Fun Walk UT Makassar Libatkan Siswa SMA, Sekaligus Promosi ke Calon Mahasiswa

Sivitas akademika Universitas Terbuka (UT) se-Sulawesi Selatan (Sulsel) ramaikan Fun Walk di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (19/4/2026). Fun Walk berpusat di UT Makassar Jl Perintis Kemerdekaan, Keluharan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya. Sejak pukul 06.30 Wita, para peserta fun walk sudah mulai pemanasan. Mulai dosen, staf, mahasiswa UT, hingga siswa SMA di Kota Makassar. Rombongan Fun Walk dipimpin Direktur UT Makassar Prof Abdul Rahman Rahim. Prof Abdul Rahman Rahim jalan dengan setelan baju berwarna abu-abu. Ia memimpin rombongan Fun Walk mengitari ruas Jl Perintis Kemerdekaan. Rutenya dari kampus UT Makassar melaju ke Perumahan Citra Sudiang. Lalu memutar kembali menuju kampus UT Makassar. Usai jalan sehat, para peserta menikmati waktu berkumpul dan bercengkrama. Sekaligus membagi berbagai doorprize yang sudah disiapkan. -Serentak di 5 Daerah Bukan hanya di Makassar, Fun Walk UT Makassar juga diadakan di empat daerah lainnya di Sulsel. Berikut rinciannya: “Alhamdulillah karena di lima wilayah ini berarti peserta jalan santai ini diikuti sekitar 2 ribu peserta,” jelasnya. Rangkaian Wisuda dan Dies Natalis Prof Abdul Rahman Rahim menyebut penting menjaga kesehatan di tengah skema pembelajaran daring. “UT Makassar dengan online tidak berdiam diri di kamar, kantor,” kata kata Prof Ahdul Rahman Rahim. “Tapi memanfaatkan waktu untuk terus bergerak berolahraga agar tubuh jadi sehat dan pikiran jadi cerdas,” imbuhnya. Fun Walk ini menjadi rangkaian wisuda dan dies natalis UT Makassar. Selain itu, Fun Walk juga melibatkan siswa SMA kelas 3 sebagai peserta. Momen ini menjadi ruang memperkenalkan UT kepada calon mahasiswa. “Tahun ini kita kemas berbeda. Tahun sebelumnya kan dipusatkan di UT Makassar, di Simpang 5. Sekarang kita coba berbeda di 5 wilayah. Setiap kabupaten/kota terdekat kumpul di wilayah itu. Sehingga semua sivitas akademika UT dari alumni dan mahasiswa merasakan jalan sehat ini,” katanya. Ketua Panitia Nur Azizah Aulia menyebut jalan sehat ini sebagai momentum memulai hidup sehat. Para sivitas akademika dituntut tidak hanya pintar, namun juga sehat dengan aktif berolahraga. “Kita sama-sama nikmati keceriaan pagi ini. Dari UT Makassar kita mulai perubahan besar, dari langkah kecil,” kata Nur Azizah Aulia. (*)

IKA-UT Siapkan e-KTA Terintegrasi MRT, Kartu Alumni Bisa Jadi Alat Pembayaran

Tangerang Selatan – Di ketinggian lantai 23 JB Tower, sebuah program strategis bagi jutaan alumni Universitas Terbuka (UT) tengah dirancang. Pertemuan antara Pengurus Pusat Ikatan Alumni (IKA-UT) dengan Dewan Pakar pada Senin (7/4/2026) ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan momentum untuk mematangkan strategi besar organisasi tahun 2026. Pertemuan yang berlangsung di Kantor MRT Jakarta tersebut dihadiri oleh Ketua Harian PP IKA-UT, Mayjen TNI (Purn) Erro Kusnara, S.I.P., bersama Sekretaris Jenderal Nyimas Dewi Ratih Kamil, S.AP., BMgt., M.M., M.A. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Sekretaris Dewan Pakar IKA-UT sekaligus Komisaris MRT Jakarta, KRAT. H Leles Sudarmanto Mangun Nagoro, guna membahas peta jalan organisasi ke depan. Sebagai institusi yang menjadi pionir pendidikan jarak jauh, Universitas Terbuka (UT) memiliki misi besar dalam memberikan akses pendidikan berkualitas bagi semua kalangan tanpa batasan geografis. Semangat inklusivitas ini pula yang dibawa IKA-UT dalam merancang program e-KTA (Kartu Tanda Anggota Elektronik) yang menjadi salah satu agenda utama pembahasan. Sekretaris Dewan Pakar IKA-UT, Leles Sudarmanto, menjelaskan bahwa inovasi e-KTA ini dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi para lulusan. IKA-UT tengah menjajaki kerja sama strategis dengan MRT Jakarta untuk mengintegrasikan kartu tersebut dengan fungsi pembayaran elektronik (e-money). “Kami ingin e-KTA ini memberikan nilai tambah. Nantinya, kartu ini bisa digunakan sebagai alat pembayaran transportasi umum, seperti MRT dan moda transportasi berbasis listrik lainnya,” ujar Leles usai pertemuan. Integrasi kartu alumni dengan sistem transportasi massal ini merupakan wujud kontribusi nyata IKA-UT terhadap agenda global. Secara natural, inisiatif ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan jejaring alumni yang inklusif, serta SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan). Dengan mendorong alumni beralih ke transportasi publik berbasis energi terbarukan, IKA-UT turut mendukung program pemerintah dalam menekan emisi karbon. Hal ini selaras dengan upaya mitigasi perubahan iklim (SDG 13) yang kini menjadi fokus pembangunan nasional. Selain inovasi digital, pertemuan ini menjadi jembatan menuju Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IKA-UT 2026. Leles Sudarmanto menyatakan komitmennya untuk memediasi sumbatan komunikasi yang sempat terjadi antara Pengurus Pusat dan Pengurus Wilayah, terutama terkait implementasi e-KTA. “Kami ingin memastikan ada kesamaan pemahaman di seluruh tingkatan pengurus. Konsolidasi ini penting agar IKA-UT tetap solid dalam melayani alumni yang tersebar dari pelosok negeri hingga mancanegara,” tambahnya. Sebagai wadah bagi lulusan perguruan tinggi negeri dengan jumlah mahasiswa terbesar di Indonesia, IKA-UT berkomitmen membuktikan bahwa pendidikan tinggi berkualitas kini dapat dinikmati siapa saja. Melalui kolaborasi lintas sektor, IKA-UT berharap peran alumni semakin dirasakan manfaatnya secara luas bagi masyarakat dan lingkungan hidup.

Menembus Ombak Demi Gelar, Mahasiswi KIP-K UT Makassar Berjuang dari Pulau Kulambing

Keterbatasan geografis tak menjadi penghalang bagi semangat menuntut ilmu. Hal ini dibuktikan oleh dua mahasiswi Program Studi Manajemen semester 4 Universitas Terbuka Makassar, Riska dan Hasanatun, yang berasal dari Pulau Kulambing, Kabupaten Pangkep. Di tengah tantangan akses dan keterbatasan infrastruktur, keduanya tetap mampu menunjukkan capaian akademik yang membanggakan. Riska mencatatkan Indeks Prestasi (IP) 3,03, sementara Hasanatun meraih IP 2,95. Prestasi tersebut diraih melalui perjuangan yang tidak sederhana, terutama dalam mengakses pembelajaran daring. Untuk mendapatkan jaringan internet yang stabil, keduanya harus menuju area dermaga pulau. Selain itu, sebagai penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), mereka secara rutin menempuh perjalanan laut dan darat menuju Makassar untuk mengikuti Tutorial Tatap Muka (TTM). “Inisiatif dan motivasi belajar adalah kunci utama. Status sebagai penerima KIP-K justru menjadi dorongan bagi kami untuk lulus tepat waktu,” ujar Hasanatun. Kisah keduanya menjadi potret nyata ketangguhan mahasiswa di wilayah kepulauan dalam menghadapi keterbatasan. Sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan UT Makassar turut menjadi fondasi penting dalam membentuk kemandirian belajar mahasiswa. Riska mengungkapkan, bekal dari Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) dan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) membantu mereka beradaptasi dengan metode pembelajaran mandiri. Penguasaan teknologi juga menjadi bagian penting dari proses tersebut, termasuk pemanfaatan aplikasi My-UT yang memudahkan akses layanan akademik seperti registrasi, kartu ujian, ruang baca virtual, tutorial online, hingga informasi nilai. Apresiasi atas kegigihan keduanya disampaikan oleh Penanggung Jawab ORMAWA UT Makassar, Drs. Jamil, M.Pd. Ia menilai capaian Riska dan Hasanatun menjadi bukti bahwa akses pendidikan tinggi berkualitas dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terhalang batas geografis. “Ini adalah contoh nyata bahwa semangat dan disiplin mampu mengalahkan segala keterbatasan. Mereka tidak hanya berjuang untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda di wilayah kepulauan,” ujarnya. Di balik segala tantangan yang dihadapi, Riska dan Hasanatun menyimpan mimpi besar untuk berkarier di dunia perbankan setelah menyelesaikan studi. Dengan ketekunan dan semangat yang terus terjaga, harapan tersebut kini semakin dekat untuk diwujudkan. Kisah ini menjadi pesan kuat bahwa pendidikan tidak mengenal batas wilayah. Dengan motivasi, disiplin, dan kemauan untuk terus belajar, setiap mahasiswa memiliki peluang yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.(*)

UT Makassar Perkuat Kerja Sama dengan Sejumlah Fakultas UNM

Komitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan tinggi kembali ditegaskan oleh Universitas Terbuka melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Sekolah Pascasarjana UT dengan sejumlah fakultas di Universitas Negeri Makassar (UNM). Kegiatan ini berlangsung di UNM dengan dihadiri jajaran pimpinan dari kedua institusi. Penandatanganan PKS tersebut melibatkan Direktur Sekolah Pascasarjana UT, Prof. Dr. Maman Rumanta, yang hadir bersama jajaran, serta didampingi Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim. Kerja sama ini mencakup Fakultas Bahasa dan Sastra, Fakultas Ilmu Pendidikan, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum di lingkungan UNM, Selasa, 7 April. Adapun perwakilan yang turut hadir antara lain Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra, Prof. Dr. Anshari, Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Ilmu Pendidikan, Dr. Mustafa yang mewakili dekan, serta Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Dr. Supriadi Torro. Kerja sama ini juga merupakan implementasi konkret dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam aspek pendidikan, PKS ini mendorong peningkatan kapasitas SDM dosen UNM melalui keterlibatan aktif sebagai penguji, pembimbing, dan tutor dalam sistem pembelajaran di Universitas Terbuka. Sementara itu, pada aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PKM), kedua institusi sepakat untuk memperkuat kolaborasi riset serta kegiatan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Direktur Sekolah Pascasarjana UT, Prof. Maman Rumanta, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh yang berkualitas. “Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan mutu layanan akademik, khususnya di jenjang pascasarjana. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi dosen-dosen UNM untuk berkontribusi sebagai penguji, pembimbing, maupun tutor dalam sistem pembelajaran Universitas Terbuka,” ujarnya. Sementara itu, Direktur UT Makassar, Prof. Abdul Rahman Rahim, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan tindak lanjut konkret dari nota kesepahaman (MoU) yang telah terjalin sebelumnya antara UT dan UNM. “PKS ini adalah bentuk implementasi nyata dari kerja sama kelembagaan yang telah dibangun. Kami berharap sinergi ini tidak hanya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga memperluas akses pendidikan tinggi yang bermutu bagi masyarakat,” ungkapnya. Lebih lanjut, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNM, Dr. Supriadi Torro, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan implementasi dari upaya menjadi perguruan tinggi negeri yang berdampak bagi masyarakat. Melalui kerja sama ini, Universitas Terbuka terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, fleksibel, dan berkualitas melalui kolaborasi strategis dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. (nas)

UT Makassar Tingkatkan Kompetensi Tutor Lewat Pelatihan Intensif di Hotel Dalton

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar pelatihan intensif bagi 30 tutor terpilih di Hotel Dalton pada 3–5 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan gabungan akademisi senior dan praktisi ahli guna memperkuat kualitas layanan Tutorial Tatap Muka (TTM) dan Tutorial Webinar (Tuweb). Pelatihan ini merupakan langkah strategis UT Makassar dalam memastikan para tutor mampu mengelola proses pembelajaran yang inovatif dan adaptif, sejalan dengan karakteristik pendidikan jarak jauh yang menjadi keunggulan Universitas Terbuka. Selama kegiatan berlangsung, para peserta dibekali sejumlah materi utama yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Materi tersebut meliputi teknik pembelajaran aktif untuk mendorong diskusi dua arah, strategi penguatan belajar mandiri agar mahasiswa lebih tangguh dan otonom, serta praktik digitalisasi tutorial melalui simulasi penggunaan aplikasi pembelajaran terkini. Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Alumni UT Makassar, Andi Suci Anita, S.P., M.P., menegaskan bahwa peran tutor sangat vital dalam mendukung keberhasilan mahasiswa. Menurutnya, tutor tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator utama dalam membantu mahasiswa memahami Bahan Materi Pokok (BMP). “Di era digital, pemahaman terhadap sistem pembelajaran jarak jauh bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan utama untuk menunjang keberhasilan mahasiswa,” ujarnya. Sementara itu, Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Rahman Rahim, S.E., M.M., memberikan apresiasi atas dedikasi para peserta selama mengikuti pelatihan. Ia menekankan bahwa kualitas lulusan sangat dipengaruhi oleh komitmen dan integritas tutor dalam menjalankan perannya. “Keberhasilan mahasiswa adalah cerminan dari komitmen tutornya. Jika tutor bekerja dengan sepenuh hati dan menjunjung standar terbaik, maka kualitas lulusan akan terbentuk dengan sendirinya,” ungkapnya. Salah satu peserta, Indah Arifah Febriani, yang juga merupakan alumni UT, mengaku mendapatkan wawasan baru melalui pelatihan tersebut. Ia menilai materi yang diberikan sangat relevan, khususnya dalam pengelolaan tutorial secara sistematis namun tetap fleksibel, baik dalam sesi sinkronus maupun asinkronus. Sebagai bagian akhir kegiatan, seluruh peserta mengikuti simulasi Praktik Tutorial Mini untuk mengukur kesiapan mereka sebelum terjun langsung ke lapangan. Fasilitator pelatihan, Drs. Jamil, M.Pd., memberikan penilaian positif terhadap performa para peserta. “Hasil praktik menunjukkan para peserta memiliki kemampuan yang sangat baik. Hal ini menandakan bahwa 30 tutor yang telah dilatih tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga siap memberikan layanan pembelajaran secara profesional kepada mahasiswa UT Makassar,” pungkasnya. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas layanan akademik UT Makassar, sekaligus memperkuat komitmen institusi dalam menghadirkan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh yang berkualitas.(*)

UT Makassar Gelar Halal Bihalal dan Pelepasan Purnabakti

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal yang digelar di lingkungan Universitas Terbuka (UT) Makassar pada Rabu, (1/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kantor UT Makassar ini dirangkaikan dengan acara pelepasan purnabakti salah satu pegawai senior, Drs. Rustam, M.Pd., yang resmi memasuki masa purna tugas per tanggal 1 April 2026. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., yang sekaligus membuka kegiatan Halal Bihalal. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya momentum Halal Bihalal sebagai sarana mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat kerja yang harmonis di lingkungan kampus. “Kegiatan ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi refleksi untuk saling memaafkan dan memperkuat komitmen dalam memberikan layanan pendidikan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya. Pelaksanaan Halal Bihalal tahun ini terasa istimewa karena dilaksanakan secara serentak bersama UT Pusat. Seluruh pimpinan dan pegawai UT Makassar turut mengikuti rangkaian kegiatan nasional tersebut secara daring, sehingga mempererat koneksi dan kebersamaan antarunit kerja UT di seluruh Indonesia. Selain itu, momen haru juga terasa dalam prosesi pelepasan purnabakti Drs. Rustam, M.Pd. Selama masa pengabdiannya, beliau dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dan memberikan kontribusi besar bagi perkembangan UT Makassar. Ucapan terima kasih dan apresiasi disampaikan oleh pimpinan dan seluruh pegawai atas pengabdian dan loyalitas yang telah diberikan. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, yang semakin memperkuat nuansa kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan UT Makassar. Diharapkan, semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan ini dapat terus terjaga dan menjadi energi positif dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab ke depan.(*)

Akses Pendidikan Makin Luas, Mahasiswa UT Kini Bisa Ujian di Kantor Pos

Akses terhadap layanan pendidikan tinggi kini semakin inklusif. PT Pos Indonesia (Persero) bersama Universitas Terbuka resmi menghadirkan inovasi layanan ujian berbasis digital dengan memanfaatkan kantor Pos sebagai lokasi pelaksanaan Ujian Online (UO) bagi mahasiswa. Kerja sama strategis ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Rabu, (4/3/2026), oleh Plt Direktur Utama Pos Indonesia, Haris dan Rektor Universitas Terbuka, Ali Muktiyanto, disaksikan jajaran pimpinan kedua institusi. Melalui kolaborasi ini, kantor-kantor Pos yang tersebar luas hingga ke berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil, kini bertransformasi menjadi titik layanan pendidikan. Mahasiswa UT dapat mengikuti ujian secara lebih dekat dari domisili mereka, tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota atau lokasi kampus. Rektor Universitas Terbuka, Ali Muktiyanto, menegaskan bahwa langkah ini merupakan solusi konkret dalam menjawab tantangan geografis yang selama ini dihadapi mahasiswa. “Sebagai perguruan tinggi dengan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, kami terus berupaya memastikan seluruh mahasiswa mendapatkan akses layanan akademik yang setara. Pemanfaatan kantor Pos sebagai lokasi ujian menjadi solusi strategis untuk menjangkau mereka yang berada di berbagai daerah,” ujarnya. Hal senada disampaikan Plt Direktur Utama Pos Indonesia, Haris, yang menilai jaringan kantor Pos memiliki potensi besar sebagai infrastruktur pendukung layanan publik. “Dengan sebaran kantor Pos yang menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia, kami ingin memastikan fasilitas yang kami miliki dapat dimanfaatkan secara optimal, termasuk untuk mendukung akses pendidikan tinggi,” katanya. Setiap kantor Pos yang menjadi lokasi ujian telah dilengkapi fasilitas penunjang, seperti ruang ujian berstandar, perangkat komputer atau laptop, serta jaringan internet yang stabil. EVP Enterprise Business Pos Indonesia, Dino Ariadi menjelaskan bahwa fasilitas tersebut dirancang untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi mahasiswa selama ujian berlangsung. “Kami menyiapkan ruang ujian dengan kapasitas 20 hingga 30 peserta, dilengkapi perangkat yang memadai agar mahasiswa dapat mengikuti ujian dengan fokus dan tanpa kendala teknis,” jelasnya. Kerja sama ini berlaku selama lima tahun, mulai 3 Maret 2026 hingga 2 Maret 2031. Selain mendukung pelaksanaan ujian online, kolaborasi ini juga memperkuat sinergi yang telah terjalin sebelumnya, khususnya dalam distribusi bahan ajar dan layanan logistik pendidikan. Transformasi kantor Pos menjadi ruang ujian digital menandai langkah penting dalam memperluas akses pendidikan tinggi di Indonesia. Inisiatif ini tidak hanya menghadirkan kemudahan, tetapi juga membuka peluang yang lebih merata bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tanpa terkendala jarak dan keterbatasan fasilitas. Upaya ini sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.(*)

Mahasiswa UT Makassar Belajar Jurnalistik di Studio RRI

Kunjungan Ormawa Universitas Terbuka Makassar, khususnya UKM KAREBA (Keluarga Mahasiswa UT Makassar) pada 12 Maret 2026, ke LPP RRI Makassar dilaksanakan untuk memperkuat kerjasama dan kolaborasi. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan pelatihan jurnalistik siaran radio secara gratis bagi mahasiswa Ormawa UT Makassar. Kegiatan ini bekerja sama dengan tim RRI sebagai trainer, menggunakan fitur audio editing, simulasi live broadcast, dan konten promosi seperti Instagram Reels untuk meningkatkan engagement mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan praktik langsung liputan, penyiaran, dan produksi konten media. Hal ini dilakukan untuk mendukung visi UT sebagai Universitas Terbuka terdepan dalam pendidikan jarak jauh dengan kompetensi media. “Kunjungan ini jadi momentum bagi mahasiswa rasakan dunia jurnalistik profesional.”Ade Islamiah Mahsar Kahil, Ketua Ormawa UT MakassarMateri dan aktivitas yang dilakukan selama pelatihan mencakup tiga bidang utama: simulasi live broadcast, liputan jurnalistik, dan audio editing. Seluruh kegiatan berlangsung sepanjang hari di gedung LPP RRI Kota Makassar, Jl. Andi Pangeran Pettarani, Sulawesi Selatan.

Peringati Nuzulul Qur’an, UT Makassar Tekankan Makna Perintah Membaca dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah di Convention Hall UT Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Rabu (11/3/2026) malam. Kegiatan tersebut dihadiri oleh civitas akademika UT Makassar serta menghadirkan penceramah Dr Syamril yang juga merupakan Rektor Institut Bisnis Kalla. Momentum ini menjadi bagian dari agenda rutin kampus dalam memperingati hari-hari besar Islam sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan akademik. Direktur UT Makassar, Prof. Abdul Rahman Rahim, menjelaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan kampus selain peringatan hari besar keagamaan lainnya.Menurutnya, peringatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan bagi civitas akademika untuk merefleksikan kembali makna turunnya Al-Qur’an, khususnya yang terjadi pada 17 Ramadan.Ia menuturkan bahwa dalam Surah Al-Alaq ayat 1 hingga 5 terdapat perintah membaca yang memiliki makna sangat luas. “Perintah membaca dalam Al-Qur’an itu tidak hanya dimaknai secara harfiah. Membaca memiliki makna yang jauh lebih luas, yaitu belajar, mengkaji, hingga melakukan riset untuk menemukan dan mengembangkan ilmu pengetahuan,” ujarnya.Prof Rahman menjelaskan bahwa makna tersebut sangat selaras dengan peran perguruan tinggi yang menjalankan tridharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi merupakan ruang bagi lahirnya berbagai kajian akademik yang mendorong pengembangan ilmu pengetahuan maupun penemuan ilmu baru yang bermanfaat bagi masyarakat.“Perguruan tinggi adalah tempat melakukan kajian, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Karena itu, nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Nuzulul Qur’an sangat relevan dengan misi yang dijalankan Universitas Terbuka sebagai institusi pendidikan tinggi,” jelasnya.Ia juga menambahkan bahwa konsep pembelajaran yang diterapkan UT sangat sejalan dengan semangat tersebut. Universitas Terbuka menawarkan sistem perkuliahan jarak jauh yang fleksibel tanpa batasan jarak maupun waktu.Mahasiswa, kata dia, tidak harus hadir secara fisik di kampus untuk memperoleh pendidikan tinggi. “Mahasiswa tidak perlu datang ke kampus. Justru kampus yang mendatangi mahasiswa di mana saja mereka berada. Dengan sistem ini, kajian dan pengembangan ilmu pengetahuan tetap bisa dilakukan tanpa terbatas ruang dan waktu,” ungkapnya. Melalui momentum peringatan Nuzulul Qur’an ini, UT Makassar berharap civitas akademika semakin terdorong untuk memperkuat budaya membaca, belajar, serta mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an.

1.619 Mahasiswa Baru Ikuti OSMB dan PKBJJ, UT Makassar Bekali Cara Belajar di Sistem Jarak Jauh

Di tengah dinamika Kota Makassar yang menjadi salah satu pusat aktivitas pendidikan dan ekonomi di kawasan timur Indonesia, ribuan mahasiswa baru memulai langkah awal perjalanan akademiknya di Universitas Terbuka (UT). Mereka datang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan, membawa semangat yang sama: melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan pekerjaan, keluarga, atau aktivitas sehari-hari. Sebanyak 1.619 mahasiswa baru UT Makassar mengikuti kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) sekaligus Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini digelar di Aula Lantai 4 Kantor UT Makassar, Simpang Lima Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sabtu (28/2). Pelaksanaan OSMB semester ini dipusatkan di satu lokasi dan diperuntukkan bagi mahasiswa dari wilayah Kota Makassar, Gowa, Maros, Pangkep, hingga Takalar. Dari total peserta tersebut, sekitar 394 mahasiswa hadir secara langsung di kantor UT Makassar, sementara peserta lainnya mengikuti kegiatan melalui mekanisme yang telah disiapkan oleh universitas. Bagi para mahasiswa baru, kegiatan ini menjadi pintu gerbang untuk memahami sistem pembelajaran jarak jauh yang menjadi ciri khas UT. Tidak hanya memperkenalkan sistem akademik, OSMB dan PKBJJ juga membekali mahasiswa dengan strategi belajar mandiri, manajemen waktu, serta pemanfaatan teknologi digital yang menjadi fondasi utama perkuliahan di UT. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Direktur UT Makassar, Prof. Abdul Rahman Rahim, yang menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru UT Makassar Tahun Akademik 2025/2026. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa UT merupakan perguruan tinggi negeri berbadan hukum yang berdiri berdasarkan Keputusan Presiden pada tahun 1984 dengan mandat memberikan akses pendidikan tinggi seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia. “Perkuliahan di UT menuntut kemandirian dan disiplin dalam mengatur waktu. Namun mahasiswa tidak sendiri, karena UT senantiasa memberikan pendampingan melalui berbagai layanan akademik, termasuk Sentra Layanan UT (SALUT) yang siap membantu mahasiswa kapan saja,” ujar Prof. Rahman. Ia juga mendorong para mahasiswa baru untuk memanfaatkan seluruh fasilitas belajar yang tersedia agar dapat menyelesaikan studi tepat waktu sekaligus mengembangkan potensi diri selama menempuh pendidikan. Apresiasi terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Dr. dr. H.M. Ishaq Iskandar, M.Kes., M.M., M.H., menyampaikan salam hangat dari Gubernur kepada seluruh civitas akademika UT Makassar. Menurutnya, kehadiran mahasiswa UT yang sebagian besar berasal dari kalangan generasi muda menjadi energi penting bagi perkembangan pendidikan di wilayah tersebut. “Saudara-saudara telah memilih perguruan tinggi negeri yang tepat untuk melanjutkan pendidikan,” ungkapnya. Ia menilai sistem pembelajaran UT yang fleksibel dan tidak dibatasi ruang serta waktu menjadi solusi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan karena pekerjaan maupun aktivitas lainnya. “Dengan dukungan digitalisasi yang kuat, UT memberikan kesempatan belajar yang luas, termasuk bagi aparatur sipil negara dan tenaga pendidik,” katanya. Dalam kesempatan yang sama, Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., yang menyampaikan sambutan secara daring, menegaskan bahwa keputusan memilih UT merupakan langkah penting dalam membangun masa depan. “Menjadi mahasiswa UT adalah pilihan yang tepat. Saya siap mendampingi Saudara hingga meraih kesuksesan,” ujarnya. Ia mengajak mahasiswa baru untuk mengikuti OSMB dan PKBJJ dengan sungguh-sungguh sebagai bekal utama dalam mengembangkan kemampuan belajar mandiri dan disiplin, yang menjadi karakter utama sistem pembelajaran jarak jauh. Sementara itu, Ketua Panitia OSMB dan PKBJJ Wilayah Makassar, Andi Suci Anita, S.P., M.P., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membantu mahasiswa baru memahami sistem pembelajaran UT secara menyeluruh. “OSMB dan PKBJJ memberikan bekal pengetahuan tentang sistem akademik, layanan pendukung, serta motivasi agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan pola pembelajaran jarak jauh,” jelasnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan UT, para narasumber, serta seluruh panitia yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Melalui kegiatan ini, UT Makassar kembali menegaskan komitmennya sebagai pelopor pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di Indonesia. Dengan sistem pembelajaran yang fleksibel, UT membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk mengakses pendidikan tinggi berkualitas. Komitmen ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada pilar pendidikan berkualitas (SDG 4), yang menekankan pentingnya akses pendidikan inklusif dan merata bagi semua kalangan.