UT Makassar Peringati Isra Mi’raj, Momentum Perkuat Iman dan Ukhuwah Islamiah

Universitas Terbuka (UT) Makassar memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1446 H/2025 M dengan penuh khidmat di Masjid Mu’adz Bin Jabal, Kamis (6/2/2025). Acara ini mengusung tema “Latar Belakang dan Peristiwa Isra Mi’raj yang Mengubah Sejarah Islam” yang bertujuan untuk mengajak civitas akademika merenungi makna perjalanan spiritual Rasulullah SAW serta mempererat ukhuwah Islamiah. Turut hadir Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, bersama Kabag TU, Safruddin, M.M., serta Ketua Panitia, Dr. Jalil yang juga pengurus masjid. Selain itu, hadir pula Ustadz Hasan, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Arqam Gombara serta seluruh dosen, staf, dan karyawan UT Makassar. Dalam sambutannya, Prof. Rahman menekankan bahwa peringatan Isra Mi’raj merupakan bagian dari tradisi akademik di UT Makassar yang terus dijaga. Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan peristiwa ini sebagai refleksi dalam memperkuat keimanan dan menjalankan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. “Setiap tahun kita memperingati Isra Mi’raj untuk mengingat perjalanan luar biasa Rasulullah SAW. Ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga momentum untuk memperdalam pemahaman keislaman dan memperkuat silaturahmi antar sesama,” ujarnya. Makna Isra Mi’raj dan Keistimewaan Masjid Al-Aqsa Hikmah Isra Mi’raj disampaikan oleh Ustadz Muhammad Ikhwan Jalil, Lc, M.H., M.Pd yang juga merupakan dosen STIBA Makassar. Ia membuka ceramahnya dengan membacakan Surah Al-Isra ayat yang menggambarkan perjalanan luar biasa Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa sebelum naik ke Sidratul Muntaha. “Isra Mi’raj bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang menegaskan kehambaan tertinggi Rasulullah SAW kepada Allah,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peristiwa ini menegaskan keistimewaan Masjid Al-Aqsa, yang merupakan kiblat pertama umat Islam sebelum Allah SWT mengalihkan arah shalat ke Ka’bah. Selain itu, Masjid Al-Aqsa menjadi tempat berkumpulnya para nabi, di mana Rasulullah SAW memimpin shalat bersama Nabi Ibrahim, Musa, dan Isa. Menurutnya, Palestina sebagai tanah yang diberkahi telah menjadi pusat perjuangan umat Islam sepanjang sejarah. Sejak era Perang Salib hingga konflik modern. Masjid Al-Aqsa tetap menjadi simbol keteguhan umat Islam dalam mempertahankan kesuciannya. Peringatan Isra Mi’raj di UT Makassar ini menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai Islam serta memperkokoh persaudaraan sesama Muslim. Dengan momen ini, diharapkan seluruh civitas akademika dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.(*)

UT Makassar Ikut Meriahkan Sulawesi Education and Techno Expo 2025

Universitas Terbuka Makassar (UT) kembali berpartisipasi dalam pameran pendidikaan “Sulawesi Education and Techno Expo 2025” yang digelar di Phinisi Ballroom Hotel Claro. Pameran yang berlangsung dari tanggal 21-23 Januari ini diikuti oleh berbagai institusi pendidikan tinggi, lembaga pendidikan profesional, dan organisasi terkait di seluruh Indonesia. Keikutsertaan UT Makassar dalam pameran ini bertujuan untuk memperkenalkan sistem pendidikan jarak jauh yang fleksibel dan terjangkau kepada masyarakat luas. UT menampilkan berbagai program studi yang dapat diakses secara online, memungkinkan para peserta didik dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengejar pendidikan tinggi tanpa batasan jarak dan waktu. Direktur UT Makassar , Prof Abd. Rahman Rahim, mengatakan bahwa UT berkomitmen untuk terus memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat luas, terutama bagi mereka yang kesulitan mengakses pendidikan secara konvensional. “Pameran ini merupakan kesempatan untuk lebih mendekatkan UT dengan calon mahasiswa yang mencari solusi pendidikan yang fleksibel dan berkualitas,” ujar Prof. Rahman Selain memperkenalkan program-program studi, UT juga mengadakan sesi informasi dan konsultasi bagi calon mahasiswa mengenai proses pendaftaran, beasiswa, serta berbagai fasilitas yang tersedia untuk mendukung pembelajaran jarak jauh. Dengan berbagai inovasi dan kemudahan yang ditawarkan, UT berharap dapat menjangkau lebih banyak peserta didik di seluruh Indonesia, terutama mereka yang berada di wilayah terpencil. Keikutsertaan dalam pameran ini diharapkan dapat menjadi jembatan untuk mewujudkan cita-cita pendidikan yang inklusif dan merata bagi semua kalangan.(*)

SALUT Panrita Lopi Resmi Beroperasi, Akses Pendidikan Tinggi di Bulukumba Kini Lebih Mudah

Universitas Terbuka (UT) Makassar resmi meluncurkan Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Panrita Lopi di Kabupaten Bulukumba pada Rabu, (17/1/2024). Peresmian ini bertujuan untuk memperluas akses pendidikan tinggi berbasis jarak jauh dan memberikan layanan administrasi serta akademik yang lebih terjangkau bagi mahasiswa. Acara peresmian berlangsung meriah dengan dihadiri Asisten Administrasi Umum Kabupaten Bulukumba, H. Muhammad Daud Kahal, yang mewakili Pj. Bupati Bulukumba. Turut hadir Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, SE., MM., serta berbagai tokoh penting, termasuk pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), mahasiswa, alumni UT, dan masyarakat setempat. Dalam sambutannya, H. Muhammad Daud Kahal menyampaikan rasa terima kasih kepada Universitas Terbuka atas inisiatif menghadirkan SALUT di Bulukumba. Ia berharap fasilitas ini dapat mempermudah masyarakat lokal dalam mengakses pendidikan tinggi berkualitas. “Keberadaan SALUT ini diharapkan menjadi pintu gerbang baru bagi masyarakat Bulukumba untuk melanjutkan studi tanpa hambatan jarak dan waktu,” ujarnya. Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, menambahkan bahwa SALUT Panrita Lopi merupakan bagian dari strategi UT untuk mendukung pendidikan inklusif di Indonesia. “Kami berkomitmen mendekatkan pendidikan berkualitas kepada semua lapisan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi layanan. SALUT ini adalah langkah konkret menuju pemerataan pendidikan tinggi,” ungkapnya. SALUT Panrita Lopi menyediakan fasilitas lengkap, mulai dari layanan administrasi, konsultasi akademik, hingga sistem digital terpadu untuk menunjang kebutuhan mahasiswa. Sentra layanan ini diharapkan mampu mendukung mahasiswa UT di Bulukumba dalam menyelesaikan studi mereka dengan lebih mudah dan efisien. Kehadiran SALUT Panrita Lopi juga menandai langkah penting bagi UT dalam memperkuat posisinya sebagai pelopor pendidikan tinggi jarak jauh di Indonesia. Dengan mengintegrasikan teknologi dan layanan langsung, UT menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dalam menghadapi tantangan era digital.(*)

Permudah Akses Mahasiswa di Daerah, UT Makassar Resmikan 4 Sentra Layanan Baru

Universitas Terbuka (UT) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi dengan meresmikan empat Sentra Layanan UT (SALUT) baru di Sulawesi Selatan. Di antaranya SALUT Luwu Utara 1, SALUT Luwu Utara 2, SALUT Mangkutana, Luwu Timur dan SALUT Palopo yang di laksanakan pada tanggal 6 – 9 Desember 2024. Peresmian ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Bupati Luwu Utara Suaib Mansyur, PJ Wali Kota Palopo Drs. H. Firmanza DP, SH., M.Si, dan Direktur UT Makassar Prof. Dr. H. Abd. Rahman Rahim, SE., MM, serta para kepala SALUT yang baru. Sebagai perguruan tinggi negeri badan hukum, UT telah menjadi pionir dalam Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) sejak 1984, yang kini dikenal sebagai kuliah online. Selama hampir 40 tahun, UT terus berupaya memberikan layanan pendidikan tinggi yang terjangkau dan berkualitas di seluruh pelosok negeri. Dengan lebih dari 2 juta alumni, UT telah mencetak banyak lulusan yang sukses, termasuk yang terbanyak lolos CPNS pada 2021. Kehadiran SALUT menjadi salah satu langkah strategis UT untuk mendekatkan layanan kepada mahasiswa, khususnya di wilayah yang jauh dari pusat kota. Direktur UT Makassar, Prof. Abd. Rahman Rahim, menjelaskan bahwa SALUT adalah unit mandiri yang memberikan akses layanan akademik dan non-akademik bagi mahasiswa. “Masyarakat Sulsel masih banyak yang belum tahu bahwa UT adalah perguruan tinggi negeri dengan biaya terjangkau, tanpa uang bangunan, dan kuliah bisa dilakukan tanpa meninggalkan kampung halaman,” ungkapnya. Fasilitas di SALUT meliputi tempat tutorial, ujian online, hingga pusat kegiatan mahasiswa. Dengan hadirnya SALUT di tiga kabupaten ini, UT berharap layanan pendidikan tinggi menjadi lebih mudah diakses dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Saat ini, UT Makassar telah memiliki 17 SALUT di Sulsel, dengan target mencapai 24 SALUT pada 2025. Kehadiran SALUT di Luwu Utara, Luwu Timur, dan Palopo menjadi momen bersejarah untuk memperkuat kehadiran UT di Sulsel. “Dengan pelayanan yang modern, integritas tinggi, dan fokus pada kebutuhan mahasiswa, SALUT akan menjadi solusi pendidikan tinggi yang lebih dekat dan berkualitas,” kata Prof. Abd. Rahman Rahim.(*)

Hadir di Seminar dan Monev Akhir RKI di Unhas, UT Dukung Pengembangan Riset Nasional

Universitas Terbuka (UT) turut berpartisipasi dalam kegiatan Seminar dan Monitoring Evaluasi (Monev) Akhir Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), Kamis (5/12/2024) di Unhas Hotel and Convention. Kegiatan ini diikuti oleh 613 peneliti dari 21 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) dan mitra menghadiri Seminar dan Monitoring Evaluasi (Monev) termasuk Universitas Terbukalah (UT). Delegasi UT yang terdiri dari Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Prof. Dewi A. Padmo Putri, M.A, Ph.D. dan tim hadir dalam seminar yang membahas berbagai topik penting, seperti inovasi riset di era digital, transformasi pendidikan tinggi. Ketua LPPM Unhas, Prof dr Muh Nasrum Massi, Ph.D dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas penyelenggaraan kegiatan ini. “Kami di wilayah Indonesia Timur merasa terhormat menjadi tuan rumah kegiatan yang luar biasa ini. Setiap universitas menyediakan anggaran untuk membentuk tim kolaborasi dengan minimal dua perguruan tinggi lainnya. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas penelitian menuju standar internasional,” ujar Prof Nasrum. Menurut Nasrum, kehadiran 613 peneliti di Unhas merupakan langkah besar dalam memperkuat jejaring kolaborasi lintas fakultas dan universitas, sekaligus memacu penyusunan proposal riset selanjutnya. Bersama, kita dapat berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof Satryo Soemantri Brodjonegoro, dalam sambutan yang disampaikan melalui cuplikan video mengatakan, penelitian berkualitas tinggi adalah kunci untuk menjawab tantangan global. Dengan partisipasi aktif dalam AKRI 2024, UT menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan ilmu pengetahuan, riset, dan kebudayaan yang inklusif dan berdaya saing global. Semoga inovasi-inovasi UT dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan riset di Indonesia.

Luwu Utara Kini Miliki Sentra Layanan Universitas Terbuka, Diharap Jadi Primadona Baru

Wakil Bupati Kabupaten Luwu Utara, Suaib Mansur, mengatakan bahwa kehadiran Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) di Kabupaten Luwu Utara seperti sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Bagaimana tidak, animo masyarakat Luwu Utara untuk segera meyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi itu sangat tinggi. Namun, karena berbagai hambatan dan tantangan, seperti keterbatasan ekonomi, tempat tinggal yang jauh dari perkotaan, dan masih banyaknya masyarakat yang sudah bekerja di perkantoran, menyebabkan mereka tak bisa meninggalkan pekerjaannya. Berbagai hambatan ini tentu tak lagi menjadi soal seiring hadirnya SALUT Luwu Utara. “Kehadiran Universitas Terbuka yang nantinya menjangkau sampai ke kecamatan dan desa adalah mimpi kami di Luwu Utara. Ini adalah kesyukuran. Terima kasih kepada seluruh Civitas Akademika Universitas Terbuka, mulai dari pusat sampai provinsi. Karena ini adalah solusi bagi kami untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah di usia 19 – 24 tahun,” tutur Suaib, saat meresmikan SALUT Luwu Utara, Jumat (6/12), di Jalan Andi Djemma Kelurahan Bone, Masamba. Suaib mengatakan bahwa masyarakat Tana Luwu, khususnya Luwu Utara, sangat mendambakan hadirnya sebuah universitas yang mampu menampung mahasiswa untuk menyelesaikan studinya di perguruan tinggi, khususnya di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). ”Ini yang coba kami bangkitkan kembali, agar universitas bisa hadir di Luwu Utara,” terangnya. Dikatakannya bahwa kehadiran UT di Kabupaten Luwu Utara ini tinggal menunggu waktu untuk menjadi sebuah perguruan tinggi primadona. “UT ini tinggal menunggu waktu untuk menjadi primadona, serta menjadi tempat bagi kita semua menyelesaikan jenjang pendidikan sehingga bisa menciptakan SDM yang berkualitas,” imbuh mantan Kadis PUPR ini. “Saya kira ini menjadi modal yang sangat penting, sekaligus menjadi modal dasar bagi kita untuk memulai pembangunan di Luwu Utara. Karena untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat kita di Luwu Utara dimulai dari sektor pendidikan,” jelasnya lagi. Peresmian Sentra Layanan Universitas Terbuka Luwu Utara, Jumat (6/12), di Jalan Andi Djemma Kelurahan Bone, Masamba. (LHr)Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Terbuka, Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si., yang juga turut hadir dalam peresmian SALUT Luwu Utara, mengatakan bahwa UT adalah Perguruan Tinggi Negeri yang didirikan Presiden Soeharto pada 1984 silam. “Sudah hampir 40 tahun usianya, dan cukup banyak prestasi yang dihasilkan lulusan UT,” bebernya. Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini jumlah lulusan UT sudah lebih dari 2,5 juta. Angka itu, kata dia, adalah yang terbanyak di antaranya PTN atau PTS lainnya. Untuk itu, ia berharap kehadiran SALUT Luwu Utara dapat mengakselerasi atau mempercepat peningkatan sumber daya manusia yang ada di daerah berjuluk Bumi La Maranginang tersebut. Ia menyebutkan bahwa UT adalah salah satu PTN papan atas di Indonesia. “UT adalah PTN papan atas, yang setara UGM, UI, IPB, ITB, Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, dan UT ini telah hadir di Makassar dan Luwu Utara,” terangnya, seraya mengatakan bahwa UT adalah PTN yang telah memiliki Badan Hukum (PTN-BH). Dikatakannya, seluruh kewenangan yang berkaitan dengan layanan Tri Dharma Perguruan Tinggi juga telah berikan kepada SALUT Lutra, sehingga seluruh kebutuhan yang diinginkan masyarakat dapat terpenuhi di SALUT. “Jadi, tak perlu lagi ke Jakarta, tak perlu lagi ke Makassar, cukup hadir di SALUT Luwu Utara, maka seluruh kebutuhan mahasiswa akan disediakan,” jelasnya. Peresmian Sentra Layanan Universitas Terbuka Luwu Utara, Jumat (6/12), di Jalan Andi Djemma Kelurahan Bone, Masamba. (LHr)Sebelumnya, Direktur Universitas Terbuka Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., menjamin keberadaan SALUT akan menjadi primadona baru di Luwu Utara yang akan melahirkan para alumni berkualitas. “Para alumni kita di Lutra ini sudah banyak berkiprah di berbagai sektor lapangan kerja, utamanya di pemerintahan,” ungkap Prof Rahman. Bahkan saat ini, ungkap Rahman, dalam dua tahun terakhir, lulusan UT masih menjadi alumni terbanyak yang berhasil lulus menjadi ASN, baik PNS maupun PPPK. “Dalam dua tahun berturut-turut, penerimaan ASN secara nasional yang diikuti oleh 20.000 Calon ASN di seluruh Indonesia, sedikitnya ada 10.000 lulusan didominasi oleh alumni UT,” ungkap dia. “Hal ini juga menunjukkan, sekaligus membuktikan bahwa alumni UT juga mampu bersaing secara nasional pada berbagai kesempatan dan peluang untuk mendapatkan kelulusan masuk ASN,” ucapnya menambahkan. Untuk itu, ia berharap, para pengelola SALUT mampu menggaet calon mahasiswa di perkotaan, termasuk di pelosok-pelosok desa. “UT ini adalah PTN yang kualitasnya sudah diakui oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan sudah diakui dengan akreditasi A. Program studinya (prodi) pun juga mengikuti itu. Dari sisi kualitas, UT tak perlu lagi kita ragukan,” ucap Rahman mencoba memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa UT adalah PTN papan atas di Indonesia. Pada kesempatan yang sama pula, Kepala SALUT Lutra, Lina Rabang Matasik, S.Kom., mengatakan bahwa sebelum bertransformasi, SALUT Lutra awalnya adalah Kelompok Belajar (Pokjar) yang berdiri sejak tahun 2006 – 2015 yang beralamat di jalan Andi Djemma Masamba. Di mana pada tahun yang sama, pihaknya mengelola 2.000 mahasiswa dari 12 kecamatan. “Dan 2016, kami terus melakukan sosialisasi program di berbagai instansi pemerintahan dan sekolah dalam rangka untuk merekrut mahasiswa baru. Seiring berjalannya waktu, Pokjar Lutra terus mengalami perkembangan dan bersyukur karena usaha ini tidak sia-sia,” terangnya. “Pokjar UT Lutra juga dinikmati oleh kalangan milenial dan para gen Z, dengan berbagai jurusan, seperti S1 Pemerintahan, S1 Akuntansi, S1 Hukum, S1 PGSD, S1 Sistem Informasi, dan S1 Ekonomi Pembangunan. Tahun ini saja, jumlah mahasiswa kita sudah ada 251 orang,” ungkapnya. Dikatakannya bahwa saat ini Pokjar telah bertransformasi menjadi SALUT, dengan harapan untuk memberikan dukungan dan pendampingan kepada mahasiwa agar sukses dalam studi akademik dan non akademik, termasuk menyediakan linkungan belajar yang nyaman dan terkangkau bagi mahasiswa, dan untuk mem-fasilitasi pembelajaran mandiri dan kolaboratif. “SALUT hadir sebagai upaya memberikan akses pendidikan yang lebih baik kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang ingin melanjutkan studi di PTN. Dengan fasilitas ini, diharapkan proses pendaftaran, konsultasi serta layanan akademik lainnya akan makin mudah, efektif, dan efisien, serta menjadi lokasi ujian daring karena SALUT kini memiliki fasilitas yang cukup memadai,” pungkasnya. Dalam peresmian SALUT Luwu Utara, juga dilakukan Penandatangan Kerja Sama atau MoU antara Universitas Terbuka Makassar dan SALUT Luwu Utara. Juga dilakukan pengguntingan pita sebagai tanda dimanfaatkannya secara resmi SALUT Luwu Utara. Termasuk juga dilakukanya penyerahan plakat dan cinderamata dari UT kepada Pemda Luwu Utara, dan sebaliknya. (LHr)

Organisasi Mahasiswa Universitas Terbuka Makassar (Ormawa) Diminta Beri Kontribusi Nyata buat Masyarakat

Direktur Universitas Terbuka (UT) Makassar Prof Abdul Rahman Rahim resmi melantik kepengurusan baru organisasi mahasiswa (Ormawa) periode 2024/2025 di Ruangan Tutorial UT Makassar, Kampus UT Makassar, Simpang Lima Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Senin (2/12/2024). Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan UT Makassar, dosen pembina, perwakilan mahasiswa, serta tamu undangan lainnya. Rahman mengatakan bahwa pelantikan ini merupakan momen penting bagi mahasiswa UT. Tujuannya untuk mengambil peran strategis dalam memajukan universitas dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Menurut dia, organisasi mahasiswa adalah wadah yang penting bagi kalian untuk mengembangkan potensi diri. Organisasi, kata dia, juga penting untuk melatih kepemimpinan, dan membangun jejaring yang akan bermanfaat di masa depan. “Kami berharap kepengurusan baru ini dapat menjadi motor penggerak bagi kegiatan-kegiatan positif di kampus dan di lingkungan masyarakat,” kata Rahman, dalam keterangan tertulis. Ketua organisasi mahasiswa terpilih, Rezky Rahmawati Rukka, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan. Ia berkomitmen untuk membawa organisasi ini menjadi lebih inklusif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa. “Kami akan fokus pada penguatan sinergi antara mahasiswa dan pihak universitas, peningkatan kualitas kegiatan, serta memanfaatkan teknologi untuk menjangkau seluruh mahasiswa UT di berbagai daerah,” kata Rezky.(*)

UT Makassar Gelar Seminar Akademik, Bahas Peran Strategis Cetak SDM Unggul

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar Seminar Akademik sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menjelang Wisuda Periode II Tahun Akademik 2024.2, yang diselenggarakan pada Minggu (3/11/2024). Seminar ini berlangsung di Kampus UT Makassar, Simpang Lima Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sabtu (2/11/2024). Seminar ini mengusung tema “Peran Strategis UT dalam Menyiapkan SDM Berkualitas untuk Mewujudkan SDM Unggul” dan dibuka langsung oleh Direktur UT Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim. Acara ini menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Sulawesi Selatan, Dr H Muh. Iqbal Suaeb, yang mewakili Pj Gubernur Sulsel, Kepala Pusat Sumber Daya Manusia UT Pusat Dr Agus Joko Purwanto. Serta Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Makassar, Ichsan Mahyudi. Seminar ini dipandu oleh Drs. Effendi M., M.Hum. Prof Abdul Rahman Rahim dalam sambutannya menegaskan bahwa seminar ini merupakan agenda rutin UT Makassar, tetapi seminar ini dirancang khusus menyongsong pelaksanaan wisuda. “Melalui seminar ini, kami berharap dapat meningkatkan kualitas SDM perguruan tinggi untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat,” ungkapnya. Prof. Rahman juga menyoroti semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi perguruan tinggi. “Dinamika perubahan global menuntut penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan SDM unggul. Hal ini menjadi perhatian utama dalam seminar akademik ini,” ujarnya, seraya menekankan pentingnya adaptasi dan inovasi perguruan tinggi. Sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum, Universitas Terbuka, lanjut Prof. Rahman, terus berkomitmen memberikan akses pendidikan tinggi melalui pembelajaran jarak jauh. UT juga aktif mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa dengan memanfaatkan teknologi dan mendukung kegiatan kewirausahaan, serta pemerataan pendidikan. Sementara itu, Dr Agus Joko Purwanto menjelaskan tujuan pendirian UT yakni untuk memenuhi kebutuhan akan pendidikan tinggi kepada kalangan muda dan masyarakat luas. “UT hadir untuk mengatasi hambatan pendidikan tinggi tatap muka, memperluas daya tampung perguruan tinggi, dan melahirkan manusia pembangunan yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” terangnya. Dr Agus juga menyebutkan bahwa saat ini UT memiliki 671.967 mahasiswa yang tersebar di 39 kantor UT daerah dan satu kantor UT luar negeri, menjangkau 34 provinsi dan 511 kabupaten/kota di Indonesia, serta melayani mahasiswa di 42 negara di 51 kota. Jumlah lulusan UT hingga tahun akademik 2024.2 telah mencapai 2.047.735 orang, setara dengan 9,15 persen dari total lulusan perguruan tinggi di Indonesia. Kadis Dukcapil Sulsel, Muh Iqbal Suaeb, menilai bahwa UT memiliki peran strategis dalam mencetak SDM unggul untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar Seminar Akademik sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menjelang Wisuda Periode II Tahun Akademik 2024.2, yang diselenggarakan pada Minggu (3/11/2024). Seminar ini berlangsung di Kampus UT Makassar, Simpang Lima Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sabtu (2/11/2024). Seminar ini mengusung tema “Peran Strategis UT dalam Menyiapkan SDM Berkualitas untuk Mewujudkan SDM Unggul” dan dibuka langsung oleh Direktur UT Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim. Acara ini menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Sulawesi Selatan, Dr H Muh. Iqbal Suaeb, yang mewakili Pj Gubernur Sulsel, Kepala Pusat Sumber Daya Manusia UT Pusat Dr Agus Joko Purwanto. Serta Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Makassar, Ichsan Mahyudi. Seminar ini dipandu oleh Drs. Effendi M., M.Hum. Prof Abdul Rahman Rahim dalam sambutannya menegaskan bahwa seminar ini merupakan agenda rutin UT Makassar, tetapi seminar ini dirancang khusus menyongsong pelaksanaan wisuda. “Melalui seminar ini, kami berharap dapat meningkatkan kualitas SDM perguruan tinggi untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat,” ungkapnya. Prof. Rahman juga menyoroti semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi perguruan tinggi. “Dinamika perubahan global menuntut penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan SDM unggul. Hal ini menjadi perhatian utama dalam seminar akademik ini,” ujarnya, seraya menekankan pentingnya adaptasi dan inovasi perguruan tinggi. Sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum, Universitas Terbuka, lanjut Prof. Rahman, terus berkomitmen memberikan akses pendidikan tinggi melalui pembelajaran jarak jauh. UT juga aktif mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa dengan memanfaatkan teknologi dan mendukung kegiatan kewirausahaan, serta pemerataan pendidikan. Sementara itu, Dr Agus Joko Purwanto menjelaskan tujuan pendirian UT yakni untuk memenuhi kebutuhan akan pendidikan tinggi kepada kalangan muda dan masyarakat luas. “UT hadir untuk mengatasi hambatan pendidikan tinggi tatap muka, memperluas daya tampung perguruan tinggi, dan melahirkan manusia pembangunan yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” terangnya. Dr Agus juga menyebutkan bahwa saat ini UT memiliki 671.967 mahasiswa yang tersebar di 39 kantor UT daerah dan satu kantor UT luar negeri, menjangkau 34 provinsi dan 511 kabupaten/kota di Indonesia, serta melayani mahasiswa di 42 negara di 51 kota. Jumlah lulusan UT hingga tahun akademik 2024.2 telah mencapai 2.047.735 orang, setara dengan 9,15 persen dari total lulusan perguruan tinggi di Indonesia. Kadis Dukcapil Sulsel, Muh Iqbal Suaeb, menilai bahwa UT memiliki peran strategis dalam mencetak SDM unggul untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

437 Lulusan Diploma, Sarjana dan Pascasarjana UT Makassar Diwisuda, Andi Irnayanti Putri Wisudawan Terbaik

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar Wisuda Daerah untuk 437 lulusan Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2023/2024 di Convention Hall Universitas Terbuka, Ahad 3 Nopember 2024. Wisuda ini mengusung tema “Peran Strategis Universitas Terbuka dalam Menyiapkan SDM Berkualitas untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045”. Sebanyak 266 lulusan berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), 135 dari Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik, 27 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 7 dari Fakultas Sains dan Teknologi, serta 1 lulusan dari Sekolah Pascasarjana. Wisuda ini dibuka Direktur UT Makassar Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M. Hadir Rektor UT yang diwakili Ketua LPPM UT Prof Dewi Artati Padwo Putri, M.A., Ph.D., serta pejabat pemerintah seperti Pj Gubernur Sulsel yang diwakili Kadis Dukcapil Sulsel Dr M. Iqbal S. Suhaeb, mitra UT dan sejumlah pejabat lainnya. Prosesi wisuda diawali dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UT Makassar dengan Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Sulsel serta Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia (ADRI) Sulselbar. Dalam sambutannya, Prof Rahman Rahim menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mempersiapkan generasi unggul untuk menyambut Indonesia Emas 2045. “Kita harus mencetak insan yang siap menjadi kekuatan ekonomi dan intelektual dunia,” ujarnya. UT, yang dikenal dengan pendidikan jarak jauh berbasis teknologi, terus berinovasi untuk memberikan fleksibilitas dalam pembelajaran. “Kami berkomitmen mengembangkan strategi pendidikan berkualitas melalui pembelajaran online yang terus di-upgrade agar lulusan siap bersaing secara global,” tambah Prof. Rahman. Ia juga menekankan bahwa wisuda ini adalah awal bagi lulusan untuk mengaplikasikan ilmu mereka dalam masyarakat. Prof Rahman mengatakan seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan jarak jauh, UT terus mengalami peningkatan jumlah mahasiswa yang signifikan setiap tahunnya. Dikatakan pada masa 2022.2 total mahasiswa Universitas Terbuka Makassar tercatat 6.490 orang tahun berikutnya meningkat signifikan yakni 7.706 mahasiswa dan sekarang ini telah melonjak menjadi 9.622 mahasiswa. Peningkatan ini katanya tidak hanya mencerminkan kebutuhan masyarakat akan akses pendidikan tinggi yang fleksibel, tetapi juga menyiratkan bahwa UT menjadi pilihan strategis bagi yang ingin meningkatkan kemampuan untuk bersaing di era global. Acara ini turut dimeriahkan dengan pemberian penghargaan kepada Wisudawan Terbaik yang diraih oleh Andi Irnayanti Putri dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta penghargaan ini juga diberikan kepada delapan mahasiswa berprestasi nasional tahun 2024. Mereka adalah Ersa Sahar Reza (Peraih Dana Hibah Kementerian Pertanian kerjasama dengan IFAD Bank Dunia 2024). Muhammad Aksan ( Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Disporseni Nasional UT 2024/ Juara 1 Bidang Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris Olimpiade Sains Tingkat Nasional 2024). ayyum Amelia ( Juara 1 Lba Karya Tulis Ilmiah Disporseni Nasional UT 202r). Aulia (Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Disporseni Nasional UT 2024, Juara 3 Lomba Faperta Fair 5 Yayasan Rizki Prima Sentosa dan Universitas Dhyna Pura Bali). Karmila Muchlisa Rais (Juara 1 Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional oleh Ikatan Penerbit Buka Semi Mayor Indonesia). Rahmat Al Bukhari ( Juara Harapan 2 Lomba MTQ Disporseni Nasional UT 2024), Zahra Ainun Ariyanto ( Juara 2 Senior Komite 68 kg Putri oleh Indonesia Open Internasional Karate Championship 2024 Piala Presiden. Serta Muhammad Fathan Chaidir ( Peringkat 1 Raid 233 Senior Star pada ajang Gauchoux Open Internasional Competition Prancis 2024.***

Ketua LPPM Akui Jumlah Mahasiswa UT Makassar Meningkat Signifikan Setiap Tahunnya

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Terbuka (UT), Prof Dewi Artati Padwo Putri, mengungkapkan optimisme terhadap perkembangan UT Makassar yang terus mengalami peningkatan jumlah mahasiswa secara signifikan yang saat ini sudah mencapai 9.622 mahasiswa. Pernyataan ini disampaikannya saat mewakili Rektor UT dalam Wisuda Daerah untuk lulusan Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2023/2024, di Convention Hall UT Makassar, Ahad, 3 Nopember 2024. Example 300×600Dalam sambutannya, Prof. Dewi berharap para lulusan UT dapat membawa nama baik universitas dan tampil berbeda, baik sebelum maupun sesudah menyelesaikan studi. “Lulusan UT harus tampil profesional dan mampu membawakan diri dengan baik, sehingga pantas dihargai sebagai sarjana dari Universitas Terbuka,” ujarnya. Ia juga memberikan motivasi kepada mahasiswa UT Makassar yang masih menjalani perkuliahan agar tetap semangat, meski menghadapi tantangan besar dalam sistem pembelajaran jarak jauh. “Kuliah di UT memang tidak mudah, tetapi tantangan ini harus terus dijalani. Hasilnya akan sangat bermanfaat, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga, masyarakat, dan bangsa,” tambahnya. Prof. Dewi mengakui bahwa banyak 1anggapan kuliah di UT mudah masuk tetapi sulit lulus, itu sering disebabkan oleh kurangnya kedisiplinan dalam belajar. Ia menjelaskan bahwa UT telah menyediakan bahan ajar berkualitas, yang disusun oleh dosen-dosen terbaik dari universitas ternama seperti UI, ITB, dan IPB serta lainnya. “Jika bahan ajar ini dipelajari dengan sungguh-sungguh, mahasiswa pasti bisa lulus tepat waktu,” tegasnya. Ia juga menyoroti bahwa banyak mahasiswa UT merupakan pekerja yang memiliki keterbatasan waktu untuk belajar, bekerja, dan mengurus keluarga. Untuk mengatasi hal ini, UT memberikan pelatihan manajemen waktu di UT daerah masing-masing. “Pelatihan ini membantu mahasiswa mengatur kapan waktu belajar, bekerja, dan mengurus keluarga, sehingga mereka dapat menjalankan semuanya dengan baik,” jelas Prof. Dewi. Dengan beroperasinya gedung baru yang megah, Prof Dewi yakin UT Makassar akan semakin diminati dan terus menarik mahasiswa yang ingin mengejar pendidikan tinggi berkualitas.***