Universitas Terbuka (UT) Makassar kembali membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui sistem belajar jarak jauh yang fleksibel dan terakreditasi.

Penerimaan mahasiswa baru semester genap tahun akademik 2025/2026 resmi dibuka mulai 1 Oktober 2025 hingga 27 Januari 2026 untuk Jalur Umum (Non-RPL/Non Alih Kredit), dan 1 September hingga 1 Desember 2025 untuk Jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL/Alih Kredit). Hingga 3 November 2025, tercatat 1.461 pendaftar melalui sistem admisi-sia.ut.ac.id, menunjukkan peningkatan minat masyarakat terhadap pendidikan terbuka dan jarak jauh yang ditawarkan UT. Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., menegaskan komitmen kampusnya untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi masyarakat tanpa batas ruang dan waktu. “UT hadir untuk memastikan bahwa siapa pun, di mana pun, tetap bisa kuliah tanpa harus meninggalkan pekerjaan, keluarga, atau tanggung jawab lainnya. Sistem belajar jarak jauh memberi ruang bagi masyarakat untuk berkembang sesuai ritme hidup mereka sendiri,” ujar Prof. Abdul Rahman. Ia menambahkan, UT Makassar terus memperluas jangkauan layanan dan memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, terutama untuk menjangkau calon mahasiswa di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). “Kami berkomitmen memberikan layanan akademik dan administrasi terbaik, sekaligus memperkuat akses pendidikan tinggi yang inklusif dan bermutu,” tambahnya. UT Makassar membuka pendaftaran untuk berbagai program studi di bawah empat fakultas dan satu sekolah pascasarjana, yakni: Seluruh program studi UT telah memperoleh akreditasi BAN-PT, dengan status akreditasi institusi “A” (Unggul). Capaian ini menegaskan mutu akademik, tata kelola, dan sistem pendidikan yang memenuhi standar nasional dan internasional. Sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang menerapkan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh (PJJ), UT terus berinovasi melalui layanan digital seperti MyUT dan Microsoft 365 E-Campus, guna mendukung proses belajar yang lebih efektif dan fleksibel. Saat ini, UT memiliki lebih dari 764 ribu mahasiswa aktif dan lebih dari 2,1 juta alumni yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri. Melalui 39 kantor UT daerah serta Sentra Layanan UT (SALUT) di berbagai wilayah, UT terus memperluas akses pendidikan tinggi yang terjangkau, relevan, dan inklusif. Untuk informasi dan pendaftaran, masyarakat dapat mengakses situs resmi www.ut.ac.id atau mendaftar langsung melalui admisi-sia.ut.ac.id.
UT Makassar Gandeng Lapas Kelas I, Buka Akses Kuliah Bagi Warga Binaan

Universitas Terbuka (UT) Makassar terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi semua kalangan, termasuk warga binaan lembaga pemasyarakatan. Upaya ini diwujudkan melalui audiensi dengan Lapas Kelas I Makassar, Senin (27/10/2025). Rombongan UT Makassar dipimpin Manajer Marketing dan Registrasi, Dr. Jalil, S.Pi., M.P., dan diterima oleh Kepala Bidang Pembinaan Narapidana Lapas Kelas I Makassar, Jimmy Rahmat Tumengkol, A.Md.IP., S.H., M.A. Pertemuan itu juga dihadiri perwakilan dari PKBM Maesa Mandiri Utama yang berperan sebagai fasilitator kegiatan. Dr. Jalil menjelaskan, tujuan pertemuan tersebut adalah membuka peluang bagi warga binaan untuk mengakses pendidikan tinggi melalui sistem pembelajaran terbuka yang fleksibel dan terjangkau. “Kami ingin menghadirkan kesempatan kuliah bagi warga binaan agar mereka memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya. Jimmy Rahmat Tumengkol menyambut positif rencana tersebut. Menurut dia, pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan. “Kami sangat mendukung kerja sama ini. Pendidikan adalah kunci bagi perubahan perilaku dan masa depan yang lebih baik,” katanya. Ia menambahkan, kesempatan kuliah di UT Makassar nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi warga binaan, tetapi juga bisa dimanfaatkan oleh pegawai Lapas yang ingin melanjutkan pendidikan. Sementara itu, Prof. Dr. Hasyim, M.Pd., yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menilai kerja sama ini bisa diperkuat dengan dukungan pendanaan dari pemerintah daerah. “Dana aspirasi yang mencapai sekitar Rp20M per desa dapat dialokasikan untuk beasiswa kuliah di UT, termasuk bagi anak-anak nelayan berprestasi,” ujarnya. Sebagai tindak lanjut, UT Makassar dan Lapas Kelas I Makassar akan melakukan verifikasi data calon mahasiswa, menentukan program studi yang diminati, dan menyusun nota kesepahaman (MoU) yang akan dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama (PKS). Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperluas akses pendidikan tinggi terbuka, memperkuat pembinaan di lembaga pemasyarakatan, serta mendukung program pemerintah dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.(*)
UT Makassar Jalani Audit Operasional, Direktur Tekankan Transparansi dan Efisiensi Tata Kelola

Kantor Pengawasan Internal (KPI) Universitas Terbuka (UT) melaksanakan audit operasional di Universitas Terbuka Makassar pada 20–25 Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan menilai tingkat kepatuhan, efektivitas, efisiensi, ekonomis (3E), serta meninjau sistem pengendalian internal yang diterapkan oleh manajemen UT Makassar.Referensi Geografis Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., menyatakan bahwa audit operasional merupakan bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas tata kelola. “Audit ini tidak hanya fokus pada pemeriksaan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi,” ujarnya dalam pertemuan pembukaan di Kampus UT Makassar, Jumat 25 Oktober 2025. Tim auditor KPI dipimpin oleh Nur Dian Fitriana, S.E. selaku Ketua Tim, dengan Dr. Tora Akadira, S.T., M.Si. sebagai Pengendali Teknis. Adapun anggota tim terdiri dari Angga Romadhoni, S.E., Anindita Arifah Sekarsonya, S.Ars., dan Fikri Firmansyah, S.T. Dalam entry meeting yang dihadiri jajaran staf UT Makassar, tim auditor menjelaskan paradigma baru audit internal yang menekankan fungsi konsultatif dan pemberian assurance, bukan sekadar pemeriksaan kepatuhan. Audit berlangsung selama empat hari, dengan seluruh tahapan didukung secara penuh oleh pihak UT Makassar.Panduan Kota & Daerah Pihak auditi menunjukkan sikap kooperatif dan terbuka dalam memberikan klarifikasi serta dokumen pendukung kepada auditor. Proses audit ditutup dengan closing meeting pada 25 Oktober 2025, yang diisi dengan pembahasan hasil audit, tanggapan auditi melalui aplikasi SIAIS, dan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan antara kedua pihak. Prof. Abdul Rahman mengapresiasi kerja sama tim KPI dan seluruh jajaran UT Makassar. Ia berharap hasil audit dapat menjadi dasar untuk memperkuat sistem pengendalian internal serta meningkatkan efisiensi operasional di masa mendatang. “Universitas Terbuka Makassar berkomitmen terus memperkuat tata kelola dan layanan agar mampu menjadi pusat pendidikan terbuka dan jarak jauh yang unggul, khususnya di kawasan timur Indonesia,” kata Prof. Abdul Rahman.
Irsan Sadir, S.Pd., M.Pd Alumni Kampus Negeri UT Kini Jadi Kepsek dan Sekretaris PGRI Luwu Timur

Lutim. Irsan Sadir, S.Pd,M.Pd seorang pendidik asal Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, dikenal sebagai sosok guru yang tekun dan aktif berperan dalam berbagai organisasi pendidikan. Kini diberi amanah selaku Kepala SD Negeri 120 Campae Luwu Timur dan mendapat amanah selaku Sekretaris PGRI Kabupaten Luwu Timur masa bakti 2025-2030. Example 300×600Dia merupakan alumni Universitas Terbuka (UT) 2010 dan terdaftar selaku mahasiswa 2007.01 pada Prodi S1 PGSD. Sebelumnya dia adalah alumni D2 PGSD FKIP Unismuh Makassar 2005. Terangkat jadi guru 2006 di Tomini Lutim, memulai perjalanan akademik selaku mahasiswa UT dengan penuh perjuangan hingga berhasil meraih gelar sarjana dan kini dipercaya memegang sejumlah jabatan penting di bidang pendidikan dan keorganisasian. Perjalanan pendidikan Irsan dimulai dari D2 PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar yang ia tempuh pada tahun 2007. Saat itu, kegiatan perkuliahan dilakukan di Pokjar Wotu, namun kemudian dipindahkan ke Pokjar Malili. “Kadang kami harus menempuh perjalanan jauh bahkan kehujanan untuk mengikuti kuliah. Kadang kuliah di Malili, kadang juga di Bone-Bone,” kenang Irsan saat bercerita tentang masa kuliahnya. Meski menghadapi banyak kendala, Irsan tidak menyerah. Ia tetap bersemangat menyelesaikan studinya hingga akhirnya berhasil memperoleh ijazah S1 PGSD dari Universitas Terbuka 2010. Ia menyebut bahwa perjalanan meraih gelar sarjana adalah perjuangan menuju kehidupan yang lebih baik. Lahir di Gowa, 24 Oktober 1983, Irsan mengawali kariernya sebagai CPNS pada tahun 2006, dan setahun kemudian diangkat menjadi PNS tahun 2007. Saat ini ia tinggal di Kelurahan Tomono, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, bersama istrinya Rani Rais dan ketiga anaknya — Diva Reski Febriani, Putti Chesya, dan Devika Alayyah. Semangat belajar Irsan terus berlanjut. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di UT, dia kembali menempuh studi dan meraih gelar Magister Pendidikan Matematika 2021 di Universutas Cokroaminoto Palopo. Hal ini menjadi bukti tekad untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas sebagai tenaga pendidik. Selain aktif mengajar, Irsan Sadir juga dipercaya mengemban sejumlah tanggung jawab organisasi, antara lain: Ketua Transisi PAUD Kabupaten Luwu Timur, Sekretaris PGRI Kabupaten Luwu Timur, Ketua K3S Kecamatan Wotu, Ketua Kwarran Wotu Berbagai jabatan tersebut, Irsan terus mendorong peningkatan mutu pendidikan, khususnya di tingkat sekolah dasar dan pendidikan anak usia dini (PAUD). Ia juga aktif mendukung kegiatan organisasi guru agar tetap solid dan berdaya guna dalam memperjuangkan kepentingan pendidikan di daerah. “Bagi saya, menjadi guru bukan hanya profesi, tetapi juga pengabdian. Pendidikan adalah jalan untuk memajukan masyarakat,” ungkapnya. Melalui dedikasi dan semangatnya, Irsan Sadir kini menjadi salah satu figur penting dalam dunia pendidikan Luwu Timur, sekaligus contoh nyata bahwa kerja keras dan ketulusan dapat membawa seseorang menuju kesuksesan dan kebermanfaatan bagi banyak orang. ***
Bupati Paris Yasir Dukung ASN Jeneponto dan Guru PAUD Lanjutkan Kuliah di Universitas Terbuka

Direktur Universitas Terbuka (UT) Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., melakukan kunjungan silaturahmi ke Bupati Jeneponto, H. Paris Yaris, S.E., M.Si., Senin (20/10/2025). Kunjungan tersebut berlangsung di ruang kerja Bupati Jeneponto dan turut dihadiri Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Dr. H. M. Sirajuddin Mamang, S.E., M.Si. Dalam pertemuan itu, Bupati Paris Yaris menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas kehadiran rombongan Universitas Terbuka Makassar di Jeneponto. Ia menilai kehadiran UT dengan sistem pendidikan jarak jauh membuka peluang besar bagi aparatur sipil negara (ASN), pejabat daerah, serta guru PAUD ASN untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan tanpa meninggalkan tugas dan tanggung jawab. “Tentunya saya menyampaikan apresiasi dan kebanggaan setinggi-tingginya atas kehadiran Prof. Rahman dan rombongan UT Makassar di Jeneponto. Tujuan kedatangan ini sangat mulia, yakni mensosialisasikan pendidikan jarak jauh yang memudahkan ASN dan pejabat kami untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” ujar Bupati. Paris Yaris menegaskan, Pemerintah Kabupaten Jeneponto siap memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi melalui program yang ditawarkan UT. “Soal dukungan, tentu pemerintah daerah akan terus berkomitmen membantu perangkat yang ingin melanjutkan pendidikan. Meski anggaran daerah mengalami pengurangan cukup besar, Insyaallah pada tahun 2026 kami tetap berupaya mengintervensi melalui program pendidikan bagi ASN,” tambahnya. Sementara itu, Direktur UT Makassar Prof Rahman Rahim menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama antara UT Makassar dan Pemkab Jeneponto yang sebelumnya telah terjalin pada masa pemerintahan bupati terdahulu. “Kami datang dalam rangka untuk memperbarui perjanjian kerja sama (PKS) dengan Pemkab Jeneponto. Kini UT telah menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), berakreditasi A, dan memiliki sejumlah program studi unggulan,” terang Prof. Rahman. Ia menegaskan, UT siap menjadi mitra strategis Pemkab Jeneponto dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya bagi ASN dan tenaga pendidik PAUD. “Sistem pendidikan jarak jauh UT sangat sesuai bagi mereka yang sibuk bekerja atau tinggal jauh dari kampus, termasuk ASN di Jeneponto,” katanya. Prof. Rahman juga menambahkan bahwa UT menawarkan berbagai kemudahan, mulai dari biaya kuliah terjangkau hingga program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi ASN atau tenaga pendidik yang sudah sarjana namun bidang studinya belum linier.(*)
UT Makassar Rayakan HUT RI ke-80, Prof Rahman Rahim Tekankan Kebersamaan dan Rasa Syukur

Universitas Terbuka (UT) Makassar sukses menggelar rangkaian lomba dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus Dies Natalis ke-41. Acara yang berlangsung sejak awal Agustus itu resmi ditutup pada Selasa, (19/8/2025) dengan final bulutangkis putra yang berlangsung meriah. Direktur UT Makassar, Prof. H. Abdul Rahman Rahim, menegaskan bahwa semangat kebersamaan menjadi pesan utama dari seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, lomba bukan hanya soal siapa yang juara, tetapi lebih pada mempererat silaturahmi di lingkungan civitas akademika. “Kegiatan ini mempererat kebersamaan keluarga besar UT Makassar. Semoga semangat sportivitas tetap terjaga, tidak hanya di ajang lomba tetapi juga dalam pelayanan akademik sehari-hari,” ujar Prof Rahman. Sejumlah cabang olahraga menjadi magnet utama kegiatan. Prof Rahman sendiri tampil sebagai juara pertama di cabang bulutangkis putra, mengalahkan sejumlah peserta lain yang juga berkompetisi ketat. Sementara di sektor putri, pasangan Sri Asriani/Nur Azizah sukses mengunci gelar juara, diikuti pasangan Risnasari/Imma di peringkat kedua serta Pingkan/Ani di peringkat ketiga. Di cabang tenis meja, Prof Rahman kembali meraih podium pertama berpasangan dengan Drs. Jamil, M.Pd. Juara kedua ditempati pasangan Drs. Effendi, M.Hum, dan Drs. Rustam, M.Pd. Sementara posisi ketiga diraih duet Drs. Muin, M.Pd, dan Drs. Juhardi, M.Pd. Untuk kategori tenis meja putri, Sri Asriani tampil perkasa dan keluar sebagai juara pertama. Disusul Imma di posisi kedua, serta Ade di peringkat ketiga. Keseruan juga terlihat di ajang tarik tambang. Pada kategori putra, tim Uki cs berhasil mengunci juara pertama, diikuti tim Drs. Jamil, M.Pd cs di posisi kedua, dan tim Syafruddin, SE., MM cs di posisi ketiga. Untuk kategori putri, tim Suci cs tampil tangguh menyabet juara pertama, disusul Irma cs sebagai runner-up, dan Ani di posisi ketiga. Lomba tradisional lari kelereng tak kalah menarik. Di kategori putra, Furqan berhasil meraih juara pertama, Teguh di posisi kedua, dan Alfian di tempat ketiga. Sementara di kategori putri, Marsha keluar sebagai juara pertama, diikuti Yani di posisi kedua, dan Suci di peringkat ketiga. Pada cabang catur putra, Al’Ayubi sukses menjadi kampiun, disusul Muin di posisi kedua, dan Dika di posisi ketiga. Untuk kategori catur putri, Sri Asriani kembali unjuk gigi dengan menempati posisi pertama, diikuti Nur Aziza di peringkat kedua, serta Lince di peringkat ketiga. Ajang joget balon juga menghadirkan banyak tawa. Untuk kategori putra, pasangan Junaedi/Teguh berhasil keluar sebagai juara pertama, disusul Hardiansyah/Hanief di posisi kedua, serta Ruslan/Rustam di posisi ketiga. Pada kategori putri, pasangan Sri/Tiara menjadi juara pertama, disusul Maryam/Mila sebagai juara kedua, serta Yani/Aisyah di peringkat ketiga. Sementara itu, lomba hiburan karaoke juga memunculkan bintang baru. Pada kategori putra, Bilal berhasil meraih juara pertama, diikuti Bayu di peringkat kedua, dan Rudi di peringkat ketiga. Sedangkan pada kategori putri, Nadya tampil memukau menyabet juara pertama, disusul Fitra di posisi kedua, serta Fitri di posisi ketiga. Ketua Panitia, Rustam Gandong, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian lomba dengan lancar. “Tahun ini ada lima jenis lomba besar yang kami pertandingkan, yaitu olahraga, permainan tradisional, seni, dan hiburan. Alhamdulillah semua berjalan sukses, penuh semangat kebersamaan, dan menjadi ajang mempererat silaturahmi keluarga besar UT Makassar,” ujarnya. Usai laga final, panitia menggelar penyerahan hadiah kepada para pemenang. Direktur UT Makassar hadir bersama manajer marketing, manajer registrasi, kasubag tata usaha, manajer pembelajaran dan ujian. Sejumlah dosen, staf, dan mahasiswa ikut menyaksikan jalannya acara. Direktur UT Makassar Prof Rahman diacara penutupan menyampaikan apresiasi kepada peserta dan panitia. “Kegiatan ini mempererat kebersamaan keluarga besar UT. Semoga semangat sportivitas tetap terjaga,” ujarnya. Ia menegaskan dari beberapa lomba yang dipertandingkan bukan semata-mata mencari juara. “Lebih dari itu, lomba ini adalah wujud kebersamaan, kekompakan, serta bentuk rasa syukur kita atas kemerdekaan bangsa. Semangat inilah yang harus terus kita jaga, termasuk dalam dunia kerja dan pelayanan akademik di UT Makassar,” tuturnya.(*)
UT Makassar dan IKA UT Sepakat Perkuat Sinergi Capai Target 15.000 Mahasiswa Baru 2026

Universitas Terbuka (UT) Makassar bersama Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) menggelar rapat koordinasi di ruang rapat lantai 2 UT Makassar, Jumat (17/10/2025). Pertemuan ini membahas transparansi laporan keuangan, penyusunan program kerja, serta penguatan sinergi antara kampus dan alumni dalam mendukung pencapaian target 15.000 mahasiswa baru tahun 2026. Rapat dibuka oleh Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., selaku Direktur UT Makassar yang menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kegiatan serta pengelolaan keuangan organisasi. Ia juga menegaskan bahwa hubungan antara kampus dan IKA UT tidak dapat dipisahkan karena keduanya memiliki tujuan bersama untuk memajukan pendidikan terbuka. “IKA memiliki semangat tinggi untuk terus berkontribusi kepada kampus, dan ini harus kita kelola dengan baik melalui kerja sama yang berkelanjutan,” ujarnya. Selanjutnya, Ketua IKA UT Makassar memaparkan beberapa agenda, di antaranya sosialisasi aktivasi manual anggota dengan alokasi dana sebesar Rp150.000 per wisudawan, pembahasan Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah mendapat tembusan dari Ketua IKA UT Pusat. Dalam laporan keuangan yang disampaikan oleh Ketua dan Bendahara IKA UT Makassar, dijelaskan bahwa pada tahun 2025 terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah aktivasi anggota. Sebanyak 268 wisudawan berpartisipasi, sehingga saldo kas meningkat menjadi Rp41 juta dari sebelumnya Rp16 juta pada wisuda periode pertama tahun ini. IKA UT Makassar juga menjabarkan rencana penggunaan dana untuk mendukung berbagai kegiatan di lingkungan UT Makassar, antara lain: Beasiswa peserta OSMB 2026: Rp15 jutaProgram Sosialisasi dan Promosi (Sosprom) kolaborasi dengan SALUT: Rp10 jutaSeminar soft skills pembinaan kemahasiswaan: Rp5 jutaDukungan kegiatan organisasi mahasiswa (Ormawa): Rp5 jutaSelain itu, IKA UT Pusat juga berencana menyalurkan beasiswa melalui aplikasi tersendiri yang sedang dikembangkan. Direktur UT Makassar dalam arahannya berharap sinergi antara alumni dan kampus dapat diperkuat untuk mencapai target 15.000 mahasiswa baru pada tahun 2026. “IKA dan UT Makassar perlu berjalan beriringan. Dengan kolaborasi yang baik, target 2026 bukan sesuatu yang mustahil,” tegasnya. Drs. Effendi menambahkan bahwa IKA telah memberikan kontribusi besar, terutama dalam hal dukungan anggaran. Ia menyarankan agar seluruh alumni dapat melakukan aktivasi penuh demi memperkuat basis keanggotaan. Ia juga mendorong PJW (Penanggung Jawab Wilayah) untuk lebih aktif mengoordinasikan pengurus alumni kabupaten dan korwil daerah agar kerja organisasi lebih efektif. Sementara itu, Dr. Jamil menekankan pentingnya kerja sama antara IKA, UT Makassar, PJW, dan SALUT di berbagai daerah. Ia berharap IKA dapat menyusun program kerja melalui rapat kerja (raker) dan membentuk kepengurusan di tingkat wilayah serta daerah. “Langkah ini akan memperkuat peran IKA dalam mendukung peningkatan jumlah mahasiswa baru dan mencapai target nasional 2026,” ujarnya. Ibu Nuraziza turut menyoroti tantangan yang dihadapi IKA dalam membangun kepengurusan di wilayah. Ia mengungkapkan bahwa upaya pembentukan pengurus daerah sudah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, namun masih belum berjalan maksimal karena kurangnya hubungan emosional antara alumni dan kampus. Ketua IKA UT Makassar kemudian menambahkan bahwa terdapat perbedaan kebijakan terkait biaya aktivasi, di mana pada periode Februari 2025 hanya sebesar Rp50.000 per wisudawan, sedangkan pada periode Oktober 2025 meningkat menjadi Rp150.000 sesuai dengan ketentuan AD/ART dan PKS terbaru. Ia juga menyampaikan bahwa pembentukan pengurus cabang membutuhkan dukungan dari PJW wilayah masing-masing agar struktur organisasi alumni dapat berjalan lebih efektif. Rapat ditutup dengan komitmen bersama antara UT Makassar dan IKA UT untuk memperkuat kolaborasi, mendorong transparansi, serta mengoptimalkan peran alumni dalam mendukung pengembangan kampus dan peningkatan jumlah mahasiswa baru di tahun-tahun mendatang.(*)
Lely Londa, ASN Toraja Raih IPK Sempurna 4.0 di UT Makassar

Prestasi gemilang diraih Lely Londa, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Toraja ini sukses meraih predikat wisudawan terbaik untuk program magister (S2) pada Wisuda Diploma, Sarjana, dan Magister Periode II Tahun 2025 Universitas Terbuka (UT) Makassar, yang digelar di Kantor UT Makassar Minggu 12 Oktober 2025. Ia menyelesaikan studi Magister Administrasi Publik dengan IPK sempurna 4.0. Perempuan asal Toraja ini menyelesaikan studi Magister Administrasi Publik di tengah kesibukannya sebagai ASN. “Belajar di UT mengajarkan saya disiplin, tanggung jawab, dan semangat untuk terus berkembang,” ujarnya, disela-sela prosesi wisuda Minggu (12/10). Kini, wanita kelahiran Toraja ini setelah menyelesaikan studinya dengan nilai sempurna, Lely tentu merasa bangga dan bersyukur. Ia membuktikan bahwa komitmen dan kerja keras tak pernah mengkhianati hasil. “Belajar di UT mengajarkan saya tentang disiplin, tanggung jawab, dan semangat untuk terus berkembang,” katanya. Bagi Lely, gelar magister bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan di Toraja. “Selama kita punya niat dan tekad, tidak ada yang tidak mungkin. Belajar bisa dilakukan di mana saja, bahkan di sela kesibukan sekalipun,” ujarnya Perjalanan akademik Lely dimulai pada tahun 2021 dan sukses menyelesaikan studinya pada 2024 atau selama tiga tahun. Di tengah kesibukannya sebagai ASN, ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 di UT Makassar. Keputusan itu bukan tanpa alasan. Ketertarikan Lely terhadap kampus terbuka ini bermula dari kerja sama antara Universitas Terbuka Makassar dan Pemerintah Daerah Toraja, yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. “Dari situ saya berpikir, inilah kesempatan untuk menambah ilmu tanpa harus meninggalkan pekerjaan,” ujarnya. Lely menceritakan selama kuliah merasakan banyak keunggulan dari sistem pembelajaran di UT. Semua proses belajar dijalankan secara fleksibel melalui tutor online (tuton) dan platform Tuweb. Metode ini memudahkannya untuk menyesuaikan waktu belajar dengan rutinitas harian. “Yang paling saya syukuri, kuliah di UT tidak mengganggu pekerjaan di kantor maupun urusan keluarga dan ibadah,” tuturnya. Menurut Lely, program S2 di UT benar-benar dirancang untuk mereka yang ingin belajar mandiri. Semua materi dapat diakses kapan pun, di mana pun, tanpa harus hadir secara fisik di ruang kuliah. “Tuton sangat membantu saya. Bimbingannya juga bagus dan dosen-dosennya kompeten di bidangnya,” katanya. Dengan mata yang berbinar Lely menegaskan bahwa kuliah di UT bukan berarti kalah bersaing dengan kampus lain. Justru, kata dia, sistem pembelajaran di UT menuntut kedisiplinan tinggi dan tanggung jawab pribadi. “UT punya kualitas yang luar biasa. Dosen-dosennya kompeten dan sangat mendukung proses belajar mahasiswa,” ujarnya bangga. Sebagai wisudawan terbaik, Lely mengajak teman-temannya yang masih menempuh pendidikan di UT untuk tetap semangat dan aktif dalam kegiatan akademik. “Jangan pernah malas belajar, dan teruslah proaktif mengikuti tuton. Kunci sukses di UT adalah kemauan belajar mandiri,” pesan Lely menutup
Rektor UNM Apresiasi Peran Universitas Terbuka Makassar dalam Pendidikan Jarak Jauh

Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Karta Jayadi, M.Sn, memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah Universitas Terbuka (UT) Makassar dalam mengembangkan sistem pendidikan terbuka dan pembelajaran jarak jauh. Pernyataan ini disampaikannya saat memberikan pidato ilmiah dalam acara Wisuda Daerah UT Makassar periode II Tahun 2025, Senin (13/10/2025), di Convention Hall UT Makassar. Acara wisuda yang memasuki hari kedua tersebut dibuka oleh Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, SE, MM, dan dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UT, Dr. Maerani Harsasi, SE, M.Si, serta perwakilan pejabat pemerintah seperti Gubernur Sulawesi Selatan, Pangdam, Kapolda, mitra UT, civitas akademika, orang tua wisudawan, dan tamu undangan lainnya. Prof. Karta menyatakan bahwa sejak kepemimpinan Direktur UT Makassar saat ini, gaung UT semakin kuat dan diperhitungkan. Ia menyoroti pentingnya kesadaran dan kemandirian mahasiswa dalam menjalani sistem pembelajaran daring yang dijalankan UT. “Pendidikan jarak jauh memerlukan kesadaran tinggi dari mahasiswa, siapa pun yang berusaha meningkatkan kualitas diri adalah bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul,” ujarnya. “Sejak kepemimpinan Direktur UT Makassar, Prof Dr Abdul Rahman Rahim sekarang, gaung UT Makassar luar biasa. Konsep pendidikan jarak jauh yang dijalankan aut memerlukan kesadaran tinggi dari mahasiswa.” ujar Prof Karta Jayadi. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Karta juga memberikan penghormatan kepada 620 wisudawan UT Makassar yang berhasil menaklukkan tantangan pembelajaran mandiri hingga meraih keberhasilan akademik. “Saya mengapresiasi para wisudawan yang berasal dari berbagai usia dan latar belakang, yang telah membuktikan kapasitas mereka untuk terus berkontribusi dan mengabdi di masyarakat,” katanya. Rektor UNM ini menegaskan bahwa tradisi belajar mandiri menjadi modal utama kesuksesan mahasiswa UT. “Pembelajaran daring tidak mengenal paksaan, melainkan kesadaran untuk terus memperbaiki diri yang menjadi kunci utama,” tambahnya. Selain itu, Prof. Karta juga menyinggung pentingnya pemanfaatan ilmu yang diperoleh agar tidak berhenti di ruang kelas. “Ilmu jangan hanya disimpan di buku, tapi turunkan di bumi sebagai realitas kehidupan. Orang di sekitar kita harus merasakan manfaatnya,” pesan Rektor UNM itu. Dalam kesempatan itu, Prof. Karta juga menyarankan agar UT terus memperkuat kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) guna memastikan jaringan internet dapat diakses secara merata di seluruh daerah. “UT sebagai pelopor pembelajaran daring perlu didukung oleh infrastruktur digital yang kuat. Kami dari UNM siap bersinergi memberikan fasilitas di daerah,” ujarnya. Prof. Karta menutup orasi ilmiahnya dengan ucapan selamat kepada UT Makassar atas pelaksanaan wisuda dan kontribusinya dalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat luas. “Kami bangga UT hadir di Sulawesi Selatan. Mahasiswa UT ada di mana-mana, menjadi bukti bahwa pendidikan terbuka mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.(*)
Walikota Munafri Ajak Lulusan UT Berperan Lewat Makassar Kreatif Hub

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan apresiasi atas kiprah Universitas Terbuka (UT) Makassar yang hadir sebagai salah satu alternatif pendidikan tinggi berbasis keterbukaan dan fleksibilitas di era digital. Hal itu disampaikan Munafri saat memberikan sambutan pada kegiatan Wisuda Daerah Universitas Terbuka Makassar yang digelar di Convention Hall Universitas Terbuka, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, Makassar, Minggu (12/10/2025). Dalam kesempatan tersebut, Munafri menyebutkan bahwa keberadaan Universitas Terbuka telah memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Makassar. “Kota Makassar memiliki banyak universitas, tetapi Universitas Terbuka terus mendapatkan perhatian dari masyarakat. Terbukti hampir 50 persen mahasiswanya berasal dari Kota Makassar,” ujarnya. “Ini menunjukkan kepercayaan dan ketertarikan masyarakat terhadap model pembelajaran terbuka yang fleksibel,” tambah Munafri. Menurutnya, lulusan alumni yang ikut wisuda hari ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi para orang tua dan keluarga, melainkan juga diharapkan mampu menjadi solusi terhadap berbagai persoalan ketenagakerjaan di Kota Makassar. Ia berharap, pendidikan yang ditempuh di Universitas Terbuka dapat mengisi ruang-ruang kosong di berbagai sektor, baik di dunia kerja maupun wirausaha. “Dengan jumlah penduduk mencapai 1,4 juta jiwa, Kota Makassar tentu memiliki banyak tantangan, sekaligus peluang besar untuk diisi oleh generasi muda yang terdidik dan siap berdaya saing,” tuturnya. Appi menegaskan bahwa posisi strategis Kota Makassar sebagai pintu gerbang Indonesia Timur membuka peluang besar bagi masyarakat untuk berkembang. Aktivitas ekonomi, arus migrasi, hingga pusat bisnis dari wilayah barat dan timur Indonesia menjadikan Makassar sebagai magnet bagi perusahaan dan tenaga kerja. Lanjut dia, hampir seluruh perusahaan besar, baik nasional maupun asing, memiliki kantor cabang utama di Makassar. Mereka membutuhkan tenaga kerja yang terampil. “Karena itu, Pemerintah Kota Makassar menghadirkan Makassar Kreatif Hub sebagai wadah bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan memperluas peluang kerja,” jelasnya. Melalui Makassar Kreatif Hub, Pemkot Makassar berupaya menjembatani para lulusan universitas dengan dunia kerja maupun dunia usaha. Program ini menjadi salah satu bagian dari tujuh flagship program Pemkot Makassar. Ia menyebutkan, eksistensi program unggulan Makassar Kreatif Hub kami bangun untuk merespons kebutuhan seperti yang dilakukan para wisudawan hari ini. Setelah menyelesaikan pendidikan di universitas, mereka bisa memperdalam keterampilan spesifik, upgrading skills maupun upscaling kemampuan sesuai minatnya. “Di sini, mereka dipertemukan dengan pemodal, pelaku usaha, hingga pemberi kerja,” ungkap Munafri. Ia menambahkan, bagi yang ingin menjadi pengusaha, fasilitas di Kreatif Hub memberikan pelatihan keterampilan, pendampingan akses ke dunia perbankan, serta peluang kolaborasi dengan investor. Sementara bagi yang ingin bekerja, pemerintah memfasilitasi pertemuan langsung dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai keahlian. Beberapa perusahaan, terutama di bidang IT, sudah bekerja sama dengan kami. Mereka membutuhkan tenaga ahli seperti coder, programmer, dan web designer. “Kami bantu fasilitasi pelatihan dan penyaluran. Bahkan, beberapa hasil karya dari Kreatif Hub sudah mendapat perhatian hingga ke Jepang,” papar politisi Golkar itu. Ditambahkan, program Makassar Kreatif Hub atau MCH kini mulai dikembangkan di 15 kecamatan di seluruh Kota Makassar. Semua fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis. Peta Selain itu, Pemkot juga telah menjalin kerja sama dengan Balai Besar Vokasi di Kota Makassar untuk memperluas jangkauan pelatihan bagi masyarakat yang ingin memperdalam kemampuan teknis tertentu. “Tempat kami memang tidak terlalu besar, tetapi bagi yang ingin pelatihan lebih lanjut, kami sudah bekerja sama dengan lembaga vokasi. Tujuannya satu, memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk maju,” ungkap Appi. Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga berpesan kepada para wisudawan agar tidak berhenti belajar dan terus meningkatkan kemampuan diri agar dapat menjadi generasi unggul dan berdaya saing di masa depan. “Jangan cepat berpuas diri dengan apa yang sudah diraih hari ini. Dunia terus berubah, dan kita harus siap beradaptasi,” tuturnya. “Teruslah belajar dan menambah pengetahuan agar dapat menjadi manusia-manusia unggul, menjadi harapan bangsa, serta bagian dari generasi emas Indonesia 2045,” lanjut Appi menitipkan pesan di hadapan para wisudawan dan orang tua. Menutup sambutannya, Wali Kota Makassar menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan pihak Universitas Terbuka Makassar atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Atas nama Pemerintah Kota Makassar, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Semoga momentum ini menjadi kebanggaan bagi Anda semua,” tutupnya. (*)