Gelar PkM, Dosen UT Makassar Latih Guru SD di Maros Gunakan Quizizz untuk Matematika

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pelatihan penggunaan aplikasi Quizizz untuk pembelajaran matematika tingkat sekolah dasar di Kabupaten Maros, Minggu (26/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi siswa. Pelatihan menyasar guru dan siswa SD sebagai upaya mendorong inovasi dalam proses belajar mengajar. Tim pelaksana dipimpin oleh Husnaeni dari Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UT, bersama sejumlah dosen lintas program studi yang turut berkontribusi dalam kegiatan tersebut. Dalam pelatihan, peserta diperkenalkan pada fitur-fitur Quizizz, mulai dari pembuatan kuis interaktif, pengelolaan kelas digital, hingga evaluasi pembelajaran yang lebih praktis. Kegiatan juga dilengkapi dengan praktik langsung agar peserta dapat memahami penggunaan aplikasi secara menyeluruh. Menurut Husnaeni, pemanfaatan teknologi menjadi strategi penting untuk meningkatkan minat belajar siswa, terutama dalam mata pelajaran matematika. Ia menilai Quizizz mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan partisipatif. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, khususnya saat sesi praktik dan diskusi interaktif. Hal ini menunjukkan tingginya minat guru terhadap pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UT Makassar dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah.(*)

Dari yang Dianggap “Gaib”, Mahasiswa UT Makassar Justru Bongkar Akar Cyberbullying

Saat ruang digital ramai membahas dampak cyberbullying, tiga mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Makassar memilih masuk lebih dalam ke akarnya. Bukan di media sosial, melainkan di ruang kelas taman kanak-kanak, tempat kata-kata pertama kali membentuk cara seseorang berkomunikasi. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Kewirausahaan tahun 2026, tim yang diketuai Aulia (PGPAUD-S1), bersama Ika Putri (PGPAUD-S1) dan Riska (Ilmu Hukum-S1), mengangkat program “Pengembangan buku cerita berbasis pendidikan karakter untuk menekan agresif verbal anak di TK Istiqamah sebagai upaya preventif cyberbullying.” Langkah ini mungkin tampak sederhana. Namun justru di situlah letak ketegasannya. Di tengah banyaknya pendekatan yang fokus pada penanganan di hilir, mulai dari regulasi, kampanye digital, hingga penindakan, tim ini memilih menyentuh bagian yang sering terlewat: agresif verbal pada anak usia dini. Sesuatu yang kerap dianggap sepele, padahal perlahan membentuk pola komunikasi yang berpotensi terbawa hingga ke ruang digital. Ketua tim, Aulia, yang juga merupakan member divisi keilmuan Ormawa UT Makassar, menjelaskan bahwa gagasan ini lahir dari pengalaman langsung mereka sebagai pendidik. “Maraknya kasus cyberbullying menjadi perhatian kami. Sebagai guru TK, kami sering melihat dan mendengar anak-anak melakukan agresif verbal. Sementara ke depan, mereka pasti akan menjadi pengguna media sosial,” ujarnya. Ia menambahkan, jika perilaku tersebut tidak diarahkan sejak dini, maka risiko yang muncul di masa depan akan semakin kompleks. “Kalau agresif verbal ini tidak diredam, kami khawatir akan berkembang menjadi cyberbullying. Karena itu kami memilih buku cerita sebagai media, karena sangat dekat dengan anak-anak dan mereka cenderung meniru,” lanjutnya. Pendekatan melalui buku cerita menjadi pilihan yang relevan, bukan karena paling modern, tetapi karena paling dekat dengan cara anak belajar: melihat, mendengar, lalu meniru. Pandangan tersebut kembali ditegaskan oleh Aulia yang menyoroti pentingnya intervensi sejak usia dini sebagai langkah preventif yang sering kali terabaikan. “Sering kali kita menganggap ini hal biasa pada anak-anak. Padahal, jika tidak diarahkan, pola ini bisa terbawa hingga mereka memasuki ruang digital,” jelasnya. Di sisi lain, capaian ini juga membawa pesan yang lebih luas. Di tengah stigma “mahasiswa gaib” yang kerap disematkan pada mahasiswa UT, realitas ini justru menunjukkan hal sebaliknya. Bahwa yang tidak selalu terlihat bukan berarti tidak bekerja, melainkan sedang bergerak dengan cara yang berbeda. Ketua Ormawa UT Makassar, Ade Islamiah Mahsar Kahil, turut menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. “Alhamdulillah, ini menjadi kebanggaan tersendiri. Akhirnya ada perwakilan dari UT Makassar yang lolos dalam program yang difasilitasi oleh LPPM UT. Lebih membahagiakan lagi karena ketua tim berasal dari Ormawa UT Makassar,” ujarnya. Ia menilai capaian ini tidak hanya berhenti sebagai prestasi, tetapi juga menjadi dorongan bagi mahasiswa lain untuk mulai melangkah. “Ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman mahasiswa lainnya. Kampus sudah membuka banyak ruang pengembangan, tinggal bagaimana kita berani melangkah dan terus bertumbuh,” tambahnya. Ia pun berharap program ini dapat berjalan hingga memberikan dampak nyata. “Semoga PKM ini berjalan lancar hingga selesai dan bisa memberikan manfaat, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat,” tutupnya. Pada akhirnya, apa yang dilakukan tim ini mungkin tidak hadir dengan sorotan besar. Tidak pula dibungkus dengan gebrakan yang riuh. Namun dari langkah yang tenang itu, satu hal menjadi jelas. Cyberbullying tidak lahir begitu saja di ruang digital. Ia tumbuh dari kebiasaan kecil yang dibiarkan, dari kata-kata yang dianggap biasa, dan dari pola yang tidak pernah benar-benar diarahkan. Dan kali ini, dari yang sering dianggap “tak terlihat”, justru muncul upaya untuk menyentuh akar, tempat perubahan seharusnya dimulai.

Bukan Sekadar Kuliah Online: Satu Jam yang Ubah Cara Pandang soal Mahasiswa UT—Malam Ini di RRI

Organisasi Mahasiswa Universitas Terbuka (Ormawa UT) Makassar akan mengisi siaran langsung di Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 4 Makassar malam ini, Kamis (23/4/2026), pukul 19.00–20.00 WITA. Diskusi bertema “Dari Online ke Aksi Nyata: Peran Organisasi Mahasiswa UT di Masyarakat” ini dapat diakses oleh mahasiswa dan masyarakat luas melalui radio 92,5 FM, aplikasi RRI Digital, serta kanal YouTube RRI Makassar. Dalam siaran tersebut, Ketua Umum Ormawa UT Makassar, Ade Islamiah Mahsar Kahil, bersama Sekretaris Umum, Fitriani Ismail, akan membahas bagaimana mahasiswa Universitas Terbuka mampu bertransformasi dari aktivitas digital menuju aksi nyata yang berdampak di tengah masyarakat. Ajakan turut disampaikan langsung oleh Ade kepada seluruh mahasiswa dan masyarakat. “Hari ini teman-teman mahasiswa, khususnya teman-teman Ormawa, serta masyarakat, jangan lupa dengarkan kami di RRI. Bisa diakses melalui aplikasi RRI Digital, radio 92,5 FM, dan juga YouTube, pukul 19.00–20.00 WITA,” ujarnya melalui grup WhatsApp Ormawa UT Makassar. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Terbuka tidak hanya aktif dalam sistem pembelajaran jarak jauh, tetapi juga mampu hadir sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Ormawa UT Makassar berharap siaran ini dapat membuka wawasan, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat umum, serta mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan sekitar.

Jalan Sehat “Anti Mager” Universitas Terbuka Meriah di Lapangan Kecamatan Tomoni

Luwu Timur , Luwurayapos.com – Universitas Terbuka menggelar kegiatan Jalan Sehat Anti Mager yang berlangsung di Lapangan Kecamatan Tomoni, kabupaten Luwu Timur Minggu (19/4/2026) mulai pukul 06.30 WITA hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum. Acara ini bertujuan untuk mendorong gaya hidup sehat serta mengurangi kebiasaan kurang bergerak (sedentari) di tengah masyarakat. Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran kegiatan, tim medis dari Puskesmas Tomoni turut disiagakan (standby) di lokasi kegiatan untuk memastikan kesiapan penanganan kesehatan apabila dibutuhkan selama acara berlangsung. Panitia juga menyiapkan baju gratis bagi 200 pendaftar pertama, yang menjadi daya tarik tersendiri dan meningkatkan antusiasme peserta untuk melakukan registrasi lebih awal. Selain itu, berbagai doorprize menarik juga disediakan, termasuk kupon hadiah bagi peserta yang hadir lebih awal. Sejumlah peserta menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Rina, salah satu mahasiswa peserta, mengaku sangat antusias. “Saya senang sekali ikut jalan sehat ini, selain olahraga juga bisa kumpul bersama teman-teman. Apalagi ada baju gratis dan doorprize, jadi makin semangat datang pagi,” ujarnya. Peserta lainnya, Bapak Hasan, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat. “Kegiatan seperti ini bagus untuk kesehatan masyarakat. Kita jadi lebih peduli kesehatan dan bisa olahraga bersama keluarga,” katanya. Sementara itu, Siti, pelajar yang ikut berpartisipasi, berharap kegiatan serupa terus berlanjut. “Seru sekali, banyak teman baru dan suasananya ramai. Semoga sering diadakan kegiatan seperti ini,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka berharap dapat terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.

Semarak Funwalk Anti Mager UT di Pinrang Padukan Olahraga dan Edukasi

Semangat hidup sehat berpadu dengan geliat edukasi dalam kegiatan “Funwalk Anti Mager” yang digelar oleh Universitas Terbuka Makassar serta Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Kabupaten Pinrang, Minggu (19/4). Sekitar 300 peserta yang terdiri dari pelajar SMA/SMK dan masyarakat umum turut ambil bagian, memadati rute sepanjang 3,5 kilometer hingga garis finis. Kegiatan berlangsung meriah sejak pagi hari. Peserta berjalan santai dengan penuh semangat, diiringi penampilan energik drum band dari SMAN 1 Pinrang yang semakin menyemarakkan suasana. Setibanya di garis finis, peserta disuguhi hiburan live music serta pengundian doorprize. Sebanyak 31 item hadiah menarik dibagikan kepada peserta yang beruntung, menambah keceriaan kegiatan. Partisipasi datang dari berbagai kalangan, mulai dari siswa SMA/SMK, mahasiswa, alumni Universitas Terbuka, hingga masyarakat umum. Sejumlah sekolah di Kabupaten Pinrang turut ambil bagian, di antaranya SMAN 1, SMAN 6, SMAN 7, SMAN 11, SMKN 2, SMKN 3, SMKN 4, SMKN 8, SMK Baramuli, serta MAN Pinrang. Kegiatan ini juga dihadiri peserta lintas daerah, termasuk dari Tana Toraja, Sidrap, Enrekang, dan Kota Parepare. Dalam sambutannya yang diwakili oleh Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Pinrang, Hasrijal, S.Pd., M.Pd., disampaikan apresiasi terhadap kontribusi Universitas Terbuka dalam pengembangan sumber daya manusia di daerah. Ia menegaskan bahwa banyak alumni UT, khususnya dari program studi PGSD, PGPAUD, dan Ilmu Perpustakaan, telah menunjukkan kinerja yang baik di dunia pendidikan. Sementara itu, Penanggung Jawab Wilayah Layanan Mahasiswa Kabupaten Pinrang, Drs. Jamil, M.Pd., yang mewakili Direktur UT Makassar, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah atas dukungan yang diberikan. Ia menekankan bahwa sinergi antara Universitas Terbuka dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam percepatan pembangunan SDM di wilayah Pinrang. Dalam tanggapannya, Drs. Jamil, M.Pd. juga menilai kegiatan ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi menjadi sarana strategis untuk mendekatkan akses pendidikan tinggi kepada masyarakat. “Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan bisa hadir di tengah masyarakat dengan cara yang lebih santai, inklusif, dan menyenangkan. Antusiasme peserta hari ini menjadi bukti bahwa minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan masih sangat tinggi,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa Universitas Terbuka terus berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang fleksibel dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah-daerah. Momentum funwalk ini juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi pendidikan. Tim SALUT Pinrang yang dipimpin oleh Jiehan Bodur активно membagikan brosur dan memberikan informasi seputar program studi yang tersedia. Respons masyarakat pun cukup positif, dengan sejumlah peserta menyatakan minat untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Terbuka, khususnya pada program studi PGSD, PGPAUD, Hukum, dan Manajemen. Sebagai perguruan tinggi negeri berbasis pembelajaran terbuka dan jarak jauh, Universitas Terbuka memiliki empat fakultas utama, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), serta Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP). Selain itu, tersedia pula program Pascasarjana hingga jenjang doktor. Dengan sistem belajar yang fleksibel dan kualitas yang terjamin, Universitas Terbuka terus hadir sebagai solusi pendidikan tinggi bagi masyarakat luas tanpa batasan usia, waktu, maupun lokasi. Untuk informasi lebih lanjut terkait pendaftaran, masyarakat dapat mengunjungi SALUT Pinrang atau mengakses laman resmi Universitas Terbuka di www.ut.ac.id.(*)

Mahasiswa UT Makassar Raih Juara 1 Tafsir Bahasa Inggris di MTQ XXXIV Sulsel

Muhammad Ihsan Mubarok, mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Makassar, berhasil meraih predikat juara 1 dalam Lomba Tafsir Bahasa Inggris (Putra) di Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dilaksanakan di Kabupaten Maros pada 10-18 April 2026. Prestasi ini merupakan bukti kemampuan dan dedikasi Ihsan dalam menguasai Al-Qur’an dan bahasa Inggris. Lomba Tafsir Bahasa Inggris adalah salah satu cabang lomba yang paling bergengsi di MTQ, dan Ihsan berhasil mengungguli peserta lainnya untuk meraih gelar juara. MTQ XXXIV Sulsel diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, dan Ihsan menjadi salah satu wakil UT Makassar yang berhasil membawa pulang prestasi. Kemenangan Ihsan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UT Makassar lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama almamater.

Fun Walk UT Makassar Libatkan Siswa SMA, Sekaligus Promosi ke Calon Mahasiswa

Sivitas akademika Universitas Terbuka (UT) se-Sulawesi Selatan (Sulsel) ramaikan Fun Walk di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (19/4/2026). Fun Walk berpusat di UT Makassar Jl Perintis Kemerdekaan, Keluharan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya. Sejak pukul 06.30 Wita, para peserta fun walk sudah mulai pemanasan. Mulai dosen, staf, mahasiswa UT, hingga siswa SMA di Kota Makassar. Rombongan Fun Walk dipimpin Direktur UT Makassar Prof Abdul Rahman Rahim. Prof Abdul Rahman Rahim jalan dengan setelan baju berwarna abu-abu. Ia memimpin rombongan Fun Walk mengitari ruas Jl Perintis Kemerdekaan. Rutenya dari kampus UT Makassar melaju ke Perumahan Citra Sudiang. Lalu memutar kembali menuju kampus UT Makassar. Usai jalan sehat, para peserta menikmati waktu berkumpul dan bercengkrama. Sekaligus membagi berbagai doorprize yang sudah disiapkan. -Serentak di 5 Daerah Bukan hanya di Makassar, Fun Walk UT Makassar juga diadakan di empat daerah lainnya di Sulsel. Berikut rinciannya: “Alhamdulillah karena di lima wilayah ini berarti peserta jalan santai ini diikuti sekitar 2 ribu peserta,” jelasnya. Rangkaian Wisuda dan Dies Natalis Prof Abdul Rahman Rahim menyebut penting menjaga kesehatan di tengah skema pembelajaran daring. “UT Makassar dengan online tidak berdiam diri di kamar, kantor,” kata kata Prof Ahdul Rahman Rahim. “Tapi memanfaatkan waktu untuk terus bergerak berolahraga agar tubuh jadi sehat dan pikiran jadi cerdas,” imbuhnya. Fun Walk ini menjadi rangkaian wisuda dan dies natalis UT Makassar. Selain itu, Fun Walk juga melibatkan siswa SMA kelas 3 sebagai peserta. Momen ini menjadi ruang memperkenalkan UT kepada calon mahasiswa. “Tahun ini kita kemas berbeda. Tahun sebelumnya kan dipusatkan di UT Makassar, di Simpang 5. Sekarang kita coba berbeda di 5 wilayah. Setiap kabupaten/kota terdekat kumpul di wilayah itu. Sehingga semua sivitas akademika UT dari alumni dan mahasiswa merasakan jalan sehat ini,” katanya. Ketua Panitia Nur Azizah Aulia menyebut jalan sehat ini sebagai momentum memulai hidup sehat. Para sivitas akademika dituntut tidak hanya pintar, namun juga sehat dengan aktif berolahraga. “Kita sama-sama nikmati keceriaan pagi ini. Dari UT Makassar kita mulai perubahan besar, dari langkah kecil,” kata Nur Azizah Aulia. (*)

IKA-UT Siapkan e-KTA Terintegrasi MRT, Kartu Alumni Bisa Jadi Alat Pembayaran

Tangerang Selatan – Di ketinggian lantai 23 JB Tower, sebuah program strategis bagi jutaan alumni Universitas Terbuka (UT) tengah dirancang. Pertemuan antara Pengurus Pusat Ikatan Alumni (IKA-UT) dengan Dewan Pakar pada Senin (7/4/2026) ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan momentum untuk mematangkan strategi besar organisasi tahun 2026. Pertemuan yang berlangsung di Kantor MRT Jakarta tersebut dihadiri oleh Ketua Harian PP IKA-UT, Mayjen TNI (Purn) Erro Kusnara, S.I.P., bersama Sekretaris Jenderal Nyimas Dewi Ratih Kamil, S.AP., BMgt., M.M., M.A. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Sekretaris Dewan Pakar IKA-UT sekaligus Komisaris MRT Jakarta, KRAT. H Leles Sudarmanto Mangun Nagoro, guna membahas peta jalan organisasi ke depan. Sebagai institusi yang menjadi pionir pendidikan jarak jauh, Universitas Terbuka (UT) memiliki misi besar dalam memberikan akses pendidikan berkualitas bagi semua kalangan tanpa batasan geografis. Semangat inklusivitas ini pula yang dibawa IKA-UT dalam merancang program e-KTA (Kartu Tanda Anggota Elektronik) yang menjadi salah satu agenda utama pembahasan. Sekretaris Dewan Pakar IKA-UT, Leles Sudarmanto, menjelaskan bahwa inovasi e-KTA ini dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi para lulusan. IKA-UT tengah menjajaki kerja sama strategis dengan MRT Jakarta untuk mengintegrasikan kartu tersebut dengan fungsi pembayaran elektronik (e-money). “Kami ingin e-KTA ini memberikan nilai tambah. Nantinya, kartu ini bisa digunakan sebagai alat pembayaran transportasi umum, seperti MRT dan moda transportasi berbasis listrik lainnya,” ujar Leles usai pertemuan. Integrasi kartu alumni dengan sistem transportasi massal ini merupakan wujud kontribusi nyata IKA-UT terhadap agenda global. Secara natural, inisiatif ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan jejaring alumni yang inklusif, serta SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan). Dengan mendorong alumni beralih ke transportasi publik berbasis energi terbarukan, IKA-UT turut mendukung program pemerintah dalam menekan emisi karbon. Hal ini selaras dengan upaya mitigasi perubahan iklim (SDG 13) yang kini menjadi fokus pembangunan nasional. Selain inovasi digital, pertemuan ini menjadi jembatan menuju Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IKA-UT 2026. Leles Sudarmanto menyatakan komitmennya untuk memediasi sumbatan komunikasi yang sempat terjadi antara Pengurus Pusat dan Pengurus Wilayah, terutama terkait implementasi e-KTA. “Kami ingin memastikan ada kesamaan pemahaman di seluruh tingkatan pengurus. Konsolidasi ini penting agar IKA-UT tetap solid dalam melayani alumni yang tersebar dari pelosok negeri hingga mancanegara,” tambahnya. Sebagai wadah bagi lulusan perguruan tinggi negeri dengan jumlah mahasiswa terbesar di Indonesia, IKA-UT berkomitmen membuktikan bahwa pendidikan tinggi berkualitas kini dapat dinikmati siapa saja. Melalui kolaborasi lintas sektor, IKA-UT berharap peran alumni semakin dirasakan manfaatnya secara luas bagi masyarakat dan lingkungan hidup.

Menembus Ombak Demi Gelar, Mahasiswi KIP-K UT Makassar Berjuang dari Pulau Kulambing

Keterbatasan geografis tak menjadi penghalang bagi semangat menuntut ilmu. Hal ini dibuktikan oleh dua mahasiswi Program Studi Manajemen semester 4 Universitas Terbuka Makassar, Riska dan Hasanatun, yang berasal dari Pulau Kulambing, Kabupaten Pangkep. Di tengah tantangan akses dan keterbatasan infrastruktur, keduanya tetap mampu menunjukkan capaian akademik yang membanggakan. Riska mencatatkan Indeks Prestasi (IP) 3,03, sementara Hasanatun meraih IP 2,95. Prestasi tersebut diraih melalui perjuangan yang tidak sederhana, terutama dalam mengakses pembelajaran daring. Untuk mendapatkan jaringan internet yang stabil, keduanya harus menuju area dermaga pulau. Selain itu, sebagai penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), mereka secara rutin menempuh perjalanan laut dan darat menuju Makassar untuk mengikuti Tutorial Tatap Muka (TTM). “Inisiatif dan motivasi belajar adalah kunci utama. Status sebagai penerima KIP-K justru menjadi dorongan bagi kami untuk lulus tepat waktu,” ujar Hasanatun. Kisah keduanya menjadi potret nyata ketangguhan mahasiswa di wilayah kepulauan dalam menghadapi keterbatasan. Sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan UT Makassar turut menjadi fondasi penting dalam membentuk kemandirian belajar mahasiswa. Riska mengungkapkan, bekal dari Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) dan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) membantu mereka beradaptasi dengan metode pembelajaran mandiri. Penguasaan teknologi juga menjadi bagian penting dari proses tersebut, termasuk pemanfaatan aplikasi My-UT yang memudahkan akses layanan akademik seperti registrasi, kartu ujian, ruang baca virtual, tutorial online, hingga informasi nilai. Apresiasi atas kegigihan keduanya disampaikan oleh Penanggung Jawab ORMAWA UT Makassar, Drs. Jamil, M.Pd. Ia menilai capaian Riska dan Hasanatun menjadi bukti bahwa akses pendidikan tinggi berkualitas dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terhalang batas geografis. “Ini adalah contoh nyata bahwa semangat dan disiplin mampu mengalahkan segala keterbatasan. Mereka tidak hanya berjuang untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda di wilayah kepulauan,” ujarnya. Di balik segala tantangan yang dihadapi, Riska dan Hasanatun menyimpan mimpi besar untuk berkarier di dunia perbankan setelah menyelesaikan studi. Dengan ketekunan dan semangat yang terus terjaga, harapan tersebut kini semakin dekat untuk diwujudkan. Kisah ini menjadi pesan kuat bahwa pendidikan tidak mengenal batas wilayah. Dengan motivasi, disiplin, dan kemauan untuk terus belajar, setiap mahasiswa memiliki peluang yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.(*)

UT Makassar Perkuat Kerja Sama dengan Sejumlah Fakultas UNM

Komitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan tinggi kembali ditegaskan oleh Universitas Terbuka melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Sekolah Pascasarjana UT dengan sejumlah fakultas di Universitas Negeri Makassar (UNM). Kegiatan ini berlangsung di UNM dengan dihadiri jajaran pimpinan dari kedua institusi. Penandatanganan PKS tersebut melibatkan Direktur Sekolah Pascasarjana UT, Prof. Dr. Maman Rumanta, yang hadir bersama jajaran, serta didampingi Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim. Kerja sama ini mencakup Fakultas Bahasa dan Sastra, Fakultas Ilmu Pendidikan, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum di lingkungan UNM, Selasa, 7 April. Adapun perwakilan yang turut hadir antara lain Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra, Prof. Dr. Anshari, Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Ilmu Pendidikan, Dr. Mustafa yang mewakili dekan, serta Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Dr. Supriadi Torro. Kerja sama ini juga merupakan implementasi konkret dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam aspek pendidikan, PKS ini mendorong peningkatan kapasitas SDM dosen UNM melalui keterlibatan aktif sebagai penguji, pembimbing, dan tutor dalam sistem pembelajaran di Universitas Terbuka. Sementara itu, pada aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PKM), kedua institusi sepakat untuk memperkuat kolaborasi riset serta kegiatan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Direktur Sekolah Pascasarjana UT, Prof. Maman Rumanta, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh yang berkualitas. “Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan mutu layanan akademik, khususnya di jenjang pascasarjana. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi dosen-dosen UNM untuk berkontribusi sebagai penguji, pembimbing, maupun tutor dalam sistem pembelajaran Universitas Terbuka,” ujarnya. Sementara itu, Direktur UT Makassar, Prof. Abdul Rahman Rahim, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan tindak lanjut konkret dari nota kesepahaman (MoU) yang telah terjalin sebelumnya antara UT dan UNM. “PKS ini adalah bentuk implementasi nyata dari kerja sama kelembagaan yang telah dibangun. Kami berharap sinergi ini tidak hanya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga memperluas akses pendidikan tinggi yang bermutu bagi masyarakat,” ungkapnya. Lebih lanjut, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNM, Dr. Supriadi Torro, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan implementasi dari upaya menjadi perguruan tinggi negeri yang berdampak bagi masyarakat. Melalui kerja sama ini, Universitas Terbuka terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, fleksibel, dan berkualitas melalui kolaborasi strategis dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. (nas)