Lonjakan Peserta Ujian Pascasarjana UT Makassar, Prof Abdul Rahman Rahim: Bukti Kepercayaan Publik Meningkat

Direktur Universitas Terbuka (UT) Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., menjadi sorotan pada pelaksanaan Ujian Masuk Program Pascasarjana Masa 2025 Genap yang digelar pada 22–23 November 2025 di Kampus UT Makassar. Kehadirannya sejak awal proses seleksi hingga ujian berlangsung menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kualitas penyelenggaraan tes. Prof Rahman turun langsung meninjau registrasi peserta, kesiapan ruang ujian, hingga memantau jalannya proses seleksi. Langkah ini mendapat apresiasi dari panitia dan peserta sebagai bentuk keseriusan UT Makassar dalam menjamin profesionalisme proses penerimaan mahasiswa baru Pascasarjana. Tahun ini, tercatat 21 peserta mengikuti ujian, melonjak lebih dari tiga kali lipat dibanding tahun lalu yang hanya diikuti 6 orang. Bagi Prof Rahman, peningkatan drastis ini menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan masyarakat terhadap UT Makassar semakin kuat. “Lonjakan jumlah peserta dari 6 menjadi 21 orang menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap UT. Proses ujian ini kami jaga integritasnya untuk memastikan hanya peserta terbaik yang melanjutkan ke jenjang Pascasarjana. Kami bangga melihat antusiasme yang terus tumbuh,” ujar Prof Rahman. Ia menegaskan bahwa tes masuk Pascasarjana bukan sekadar formalitas, tetapi instrumen penting untuk menilai kesiapan akademik calon mahasiswa. Menurutnya, kualitas input harus dijaga untuk memastikan kualitas output lulusan di masa mendatang. Ketua Panitia, Dr. Syafruddin, M.Pd., juga menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian direktur yang memantau langsung jalannya kegiatan. Ia menyebut kehadiran Prof Rahman memberi dorongan moral bagi panitia dan menjadi energi positif selama proses seleksi berlangsung. Meningkatnya partisipasi dan dukungan penuh dari pimpinan, UT Makassar optimistis dapat menjaring calon mahasiswa magister yang kian berkualitas serta memperkuat peran universitas dalam menyediakan akses pendidikan tinggi yang fleksibel, relevan, dan berstandar nasional.***
UT Makassar Berpartisipasi Aktif dalam Rakortas Pemasaran 2025, Pacu Inovasi Strategi Pencapaian Satu Juta Mahasiswa

YOGYAKARTA, 19 November 2025 – Universitas Terbuka (UT) Makassar turut serta memeriahkan dan berkontribusi dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pemasaran UT 2025 yang digelar di The Malioboro Hotel, Yogyakarta, pada 18-20 November 2025. Acara strategis nasional ini dihadiri oleh jajaran direktur, manajer pemasaran, dan penanggung jawab media sosial dari seluruh UT Daerah di Indonesia. UT Makassar diwakili secara langsung oleh Prof. Rahman Rahim selaku Direktur UT Makassar. Turut hadir mendampingi, Dr. Jalil, S.Pi., M.P., selaku Manajer Marketing Registrasi, serta Rahmat RA, S.Kom. dari staf marketing registrasi bagian konten. Rakortas hari pertama (18/11) dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK, Prof. Dr. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., yang juga memberikan sambutan kunci sekaligus membuka acara. Hari ini, Rabu (19/11), rangkaian acara memasuki sesi inti yang padat dengan materi strategis. Pada sesi pagi, para direktur dan manajer, termasuk yang hadir dari UT Makassar, menyimak paparan mendalam mengenai “Audit Marketing” dan “Strategi Marketing UT Pusat dan Daerah Menuju Proyeksi 1 Juta Mahasiswa Tahun 2026” yang disampaikan oleh Direktur DPKS. Sesi khusus untuk staf konten, yang diikuti oleh Rahmat RA, S.Kom., juga digelar di Kantor UT Yogyakarta dengan fokus pada pelatihan produksi konten, storytelling, dan praktik langsung untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas materi promosi digital. “Rakortas ini merupakan momentum penting untuk menyelaraskan strategi dan inovasi pemasaran di tingkat pusat dan daerah. Kehadiran dan kontribusi aktif tim UT Makassar, baik di sesi manajerial maupun teknis konten, menunjukkan komitmen kami untuk mendukung penuh target nasional pencapaian satu juta mahasiswa,” ujar Prof. Rahman Rahim di sela-sela acara. Beliau menambahkan, materi-materi yang disampaikan, terutama mengenai pemanfaatan data, digital insight, dan dukungan teknologi dari DPKS, sangat relevan dengan pengembangan strategi pemasaran UT Makassar ke depan. Sementara itu, Dr. Jalil, S.Pi., M.P., menyatakan bahwa sesi networking dengan mitra vokasi dan diskusi strategi pemasaran memberikan perspektif baru untuk memperkuat layanan dan penetrasi pasar di wilayah Sulawesi Selatan. Acara pada hari ini akan dilanjutkan dengan sesi tentang pengelolaan dana marketing yang efektif serta revolusi pembelajaran di era digital yang kembali menghadirkan Prof. Dr. Ojat Darojat sebagai pemateri. Rangkaian Rakortas Pemasaran 2025 akan berlangsung hingga besok, Kamis (20/11), dan ditutup dengan Gala Dinner.
UT Makassar Gelar Pelatihan Penggunaan APAR untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Kebakaran

Universitas Terbuka (UT) Makassar melaksanakan pelatihan praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi risiko kebakaran di lingkungan kampus. Kegiatan ini digelar pada Senin (17/11/2025) bertempat di area halaman parkir lantai G Gedung UT Makassar. Pelatihan dipandu langsung oleh Alfian Jos Kenda, Kepala Pengelola Gedung (Building Manager) UT Makassar. Ia memberikan penjelasan teknis mengenai jenis–jenis APAR, cara mengoperasikan, standar keselamatan, hingga simulasi pemadaman api menggunakan metode yang benar dan aman. “Saat terjadi kebakaran, penggunaan APAR harus dilakukan dengan cepat dan tepat. Prinsip dasarnya sederhana, yaitu metode PASS: mencabut pin pengaman, mengarahkan nozzle ke titik api, menekan tuas, lalu menyapu area api hingga padam. Hal yang sering dilupakan adalah memastikan tekanan tabung masih baik dan posisi kita tidak melawan arah angin. Prosedur kecil ini menentukan efektivitas pemadaman. Pelatihan seperti ini penting agar setiap pegawai mampu bertindak sigap jika keadaan darurat muncul.” ujar Alfian dalam penjelasannya. Pelatihan ini juga dihadiri dan didampingi oleh Drs. Jamil, M.Pd., perwakilan dosen dan staf Universitas Terbuka Makassar. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UT Makassar dalam memperkuat budaya keamanan dan kesehatan kerja di lingkungan kantor. “Pelatihan seperti ini merupakan kebutuhan wajib. Gedung yang aman bukan hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi juga oleh kesiapan SDM yang menggunakannya,” ujar Jamil dalam penjelasannya. Pelatihan penggunaan APAR ini merupakan tindak lanjut dari undangan resmi Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., yang sebelumnya dikeluarkan pada 13 November 2025. Melalui kegiatan ini, seluruh pegawai diharapkan memiliki pengetahuan praktis dalam menghadapi potensi kebakaran, sekaligus membangun budaya kerja yang lebih siaga dan bertanggung jawab. Universitas Terbuka Makassar menegaskan bahwa program pembinaan keselamatan akan terus ditingkatkan secara berkala sebagai bagian dari pelayanan dan operasional kantor yang profesional, aman, dan bertanggung jawab.(*)
Viral Mahasiswi UT Tulis Tangan Kerjakan Tugas, Tak Punya Laptop Tapi Punya Tekad Besi

Di tengah era serba digital saat tugas kuliah bisa diketik, dikirim, bahkan dikerjakan lewat ponsel, kisah seorang mahasiswi Universitas Terbuka (UT) ini jadi tamparan lembut bagi siapa pun yang sering menyerah karena alasan tidak punya fasilitas. Namanya Sisilia. Ia menjadi perbincangan warganet setelah unggahan dosennya di akun TikTok @nusameapicks0706 menampilkan hasil tugasnya yang berbeda dari mahasiswa kebanyakan. Alih-alih file hasil ketikan komputer, dosen itu menerima tugas berformat PDF yang berisi tulisan tangan Sisilia yang rapi, jelas, dan dikerjakan dengan penuh ketekunan. Judul tugasnya, Kewirausahaan Era Digital, terasa ironis tapi juga menggugah: di era digital, ia justru menulis manual. Dalam pesannya kepada dosen, Sisilia menulis dengan sopan dan jujur: “Mohon maaf ibu/bapak dosen sebelumnya saya mengirim tugasnya ini pake tulis tangan dikarena saya tidak memiliki laptop pribadi. Terima kasih.” Satu kalimat sederhana yang menggambarkan kerendahan hati dan semangat belajar tanpa pamrih. Sang dosen mengaku terharu, lalu membagikan kisah itu dengan pesan penuh harapan. “Malam minggu periksa dua tugas mahasiswa UT. Sukses selalu untuk kamu, nak,” tulisnya. Unggahan itu pun viral dan membanjir di kolom komentar dengan pujian. Banyak yang mengaku tersentuh dan termotivasi oleh perjuangan Sisilia, yang tetap menuntut ilmu meski di tengah keterbatasan. Bagi sebagian orang, tugas tulis tangan mungkin sudah jadi hal usang. Tapi bagi Sisilia, pena dan kertas adalah simbol tekad, bukan keterbelakangan. Ia menulis bukan karena tak punya pilihan, tapi karena tak mau berhenti belajar. Kisah seperti Sisilia adalah potret nyata semangat mahasiswa Universitas Terbuka, kampus yang menampung banyak pejuang ilmu dari berbagai latar belakang. Mereka belajar di sela kerja, mengerjakan tugas di antara kesibukan, dan berjuang tanpa fasilitas mewah. Sisilia membuktikan, kemajuan teknologi boleh mempercepat segalanya, tapi semangat tak pernah bisa digantikan mesin.
Hari Pahlawan Jadi Momentum Melawan Kebodohan dan Kemiskinan

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional ke-80 dengan penuh khidmat di halaman kantor UT Makassar, Senin (10/11/2025). Peta Upacara dipimpin langsung oleh Direktur UT Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE MM dan diikuti oleh seluruh staf, dosen, serta mahasiswa UT Makassar. Dalam amanatnya, Prof Rahman Rahim mengajak seluruh civitas akademika UT Makassar untuk menjadikan momentum Hari Pahlawan sebagai refleksi perjuangan masa kini. Yakni perjuangan melawan kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan melalui pendidikan. “Para pahlawan berjuang untuk kemerdekaan bangsa. Kini, tugas kita adalah melanjutkan perjuangan itu dengan membebaskan masyarakat dari kebodohan dan kemiskinan melalui ilmu pengetahuan,” katanya. “Universitas Terbuka adalah medan perjuangan baru kita,” ungkap Prof Rahman Rahim. Sebagai perguruan tinggi yang membuka akses pendidikan tanpa batas wilayah, usia, dan latar belakang, UT memiliki tanggung jawab besar untuk memperluas kesempatan belajar bagi seluruh lapisan masyarakat. “Saat ini jumlah mahasiswa UT Makassar baru mencapai sekitar 11.000 orang. Padahal potensi masyarakat Sulawesi sangat besar. Mari jadikan momentum Hari Pahlawan ini untuk menambah jumlah pendaftar UT Makassar,” tegasnya. Prof Rahman juga mengingatkan seluruh Penanggung Jawab Wilayah (PJW) agar aktif berkoordinasi dengan pejabat daerah, stakeholder, dan mitra strategis guna memperkuat sosialisasi serta meningkatkan minat masyarakat melanjutkan pendidikan tinggi melalui UT. Pada kesempatan tersebut, Prof Rahman Rahim juga menyampaikan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Dr (HC) Saifullah Yusuf, dalam rangka peringatan Hari Pahlawan 2025. Dalam amanatnya, Menteri mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk meneladani semangat kepahlawanan yang relevan dengan konteks kekinian. Menteri menegaskan bahwa para pahlawan bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya penuntun bagi masa depan bangsa. Dari perjuangan mereka, ada tiga nilai utama yang dapat dipetik:.Kesabaran – para pahlawan bersabar dalam menempuh ilmu, menyusun strategi, dan membangun persatuan. Kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, melainkan dengan ketulusan dan waktu yang panjang. Pengabdian tanpa pamrih – setelah merdeka, para pahlawan tidak menuntut balas jasa, melainkan terus mengabdi kepada rakyat. Visi ke depan – perjuangan dilakukan untuk generasi mendatang sebagai bentuk ibadah dan tanggung jawab moral. Menteri Saifullah Yusuf menegaskan, bentuk perjuangan masa kini telah berubah. Perjuangan tidak lagi dengan senjata, melainkan dengan ilmu pengetahuan. “Lewat empati sosial, dan pengabdian untuk membela yang lemah serta memastikan tidak ada satu pun warga bangsa yang tertinggal,” tegasnya. Amanat tersebut diakhiri dengan ajakan untuk mensyukuri kemerdekaan dan menghidupkan semangat perjuangan dalam membangun Indonesia melalui kerja nyata dan inovasi di berbagai bidang. Upacara Hari Pahlawan di UT Makassar berlangsung dengan khidmat dan semangat nasionalisme yang tinggi. Seluruh civitas akademika UT Makassar bertekad meneruskan perjuangan para pahlawan melalui pendidikan yang terbuka, inklusif, dan berkeadilan bagi semua. (nas)
Tantangan Geografis Bukan Halangan, Kisah ASN Bantaeng Raih Gelar Magister di UT

Memajukan karier dan pengetahuan di tengah tuntutan pekerjaan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan lokasi tempat tugas yang jauh dari pusat kota, bukanlah halangan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini dibuktikan oleh Sir Arafat, seorang ASN yang bertugas di Bantaeng dan berhasil menempuh studi Magister Ilmu Administrasi dengan Bidang Minat Administrasi Publik di Universitas Terbuka (UT). Dalam sharingya, Yasir Arafat mengungkapkan dua alasan utama di balik pilihannya. Pertama, bidang Administrasi Publik sangat relevan dengan profesi dan tanggung jawabnya sehari-hari dalam melayani masyarakat. Kedua, keputusannya untuk memilih UT didasari oleh sistem pembelajaran online dan belajar mandiri yang sangat fleksibel. “UT (Universitas Terbuka) menyediakan PTJJ (Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh). Kita tidak perlu ke kampus, kecuali pada saat ujian. Nah, itu sangat membantu karena kami ASN, apalagi saya di Bantaeng. Tidak mungkin bagi kami untuk kuliah dari Bantaeng ke Makassar setiap minggu atau setiap hari, itu susah,” ujar mahasiswa Universitas Terbuka ini. Lebih lanjut, Yasir Arafat membagikan kiat suksesnya menyelesaikan studi di UT. Ia menepis anggapan bahwa “masuk UT mudah, keluar susah”. Baginya, kunci utamanya adalah konsistensi dan manajemen waktu. “Ternyata saya sudah merasakan, masuk mudah, keluarnya juga mudah, asal kita konsisten belajar mandiri. Jangan malas mengerjakan tugas,” tegasnya. Ia membagikan strategi pribadinya dalam mengatur waktu. Setiap hari, ia datang ke kantor lebih awal dan pulang lebih lambat untuk menyicil tugas-tugas perkuliahannya. “Teman-teman saya masuk setengah 8, saya masuk jam 7. Saya pakai waktu 30 menit itu untuk mengerjakan tugas. Begitu pula saat pulang, saya tambah waktu di kantor. Itu triknya. Kalau kita ulet dan konsisten, insya Allah cepat lulus,” paparnya penuh semangat. Di akhir sharingnya, Yasir Arafat dengan antusias merekomendasikan UT kepada rekan-rekan sesama ASN yang ingin melanjutkan pendidikan namun terkendala jarak dan waktu. “Banyak teman saya yang pegawai negeri yang belum bisa melanjutkan studi karena kendala tersebut. Saya merekomendasikan UT saja karena belajarnya di mana saja, fleksibel, dan dengan cara apa saja, tergantung enaknya kita,” tutupnya. Kisah inspiratif Yasir Arafat ini menjadi bukti bahwa dengan komitmen dan disiplin, serta didukung sistem pendidikan yang fleksibel seperti yang ditawarkan UT, segala tantangan geografis dan kesibukan kerja dapat ditaklukkan untuk meraih cita-cita akademik. (*)
Universitas Terbuka (UT) Makassar kembali membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui sistem belajar jarak jauh yang fleksibel dan terakreditasi.

Penerimaan mahasiswa baru semester genap tahun akademik 2025/2026 resmi dibuka mulai 1 Oktober 2025 hingga 27 Januari 2026 untuk Jalur Umum (Non-RPL/Non Alih Kredit), dan 1 September hingga 1 Desember 2025 untuk Jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL/Alih Kredit). Hingga 3 November 2025, tercatat 1.461 pendaftar melalui sistem admisi-sia.ut.ac.id, menunjukkan peningkatan minat masyarakat terhadap pendidikan terbuka dan jarak jauh yang ditawarkan UT. Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., menegaskan komitmen kampusnya untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi masyarakat tanpa batas ruang dan waktu. “UT hadir untuk memastikan bahwa siapa pun, di mana pun, tetap bisa kuliah tanpa harus meninggalkan pekerjaan, keluarga, atau tanggung jawab lainnya. Sistem belajar jarak jauh memberi ruang bagi masyarakat untuk berkembang sesuai ritme hidup mereka sendiri,” ujar Prof. Abdul Rahman. Ia menambahkan, UT Makassar terus memperluas jangkauan layanan dan memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, terutama untuk menjangkau calon mahasiswa di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). “Kami berkomitmen memberikan layanan akademik dan administrasi terbaik, sekaligus memperkuat akses pendidikan tinggi yang inklusif dan bermutu,” tambahnya. UT Makassar membuka pendaftaran untuk berbagai program studi di bawah empat fakultas dan satu sekolah pascasarjana, yakni: Seluruh program studi UT telah memperoleh akreditasi BAN-PT, dengan status akreditasi institusi “A” (Unggul). Capaian ini menegaskan mutu akademik, tata kelola, dan sistem pendidikan yang memenuhi standar nasional dan internasional. Sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang menerapkan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh (PJJ), UT terus berinovasi melalui layanan digital seperti MyUT dan Microsoft 365 E-Campus, guna mendukung proses belajar yang lebih efektif dan fleksibel. Saat ini, UT memiliki lebih dari 764 ribu mahasiswa aktif dan lebih dari 2,1 juta alumni yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri. Melalui 39 kantor UT daerah serta Sentra Layanan UT (SALUT) di berbagai wilayah, UT terus memperluas akses pendidikan tinggi yang terjangkau, relevan, dan inklusif. Untuk informasi dan pendaftaran, masyarakat dapat mengakses situs resmi www.ut.ac.id atau mendaftar langsung melalui admisi-sia.ut.ac.id.
UT Makassar Gandeng Lapas Kelas I, Buka Akses Kuliah Bagi Warga Binaan

Universitas Terbuka (UT) Makassar terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi semua kalangan, termasuk warga binaan lembaga pemasyarakatan. Upaya ini diwujudkan melalui audiensi dengan Lapas Kelas I Makassar, Senin (27/10/2025). Rombongan UT Makassar dipimpin Manajer Marketing dan Registrasi, Dr. Jalil, S.Pi., M.P., dan diterima oleh Kepala Bidang Pembinaan Narapidana Lapas Kelas I Makassar, Jimmy Rahmat Tumengkol, A.Md.IP., S.H., M.A. Pertemuan itu juga dihadiri perwakilan dari PKBM Maesa Mandiri Utama yang berperan sebagai fasilitator kegiatan. Dr. Jalil menjelaskan, tujuan pertemuan tersebut adalah membuka peluang bagi warga binaan untuk mengakses pendidikan tinggi melalui sistem pembelajaran terbuka yang fleksibel dan terjangkau. “Kami ingin menghadirkan kesempatan kuliah bagi warga binaan agar mereka memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya. Jimmy Rahmat Tumengkol menyambut positif rencana tersebut. Menurut dia, pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan. “Kami sangat mendukung kerja sama ini. Pendidikan adalah kunci bagi perubahan perilaku dan masa depan yang lebih baik,” katanya. Ia menambahkan, kesempatan kuliah di UT Makassar nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi warga binaan, tetapi juga bisa dimanfaatkan oleh pegawai Lapas yang ingin melanjutkan pendidikan. Sementara itu, Prof. Dr. Hasyim, M.Pd., yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menilai kerja sama ini bisa diperkuat dengan dukungan pendanaan dari pemerintah daerah. “Dana aspirasi yang mencapai sekitar Rp20M per desa dapat dialokasikan untuk beasiswa kuliah di UT, termasuk bagi anak-anak nelayan berprestasi,” ujarnya. Sebagai tindak lanjut, UT Makassar dan Lapas Kelas I Makassar akan melakukan verifikasi data calon mahasiswa, menentukan program studi yang diminati, dan menyusun nota kesepahaman (MoU) yang akan dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama (PKS). Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperluas akses pendidikan tinggi terbuka, memperkuat pembinaan di lembaga pemasyarakatan, serta mendukung program pemerintah dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.(*)
UT Makassar Jalani Audit Operasional, Direktur Tekankan Transparansi dan Efisiensi Tata Kelola

Kantor Pengawasan Internal (KPI) Universitas Terbuka (UT) melaksanakan audit operasional di Universitas Terbuka Makassar pada 20–25 Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan menilai tingkat kepatuhan, efektivitas, efisiensi, ekonomis (3E), serta meninjau sistem pengendalian internal yang diterapkan oleh manajemen UT Makassar.Referensi Geografis Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., menyatakan bahwa audit operasional merupakan bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas tata kelola. “Audit ini tidak hanya fokus pada pemeriksaan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi,” ujarnya dalam pertemuan pembukaan di Kampus UT Makassar, Jumat 25 Oktober 2025. Tim auditor KPI dipimpin oleh Nur Dian Fitriana, S.E. selaku Ketua Tim, dengan Dr. Tora Akadira, S.T., M.Si. sebagai Pengendali Teknis. Adapun anggota tim terdiri dari Angga Romadhoni, S.E., Anindita Arifah Sekarsonya, S.Ars., dan Fikri Firmansyah, S.T. Dalam entry meeting yang dihadiri jajaran staf UT Makassar, tim auditor menjelaskan paradigma baru audit internal yang menekankan fungsi konsultatif dan pemberian assurance, bukan sekadar pemeriksaan kepatuhan. Audit berlangsung selama empat hari, dengan seluruh tahapan didukung secara penuh oleh pihak UT Makassar.Panduan Kota & Daerah Pihak auditi menunjukkan sikap kooperatif dan terbuka dalam memberikan klarifikasi serta dokumen pendukung kepada auditor. Proses audit ditutup dengan closing meeting pada 25 Oktober 2025, yang diisi dengan pembahasan hasil audit, tanggapan auditi melalui aplikasi SIAIS, dan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan antara kedua pihak. Prof. Abdul Rahman mengapresiasi kerja sama tim KPI dan seluruh jajaran UT Makassar. Ia berharap hasil audit dapat menjadi dasar untuk memperkuat sistem pengendalian internal serta meningkatkan efisiensi operasional di masa mendatang. “Universitas Terbuka Makassar berkomitmen terus memperkuat tata kelola dan layanan agar mampu menjadi pusat pendidikan terbuka dan jarak jauh yang unggul, khususnya di kawasan timur Indonesia,” kata Prof. Abdul Rahman.
Irsan Sadir, S.Pd., M.Pd Alumni Kampus Negeri UT Kini Jadi Kepsek dan Sekretaris PGRI Luwu Timur

Lutim. Irsan Sadir, S.Pd,M.Pd seorang pendidik asal Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, dikenal sebagai sosok guru yang tekun dan aktif berperan dalam berbagai organisasi pendidikan. Kini diberi amanah selaku Kepala SD Negeri 120 Campae Luwu Timur dan mendapat amanah selaku Sekretaris PGRI Kabupaten Luwu Timur masa bakti 2025-2030. Example 300×600Dia merupakan alumni Universitas Terbuka (UT) 2010 dan terdaftar selaku mahasiswa 2007.01 pada Prodi S1 PGSD. Sebelumnya dia adalah alumni D2 PGSD FKIP Unismuh Makassar 2005. Terangkat jadi guru 2006 di Tomini Lutim, memulai perjalanan akademik selaku mahasiswa UT dengan penuh perjuangan hingga berhasil meraih gelar sarjana dan kini dipercaya memegang sejumlah jabatan penting di bidang pendidikan dan keorganisasian. Perjalanan pendidikan Irsan dimulai dari D2 PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar yang ia tempuh pada tahun 2007. Saat itu, kegiatan perkuliahan dilakukan di Pokjar Wotu, namun kemudian dipindahkan ke Pokjar Malili. “Kadang kami harus menempuh perjalanan jauh bahkan kehujanan untuk mengikuti kuliah. Kadang kuliah di Malili, kadang juga di Bone-Bone,” kenang Irsan saat bercerita tentang masa kuliahnya. Meski menghadapi banyak kendala, Irsan tidak menyerah. Ia tetap bersemangat menyelesaikan studinya hingga akhirnya berhasil memperoleh ijazah S1 PGSD dari Universitas Terbuka 2010. Ia menyebut bahwa perjalanan meraih gelar sarjana adalah perjuangan menuju kehidupan yang lebih baik. Lahir di Gowa, 24 Oktober 1983, Irsan mengawali kariernya sebagai CPNS pada tahun 2006, dan setahun kemudian diangkat menjadi PNS tahun 2007. Saat ini ia tinggal di Kelurahan Tomono, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, bersama istrinya Rani Rais dan ketiga anaknya — Diva Reski Febriani, Putti Chesya, dan Devika Alayyah. Semangat belajar Irsan terus berlanjut. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di UT, dia kembali menempuh studi dan meraih gelar Magister Pendidikan Matematika 2021 di Universutas Cokroaminoto Palopo. Hal ini menjadi bukti tekad untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas sebagai tenaga pendidik. Selain aktif mengajar, Irsan Sadir juga dipercaya mengemban sejumlah tanggung jawab organisasi, antara lain: Ketua Transisi PAUD Kabupaten Luwu Timur, Sekretaris PGRI Kabupaten Luwu Timur, Ketua K3S Kecamatan Wotu, Ketua Kwarran Wotu Berbagai jabatan tersebut, Irsan terus mendorong peningkatan mutu pendidikan, khususnya di tingkat sekolah dasar dan pendidikan anak usia dini (PAUD). Ia juga aktif mendukung kegiatan organisasi guru agar tetap solid dan berdaya guna dalam memperjuangkan kepentingan pendidikan di daerah. “Bagi saya, menjadi guru bukan hanya profesi, tetapi juga pengabdian. Pendidikan adalah jalan untuk memajukan masyarakat,” ungkapnya. Melalui dedikasi dan semangatnya, Irsan Sadir kini menjadi salah satu figur penting dalam dunia pendidikan Luwu Timur, sekaligus contoh nyata bahwa kerja keras dan ketulusan dapat membawa seseorang menuju kesuksesan dan kebermanfaatan bagi banyak orang. ***