Momentum Harkitnas 2026, UT Makassar Ajak Civitas Akademika Bijak Bermedia Digital

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026, Rabu (20/5/2026), di Halaman Gedung Lantai 4 UT Makassar. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pejabat dan pegawai UT Makassar. Bertindak selaku pembina upacara, Direktur UT Makassar Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dengan tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa Hari Kebangkitan Nasional merupakan momentum untuk merefleksikan kembali semangat persatuan dan perjuangan intelektual bangsa yang dimulai sejak lahirnya Boedi Oetomo pada tahun 1908. Di tengah perkembangan zaman, tantangan bangsa kini tidak hanya berkaitan dengan kedaulatan wilayah, tetapi juga kedaulatan informasi dan transformasi digital. Pemerintah menegaskan pentingnya menjaga generasi muda sebagai tunas bangsa melalui penguatan pendidikan, kesehatan, kesejahteraan masyarakat, hingga perlindungan anak di ruang digital. Salah satu langkah strategis yang dilakukan pemerintah adalah pemberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS), termasuk pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa kebangkitan nasional harus diwujudkan melalui peningkatan literasi digital, penguatan solidaritas sosial, dan pembangunan sumber daya manusia yang unggul demi mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaulat. Menanggapi amanat tersebut, Direktur UT Makassar Prof Abdul Rahman Rahim menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan era digital secara bijak. “Momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat bahwa dunia pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga tunas bangsa. Literasi digital, karakter, dan kemampuan beradaptasi harus terus diperkuat agar generasi muda mampu menjadi pelopor kemajuan bangsa,” ujarnya. Ia juga menegaskan komitmen UT Makassar untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat. Upacara berlangsung dengan khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat kebangkitan nasional sekaligus penguatan komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan membangun masa depan Indonesia yang lebih maju.(*)

Mau Jadi Pengusaha Muda? Ini Cara UT Makassar Siapkan Mahasiswa Jadi Entrepreneur

Universitas Terbuka Makassar terus mendorong lahirnya generasi muda berjiwa wirausaha melalui Seminar Akademik Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Convention Hall UT Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jumat (1/5/2026). Kegiatan bertema “Entrepreneurship Pemuda Mendorong Kebangkitan Ekonomi Regional dan Nasional” ini diikuti ratusan mahasiswa dan dibuka langsung oleh Direktur UT Makassar, Abdul Rahman Rahim. Ia menegaskan pentingnya perubahan pola pikir mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada pencarian kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru. “Mahasiswa hari ini tidak hanya dituntut siap kerja, tetapi juga harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya. Salah satu narasumber, Adi Maulana, menyoroti besarnya potensi Indonesia Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyebut sekitar 60 persen bahan baku baterai dunia berasal dari kawasan tersebut, sehingga membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal. Ia juga mengingatkan pentingnya perubahan mindset lulusan perguruan tinggi agar tidak hanya bergantung pada sektor formal. Alumni UT Makassar sekaligus pengusaha sukses Rachmat Al Muarrif turut membagikan pengalaman membangun usaha dari nol hingga berkembang menjadi 28 cabang di Sulawesi Selatan. Ia menekankan pentingnya konsistensi, disiplin, dan fokus dalam menjalankan bisnis. “Bisnis jalan, owner jalan-jalan itu bahaya. Kita harus bisa memimpin diri sendiri dulu,” ungkapnya. Peran UMKM dan Bank Indonesia Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Anwardin, menjelaskan program Rewako (Resilient, World Class, Agile, Knowledgeable) sebagai upaya mendorong UMKM naik kelas. Saat ini terdapat 152 UMKM binaan BI Sulsel di berbagai sektor, mulai dari pertanian, fashion, hingga makanan dan minuman. Perkuat Kolaborasi Pendidikan Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara UT Makassar dengan Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar serta MoU dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat ekosistem pendidikan, inovasi, dan kewirausahaan di Indonesia Timur. Melalui kegiatan ini, UT Makassar menargetkan lahirnya generasi muda yang inovatif, mandiri, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah hingga nasional.(*)

Hari Kedua Wisuda, UT Makassar Cetak 744 Lulusan Berdaya Saing Global

Universitas Terbuka Makassar kembali melanjutkan prosesi wisuda Tahun Akademik 2025/2026 pada hari kedua yang digelar di Convention Hall UT Makassar, Minggu (3/5/2026). Mengusung tema “Mewujudkan Lulusan Mandiri, Unggul dan Berdaya Saing Global”, kegiatan ini menegaskan komitmen UT sebagai perguruan tinggi berbasis pendidikan terbuka dan jarak jauh yang menghadirkan akses pendidikan inklusif dan fleksibel. Rektor Universitas Terbuka, Ali Muktiyanto, menekankan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi bagi bangsa. Ia mendorong lulusan agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Sementara itu, Direktur UT Makassar, Prof Abdul Rahman Rahim, menjelaskan bahwa sistem pembelajaran jarak jauh didukung distribusi bahan ajar yang tepat waktu sebagai bagian dari komitmen layanan pendidikan. Pada periode ini, UT Makassar meluluskan sebanyak 744 wisudawan dari empat fakultas dan Sekolah Pascasarjana yang berasal dari berbagai daerah, seperti Ambon, Majene, Jayapura, hingga Manado. Selain itu, jumlah mahasiswa juga mengalami peningkatan signifikan hingga 100 persen. Dalam bidang prestasi, mahasiswa UT Makassar mencatat sejumlah capaian, di antaranya juara kompetisi konten kreator dan kejuaraan pencak silat. Kegiatan wisuda turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan mitra, termasuk perwakilan pemerintah daerah dan sektor perbankan. Pada kesempatan ini juga diumumkan pembukaan pendaftaran mahasiswa baru mulai 4 Mei 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi. Wisuda hari kedua ini menegaskan peran UT Makassar dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing di tingkat global dan berkontribusi bagi pembangunan.(*)

Hardiknas 2026, Direktur UT Makassar Tegaskan Pendidikan Jadi Kunci Indonesia Emas 2045

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Pembukaan Dies Natalis ke-42 dan Disporseni Nasional UT Tahun 2026, Senin (4/5/2026), di Ruang Terbuka Lantai 4 Kantor UT Makassar. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., selaku pembina upacara dan diikuti oleh seluruh pejabat serta pegawai Universitas Terbuka Makassar. Dalam amanatnya, Prof. Abdul Rahman Rahim membacakan pidato Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia dengan tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam membangun peradaban dan masa depan bangsa di tengah tantangan global, disrupsi digital, krisis lingkungan, hingga perkembangan kecerdasan artifisial. Pemerintah juga berkomitmen memperluas akses pendidikan yang inklusif melalui program beasiswa dan bantuan pendidikan, memperkuat kolaborasi antara kampus, industri, dan masyarakat, serta mendorong riset yang berdampak nyata bagi kebutuhan bangsa. Menanggapi amanat tersebut, Direktur UT Makassar Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., menyampaikan bahwa semangat Hari Pendidikan Nasional harus menjadi momentum bersama untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global.“Pendidikan tinggi harus mampu menjawab tantangan zaman melalui inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi. UT Makassar terus berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat guna mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.Pada kesempatan tersebut, turut disampaikan apresiasi kepada para pendidik, tenaga kependidikan, peneliti, mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat yang terus berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan. Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan Pembukaan Dies Natalis ke-42 dan Disporseni Nasional UT Tahun 2026 secara daring yang diikuti oleh seluruh sivitas akademika UT Makassar sebagai bentuk semangat kebersamaan, sportivitas, dan penguatan solidaritas antarpegawai.

UT Makassar Perkuat Jiwa Wirausaha Calon Wisudawan Lewat Seminar Akademik 2025/2026

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar Seminar Akademik Tahun Akademik 2025/2026 dengan tema “Entrepreneurship Pemuda Mendorong Kebangkitan Ekonomi Regional dan Nasional”, Jumat (1/5/2026), di Convention Hall Lantai 4 UT Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar. Kegiatan ini dipandu oleh Indah Arifah Febriany, S.S., M.I.Kom., yang juga merupakan founder Teh Riri, dan dibuka langsung oleh Direktur UT Makassar, Prof. Dr. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya membangun jiwa kewirausahaan sejak dini di kalangan mahasiswa, khususnya bagi para calon wisudawan. “Seminar ini menjadi ruang inspirasi sekaligus pembekalan penting bagi mahasiswa. Kami berharap alumni tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa di tengah dinamika perkembangan ekonomi dan persaingan global, lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki kreativitas, kemandirian, serta keberanian dalam mengambil peluang. “Mahasiswa UT harus mampu melihat peluang di tengah tantangan. Dengan bekal ilmu dan karakter yang kuat, kami optimistis lulusan UT dapat menjadi motor penggerak ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional,” tambahnya. Di sela-sela jalannya seminar, suasana semakin hidup dengan penampilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ormawa UT Makassar. UKM Paduan Suara Gita Lontara tampil membawakan lagu dengan harmonisasi yang memukau, disusul oleh UKM Tari Sidalleranart yang menyuguhkan pertunjukan penuh energi dan estetika budaya. Penampilan keduanya sukses menghibur sekaligus menambah semangat para peserta yang hadir di ruangan tersebut. Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor, di antaranya Prof. Dr. Eng. Ir. Adi Maulana, S.T., M.Phil. (Wakil Rektor IV Universitas Hasanuddin bidang kemitraan, inovasi, kewirausahaan, dan bisnis), Anwardin Arjunaid dari Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, serta Rachmat Al Muarrif, S.M., owner Browcyl sekaligus alumni UT Makassar. Dalam kesempatan tersebut, turut dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UT Makassar dengan Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar (UNM), serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Adi Maulana menyoroti pentingnya penguatan kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Ia menyebut rasio wirausaha di negara maju umumnya telah berada di atas 5 persen, sementara Indonesia masih berada di bawah angka tersebut. “Jika ingin mencapai visi Indonesia Emas 2045, maka penguatan entrepreneurship menjadi keharusan. Perguruan tinggi harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga menciptakan lapangan kerja,” ujarnya. Ia juga menyinggung perlunya kolaborasi antarperguruan tinggi untuk mengejar ketertinggalan, serta pentingnya penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja. Sementara itu, Rachmat Al Muarrif, S.M., membagikan pengalaman membangun usaha dari nol. Ia merintis bisnisnya sejak usia 20 tahun dari resep keluarga hingga kini mampu mempekerjakan sekitar 300 karyawan. “Saat ingin merintis dan mengembangkan usaha, yang pertama harus dibenahi adalah orangnya (people), kemudian organisasi, dan sistem. Bisnis tidak akan bisa berkembang jika ketiganya tidak berjalan dengan baik,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa di era teknologi saat ini, mahasiswa memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk membangun usaha. “Di era digital, peluang usaha semakin terbuka luas. Yang penting adalah keberanian memulai dan konsistensi,” tambahnya. Sejalan dengan itu, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Anwardin Arjunaid, turut memaparkan strategi optimalisasi UMKM pada 2026, termasuk pentingnya transformasi digital dalam meningkatkan daya saing usaha kecil. “Penguatan UMKM tidak bisa dilepaskan dari pemanfaatan teknologi digital. Ini menjadi kunci agar pelaku usaha mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas,” jelasnya. Melalui seminar ini, UT Makassar berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Seminar UT Makassar Bongkar Rahasia Sukses Pengusaha, Dari Modal Rp1 Juta Jadi 28 Cabang!

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar Seminar Akademik Tahun Akademik 2025/2026 dengan tema “Entrepreneurship Pemuda Mendorong Kebangkitan Ekonomi Regional dan Nasional”, Jumat 1 mei 2026, di Convention Hall UT Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur UT Makassar, Prof Dr Abdul Rahman Rahim, SE MM. Ia mengapresiasi kehadiran para pemateri dan antusiasme mahasiswa yang mengikuti seminar tersebut. “Seminar ini menjadi wadah untuk membangun semangat kewirausahaan mahasiswa agar mampu menciptakan peluang, bukan hanya mencari pekerjaan,” ujarnya. Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Wakil Rektor IV Unhas Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan dan Bisnis, Prof Dr Eng Ir Adi Maulana ST, M.Phil, perwakilan Bank Indonesia Sulsel Anwardin, serta alumni UT Makassar yang juga Owner Browcyl, Rachmat Al Muarrif. Selain seminar, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UT Makassar dengan Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar (UNM) yang dihadiri Dekan Prof Dr Suardi Annas, serta penandatanganan MoU bersama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Sesi yang paling menyita perhatian datang dari Rachmat Al Muarrif. Ia membagikan kisah perjalanan bisnisnya yang dimulai dari nol hingga kini berkembang pesat. “Saya mulai dari dapur sederhana, dibantu ibu, dengan modal sekitar Rp1 juta. Sekarang sudah berkembang menjadi 28 titik di Sulawesi Selatan,” ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa konsistensi dan kedisiplinan menjadi kunci utama dalam menjalankan usaha. “Bisnis jalan, owner jalan-jalan itu bahaya. Sebelum jadi pemimpin, kita harus bisa pimpin diri sendiri,” tegasnya. Selama 14 tahun menjalankan usaha, ia mengaku mampu bertahan tanpa utang bank, sebuah pencapaian yang jarang terjadi di dunia bisnis. Fenomena Pengangguran Jadi Sorotan Sementara itu, Prof Adi Maulana dalam materinya bertajuk “Dari Pengangguran Menuju Kewirausahaan” menyoroti tingginya angka pengangguran dari lulusan perguruan tinggi. Menurutnya, perubahan mindset menjadi hal yang mendesak agar generasi muda tidak hanya bergantung pada lapangan kerja. “Unhas setiap tahun melahirkan sekitar 7.000 hingga 9.000 sarjana, sekitar 70 persen terserap di dunia kerja. Namun, kita tetap perlu mendorong lahirnya wirausaha baru,” jelasnya. Ia juga menekankan potensi besar Indonesia Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masa depan. “Sekitar 60 persen bahan baku baterai dunia berasal dari Indonesia Timur. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan,” tambahnya. Dalam tiga tahun terakhir, Unhas bahkan telah mengembangkan 12 unit usaha, mulai dari sektor perbankan hingga perhotelan. Peran UMKM dan Dukungan Bank Indonesia Anwardin dari Bank Indonesia Sulsel menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional. Ia memaparkan program Rewako (Resilient, World Class, Agile, Knowledgeable) sebagai upaya mendorong UMKM naik kelas. “Saatnya anak muda menjadi entrepreneur. Bank Indonesia hadir melalui pembinaan UMKM Rewako, Rewako Petani, hingga fasilitasi ekspor,” jelasnya. Saat ini, tercatat sebanyak 152 UMKM Rewako menjadi binaan Bank Indonesia Sulsel, dengan rincian 18 sektor pertanian dan perikanan, 28 sektor fashion, serta 52 sektor makanan dan minuman, dan lainnya. Melalui kegiatan ini, UT Makassar berharap mampu mencetak generasi muda yang inovatif dan mandiri secara ekonomi, sekaligus berkontribusi dalam mendorong kebangkitan ekonomi regional maupun nasional.***

UT Makassar Kembali Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Mulai 4 Mei 2026

Universitas Terbuka Makassar kembali membuka penerimaan mahasiswa baru mulai 4 Mei 2026. Momentum ini disampaikan dalam rangkaian hari kedua wisuda Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Convention Hall UT Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Minggu 3 mei 2026. Sebagai perguruan tinggi yang mengusung sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, Universitas Terbuka berkomitmen menghadirkan akses pendidikan yang inklusif, fleksibel, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang melalui pendidikan. “Kami percaya bahwa setiap individu memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya. Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., menyampaikan bahwa sistem pembelajaran di UT dirancang fleksibel melalui moda pendidikan jarak jauh, sehingga dapat menjangkau mahasiswa di berbagai daerah. “Komitmen kami adalah memastikan bahan ajar sudah diterima mahasiswa sebelum proses pembelajaran dimulai, sehingga kualitas pendidikan tetap terjaga,” jelasnya. UT Makassar juga mencatat peningkatan jumlah mahasiswa hingga 100 persen, didukung oleh 403 bahan ajar serta sentra layanan yang tersebar di Sulawesi Selatan. Selain itu, capaian mahasiswa UT Makassar turut membanggakan, di antaranya berhasil meraih juara 1 dalam konten kreator Akademi Smartfren serta juara 1 pada kejuaraan pencak silat. Pada wisuda periode ini, UT Makassar meluluskan sebanyak 744 mahasiswa dari empat fakultas dan Sekolah Pascasarjana. Para wisudawan berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Ambon, Majene, Jayapura, dan Manado. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Kabupaten Wajo Dr. Akmal, perwakilan Pemerintah Kota Makassar, perwakilan Bupati Gowa, Regional CEO Bank Mandiri Ahmad Rifki, perwakilan PT Pos Indonesia, serta perwakilan Bank BNI. Dengan dibukanya kembali penerimaan mahasiswa baru, UT Makassar berharap dapat terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat serta mencetak lulusan yang mandiri, unggul, dan berdaya saing global.***

Anak Muda Wajib Tahu! UT Makassar Dorong Lahirnya Entrepreneur Baru di Indonesia Timur

Universitas Terbuka (UT) Makassar terus mendorong lahirnya generasi muda yang berjiwa wirausaha melalui Seminar Akademik Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar Jumat 1 mei 2026. Mengusung tema “Entrepreneurship Pemuda Mendorong Kebangkitan Ekonomi Regional dan Nasional”, kegiatan ini berlangsung di Convention Hall UT Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, dengan diikuti ratusan mahasiswa. Direktur UT Makassar, Prof Dr Abdul Rahman Rahim, SE MM, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya membangun mental entrepreneur di kalangan mahasiswa. “Mahasiswa hari ini tidak hanya dituntut siap kerja, tetapi juga harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya. Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif, di antaranya Wakil Rektor IV Unhas Prof Dr Eng Ir Adi Maulana ST, M.Phil, perwakilan Bank Indonesia Sulsel Anwardin, serta alumni UT Makassar sekaligus pengusaha sukses, Rachmat Al Muarrif. —–Indonesia Timur Jadi Harapan Ekonomi Dalam pemaparannya, Prof Adi Maulana menekankan bahwa Indonesia Timur memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. “Masa depan Indonesia ada di Indonesia Timur. Sekitar 60 persen bahan baku baterai dunia berasal dari wilayah ini,” ungkapnya. Ia juga menyoroti fenomena banyaknya lulusan perguruan tinggi yang belum terserap dunia kerja, sehingga perlu adanya perubahan pola pikir. “Jangan hanya berharap jadi pegawai. Kita harus berani menjadi entrepreneur,” tegasnya. Menurutnya, Universitas Hasanuddin sendiri setiap tahun meluluskan 7.000 hingga 9.000 sarjana, dengan sekitar 70 persen terserap dunia kerja. —Kisah Nyata Jadi Inspirasi Sementara itu, Rachmat Al Muarrif membagikan kisah inspiratifnya membangun usaha dari nol. Ia mengaku memulai bisnis dari dapur sederhana dengan modal sekitar Rp1 juta. “Sekarang sudah ada 28 titik usaha di Sulawesi Selatan. Semua berawal dari keberanian memulai,” katanya. Ia menekankan pentingnya konsistensi dan disiplin dalam berbisnis. “Bisnis jalan, owner jalan-jalan itu bahaya. Kita harus fokus dan memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain,” jelasnya. —BI Dorong UMKM Naik Kelas Anwardin dari Bank Indonesia Sulsel turut memaparkan peran strategis UMKM sebagai penopang ekonomi nasional. Ia menjelaskan program Rewako (Resilient, World Class, Agile, Knowledgeable) yang dirancang untuk membantu UMKM berkembang dan berdaya saing. “Saat ini ada 152 UMKM Rewako binaan BI Sulsel, mulai dari sektor pertanian, fashion, hingga makanan dan minuman,” ujarnya. Bank Indonesia, lanjutnya, terus mendorong anak muda untuk terjun ke dunia usaha melalui berbagai program pembinaan dan fasilitasi ekspor. —-Perkuat Kolaborasi Dalam rangkaian kegiatan, juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara UT Makassar dengan Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar (UNM), serta MoU dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat ekosistem pendidikan dan kewirausahaan di Indonesia Timur. Melalui seminar ini, UT Makassar berharap mampu mencetak generasi muda yang inovatif, mandiri, dan siap menjadi motor penggerak ekonomi daerah hingga nasional.***

Owner Browcyl Bawakan Materi pada Seminar Akademik di UT Makassar

Memulai binis tidak harus dengan modal besar. Pendiri, penggagas dan pengelola Browcyl, Rachmat Almu Arrif SM menyampaikan bisnis Browcylnya yang telah berkembang saat ini, dibangun dengan modal Rp1,2 juta Setelah berjalan 14 tahun, saat ini ini bahkan ia bisa mengembangkan bisnisnya ke lini lain. Hal itu disampaikan Rachmat saat menjadi pemateri di Seminar Akadmik yang dilaksanakan Universitas Terbuka Makassar, Jumat (1/5/26). “Saat itu usia saya 20 tahun dengan modal 1,2 juta. Itu saya pakai beli mixer, malamnya dibikin ibu, siangnya saya yang jual,” kata Owner Browcyl ini. Rachmat membuktikan bahwa modal dalam memulai bisnis tidak semata adalah uang. “Uang bukan semata-mata, keinginan kuat, memanfaatkan networking mesti dilakukan,” katanya memberi motivasi. Sebagai alumni UT, dia menyampaikan hal itu bisa ditiru semua mahasiswa UT Makassar. Wakil Rektor IV Unhas, Prof Dr Eng Ir Adi Maulana ST MPhil juga tampil sebagai pembicara. Sebagai komisaris di 12 perusahaan milik Unhas, ia menyampaikan pentingnya mendorong jiwa entrepreneurship termasuk dari kalangan kampus “Rasio pengusaha kita masih sangat kecil dibanding dengan negara maju. Kita tau caranya, sisa bagaimana masuk mengaplikasikan,” kata Adi Maulana. Ia secara terbuka juga menyampaikan bila kampusnya, juga belajar pada UT pada sistem kerja secara online saat ini. “Terutama pada konspe WFH. Sekarang kami sisa 4 hari kerja, selebihnya WFH yang saya tau di UT ini sudah lama enerapkan,” katanya. Tampil juga sebagai pembicara adalah Anwardin Arjunaid sebagai Konsultan UMKM Bank Indonesia (BI). Di sela kegiatan Seminar Pendidikan, Direktur UT Makassar, Prof Dr Abd Rahman Rahim SE MM juga menandatangani MoU dengan Dekan FMIPA UNM, Prof Drs Suwardi Annas MSi PhD terkait banyak hal salah satunya kerja sama penelitian, pengabdian pada masyarakat. (*)

Prof Rahman Rahim Perkenalkan Keunggulan Sistem Kuliah Fleksibel UT Makassar

Universitas Terbuka Makassar menggelar konferensi pers menjelang pelaksanaan Wisuda Daerah Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 2–3 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas. Dalam kesempatan tersebut, Direktur UT Makassar Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim memaparkan sejumlah poin strategis, mulai dari pelaksanaan wisuda hingga keunggulan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh yang diterapkan. “Wisuda daerah ini sebagai bentuk nyata pemerataan akses pendidikan, sehingga mahasiswa dari berbagai wilayah tetap dapat mengikuti prosesi akademik tanpa harus ke pusat.” ujarnya. UT Makassar menegaskan bahwa sistem pembelajaran yang fleksibel dan berbasis digital menjadi solusi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu dan lokasi, termasuk pekerja maupun warga di daerah terpencil. Data yang disampaikan menunjukkan jumlah wisudawan tahun ini mengalami peningkatan dengan sebaran dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Hal ini mencerminkan meningkatnya minat dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan yang ditawarkan. Selain itu, UT Makassar juga mengumumkan pembukaan pendaftaran mahasiswa baru mulai 4 Mei 2026. Proses registrasi dirancang semakin mudah dengan dukungan akses informasi yang lebih luas, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan peluang melanjutkan pendidikan tinggi secara fleksibel. Melalui kegiatan ini, UT Makassar berharap dapat meningkatkan literasi masyarakat terhadap pendidikan terbuka sekaligus mendorong partisipasi dalam pengembangan sumber daya manusia yang unggul.(*)