Seminar Akademik UT Makassar: Pendidikan Jarak Jauh, Solusi Ekonomis dan Tanpa Batasan

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar Seminar Akademik sebagai rangkaian kegiatan menuju Wisuda Periode II Tahun Akademik 2024.2 yang akan berlangsung Minggu, 3 November 2024. Seminar ini diselenggarakan di Kampus UT Makassar, Simpang Lima Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, pada Sabtu, 2 November 2024. Example 300×600Mengusung tema Peran Strategis UT dalam Menyiapkan SDM Berkualitas untuk Mewujudkan SDM Unggul, seminar tersebut dibuka oleh Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M. Acara ini menghadirkan tiga narasumber utama: Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Muh. Iqbal Suhaeb, yang mewakili Pj. Gubernur Sulsel; Kepala Pusat Sumber Daya Manusia UT Pusat, Dr. Agus Joko Purwanto, M.Si.; serta Manajer Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Makassar, Ichsan Mahyudi. Moderator acara adalah Drs. Effendi M., M.Hum. Dalam sambutannya, Prof. Abdul Rahman Rahim menegaskan bahwa seminar ini merupakan agenda rutin yang dirancang khusus menyongsong pelaksanaan wisuda. “Melalui seminar ini, kami berharap dapat meningkatkan kualitas SDM perguruan tinggi untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat,” ujarnya. Ia juga menyoroti tantangan kompleks yang dihadapi perguruan tinggi di era globalisasi, menekankan pentingnya inovasi dan adaptasi. Sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum, UT terus berkomitmen memberikan akses pendidikan tinggi melalui sistem pembelajaran jarak jauh. Prof. Rahman menegaskan, UT memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa, mendukung kegiatan kewirausahaan, serta mendorong pemerataan pendidikan. Dr Muh. Iqbal Suhaeb, mewakili Pj. Gubernur Sulsel, mengapresiasi peran UT dalam mencetak SDM unggul, terutama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. “Sistem pendidikan jarak jauh UT sangat membantu masyarakat, khususnya mereka yang tinggal jauh dari kota, agar tetap dapat mengakses pendidikan tanpa meninggalkan rumah atau pekerjaan,” jelasnya. Ia menyoroti bahwa kuliah di UT tidak menghadapi kendala jarak, dengan biaya yang terjangkau tanpa perlu memikirkan biaya kos-kosan. Dr. Agus Joko Purwanto menegaskan bahwa UT didirikan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan tinggi masyarakat luas. “UT hadir untuk mengatasi hambatan pendidikan tatap muka, memperluas daya tampung perguruan tinggi, dan melahirkan manusia pembangunan yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” katanya. Ia juga memaparkan bahwa UT saat ini melayani 671.967 mahasiswa, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, dengan total lulusan mencapai 2.047.735 orang. Sementara itu, Ichsan Mahyudi dari BSI Makassar menjelaskan kontribusi BSI dalam meningkatkan SDM melalui kegiatan pemberdayaan di pesantren, masjid, serta pemberian beasiswa bagi anak kurang mampu. Seminar ini dihadiri oleh dosen, staf, tutor, dan sekitar 450 calon wisudawan UT Makassar, menandai komitmen UT dalam memberikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

Imam New York Tegaskan Pentingnya Nilai Ketuhanan Membangun Peradaban di Kuliah Umum UT Makassar

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar kuliah umum bertema “Membangun Peradaban Berazaskan Ketuhanan, Kesejahteraan, dan Keadilan” di Convention Hall UT Makassar, Rabu (16/10/2024). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai dan mahasiswa UT Makassar, dengan menghadirkan pembicara utama, Dr. Imam Syamsi Ali, MA, President of Nusantara Foundation USA sekaligus Imam di Islamic Center of New York. Dalam sambutannya, Direktur UT Makassar, Prof. Rahman Rahim, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan untuk mendengarkan pemikiran dari tokoh besar tersebut. “Kita bersyukur diberikan kesempatan untuk mendapatkan nasihat dan pengetahuan yang sangat bermanfaat,” ujarnya. Pada kuliah umum tersebut, Dr. Imam Syamsi Ali menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai ketuhanan dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, peradaban yang kuat harus berlandaskan pada keadilan dan kesejahteraan untuk semua, dengan ketuhanan memberikan arah dan makna bagi setiap tindakan. Syamsi Ali juga mengungkapkan beberapa prinsip penting dalam berdakwah, di antaranya adalah memiliki kepercayaan diri, wawasan luas, akhlak yang baik, kemampuan komunikasi efektif, serta sikap positif dan optimis. Acara ini diwarnai dengan sesi tanya jawab yang sangat interaktif, di mana mahasiswa aktif berpartisipasi, mengajukan pertanyaan, dan berdiskusi mengenai implementasi nilai-nilai ketuhanan dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Hebat! UT Kembali Meraih Akreditasi International ! Kali ini diberikan oleh AAOU

Sebagai pelopor Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) di Indonesia, Universitas Terbuka (UT) terus memantapkan peranannya dalam mempersiapkan generasi yang siap menghadapi perubahan cepat teknologi dan tuntutan global di era digital yang terus berkembang saat ini. UT terus konsisten menjaga standar kualitas pendidikannya dan salah satu langkah konkretnya adalah dengan melakukan akreditasi tingkat nasional dan internasional. Terkait hal tersebut, UT kembali menunjukkan dedikasinya terhadap pendidikan yang berkualitas tingkat dunia melalui prestasi yang spektakuler. UT baru saja berhasil meraih “Certificate of Accreditation” dari Asian Association of Open Universities (AAOU) pada Kamis, 3 Oktober 2024. Capaian prestasi tersebut menegaskan UT sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terbuka dengan standar internasional di Asia, sekaligus membuktikan kualitasnya dalam memberikan layanan pendidikan jarak jauh yang unggul. Sertifikat diserahkan langsung kepada Rektor UT oleh Prof. Melinda dP Bandalaria, Ph.D., selaku Ketua Tim Akreditasi AAOU. Pencapaian ini menjadi momen bersejarah, karena sertifikat tersebut merupakan yang pertama kali dikeluarkan oleh AAOU Accreditation System Board, menandakan bahwa UT tidak hanya diakui secara nasional, tetapi juga memiliki pengakuan internasional yang solid. UT telah berhasil menerapkan standar-standar berkualitas tinggi yang dipersyaratkan oleh AAOU, menjadikan UT sebagai pelopor pendidikan jarak jauh di Indonesia yang diakui di tingkat global. AAOU sendiri merupakan sebuah lembaga non profit yang terdiri dari lembaga pendidikan tinggi yang berfokus pada pendidikan terbuka dan jarak jauh yang mana ini selaras dengan sistem yang dimiliki oleh UT. Proses Akreditasi UT oleh AAOU berlangsung selama 3 (tiga) hari yaitu dimulai dengan kegiatan Visitasi yang dilakukan di UT Pusat dan UT Bogor selama 3 (tiga) hari yaitu mulai Senin, 1 Oktober 2024 sampai dengan Kamis, 3 Oktober 2024 oleh Tim Akreditasi AAOU yang terdiri dari Melinda dP Bandalaria (Ketua, Chancellor of University of Philiipines Open University), Prof. Li Kam Cheong (Anggota, Hongkong Metropolitan University), dan Prof. Drs. T. Basaruddin, M.Sc., Ph.D. (Anggota, Universitas Indonesia, Dewan Eksekutif BAN-PT).   Pemerolehan sertifikat akreditasi ini menjadi bukti kuat bahwa “internal quality assurance system” menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, sebagaimana yang disampaikan Rektor UT, Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. “Kualitas merupakan satu-satunya cara dan jalan didup bagi UT untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat dan bangsa,” tegas Prof. Ojat. Beliau juga menekankan pentingnya sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan melalui SIMINTAS (Sistem Penjaminan Mutu Internal Terintegrasi) yang diterapkan di seluruh jenjang dan unit di UT, baik di pusat maupun di daerah. Dengan sistem ini, UT mampu menjaga konsistensi dalam memberikan pendidikan berkualitas tinggi yang inklusif dan fleksibel. Prof. Ojat dalam sambutannya memaparkan, dari capaian akreditasi ini, UT menunjukkan keunggulannya di bidang digital dan teknologi pendidikan melalui penerapan sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).  “UT terus berinovasi dalam menyediakan layanan pembelajaran yang fleksibel, mudah diakses, dan berkualitas. Akreditasi ini menjadi bukti nyata bahwa UT mampu mengikuti perubahan cepat teknologi dan memenuhi kebutuhan mahasiswa di era digital,” ungkap Prof. Ojat. Dengan akreditasi ini, UT berdiri sejajar dengan institusi pendidikan terbuka terkemuka di Asia seperti Open University of Malaysia (OUM) dan University of the Philippines Open University (UPOU), yang juga turut memperoleh akreditasi dalam program ini. UT telah menunjukkan komitmennya dalam memberikan pendidikan berkualitas tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa batasan ruang dan waktu. Sistem akreditasi AAOU yang baru ini menilai institusi berdasarkan empat tingkatan, dari Level-1 hingga Level-4, dengan masing-masing level mengukur seberapa jauh sebuah institusi telah menerapkan, menciptakan, serta berbagi pengetahuan dan inovasi dalam pendidikan jarak jauh.Level-1 diberikan apabila institusi atau universitas memiliki pengetahuan dan kesadaran (knowledge & awareness) tentang Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dan/atau pendidikan yang dimediasi teknologi. Level-2 diberikan apabila institusi atau universitas telah menerapkan atau menggunakan (application/use) Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dan/atau pendidikan yang dimediasi teknologi. Level-3 diberikan apabila institusi atau universitas telah menerapkan dan memiliki inisiatif/kreativitas untuk menciptakan sesuatu yang “baru” (application and creation) dalam bentuk teknologi untuk Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dan/atau pendidikan yang dimediasi teknologi. Level-4 diberikan apabila institusi atau universitas telah menerapkan, memiliki inisiatif/kreativitas untuk menciptakan sesuatu yang “baru” dalam bentuk teknologi, dan memiliki budaya berbagi, berkolaborasi, dan kemitraan (application, creation, and sharing) pendidikan jarak jauh dan/atau pendidikan yang dimediasi teknologi. UT dinilai berhasil mencapai Level-3, di mana UT telah mampu menciptakan inovasi baru dalam teknologi pendidikan jarak jauh, sekaligus mendukung budaya berbagi dan kolaborasi. Selama proses akreditasi, UT dinilai berdasarkan 10 kriteria kualitas (quality areas) yang meliputi manajemen internal, dukungan pembelajar, infrastruktur, hingga pengembangan kurikulum. 10 kriteria  tersebut diobservasi dan diverifikasi secara empirik oleh tim pakar akreditasi, untuk memastikan bahwa 10 kriteria secara konsisten dan regular dilaksanakan di semua lini dan jenjang di lingkungan UT, baik di pusat hingga daerah. Kesepuluh kriteria atau area kualitas tersebut mengacu pada AAOU Quality Assurance Framework yang meliputi: Policy and Planning; Internal Management System; Learners And Learners’ Profiles; Infrastructure, Media And Learning Resources; Learner Assessment And Evaluation; Research And Community Services; Human Resources; Learner Support; Program Design And Curriculum Development; and Course Design And Development.  Kesepuluh kriteria atau area kualitas tersebut, lebih lanjut diidentifikasi dari 4 (empat) dimensi kualitas, yaitu: Agility (mencakup indikator flexibility, responsiveness, adaptability, timeliness, relevance); Equity (mencakup indikator comprehensiveness, inclusiveness, impartiality, fairness, accessibility); Sustainability (mencakup indikator consistency, resiliency, innovativeness, progressiveness, creativity); dan Excellence (mencakup indikator efficiency, effectiveness, distinctiveness, outstanding). Dengan diraihnya akreditasi dari AAOU, UT kini semakin siap menghadapi tantangan masa depan dalam dunia pendidikan jarak jauh. UT semakin memantapkan posisinya sebagai pelopor pendidikan jarak jauh di Asia. Hal ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa inovasi digital dan komitmen terhadap kualitas pendidikan dapat membawa dampak yang signifikan, baik bagi institusi, mahasiswa, maupun dunia pendidikan secara luas. Akreditasi ini bukan hanya sekadar pengakuan, tetapi juga dorongan bagi UT untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan demi memberikan yang terbaik bagi mahasiswanya dan membawa dampak positif yang signifikan dalam dunia pendidikan.

Tiga Mahasiswa UT Makassar Raih Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Disporseni Nasional

Tiga Mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Makassar, Muhammad Aksan , Aulia , berhasil meraih Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Disporseni Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Terbuka, Sabtu 24 Agustus 2024. Muhammad Aksan, Aulia dan Qayyumi Amelia yang merupakan mahasiswa semester tiga dan semester 7 di UT Makassar, sukses memukau para juri dengan esai mereka yang berjudul : “Digi-Strong :Induksi Kurikulum Deep Self Reflection Anty Cyber Bullying di Sekolah menuju Generasi Emas di Indonesia. Dalam presentasi, Muhammad Aksan selaku ketua TIM menjelaskan secara detail tentang anti cyber bullying di Indonesia menuju generasi emas Indonesia Prestasi ini tidak hanya membanggakan bagi Aksan, Aulia dan Qayyumi tetapi juga bagi UT Makassar. Nuraziza Aliah ,S.Pd,M.Pd selaku dosen pembimbing berharap supaya dengan adanya perlombaan ini dapat memotivasi mahasiswa yang lain untuk menjadi peneliti dan penulis, lebih produktif menghasilkan karya, salah satunya karya ilmiah. Direktur UT Makassar, Prof. Abdul Rahman Rahim, menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangganya atas prestasi yang diraih oleh Ketiga mahasiswanya. “Saya sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh ketiga mahasiswa tersebut. Kesuksesan ini menunjukkan bahwa mahasiswa UT Makassar mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Prof. Rahman.

Semarak HUT RI Ke-79, UT Makassar Gelar Upacara dan Lomba

Universitas Terbuka (UT) Makassar merayakan HUT RI Ke-79 dengan penuh semangat melalui upacara bendera dan sejumlah lomba yang dipertandingkan. Acara ini berlangsung, Sabtu , 17 Agustus 2024 , di lantai IV Kantor Baru UT Makassar , Jl Perintis Kemerdekaan Makassar. Dalam suasana khidmat, Direktur UT Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE, MM, bertindak sebagai pembina upacara. Peserta upacara diikuti oleh Kabag TU, Manager Marketing dan Registrasi , Manager Pembelajaran dan Ujian, serta para direktur UT terdahulu dan mahasiswa UT Makassar. “Saat ini jumlah mahasiswa UT Makassar lebih kurang 8.000 orang dan 5.000 mahasiswa baru UT Makassar tahun 2024 yang telah admisi,” kata Prof Rahman Rahim. Tema besar yang diusung dalam memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-79 tahun ini adalah “Nusantara Baru Indonesia Maju. Tema ini bukan sekedar kalimat retoris, tetap penuh makna yang mendalam,” ujar Rahman Rahim. Usai upacara bendera, UT Makassar juga menyelenggarakan sejumlah lomba yang tak kalah menariknya. Ketua Panitia, Drs Rustam, M.Pd, mengungkapkan bahwa ada 5 jenis lomba menarik yang dipertandingkan. Kelima lomba tersebut antara lain memasukkan paku ke dalam botol, lomba puisi, lomba karaoke, lomba catur, lomba kelereng Ketua Panitia berharap agar peserta dapat berpartisipasi dengan penuh semangat dan antusiasme, apalagi kegiatan ini hanya untuk menyemarakkan HUT RI Ke-79. “Para pemenang lomba nantinya akan mendapatkan hadiah yang telah disiapkan oleh panitia,” kata Rustam. (*)

50 Calon Penerima Beasiswa KIP K UT Makassar Jalani Tes Seleksi Wawancara

Universitas Terbuka Makassar menyelenggarakan seleksi wawancara program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bertempat di Aula Kantor UT Makassar Rabu, 7 Agustus 2024. Program KIP-K ini merupakan bantuan perluasan akses, dan kesempatan belajar dari pemerintah yang diberikan kepada calon mahasiswa yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin untuk membiayai pendidikan. Proses wawancara merupakan salah satu rangkaian seleksi penerimaan yang diinisasi pemerintah melalui Permendikbud Nomor 10 Tahun 2020 tentang Program Indonesia Pintar. Seleksi wawancara menjadi salah satu tahapan penting dalam menentukan kelulusan KIP Kuliah. Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Rahman Rahim, M.Si dalam sambutannya menyampaikan KIP kuliah merupakan bantuan dari pemerintah sehingga perlu dikelola dengan baik dan tepat. Terutama untuk menjamin keberlangsungan studi mahasiswa penerima KIP hingga selesai dengan tepat waktu. “Bagi yang nantinya mahasiswa dinyatakan lolos seleksi diharapkan melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai penerima KIP sesuai yang dipersyaratkan,” kata Rahman Rahim. Direktur UT Makassar juga menambahkan bagi mahasiswa yang mendapatkan KIP kuliah tersebut ke depan bisa berkontribusi kepada UT Makassar, melalui prestasi Akademik Maupun Non Akademik. Disampaikan juga bahwa bagi yang tidak lulus, calon mahasiswa bisa juga mendaftar melalui jalur umum karena biaya kuliah di UT sangat terjangkau. Mereka mengenalkan slogan Yuk segera bergabung di UT! Semua Bisa Kuliah di Kampus NegeriFleksibel Kuliahnya, Terjamin Kualitasnya. Kampus UT sendiri telah Terakreditasi A oleh BAN-PT, dengan biaya murah, tanpa uang gedung, tanpa tes masuk, tanpa skripsi dan tanpa tes masuk. Pendaftaran dapat dilakukan di admisi-sia.ut.ac.id. (nasrun)

UT Makassar Catat 4.268 Pendaftar Baru, Target 12 Ribu Mahasiswa Aktif

Kampus Negeri Universitas Terbuka (UT) Makassar mencatat pencapaian signifikan dalam penerimaan mahasiswa baru untuk tahun akademik 2024, dengan total pendaftar mencapai 4.268 orang. Angka ini menandai hasil yang sangat menggembirakan untuk perguruan tinggi negeri di Sulawesi Selatan. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara berbagai pihak terkait, termasuk mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan media massa. Semua pihak tersebut bekerja keras dalam melakukan promosi dan sosialisasi kampus yang telah meraih status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, SE., MM., mengungkapkan keyakinannya bahwa dengan pencapaian ini, UT Makassar dapat mengharapkan jumlah mahasiswa aktif yang mencapai 12 ribu orang pada tahun 2024. Prof Rahman menyampaikan hal tersebut saat konferensi pers di kantor UT Makassar yang terletak di Gedung UT Simpang Lima Bandara Sultan Hasanuddin. UT Makassar, yang merupakan perguruan tinggi ke-45 di Indonesia, telah meraih akreditasi institusi A dan beberapa program studi juga mendapatkan akreditasi A dan B, dengan beberapa di antaranya memperoleh akreditasi internasional. UT adalah pelopor dalam pendidikan jarak jauh di Indonesia, diakui secara internasional oleh ICDE Mega University, dan memiliki jumlah mahasiswa terbanyak di Indonesia, melebihi 551.000 orang. Keunggulan UT terletak pada sistem pembelajaran yang sepenuhnya online, menyediakan bahan ajar dalam bentuk cetak dan digital, serta proses belajar mandiri yang didampingi oleh dosen dan tutor berpengalaman. Kuliah di UT menawarkan fleksibilitas tinggi tanpa harus hadir di kampus secara fisik. Lulusan UT banyak yang sukses menjadi ASN, PPPK, dengan biaya kuliah yang terjangkau tanpa uang muka atau biaya gedung. Biaya pendaftaran untuk calon mahasiswa adalah Rp 100.000, tanpa tes seleksi masuk. Calon mahasiswa dapat mendaftar melalui situs web UT Admisi atau langsung ke kampus UT di Jl. Monginsidi Baru No. 7 atau di kampus baru di Simpang Lima Bandara Hasanuddin. Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan: admisi-sia.ut.ac.id.(*)

UT Makassar Bakal Terima 5.000 Maba Tanpa Tes

Jumlah pendaftar di Universitas Terbuka (UT) Makassar cukup membeludak. Mencapai 4.286 orang untuk empat fakultas. Tahun ini, UT menyiapkan 5.000 kuota untuk mahasiswa baru. Meski demikian, tidak ada tes yang bagi mereka yang bakal diterima. Cukup melengkapi saja apa yang disyaratkan. Lalu dipilih secara berurutan yang lebih dahulu memasukkan berkas. Sekadar diketahui, UT punya empat fakultas yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta Fakultas Sains dan Teknologi. Di dalamnya terdapat 39 program studi (prodi) yang terdiri dari 31 program sarjana, dua program diploma, enam Program Pascasarjana, dan tersedia juga Program Doktor. Direktur UT Makassar, Prof Rahman Rahim menegaskan tidak ada tes penerimaan mahasiswa baru di UT untuk semua prodi. Namun kuota terbatas sehingga yang mendaftar lebih dahulu diutamakan dan pilih berkasnya. Syarat umumnya, kata dia, harus sudah menyelesaikan pendidikan SMA/sederajat yang dibuktikan dengan ijazah yang telah dilegalisir pihak sekolah. Begitu juga bagi yang sudah bekerja, persyaratannya sama. Termasuk saat ini Prodi S-1 PGSD dan PGPAUD memberikan kesempatan kepada calon guru anak usia dini dan guru sekolah dasar lulusan SMA/sederajat, lulusan diploma 1/diploma 2/diploma 3/belum lulus diploma atau sarjana (jalur RPL) untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang tinggi. Calon mahasiswa bisa mendaftar melalui jalur Program S1-PGSD & S1-PGPAUDPrajabatan (Pre Service) Tanpa Surat Keterangan (SK) Mengajar Untuk diketahui, sebelumnya, pendaftaran prodi PGSD dan PGPAUD membutuhkan SK Mengajar (in service). Namun, saat ini, UT sudah menyelenggarakan prodi PGSD dan PGPAUD tanpa mensyaratkan SK Mengajar. Program Pendas merupakan program yang diselenggarakan secara khusus bagi para guru SD dan guru PAUD. Pada saat ini program studi yang termasuk dalam program Pendas adalah S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan S-1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD). “Dari ribuan pendaftar, prodi yang paling banyak diminati adalah ilmu hukum, dengan persentase jumlah pendaftar 36,67 persen. Kemudian, ada ilmu sosial dan ilmu politik,” ujar Mantan Rektor Unismuh ini Ia menjelaskan ada sejumlah pertimbangan sehingga, banyak yang ingin kuliah di UT, antara lain; telah meraih akreditasi institusi A, sedangkan prodi yang dibina meraih akreditasi A dan B. Bahkan, ada beberapa yang sudah terakreditasi internasional. Selain itu, sistem pembelajaran yang jarak jauh, sehingga semua bisa mengaksesnya di mana pun berada. “Sistem pembelajaran berbasis daring, seluruh bahan ajar tersedia bahan cetak dan digital,”tambahnya. Manajer Marketing dan Registrasi Universitas Terbuka Makassar, I Made Gunawan Sanjaya mengatakan UT lebih fleksibel tanpa harus datang ke kampus. Selain itu, uang kuliah murah dan tanpa bayar uang muka/gedung. “Biaya pendaftaran maba hanya Rp100.000, tanpa ada tes seleksi masuk jadi mahasiswa,” tuturnya. (wis/lin)

UT Makassar Perpanjang Pendaftaran Mahasiswa Baru Hingga 26 Agustus 2024

Universitas Terbuka (UT), yang dikenal sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH), terus mengalami peningkatan jumlah peminat. Saat ini, calon mahasiswa untuk program Diploma dan Sarjana mencapai 4.365 orang. Untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat melanjutkan studi di perguruan tinggi, UT memperpanjang masa pendaftaran mahasiswa baru Non RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) untuk semester ganjil 2024/2025 hingga 26 Agustus 2024. Pendaftaran di UT Makassar dibagi menjadi dua jalur. Jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), sesuai informasi dari akun Instagram Universitas Terbuka Makassar (@utmakassar), dibuka hingga 25 Juli 2024. Sedangkan untuk jalur non RPL (SMA, SMK, MA sederajat, Paket C), dibuka hingga 26 Agustus 2024. Pendaftaran untuk program pascasarjana akan dibuka pada 21 Agustus 2024. UT menawarkan 40 program studi yang tersebar di empat fakultas, yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dan Fakultas Sains dan Teknologi (FST), serta Sekolah Pascasarjana dan Program Doktoral. Banyak keunggulan yang bisa diperoleh dengan menempuh pendidikan di UT. Selain biaya kuliah yang murah dan fleksibel, UT juga memiliki kualitas pendidikan yang terjamin. UT telah mendapatkan akreditasi A dari BAN-PT, ISO 9001, Akreditasi Internasional FIBA, dan sertifikat ICDE Quality Review. Selain itu, UT juga menerima alih kredit/rekognisi pembelajaran lampau. Biaya pendidikan di UT Makassar mencakup biaya kuliah dan biaya admisi sebesar Rp 100.000 untuk program non RPL dan tambahan Rp 300.000 untuk jalur RPL. UT Makassar juga tidak menerapkan uang gedung dan uang pangkal, sehingga lebih terjangkau. Universitas Terbuka memberikan solusi bagi mereka yang ingin kuliah di tengah kesibukan kerja. Sistem pembelajaran online melalui Elearning UT dapat diakses 24 jam dari mana saja, memungkinkan mahasiswa untuk menjalankan aktivitas kuliahnya tanpa mengganggu jam kerja. Ayo, segera bergabung bersama Universitas Terbuka Makassar! Berikut pelayanan mahasiswa Universitas Terbuka Makassar: Pendaftaran Online : https://admisi-sia.ut.ac.id

Menko PMK Resmikan Kampus Baru UT Makassar

Menko Muhadjir pun mendorong UT memperkuat teknologi pembelajaran, karena core business-nya ada di situ. Terlebih dengan status sebagai PTN BH, maka hal itu akan menjadi nilai lebih. Jadi, siapapun yang butuh tentang teknologi pembelajaran akan datang ke UT. RAKYATKU.COM, MAKASSAR – Universitas Terbuka (UT) Makassar secara resmi mengoperasikan kampus barunya di simpang lima Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Rabu (10/7/2024). Infrastruktur baru itu dijamin menunjang layanan UT yang semakin prima. Peresmian kampus baru dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Muhadjir Effendy. Ditandai dengan menekan tombol sirene bersama sejumlah pejabat kampus dan pejabat daerah. Di antaranya yakni Rektor UT Prof Ojat Darojat, Direktur UT Makassar Prof Abdul Rahman Rahim, Penjabat Gubernur Sulsel Prof Zudan Arif Fakrulloh, dan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto. Pada kesempatan itu, Menko Muhadjir mengapresiasi kontribusi UT dalam menciptakan SDM unggul di Indonesia. Selama 40 tahun, perguruan tinggi negeri ini ikut andil dalam mencerdaskan bangsa. Inovasinya pun harus diacungi jempol, dimana UT selalu terdepan, khususnya perihal teknologi pembelajaran. “UT adalah perguruan tinggi yang mendahului zaman. Ketika dunia pendidikan (puluhan tahun lalu) belum terlalu kenal teknologi, UT sudah bicara mengenai produksi media (belajar). Itu langka saat itu,” ungkapnya. Menko Muhadjir pun mendorong UT memperkuat teknologi pembelajaran, karena core business-nya ada di situ. Terlebih dengan status sebagai PTN BH, maka hal itu akan menjadi nilai lebih. Jadi, siapapun yang butuh tentang teknologi pembelajaran akan datang ke UT. Rektor UT, Prof Ojat Darojat, menyampaikan kehadiran kampus baru UT Makassar tentunya akan menunjang pelayanan yang lebih baik untuk mahasiswa maupun stakeholder. Gedung kampus baru berlantai 6 dengan fasilitas lengkap itu pun mengangkat citra UT menjadi lebih baik. “Dengan kampus baru ini, maka pegawai bisa memberikan pelayanan yang lebih baik. Otomatis citra UT juga lebih bagus, ditambah keunggulan lain yakni berbiaya terjangkau, akreditasi A dan sudah PTN BH,” tuturnya. Kampus baru dan layanan prima diharapkan Prof Ojat membuat UT semakin berkembang dan diminati. Sejauh ini, secara nasional jumlah mahasiswa UT sudah mencapai 551 ribu orang. UT berkomitmen hadir menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin mengenyam pendidikan tinggi tapi terkendala akses jauh dan biaya mahal. Direktur UT Makassar, Prof Abdul Rahman Rahim, menambahkan pelayanan prima tentunya menjadi keniscayaan atas hadirnya kampus baru berfasilitas lengkap. Kampus baru ini disebutnya merupakan respons UT dalam memenuhi kebutuhan layanan pendidikan tinggi. “Ini menjawab tuntutan dan kebutuhan. Dengan adanya kampus baru ini, maka pelayanan untuk mahasiswa maupun stakeholder menjadi lebih baik,” katanya. Prof Rahman sebelumnya menyebut luas kampus baru UT Makassar mencapai 11 ribu meter persegi, dengan anggaran kurang lebih Rp100 miliar. Terdiri dari enam lantai, dimana dua lantai pertama berupa basement dan ground untuk parkir kendaraan. Selanjutnya, empat lantai lainnya dibagi untuk ruang pelayanan, ruang direktur, ruang tutorial, hingga sky lounge. Selaras dengan nasional, UT Makassar dari tahun ke tahun pun semakin diminati. Jumlah mahasiswa aktif mencapai 8.200 orang dan ditargetkan naik menjadi 12 ribu mahasiswa.