Telan Anggaran Rp100 Miliar, Menko PMK Diagendakan Resmikan Gedung Baru Universitas Terbuka Makassar

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Muhadjir Effendy, diagendakan meresmikan gedung baru kampus Universitas Terbuka (UT) Makassar yang terletak di Simpang Lima Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, pada Rabu 10 Juli 2024 mendatang. Selain Menko PMK, juga telah terkonfirmasi turut hadir dan ikut meresmikan kampus baru itu yakni Rektor UT Prof Ojat Darojat, Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan Arif Fakrulloh juga telah menyatakan kesiapannya untuk hadir. Hal tersebut diutarakan oleh Direktur Universitas Terbuka Makassar, Prof Abdul Rahman Rahim di hadapan awak media di salah satu kafe di Kota Makassar, Sabtu 6 Juli 2024. Dalam penjelasannya, Prof Abdul Rahman Rahim mengatakan kantor ini yang ke-10 yang baru se-Indonesia yang dimana dalam penilaian pusat yang terbesar untuk kantor UT daerah. Sehingga diharapkan kehadirannya tentu untuk meningkatkan pelayanan. Gedung baru ini juga merupakan yang kedua. Sebelumnya, gedung pertama kampus Universitas Terbuka telah ada di jalan Monginsidi Baru Makassar.Namun, gedung baru ini memiliki berbagai fasilitas. Ia menyampaikan bahwa luas kampus baru kampus Universitas Terbuka Makassar mencapai 11 ribu meter persegi yang terdiri dari enam lantai. “Dua lantai pertama berupa basemen dan ground untuk parkir kendaraan. Selanjutnya, empat lantai lainnya dibagi untuk ruang pelayanan, ruang Direktur, ruang tutorial, ruang podcast, hingga sky lounge,”bebernya. Ia juga menyampaikan bahwa Pembangunan gedung kampus baru ini menghabiskan anggaran kurang lebih Rp100 miliar. “Kehadiran kampus baru diharapkan meningkatkan layanan kampus Universitas Terbuka Makassar dan menjadi muaranya untuk memastikan layanan yang dihadirkan menjadi lebih baik. Makanya, lokasinya dipilih sangat strategis. Berada di simpang lima bandara yang menjadi pintu masuk Makassar dari jalur udara, laut dan utara Sulsel,”tandasnya.
Pelantikan Pejabat Baru di Lingkup UT Makassar

Universitas Terbuka (UT) Makassar kembali menyelenggarakan pelantikan pejabat. Pelantikan pejabat ini merupakan upaya UT untuk terus berusaha mencapai level yang lebih tinggi lagi untuk meningkatkan kualitas tata kelolanya. Dengan tata kelola yang lebih baik, UT bertujuan terus menjaga kualitas layanan, proses, sistem, dan produknya. Upacara pelantikan diselenggarakan secara luring di Ruang Tutorial Lantai 3 Kantor Baru Universitas Terbuka Makassar. Acara pelantikan dipimpin oleh Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Rahman Rahim.,M.Si didampingi jajaran pimpinan dan seluruh staf UT Makassar. Berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Terbuka Nomor 2613 Tahun 2024 Tanggal 31 Mei 2024 terhitung mulai tanggal 31 Mei 2024 , memberhentikan dengan hormat Dra Kusmaladewi, M.Pd sebagai Manajer Pembelajaran dan Ujian. Selanjutnya berdasarkan keputusan Rektor Universitas Terbuka Nomor 2613 Tahun 2024 Tanggal 31 Mei 2024 bahwa terhitung mulai tanggal pelantikan, Rektor Universitas Terbuka MENETAPKAN untuk kepentingan dinas memberi Tugas Tambahan/Jabatan kepada: Andi Suci Anita, S.P., M.P. sebagai Manager Pembelajaran dan Ujian Universitas Terbuka Makassar. Dalam sambutannya Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Rahman Rahim.,M.Si menyampaikan selamat bertugas kepada para pejabat yang baru saja dilantik dan berharap pejabat baru dapat menjalankan tugas yang lebih baik, menyelesaikan dan melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh pejabat sebelumnya sesuai yang diamanatkan dalam sumpah jabatan. Beliau berharap pejabat baru dapat berkontribusi pada tempatnya yang baru. Ungkapan terima kasih sedalam-dalamnya pun beliau sampaikan kepada para pejabat pendahulu. Tidak lupa Prof Rahman doakan agar pengabdian dan dedikasi yang telah menjadi kontribusi bagi UT Makassar dicatat sebagai amal kebaikan. Beliau menutup sambutannya dengan mengucapkan doa yang terbaik bagi UT, serta bagi pejabat yang baru dilantik, agar membuahkan hasil yang bermanfaat bagi UT khususnya di UT Makassar. Direktur UT Makassar juga menambahkan, bahwa rotasi kerja dari satu tempat ke tempat lain di lingkungan UT merupakan hal yang sangat biasa dengan suasana yang kondusif dimana tradisi ini harus senantiasa dijaga.(*)
UT Makassar Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Universitas Terbuka (UT) Makassar mengadakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pada Senin, (3/6/2024). Upacara ini berlangsung di halaman Kantor UT Makassar dengan tema “Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045.” Direktur UT Makassar, Prof Dr Abdul Rahman Rahim, SE, MM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno untuk pertama kalinya memperkenalkan konsep Pancasila dalam pidatonya di depan Sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK). “Kita patut bersyukur sebagai bangsa yang majemuk, dimana Pancasila dan nilai-nilainya menjadi bintang pemandu kehidupan bangsa, sesuai dengan cita-cita para pendiri,” ujar Prof. Rahman, mengutip sambutan tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia. Menurutnya, keberadaan Pancasila adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa untuk bangsa Indonesia, karena mengandung nilai-nilai luhur yang mengedepankan inklusivitas, toleransi, dan gotong royong. Di akhir sambutannya, Prof Rahman mengajak semua peserta upacara untuk terus mengamalkan prinsip-prinsip Pancasila dalam setiap aspek kehidupan bernegara, meskipun dalam kesibukan tugas masing-masing.(*)
Biaya Kuliah Universitas Terbuka Jenjang D3-S1

Universitas Terbuka (UT) merupakan perguruan tinggi negeri yang tersebar di sejumlah kota. Karena menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh, kuliah di Universitas Terbuka bisa jadi alternatif bagi semua kalangan yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Selain itu, Universitas Terbuka juga memberikan fleksibilitas waktu bagi mahasiswanya dalam mengikuti perkuliahan. Bagi calon mahasiswa yang berencana kuliah di Universitas Terbuka, berikut informasi mengenai biaya kuliah yang perlu kamu persiapkan. Dilansir dari laman resmi Universitas Terbuka, Minggu (2/6/2024), biaya kuliah di Universitas Terbuka menerapkan dua biaya kuliah yang harus dipenuhi oleh mahasiswanya, yakni biaya uang kuliah dan biaya layanan akademik lainnya. Biaya kuliah di UT tergantung dari skema layanan yang dipilih oleh mahasiswa, yaitu skema layanan sistem paket semester (SIPAS) atau skema Non-SIPAS (per SKS). Skema layanan Sistem Paket Semester (SIPAS) sendiri terdiri dari: Biaya kuliah Universitas Terbuka jenjang D3, D4 dan S1 Biaya kuliah jenjang Diploma dan Sarjana di Universitas Terbuka D3 Perpajakaan Biaya kuliah jenjang Sarjana di Universitas Terbuka PGSD AKPMM PGSD Masukan Sarjana (BI) PG PAUD AKPMM PGPAUD (untuk mahasiswa dengan paket tertinggal MR I sebelum 2017.1) PGPAUD Masukan Sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota Pariwisata Program Sarjana Lainnya di FE, FHISIP, FST, dan FKIP Demikian informasi mengenai biaya kuliah di Universitas Terbuka yang perlu diketahui calon mahasiswa. Informasi lainnya mengenai pendaftaran maupun biaya kuliah di Universitas Terbuka, bisa kamu cek di laman https://www.ut.ac.id/biaya-pendidikan/sarjana-diploma/
Kehadiran SALUT UT di Bantaeng Dorong Peningkatan IPM

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan, Drs. Muhammad Haris, M.Si menyatakan bahwa kehadiran Universitas Terbuka (UT) di Bantaeng merupakan solusi strategis untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah tersebut. Pemerintah Daerah (Pemda) sangat mendukung inisiatif ini dan berterima kasih kepada UT. Muhammad Haris menegaskan, dengan adanya Sentra Layanan UT (Salut) di Bantaeng, masyarakat tidak perlu lagi pergi ke Makassar untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, sehingga dapat mengurangi biaya kuliah. Hal ini diungkapkan Haris saat menerima kunjungan Rektor UT, Prof Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., di Kantor Bupati Bantaeng pada Minggu, (19/5/2024). Prof Ojat, didampingi Direktur UT Makassar Prof Rahman Rahim dan Kepala Pengelola Salut Butta Toa Bantaeng Drs Syamsuddin Patang, turut hadir untuk meresmikan pembukaan Salut Butta Toa Bantaeng. Sebelumnya, pada Jumat (17/5/2024) mereka juga telah meresmikan SALUT ke-10 di Tana Toraja. Haris, yang didampingi oleh Kadis Pendidikan Bantaeng, Drs Muslimin, M.Si, dan Kadis Kesehatan, dr. Andi Ihsan, M.Kes, menyatakan bahwa stigma bahwa masuk UT mudah tapi sulit untuk lulus kini sudah berubah. Saat ini, mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu jika mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Pada masa Bupati Nurdin Abdullah (2006-2010), ada kebijakan bahwa guru harus memiliki pendidikan S1, yang meningkatkan minat para guru untuk melanjutkan studi, termasuk di UT. Pemerintah Daerah juga telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung ini, namun jarak ke Makassar menjadi kendala. Karena surat tugas jaraknya hanya sampai 85 km sementara jarak Makassar lebih 100 km. Selain masalah jarak juga ada masalah lainnya jika mengacu pada data statistik. Lebih jauh, Haris menjelaskan bahwa kuliah di luar Bantaeng tidak berkontribusi pada peningkatan IPM Kabupaten Bantaeng. IPM hanya meningkat jika pendidikan dilaksanakan di wilayah tersebut. Di Bantaeng, sekitar 30 persen guru adalah alumni UT, dan banyak di antaranya kini menjabat sebagai kepala sekolah. Rektor Prof Ojat Darojat menambahkan bahwa saat ini di Makassar hanya ada dua kampus negeri dengan status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH), yakni UNHAS dan UT. Status ini menunjukkan bahwa UT adalah pilihan yang terpercaya untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Kebutuhan guru di Indonesia masih sangat tinggi, dan UT telah menyiapkan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang sangat diminati. Dengan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh serta penggunaan modul dan kuliah daring, UT memudahkan masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi.(*)
UT Makassar Gelar Upacara Harkitnas ke-116, Bangkit Menuju Indonesia Emas!

Memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-116 pada tahun 2024, Universitas Terbuka (UT) mengadakan upacara bendera pada, Senin (20/5/2024). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Direktur UT Makassar, Prof Rahman Rahim, dan berlangsung di halaman kantor Universitas Terbuka Makassar. Seluruh jajaran pemimpin dan pegawai UT dari lingkungan pusat turut hadir dalam upacara ini. Peringatan Harkitnas tahun ini mengusung tema “Kebangkitan Kedua menuju Indonesia Emas”. Dalam kesempatan itu, Prof Rahman Rahim mewakili Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi untuk menyampaikan sambutannya. “Hari berdirinya Boedi Oetomo menjadi simbol Hari Kebangkitan Nasional yang kita rayakan hari ini. Boedi Oetomo menjadi tempat awal bagi orang untuk belajar dan berdebat tentang berbagai hal, dan dari sana muncul pemikiran tentang pentingnya memperluas keanggotaan yang mencakup seluruh rakyat Hindia Belanda,” tuturnya. “Dengan pencanangan percepatan transformasi digital nasional oleh Presiden Joko Widodo yang dipacu dalam beberapa tahun terakhir, tantangan demi tantangan dapat kita hadapi bersama. Kerja sama dari seluruh komponen bangsa telah menggerakkan roda transformasi dengan pasti,” jelasnya. Peringatan Harkitnas tahun ini mengusung temaPeringatan Harkitnas tahun ini mengusung tema “Kebangkitan Kedua menuju Indonesia Emas” dan diikuti oleh seluruh jajaran pemimpin dan pegawai UT dari lingkungan pusat. (UT MAKASSAR)Kebangkitan kedua ini menjadi momen penting bagi seluruh rakyat Indonesia untuk terus menatap masa depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri, dan keyakinan. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional menjadi momen yang sarat makna dan inspirasi, membangkitkan semangat juang untuk terus maju demi Indonesia yang lebih baik. UT Makassar berkomitmen untuk terus meningkatkan jumlah mahasiswa melalui sosialisasi dan promosi secara masif, serta memberikan kontribusi dalam mencerdaskan generasi muda bangsa dan menjadi garda terdepan dalam perjuangan memajukan pendidikan tinggi di Sulawesi Selatan.(*)
Apa Bedanya Universitas Terbuka dengan Perguruan Tinggi Lain? Ini Penjelasan Prof Ojat Darojat

Dalam perjalanan sejarah pendidikan ditanah air, pemerintah mendirikan perguruan tinggi Universitas Terbuka (UT). UT didesain secara khusus, berbeda dengan perguruan tinggi lainnya, baik itu perguruan tinggi negeri maupun swasta. Demikian penekanan Rektor Universitas Terbuka Prof Ojat Darojat, saat membuka Sentra Layanan UT (Salut) di Toraja, Sulsel, Jumat (17/5/2024). Prof Ojat Darojat memaparkan bahwa dinamakan UT karena terbuka kepada semua orang (Open to People). Ini dimaknai bahwa tidak ada lagi warga negara dimanapun mereka berada yang tidak punya kesempatan untuk mendapatkan layanan pendidikan tinggi. Baca juga: 726 Lulusan Baru UT Makassar Dibekali Nilai Etika, Mandiri, dan Profesional “Apakah itu orang yang sudah tua, masih muda, laki-laki, perempuan semuanya harus punya kesempatan untuk mendapatkan layanan pendidikan di Perguruan Tinggi,” paparnya, dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/5/2024). Ia mengatakan, UT juga terbuka kepada tempat (open to places). Maksudnya dimana pun mereka tinggal di seluruh penjuru tanah air, apakah itu di kota-kota besar maupun di daerah terpencil, dipuncak gunung, harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk kuliah diperguruan tinggi. “Jadi UT terbuka kepada orang (open to people) dan juga terbuka kepada tempat (open to places),” tegasnya. Prof Ojat mengatakan UT mendapatkan amanah yang amat penting yang diberikan pemerintah pada UT 40 tahun lalu dan mandat itu terus kita laksanakan implementasikan hingga saat ini. Untuk melaksanakan mandat mulia ini, maka UT didesain secara berbeda cara belajarnya tidak seperti perguruan tinggi yang belajarnya tatap muka atau sering disebut perguruan konvensional, di mana UT cara belajarnya ditempuh secara jarak jauh. Oleh karena itu, kata dia, itu bagi mereka yang tinggal dipuncak gunung, di pulau terluar di negeri ini, tidak perlu meninggalkan domisilinya dan masih bisa membantu orang tuanya, seperti bertani atau menangkap ikan di laut. “Jadi anak petani mereka masih bisa tetap membantu kekuatan ekonomi orang tuanya dan pada saat bersamaan mereka bisa menjadi sarjana, magister dan bahkan doktor,” katanya. Lebih lanjut dipaparkan bahwa UT yang melaksanakan sistem belajar fleksibel tidak cukup untuk melaksanakan mandat tersebut. Maka UT oleh pemerintah diharuskan agar biaya UKT/SPP tidak boleh mahal, harus bisa terjangkau harus murah tetapi tidak murahan.
UT Tana Toraja Kini Resmi Menjadi Sentra Layanan Universitas Terbuka

TORAJA–Kelompok Belajar (Pokjar) Universitas Terbuka (UT) Tana Toraja kini resmi menjadi Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Tana Toraja. Peresmian ditandai gunting pita oleh Rektor Universitas Terbuka Prof. Ojat Darojat M.Bus. Ph.D bersama Wakil Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, jumat (17/5/2024). Turut dilakukan penandatanganan kerja sama antar Direktur UT Makassar Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M. dengan Ketua SALUT Tana Toraja, Ribka Padang, S. Pd. Rektor Ojat Darojat mengatakan bahwa universitas terbuka kini beralih status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH) sejak Oktober 2022 lalu. Ia mengungkap suka cita dapat hadir di daerah yang dijuluki Bumi Lakipadada ini guna meresmikan SALUT Tana Toraja. “UT adalah Universitas Terbuka yang artinya artinya tidak tertutup. UT terbuka bagi masyarakat Tana Toraja dan sekitarnya,” jelasnya. SALUT merupakan fasilitas untuk memberi dukungan layanan bagi calon mahasiswa, mahasiswa ataupun anggota masyarakat terkait dengan informasi ke-UT-an. Selain itu kegiatan pembelajaran dan kegiatan pendidikan lainnya. SALUT didukung fasilitas layanan perangkat komputer, jaringan internet berkecepatan tinggi dan perangkat lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk berlatih mengoperasikan komputer dan internet dalam mengakses sumber belajar secara online, melakukan registrasi dan pemesanan bahan ajar secara online, kegiatan belajar dan ujian secara online dan berbagai macam layanan UT lain. Ketua SALUT Tana Toraja Ribka Padang, S.Pd menyampaikan rasa syukur dengan dukungan dari Direktur UT Makassar sehingga SALUT Tana Toraja yang awalnya Pokjar akhirnya diresmikan juga. “Tidak mudah sampai di sini, ini bergumul satu tahun. Padahal sudah didorong dan dimotivasi. Tapi, kami bersyukur selalu mendapat dukungan dari bapak Direktur UT Makassar sehingga Pokjar UT Tana Toraja bertekad bertransformasi menjadi sentra layanan UT Tana Toraja,” ungkap Ribka. Saat ini, jumlah mahasiswa tercatat dari tahun 2023 sebanyak 385 atau mengalami peningkatan dari semester sebelumnya. Kehadiran SALUT Tana Toraja, kata Ribka, memperkenalkan program study UT yang variatif, sistem belajar yang fleksibilitas di era digital. “Selain itu, kehadiran SALUT Tana Toraja dapat lebih maksimalkan layanan dan bisa lebih menjangkau potensi mahasiswa dari semua kalangan termasuk yang berada di daerah 3T (terluar, terjauh, dan tertinggal),” harapnya. Pada kesempatan ini, Rektor Ojat Darojat bersama Wabup Zadrak juga Direktur Abdul Rahman melihat langsung layanan dan fasilitas SALUT Tana Toraja. Di lain sisi, peresmian SALUT Tana Toraja berlangsung meriah dengan aktraksi Pa’tirra dan musik bambu siswa SD menyambut Rektor UT bersama rombongan. Turut hadir stakeholder baik unsur pemerintah, kelompok masyarakat, mahasiswa dan alumni UT Tana Toraja. Acara ditutup dengan membagikan puluhan hadiah menarik melalui games. (*)
Direktur UT Makassar Ingatkan 4 Tugas Pokok Kampus Negeri UT Daerah

Kampus Negeri Universitas Terbuka (UT) Daerah senantiasa memperhatikan empat tugas yang harus dilaksanakan. Empat hal itu adalah pelayanan prima, lebih banyak anak negeri nikmati pendidikan tinggi, aktif membina mahasiswa serta terus menjalin kerjasama sama. Demikian ditegaskan Direktur Kampus Negeri UT Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE MM saat memberi sambutan pada acara Halal bi Halal dan Silaturrahim Idul Fitri 1445 H civitas akademika kampus di Kantor UT Makassar, Rabu (17/4/2024). Dijelaskan, para dosen dan tenaga kependidikan UT Makassar harus senantias tampil memberi pelayanan prima kepada mahasiswa dan stakholder lainnya. Setiap orang yang minta pelayan ke kampus harus disambut dengan senang hati dan memberi layanan secara maksimal. Mantan Rektor Unismuh Makassar ini mengutip dari salah satu hadist Rasulullah Muhammad SAW yang artinya, sebaik baik kamu adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Sehingga para dosen dan tenaga kependidikan UT harus memberi pelayanan secara maksimal dan stakholder merasa puas terima pelayanan sehingga dapat dikatakan memberi manfaat bagi manusia lainnya. Filosofi dalam memberi pelayanan harus senantias mengedepankan, kalau bisa dimudahkan kenapa harus di persulit, katanya. Kedua, kampus negeri ke-45 ini harus mengambil peran mendorong peningkatan APK (Angka Partisipasi Kasar) pendidikan tinggi. Dengan memberi akses dan kesempatan bagi seluruh warga negara untuk dapat menikmati jenjang pendidikan tinggi dengan beberapa kemudahan diberikan, kuliah dimana dan kapan saja, tanpa tes seleksi masuk dan tidak mahasiswa yang menjalani drop out. Ketiga adalah, menggencarkan pembinaan kemahasiswaan dengan melakukan peningkatan kompetensi dan keahlian bagi para mahasiswa agar memiliki modal yang kuat ketika berada di tengah masyarakat. Keempat adalah secara kontinyu terus memperluas jalinan kerja dengan pihak lembaga pemerintah dan swasta agar dapat melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan kelak lewat kerja sama itu akan memberi nilai tambah bagi proses pembelajaran. Ketua Panitia Halal bi Halal dan Silaturrahim, Drs Jamil, M.Pd dalam laporannya mengatakan, selama bulan suci puasa panitia amaliyah Ramadhan 1445 H UT Makassar menggelar salat duhur bersama ditandai dengan tauziah bergiliran bagi dosen dan tenaga kependidikan Kegiatan lainnya memperingati Nuzul Qur’an dan buka bersama dengan anak panti asuhan. Diharapkan untuk tahun tahun mendatang kegiatan amaliyah Ramadhan UT Makassar akan ditingkatkan kuantitas dan kualitas pelaksanannya, ungkapnya.
Bawakan Kajian Islam, Direktur UT Makassar Bahas Peranan Pendidikan dalam Perspektif Islam

Sebagai bagian dari Amaliah Ramadhan setiap ba’ dah subuh di Masjid Raya Bukit Baruga telah melakukan kajian Islam dengan diisi oleh pemateri berbagai latar belakang yang menguasai bidang agama. Pada kajian ba’ dah subuh Senin (8/4/2024) dibawakan oleh Prof Dr H. Rahman Rahim SE, MM. Prof Rahman adalah Direktur Universitas Terbuka Makassar yang sebelumnya adalah Rektor Unismuh Makassar dalam kajiannya telah mengambil tema ‘Peranan Pendidikan Dalam Perspektif Islam’. Untuk menghidupkan suasana diskusi ini telah melibatkan ratusan jamaah Masjid Raya Bukit Baruga, Antang dan jamaah sekitar perumahan. Dalam uraiannya Prof Rahman menyampaikan bahwa risalah nabi diawal dilantiknya sebagai nabi adalah memberantas kebodohan kaumnya. Dia mengutip ayat pertama turun dalam Al-Qur’an yakni surah Al-alaq. Ayat pertama yang turun kepada Nabi Muhammad SAW mengandung pesan penting tentang pentingnya ilmu pengetahuan. Membaca, mempelajari ciptaan Allah SWT, dan menyebarkan ilmu pengetahuan adalah beberapa hal yang dianjurkan dalam Islam. Oleh karena itu, ayat ini menjadi landasan bagi umat Islam untuk terus belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Selain itu juga mengutip banyak hadits-hadits yg mendorong umat agar menuntut ilmu. Dikatakan keutamaan orang yang memiliki ilmu sesuai janji Allah ada tiga point’, pertama derajat yang tinggi. Al-Mujadilah ayat 11: “Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui tentang apa yang kamu kerjakan.” Ayat ini menjelaskan bahwa Allah SWT akan meninggikan derajat orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat lebih tinggi dibanding orang yang hanya beriman saja. Kedua, pahala yang setara dengan jihad. Dalam hadits Riwayat Bukhari dan Muslim: “Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan baginya jalan menuju surga. Hadits ini menjelaskan bahwa orang yang menuntut ilmu sedang menempuh jalan jihad fi sabilillah (berjuang di jalan Allah).