Bukan di media sosial, melainkan di ruang kelas taman kanak-kanak, tempat kata-kata pertama kali membentuk cara seseorang berkomunikasi. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Kewirausahaan tahun 2026, tim yang diketuai Aulia (PGPAUD-S1), bersama Ika Putri (PGPAUD-S1) dan Riska (Ilmu Hukum-S1), mengangkat program “Pengembangan buku cerita berbasis pendidikan karakter untuk menekan agresif verbal anak di TK Istiqamah sebagai upaya preventif cyberbullying.” Langkah ini mungkin tampak sederhana. Namun justru di situlah letak ketegasannya. Di tengah banyaknya pendekatan yang fokus pada penanganan di hilir, mulai dari regulasi, kampanye digital, hingga penindakan, tim ini memilih menyentuh bagian yang sering terlewat: agresif verbal pada anak usia dini. Sesuatu yang kerap dianggap sepele, padahal perlahan membentuk pola komunikasi yang berpotensi terbawa hingga ke ruang digital. Ketua tim, Aulia, yang juga merupakan member divisi keilmuan Ormawa UT Makassar, menjelaskan bahwa gagasan ini lahir dari pengalaman langsung mereka sebagai pendidik. “Maraknya kasus cyberbullying menjadi perhatian kami. Sebagai guru TK, kami sering melihat dan mendengar anak-anak melakukan agresif verbal. Sementara ke depan, mereka pasti akan menjadi pengguna media sosial,” ujarnya. Ia menambahkan, jika perilaku tersebut tidak diarahkan sejak dini, maka risiko yang muncul di masa depan akan semakin kompleks. “Kalau agresif verbal ini tidak diredam, kami khawatir akan berkembang menjadi cyberbullying. Karena itu kami memilih buku cerita sebagai media, karena sangat dekat dengan anak-anak dan mereka cenderung meniru,” lanjutnya. Pendekatan melalui buku cerita menjadi pilihan yang relevan, bukan karena paling modern, tetapi karena paling dekat dengan cara anak belajar: melihat, mendengar, lalu meniru. Pandangan tersebut kembali ditegaskan oleh Aulia yang menyoroti pentingnya intervensi sejak usia dini sebagai langkah preventif yang sering kali terabaikan. “Sering kali kita menganggap ini hal biasa pada anak-anak. Padahal, jika tidak diarahkan, pola ini bisa terbawa hingga mereka memasuki ruang digital,” jelasnya. Di sisi lain, capaian ini juga membawa pesan yang lebih luas. Di tengah stigma “mahasiswa gaib” yang kerap disematkan pada mahasiswa UT, realitas ini justru menunjukkan hal sebaliknya. Bahwa yang tidak selalu terlihat bukan berarti tidak bekerja, melainkan sedang bergerak dengan cara yang berbeda. Ketua Ormawa UT Makassar, Ade Islamiah Mahsar Kahil, turut menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. “Alhamdulillah, ini menjadi kebanggaan tersendiri. Akhirnya ada perwakilan dari UT Makassar yang lolos dalam program yang difasilitasi oleh LPPM UT. Lebih membahagiakan lagi karena ketua tim berasal dari Ormawa UT Makassar,” ujarnya. Ia menilai capaian ini tidak hanya berhenti sebagai prestasi, tetapi juga menjadi dorongan bagi mahasiswa lain untuk mulai melangkah. “Ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman mahasiswa lainnya. Kampus sudah membuka banyak ruang pengembangan, tinggal bagaimana kita berani melangkah dan terus bertumbuh,” tambahnya. Ia pun berharap program ini dapat berjalan hingga memberikan dampak nyata. “Semoga PKM ini berjalan lancar hingga selesai dan bisa memberikan manfaat, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat,” tutupnya. Pada akhirnya, apa yang dilakukan tim ini mungkin tidak hadir dengan sorotan besar. Tidak pula dibungkus dengan gebrakan yang riuh. Namun dari langkah yang tenang itu, satu hal menjadi jelas. Cyberbullying tidak lahir begitu saja di ruang digital. Ia tumbuh dari kebiasaan kecil yang dibiarkan, dari kata-kata yang dianggap biasa, dan dari pola yang tidak pernah benar-benar diarahkan. Dan kali ini, dari yang sering dianggap “tak terlihat”, justru muncul upaya untuk menyentuh akar, tempat perubahan seharusnya dimulai.
Bukan Sekadar Kuliah Online: Satu Jam yang Ubah Cara Pandang soal Mahasiswa UT—Malam Ini di RRI

Organisasi Mahasiswa Universitas Terbuka (Ormawa UT) Makassar akan mengisi siaran langsung di Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 4 Makassar malam ini, Kamis (23/4/2026), pukul 19.00–20.00 WITA. Diskusi bertema “Dari Online ke Aksi Nyata: Peran Organisasi Mahasiswa UT di Masyarakat” ini dapat diakses oleh mahasiswa dan masyarakat luas melalui radio 92,5 FM, aplikasi RRI Digital, serta kanal YouTube RRI Makassar. Dalam siaran tersebut, Ketua Umum Ormawa UT Makassar, Ade Islamiah Mahsar Kahil, bersama Sekretaris Umum, Fitriani Ismail, akan membahas bagaimana mahasiswa Universitas Terbuka mampu bertransformasi dari aktivitas digital menuju aksi nyata yang berdampak di tengah masyarakat. Ajakan turut disampaikan langsung oleh Ade kepada seluruh mahasiswa dan masyarakat. “Hari ini teman-teman mahasiswa, khususnya teman-teman Ormawa, serta masyarakat, jangan lupa dengarkan kami di RRI. Bisa diakses melalui aplikasi RRI Digital, radio 92,5 FM, dan juga YouTube, pukul 19.00–20.00 WITA,” ujarnya melalui grup WhatsApp Ormawa UT Makassar. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Terbuka tidak hanya aktif dalam sistem pembelajaran jarak jauh, tetapi juga mampu hadir sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Ormawa UT Makassar berharap siaran ini dapat membuka wawasan, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat umum, serta mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan sekitar.
Jalan Sehat “Anti Mager” Universitas Terbuka Meriah di Lapangan Kecamatan Tomoni

Luwu Timur , Luwurayapos.com – Universitas Terbuka menggelar kegiatan Jalan Sehat Anti Mager yang berlangsung di Lapangan Kecamatan Tomoni, kabupaten Luwu Timur Minggu (19/4/2026) mulai pukul 06.30 WITA hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum. Acara ini bertujuan untuk mendorong gaya hidup sehat serta mengurangi kebiasaan kurang bergerak (sedentari) di tengah masyarakat. Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran kegiatan, tim medis dari Puskesmas Tomoni turut disiagakan (standby) di lokasi kegiatan untuk memastikan kesiapan penanganan kesehatan apabila dibutuhkan selama acara berlangsung. Panitia juga menyiapkan baju gratis bagi 200 pendaftar pertama, yang menjadi daya tarik tersendiri dan meningkatkan antusiasme peserta untuk melakukan registrasi lebih awal. Selain itu, berbagai doorprize menarik juga disediakan, termasuk kupon hadiah bagi peserta yang hadir lebih awal. Sejumlah peserta menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Rina, salah satu mahasiswa peserta, mengaku sangat antusias. “Saya senang sekali ikut jalan sehat ini, selain olahraga juga bisa kumpul bersama teman-teman. Apalagi ada baju gratis dan doorprize, jadi makin semangat datang pagi,” ujarnya. Peserta lainnya, Bapak Hasan, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat. “Kegiatan seperti ini bagus untuk kesehatan masyarakat. Kita jadi lebih peduli kesehatan dan bisa olahraga bersama keluarga,” katanya. Sementara itu, Siti, pelajar yang ikut berpartisipasi, berharap kegiatan serupa terus berlanjut. “Seru sekali, banyak teman baru dan suasananya ramai. Semoga sering diadakan kegiatan seperti ini,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka berharap dapat terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.
Semarak Funwalk Anti Mager UT di Pinrang Padukan Olahraga dan Edukasi

Semangat hidup sehat berpadu dengan geliat edukasi dalam kegiatan “Funwalk Anti Mager” yang digelar oleh Universitas Terbuka Makassar serta Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Kabupaten Pinrang, Minggu (19/4). Sekitar 300 peserta yang terdiri dari pelajar SMA/SMK dan masyarakat umum turut ambil bagian, memadati rute sepanjang 3,5 kilometer hingga garis finis. Kegiatan berlangsung meriah sejak pagi hari. Peserta berjalan santai dengan penuh semangat, diiringi penampilan energik drum band dari SMAN 1 Pinrang yang semakin menyemarakkan suasana. Setibanya di garis finis, peserta disuguhi hiburan live music serta pengundian doorprize. Sebanyak 31 item hadiah menarik dibagikan kepada peserta yang beruntung, menambah keceriaan kegiatan. Partisipasi datang dari berbagai kalangan, mulai dari siswa SMA/SMK, mahasiswa, alumni Universitas Terbuka, hingga masyarakat umum. Sejumlah sekolah di Kabupaten Pinrang turut ambil bagian, di antaranya SMAN 1, SMAN 6, SMAN 7, SMAN 11, SMKN 2, SMKN 3, SMKN 4, SMKN 8, SMK Baramuli, serta MAN Pinrang. Kegiatan ini juga dihadiri peserta lintas daerah, termasuk dari Tana Toraja, Sidrap, Enrekang, dan Kota Parepare. Dalam sambutannya yang diwakili oleh Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Pinrang, Hasrijal, S.Pd., M.Pd., disampaikan apresiasi terhadap kontribusi Universitas Terbuka dalam pengembangan sumber daya manusia di daerah. Ia menegaskan bahwa banyak alumni UT, khususnya dari program studi PGSD, PGPAUD, dan Ilmu Perpustakaan, telah menunjukkan kinerja yang baik di dunia pendidikan. Sementara itu, Penanggung Jawab Wilayah Layanan Mahasiswa Kabupaten Pinrang, Drs. Jamil, M.Pd., yang mewakili Direktur UT Makassar, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah atas dukungan yang diberikan. Ia menekankan bahwa sinergi antara Universitas Terbuka dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam percepatan pembangunan SDM di wilayah Pinrang. Dalam tanggapannya, Drs. Jamil, M.Pd. juga menilai kegiatan ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi menjadi sarana strategis untuk mendekatkan akses pendidikan tinggi kepada masyarakat. “Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan bisa hadir di tengah masyarakat dengan cara yang lebih santai, inklusif, dan menyenangkan. Antusiasme peserta hari ini menjadi bukti bahwa minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan masih sangat tinggi,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa Universitas Terbuka terus berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang fleksibel dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah-daerah. Momentum funwalk ini juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi pendidikan. Tim SALUT Pinrang yang dipimpin oleh Jiehan Bodur активно membagikan brosur dan memberikan informasi seputar program studi yang tersedia. Respons masyarakat pun cukup positif, dengan sejumlah peserta menyatakan minat untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Terbuka, khususnya pada program studi PGSD, PGPAUD, Hukum, dan Manajemen. Sebagai perguruan tinggi negeri berbasis pembelajaran terbuka dan jarak jauh, Universitas Terbuka memiliki empat fakultas utama, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), serta Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP). Selain itu, tersedia pula program Pascasarjana hingga jenjang doktor. Dengan sistem belajar yang fleksibel dan kualitas yang terjamin, Universitas Terbuka terus hadir sebagai solusi pendidikan tinggi bagi masyarakat luas tanpa batasan usia, waktu, maupun lokasi. Untuk informasi lebih lanjut terkait pendaftaran, masyarakat dapat mengunjungi SALUT Pinrang atau mengakses laman resmi Universitas Terbuka di www.ut.ac.id.(*)
Mahasiswa UT Makassar Raih Juara 1 Tafsir Bahasa Inggris di MTQ XXXIV Sulsel

Muhammad Ihsan Mubarok, mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Makassar, berhasil meraih predikat juara 1 dalam Lomba Tafsir Bahasa Inggris (Putra) di Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dilaksanakan di Kabupaten Maros pada 10-18 April 2026. Prestasi ini merupakan bukti kemampuan dan dedikasi Ihsan dalam menguasai Al-Qur’an dan bahasa Inggris. Lomba Tafsir Bahasa Inggris adalah salah satu cabang lomba yang paling bergengsi di MTQ, dan Ihsan berhasil mengungguli peserta lainnya untuk meraih gelar juara. MTQ XXXIV Sulsel diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, dan Ihsan menjadi salah satu wakil UT Makassar yang berhasil membawa pulang prestasi. Kemenangan Ihsan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UT Makassar lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama almamater.