UT Makassar Gelar UAS Tatap Muka Serentak di 24 Daerah Sulsel, Direktur Pastikan UAS Berjalan Tertib

Universitas Terbuka (UT) Makassar melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) Tatap Muka secara serentak pada 13–14 Desember 2025 di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Kegiatan ini menjadi agenda akademik strategis dalam menjamin mutu pembelajaran serta menjaga integritas evaluasi hasil belajar mahasiswa. UAS dengan berbagai skema ujian tersebut diikuti oleh 5.404 mahasiswa dari berbagai program studi. Di Kota Makassar, tercatat 1.989 mahasiswa mengikuti ujian yang tersebar di lima lokasi, di antaranya Gedung UT Makassar Simpang Lima Bandara serta sejumlah SMA/SMK mitra yang telah memenuhi standar sebagai lokasi ujian. Sementara itu, 3.415 mahasiswa lainnya mengikuti ujian di wilayah kabupaten/kota lain di Sulawesi Selatan. Wilayah dengan jumlah peserta terbanyak meliputi Makassar, Gowa, dan Maros, disusul Luwu Timur, Kepulauan Selayar, Toraja, Bulukumba, Bone, Wajo, Pinrang, serta daerah lainnya. Direktur Universitas Terbuka Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi ujian di Kota Makassar dan beberapa daerah di sulsel guna memastikan pelaksanaan UAS berjalan sesuai ketentuan. “Ujian tatap muka merupakan instrumen penting dalam menjaga kredibilitas dan akuntabilitas akademik UT. Secara umum, pelaksanaan ujian berlangsung tertib, aman, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ujarnya. Ia menegaskan, meskipun menerapkan sistem pendidikan jarak jauh, UT tetap berkomitmen menjaga standar mutu akademik setara dengan perguruan tinggi negeri lainnya, baik dalam proses pembelajaran maupun sistem evaluasi. Sementara itu, Manajer Pembelajaran dan Ujian UT Makassar, Andi Suci Anita, S.P., M.P., menyampaikan bahwa kelancaran UAS tatap muka didukung oleh koordinasi yang solid antara panitia, pengawas, serta sekolah-sekolah mitra di seluruh wilayah. “Seluruh panitia dan pengawas telah dibekali pedoman teknis yang sama, sehingga pelaksanaan ujian dapat berlangsung serentak, terstandar, dan terkontrol di seluruh lokasi,” jelasnya. Di sisi lain, UT Makassar juga mencatat capaian positif pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Hingga 18 Desember 2025, jumlah pendaftar mencapai 2.616 orang, dan pendaftaran masih dibuka hingga 27 Januari 2026, dengan target 15.000 mahasiswa baru pada tahun 2026. Saat ini, jumlah mahasiswa aktif UT Makassar tercatat sebanyak 11.577 mahasiswa, mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap UT sebagai Perguruan Tinggi Negeri-Berbadan Hukum (PTN-BH) yang inklusif, fleksibel, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Melalui pelaksanaan UAS tatap muka serentak dan tingginya animo pendaftaran mahasiswa baru, UT Makassar optimistis terus memperkuat perannya dalam memperluas akses dan pemerataan pendidikan tinggi di Sulawesi Selatan.(*)
Direktur UT Makassar Prof Rahman Rahim Pastikan Ujian Tatap Muka Serentak di 24 Kabupaten/Kota Sulsel Berjakan Tertib dan Berintegritas

Universitas Terbuka (UT) Makassar melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) Tatap Muka secara serentak pada 13–14 Desember 2025 di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Kegiatan ini menjadi agenda akademik strategis dalam menjamin mutu pembelajaran serta menjaga integritas evaluasi hasil belajar mahasiswa. UAS dengan berbagai skema ujian tersebut diikuti oleh 5.404 mahasiswa dari berbagai program studi. Di Kota Makassar, tercatat 1.989 mahasiswa mengikuti ujian yang tersebar di lima lokasi, di antaranya Gedung UT Makassar Simpang Lima Bandara serta sejumlah SMA/SMK mitra yang telah memenuhi standar sebagai lokasi ujian. Sementara itu, 3.415 mahasiswa lainnya mengikuti ujian di wilayah kabupaten/kota lain di Sulawesi Selatan.Wilayah dengan jumlah peserta terbanyak meliputi Makassar, Gowa, dan Maros, disusul Luwu Timur, Kepulauan Selayar, Toraja, Bulukumba, Bone, Wajo, Pinrang, serta daerah lainnya.Direktur Universitas Terbuka Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi ujian di Kota Makassar dan beberapa daerah di sulsel guna memastikan pelaksanaan UAS berjalan sesuai ketentuanuas. “Ujian tatap muka merupakan instrumen penting dalam menjaga kredibilitas dan akuntabilitas akademik UT. Secara umum, pelaksanaan ujian berlangsung tertib, aman, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ujarnya.Ia menegaskan, meskipun menerapkan sistem pendidikan jarak jauh, UT tetap berkomitmen menjaga standar mutu akademik setara dengan perguruan tinggi negeri lainnya, baik dalam proses pembelajaran maupun sistem evaluasi. Sementara itu, Manajer Pembelajaran dan Ujian UT Makassar, Andi Suci Anita, S.P., M.P., menyampaikan bahwa kelancaran UAS tatap muka didukung oleh koordinasi yang solid antara panitia, pengawas, serta sekolah-sekolah mitra di seluruh wilayah. “Seluruh panitia dan pengawas telah dibekali pedoman teknis yang sama, sehingga pelaksanaan ujian dapat berlangsung serentak, terstandar, dan terkontrol di seluruh lokasi,” jelasnya.Di sisi lain, UT Makassar juga mencatat capaian positif pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Hingga 18 Desember 2025, jumlah pendaftar mencapai 2.616 orang, dan pendaftaran masih dibuka hingga 27 Januari 2026, dengan target 15.000 mahasiswa baru pada tahun 2026. Saat ini, jumlah mahasiswa aktif UT Makassar tercatat sebanyak 11.577 mahasiswa, mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap UT sebagai Perguruan Tinggi Negeri-Berbadan Hukum (PTN-BH) yang inklusif, fleksibel, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.Melalui pelaksanaan UAS tatap muka serentak dan tingginya animo pendaftaran mahasiswa baru, UT Makassar optimistis terus memperkuat perannya dalam memperluas akses dan pemerataan pendidikan tinggi di Sulawesi Selatan.
Dosen Universitas Terbuka Gelar PkM BIMA DIKTI di TWA Lejja Soppeng

Tim Dosen Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program BIMA DIKTI di Taman Wisata Alam (TWA) Lejja, Kabupaten Soppeng, pada 15–16 Desember 2025. Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), serta terlaksana melalui kolaborasi dengan Karang Taruna Lejja dan dukungan penuh Perusahaan Daerah Kabupaten Soppeng serta Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Lejja. Kegiatan PkM ini menyasar peningkatan kapasitas sumber daya manusia di kawasan wisata, khususnya anggota Karang Taruna Lejja dan seluruh petugas TWA Lejja. Program yang dilaksanakan meliputi pelatihan perakitan dan penggunaan videobooth 360 derajat, pelatihan hospitality, serta pelatihan bahasa Inggris dasar untuk kawasan wisata. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pelayanan wisata berbasis pengalaman sekaligus memperkuat kesiapan destinasi menuju pasar internasional. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Manajer TWA Lejja Andi Zulqibral Yusary yang mewakili Direktur Perusahaan Daerah Kabupaten Soppeng Musdar Asman, S.Pd., M.Si., Manajer SDM dan Umum Perusahaan Daerah Kabupaten Soppeng Andi Muh. Jahfal Hamdan, S.H., M.H., Kepala Resort Kehutanan Andi Ahmad, serta Ketua Karang Taruna Lejja Hasbi Rasidi. Dalam keterangannya, Andi Zulqibral Yusary menyampaikan bahwa TWA Lejja secara rutin menerima kunjungan wisatawan mancanegara dengan rata-rata 20–30 orang setiap bulan. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut kesiapan sumber daya manusia yang profesional dan mampu berkomunikasi secara efektif. “Kami menyambut baik kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Terbuka ini. Pelatihan hospitality dan bahasa Inggris sangat relevan dengan kebutuhan di lapangan dan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan wisata di TWA Lejja,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi videobooth 360 dinilai sebagai inovasi yang sejalan dengan pengembangan promosi digital pariwisata daerah. “Ini menjadi nilai tambah bagi TWA Lejja dalam memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan daya tarik wisata di era digital,” kata Andi Zulqibral. Sementara itu, Ketua Tim PkM sekaligus Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM Universitas Terbuka, Dr. Heriani, S.IP., M.A., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Universitas Terbuka dalam mendukung pembangunan daerah melalui penguatan kapasitas masyarakat. “Kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga mendorong praktik langsung agar peserta memiliki pengalaman nyata dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam pelayanan wisata,” ungkapnya. Menurut Dr. Heriani, keberhasilan program PkM diukur dari keberlanjutan dampak yang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya juga memfasilitasi pembentukan English meeting club LEGO (Lejja Go English) sebagai ruang belajar berkelanjutan bagi petugas dan Karang Taruna Lejja. “Kami berharap klub yang dibimbing oleh Dosen Universitas Terbuka Makassar, Nuraziza Aliah, S.Pd., M.Pd., ini menjadi wadah pengembangan kemampuan bahasa Inggris yang konsisten dan berdampak jangka panjang,” tambahnya. Seluruh sesi pelatihan berlangsung interaktif dan aplikatif, mulai dari simulasi pelayanan tamu, praktik percakapan bahasa Inggris untuk wisatawan mancanegara, hingga penggunaan videobooth 360 sebagai media promosi wisata digital. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Para peserta, khususnya anggota Karang Taruna dan petugas TWA Lejja, menyampaikan apresiasi kepada Kemdiktisaintek, LPPM Universitas Terbuka, dan Universitas Terbuka Makassar atas pelaksanaan kegiatan ini. Mereka menilai program PkM BIMA DIKTI mampu meningkatkan keterampilan, kepercayaan diri, serta profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada pengunjung. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat BIMA DIKTI ini ditutup dengan uji coba penggunaan videobooth 360 di kawasan TWA Lejja, yang diharapkan menjadi salah satu inovasi promosi digital untuk mendukung pengembangan pariwisata Taman Wisata Alam Lejja secara berkelanjutan.(*)
Salut Pinrang Perkuat Sinergi Pendidikan, Dukung Porseni SMAN 1 Pinrang dan Perkenalkan UT Kampus Fleksibel
Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Pinrang menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat jejaring dan kolaborasi di bidang pendidikan dengan berpartisipasi aktif pada kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) SMAN 1 Pinrang Tahun 2025.Sumber Daya Pendidikan Kegiatan ini berlangsung meriah selama enam hari, mulai Minggu, 7 Desember hingga Jumat, 12 Desember 2025, dengan melibatkan seluruh warga sekolah serta mendapat antusiasme masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, SALUT Pinrang hadir tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai mitra dan sponsor utama Porseni. Keterlibatan ini menjadi wujud dukungan terhadap pengembangan potensi akademik dan nonakademik peserta didik, sekaligus upaya membuka akses dan wawasan mengenai pendidikan tinggi bagi generasi muda di Kabupaten Pinrang.Penanggung Jawab Wilayah (PJW) Kabupaten Pinrang, Drs. Jamil, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas kontribusi SALUT Pinrang dalam kegiatan Porseni. Ia menilai sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran dan motivasi siswa dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.Selama rangkaian Porseni, SALUT Pinrang turut berpartisipasi dalam berbagai agenda, di antaranya mengikuti defile pembukaan sebagai simbol kebersamaan dan kolaborasi, serta melaksanakan kegiatan sosialisasi pendidikan tinggi. Pada kesempatan ini, SALUT Pinrang memberikan informasi langsung kepada siswa, guru, dan masyarakat tentang Universitas Terbuka (UT) sebagai perguruan tinggi negeri yang menerapkan sistem pembelajaran fleksibel, terbuka, dan inklusif. Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, siswa SMAN 1 Pinrang memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai sistem pembelajaran UT, pilihan program studi yang tersedia, serta peluang melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terhalang jarak, waktu, dan kondisi geografis. Informasi ini diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi siswa dalam merencanakan masa depan pendidikan mereka. Partisipasi aktif SALUT Pinrang dalam Porseni ini menjadi bentuk nyata sinergi positif antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan menengah. Kolaborasi ini diharapkan dapat berlanjut secara berkesinambungan, khususnya dalam mendukung peningkatan angka partisipasi mahasiswa Universitas Terbuka Makassar di wilayah Kabupaten Pinrang. Kepala SMAN 1 Pinrang, Ahmad, S.Pd., M.Pd, menyampaikan tanggapan positif atas kehadiran SALUT Pinrang dan Universitas Terbuka Makassar dalam kegiatan tersebut.“Kami sangat mengapresiasi kehadiran UT Makassar melalui SALUT Pinrang sebagai mitra strategis sekolah. Kerja sama yang terjalin, termasuk penetapan SMAN 1 Pinrang sebagai lokasi Ujian Tatap Muka (UTM) dan Ujian Online (UO), menunjukkan hubungan kelembagaan yang berjalan dengan baik dan saling mendukung. Kehadiran UT juga memberi motivasi besar bagi siswa kami untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujarnya. Dengan dukungan penuh dari SALUT Pinrang, pihak sekolah, serta Penanggung Jawab Wilayah Kabupaten Pinrang, Porseni SMAN 1 Pinrang Tahun 2025 sukses menjadi ajang pengembangan bakat, penyaluran kreativitas, dan peningkatan wawasan pendidikan bagi peserta didik serta masyarakat yang hadir. Kolaborasi ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan akses pendidikan tinggi di Kabupaten Pinrang.
Menembus Batas Negara, Universitas Terbuka dan Central Mindanao University Perkuat Sinergi Pendidikan di ASEAN

Tangerang Selatan, 9 Januari 2026 – Langkah strategis menuju internasionalisasi pendidikan tinggi kembali ditunjukkan oleh Universitas Terbuka (UT). Melalui seremoni penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) secara virtual, UT resmi menjalin kemitraan strategis dengan Central Mindanao University (CMU), Filipina, sebagai wujud komitmen menghadirkan akses pendidikan berkualitas tanpa batas negara. Kolaborasi lintas negara ini menandai babak baru bagi kedua institusi dalam memperkuat kualitas pengajaran, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat di tingkat regional ASEAN. Pertemuan yang berlangsung hangat meski dilakukan secara daring menegaskan bahwa jarak geografis bukan lagi penghalang bagi terbangunnya sinergi akademik yang inklusif dan berkelanjutan. Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka, Prof. Dr. Maman Rumanta, M.Si., menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiasi kerja sama ini. Beliau menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari misi besar UT untuk memperluas akses pendidikan tinggi yang bisa dijangkau oleh semua kalangan, melampaui batas-batas kedaulatan negara. “Kegiatan ini tidak hanya dipandang sebagai seremoni penandatanganan kerja sama, tetapi sebagai pembuka peluang kolaborasi konkret di masa mendatang,” ujar Prof. Maman. Melalui kemitraan ini, UT berharap hubungan antara Indonesia dan Filipina semakin erat, terutama dalam melahirkan penelitian bersama dan forum akademik yang bermanfaat bagi publik. Senada dengan hal tersebut, pihak CMU menyambut antusias kehadiran UT sebagai mitra strategis baru. Director of International Relations CMU, Dr. Raquelyn J. Dadang, mengungkapkan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi CMU untuk menjadi institusi pendidikan unggulan di kawasan ASEAN. Dengan menggandeng UT yang memiliki keunggulan dalam sistem pendidikan jarak jauh, CMU mengharapkan dampak positif yang signifikan bagi pengembangan proses pembelajaran serta manfaat yang luas bagi masyarakat kedua negara. Kerja sama ini mencakup berbagai ruang lingkup yang komprehensif, mulai dari pertukaran informasi ilmiah, pertukaran staf pengajar, hingga program magang bagi mahasiswa. Selain itu, kedua universitas berkomitmen untuk menyelenggarakan seminar internasional dan penelitian kolaboratif yang fokus pada isu-isu keberlanjutan. Upaya ini secara natural mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin pendidikan berkualitas (SDG 4) dan kemitraan untuk mencapai tujuan (SDG 17). Melalui riset bersama, UT dan CMU berupaya menjawab tantangan zaman dengan inovasi yang lahir dari rahim akademis. Dean of Faculty of Education CMU, Dr. Julie Ann A. Orobia, menambahkan bahwa UT dan CMU memiliki kesamaan visi dalam aspek keberlanjutan dan pengabdian masyarakat. “Kerja sama ini dinilai memperkuat hubungan kelembagaan dan komitmen bersama antara UT dan CMU dalam pengembangan pendidikan,” jelasnya. Sinergi ini diharapkan menjadi wadah akademik yang berkelanjutan, di mana staf pengajar dan tenaga kependidikan dari kedua belah pihak dapat saling bertukar pengalaman dan pengetahuan. Menutup rangkaian pertemuan, Wakil Presiden Bidang Akademik CMU, Dr. Jose S. Valmorida, serta Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya dan Umum UT, Adrian Sutawijaya, S.E., M.Si., menyatakan optimisme yang besar. Adrian menegaskan bahwa semangat kemitraan ini akan menghasilkan luaran (output) yang bermakna bagi kawasan ASEAN. Dengan terbukanya akses kolaborasi internasional ini, UT kembali membuktikan perannya sebagai pelopor pendidikan terbuka yang tidak hanya merangkul masyarakat di pelosok negeri, tetapi juga aktif berkontribusi dalam kancah pendidikan global yang inklusif dan berkualitas.
620 Lulusan UT Makassar Siap Berkontribusi untuk Negeri

Direktur Universitas Terbuka (UT) Makassar, Prof Abdul Rahman Rahim, menyebut alumni UT siap berkontribusi bagi bangsa dan negara. Hal itu disampaikan saat wisuda program sarjana dan pascasarjana Periode II Tahun 2025 di Kampus UT Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Senin (13/10/2025). Wisuda mengusung tema Dari Makassar untuk Negeri, Alumni Berkarya, Universitas Terbuka Berjaya. Menurut Prof Rahman Rahim, tema tersebut mengandung makna mendalam tentang kontribusi alumni bagi bangsa. “Dari bumi Sulawesi Selatan, dari Kota Makassar yang dikenal sebagai gerbang Timur Indonesia, lahirlah insan-insan terdidik, tangguh, dan berdaya saing yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara,” kata Prof Rahman Rahim. Ia menjelaskan, perjalanan pendidikan di UT bukan hal mudah. Banyak mahasiswa harus menyeimbangkan pekerjaan, keluarga, dan studi, serta menjalani pembelajaran mandiri. Namun, semua tantangan itu berhasil dilalui berkat ketekunan, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah. “Ini bukti nyata bahwa lulusan Universitas Terbuka adalah individu tangguh dan mandiri,” katanya. Prof Rahman Rahim juga menegaskan komitmen UT untuk terus memberikan akses pendidikan tinggi berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, perkembangan teknologi dan dinamika global menuntut generasi berkarakter kuat, berilmu, dan berakhlak mulia. Ia yakin lulusan UT siap memberi manfaat besar di berbagai sektor kehidupan. Cetak 620 Lulusan Baru UT Makassar mencetak 620 lulusan baru dari program sarjana dan pascasarjana pada Wisuda Periode II Tahun 2025. Prosesi wisuda berlangsung di Kampus UT Makassar selama dua hari, Minggu dan Senin (12–13/10/2025). Rinciannya: 283 lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 210 dari Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik, 105 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 20 dari Fakultas Sains dan Teknologi, serta 4 lulusan Sekolah Pascasarjana. Para lulusan berasal dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, termasuk Makassar, Parepare, Palopo, Gowa, Maros, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Kepulauan Selayar, Sinjai, Bone, Soppeng, Wajo, Sidrap, Pinrang, Enrekang, Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Barru, dan Pangkep. “Ini menunjukkan alumni UT hadir di seluruh kabupaten dan kota di Sulsel. Bukti nyata peran Universitas Terbuka dalam mencerdaskan masyarakat dari berbagai pelosok daerah,” kata Prof Rahman Rahim. Puncak Perjalanan Panjang Rektor UT diwakili Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UT, Dr Meirani Harsasi, dalam prosesi wisuda. Ia menyebut wisuda sebagai puncak dari perjalanan panjang mahasiswa yang menempuh pendidikan dengan sistem pembelajaran mandiri dan jarak jauh. “Perjalanan akademik di UT bukanlah hal yang mudah, penuh makna karena setiap tantangan telah membentuk ketangguhan dan kemandirian para lulusan,” katanya. Meirani mengingatkan, keberhasilan wisudawan bukan semata hasil kerja keras pribadi, tetapi juga buah dari dukungan banyak pihak.
UT Makassar Gelar Penyamaan Persepsi untuk Perkuat Standar Penyelenggaraan Ujian Tatap Muka

Makassar, 8 Desember 2025 — Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar kegiatan Penyamaan Persepsi bagi seluruh unsur pelaksana Ujian Tatap Muka (UTM) sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas penyelenggaraan ujian semester. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan UT Makassar itu dihadiri Direktur UT Makassar, Prof. Dr. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., beserta jajaran pimpinan, staf, serta dosen pelaksana akademik. Acara dipimpin oleh Manajer Pembelajaran dan Ujian UT Makassar, Andi Suci Anita, S.E., M.M., dengan fokus menyelaraskan pemahaman teknis dan operasional menjelang pelaksanaan UTM Semester Ganjil (2025.2) yang dijadwalkan pada 13–14 Desember 2025. Example 300×600Standar Integritas dan Ketelitian Jadi Penekanan Utama Dalam sambutannya, Prof. Abdul Rahman Rahim menegaskan bahwa penyelenggaraan ujian merupakan bagian penting dari komitmen UT dalam memastikan mutu dan integritas akademik. “Ujian bukan sekadar rutinitas akademik, tetapi cermin integritas institusi kita. Kesuksesan UTM 2025.2 ditentukan oleh kesiapan, koordinasi, dan kedisiplinan seluruh unsur pelaksana. Kita perlu memastikan ujian berjalan jujur, transparan, dan profesional,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya ketelitian untuk mencegah kesalahan teknis maupun administratif. “Setiap tahapan harus dilakukan dengan teliti dan penuh tanggung jawab. Ketelitian adalah kunci agar pelaksanaan ujian berlangsung sesuai ketentuan,” tambahnya. Empat Skema Ujian Berjalan Paralel Pada sesi pemaparan materi, Andi Suci Anita menjelaskan bahwa UT Makassar akan menerapkan empat skema ujian yang berlangsung secara paralel, yaitu: Ujian Tatap Muka (UTM)Ujian Online Live ProctoringUjian Online Remote ProctoringTake Home ExamMenurutnya, keberagaman skema tersebut memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa sekaligus memastikan kualitas evaluasi tetap terjaga. Ia menekankan bahwa setiap petugas wajib memahami alur teknis mulai dari pengarahan, pemeriksaan identitas peserta, pengawasan, hingga pengumpulan lembar jawaban. “Naskah ujian melewati pengecekan berlapis, dari tingkat pusat hingga pengawas ruang. Ini dilakukan untuk menjamin validitas dan akurasi dokumen yang diterima peserta,” jelasnya. Aturan dan Tanggung Jawab Pelaksana Dipertegas Beberapa poin strategis yang menjadi fokus penyamaan persepsi meliputi: Pembagian peran: Penanggung Jawab Tempat Ujian (PJTU), Pengawas Ruang, dan Pengawas Keliling.Aturan peserta: Larangan membawa alat komunikasi, bekerja sama, atau menggunakan jasa joki. Pelanggaran berat berpotensi dikenai sanksi nilai E.Lokasi ujian: SMAN 16 Makassar, SMKN 5, SMKN 6, SMKN 7 Makassar, dan Kantor UT Makassar untuk peserta luar daerah.Aspek teknis: Penggunaan kode warna pada sampul soal setiap sesi dan penerapan Lembar Jawaban Ujian (LJU) digital.Soliditas Internal Jelang Ujian Semester Kegiatan ini turut dihadiri Manajer Marketing dan Registrasi Dr. Jalil, S.Pi., M.P., Kasubag Tata Usaha Nina Utami Yanuarvah Sanusi, S.Kom., serta seluruh staf dan dosen pendukung. Kehadiran seluruh unsur pelaksana dipandang sebagai wujud kesiapan kolektif UT Makassar dalam menghadapi agenda ujian mendatang. Meneguhkan Mutu Ujian di Sistem Pendidikan Jarak Jauh Melalui kegiatan penyamaan persepsi ini, UT Makassar berharap pelaksanaan ujian dapat berlangsung lebih tertib, akuntabel, dan mencerminkan standar layanan pendidikan tinggi berbasis sistem pembelajaran jarak jauh. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah institusi dalam memperkuat tata kelola akademik, menjaga mutu evaluasi pembelajaran, serta memastikan pengalaman ujian mahasiswa berjalan aman dan berkualitas. ***
UT Media Day 2025: Kepemimpinan Baru, Kolaborasi Baru untuk Majukan Pendidikan Indonesia

Universitas Terbuka (UT) gelar Media Day 2025 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Jumat (28/11/2025). Kegiatan berlangsung secara hybrid dan diikuti puluhan Direktur UT dari berbagai daerah di Indonesia, serta puluhan media partner UT baik dari pusat maupun daerah melalui zoom meeting. Tahun ini, Media Day mengangkat tema “Kepemimpinan Baru, Arah Baru: Kolaborasi Media dan Universitas Terbuka untuk Kemajuan Pendidikan Tinggi yang Berdampak bagi Indonesia.” Acara diawali dengan pembukaan dan penampilan jingle UT yang disambut antusias seluruh peserta. Mereka terlihat bersemangat mengikuti lantunan dan gerakan jingle tersebut. Suasana semakin meriah saat komika Rizky Ambon tampil membawakan materi stand up comedy yang mengundang tawa tamu undangan. Wakil Rektor Bidang Akademik UT, Prof Rahmat Budiman, dalam pesannya yang dibacakan moderator, menegaskan peran penting media massa dalam perjalanan Universitas Terbuka “Terima kasih atas bantuan teman-teman media. Media massa adalah unsur penting dalam perkembangan UT,” ujar Rahmat. Rahmat juga memberikan ilustrasi menarik mengenai hubungan UT dan media massa. “Kolaborasi media dan UT itu seperti sate. Sate tidak akan matang kalau tidak dikipasi, asapnya terbang membawa aroma yang membuat banyak orang tahu. Begitulah media membantu UT dikenal luas,” tuturnya. Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Kerja Sama UT sekaligus Ketua Panitia Media Day 2025, Ali Tarigan, menegaskan UT merupakan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH). “Universitas Terbuka adalah perguruan tinggi negeri, bukan swasta,” tegas Ali. Ia menjelaskan UT memiliki empat fakultas, Sekolah Pascasarjana, serta Sekolah Vokasi. “UT punya FKIP, FEB, FST, FHISIP, Sekolah Pascasarjana, hingga Sekolah Vokasi. Teman-teman media yang ingin melanjutkan studi S2 sambil bekerja bisa memilih Sekolah Pascasarjana UT,” jelasnya. Komitmen UT dalam memperluas akses pendidikan juga diwujudkan melalui keberadaan kantor layanan yang tersebar di 39 titik di seluruh Indonesia. Kantor-kantor ini memastikan mahasiswa mendapatkan dukungan akademik secara merata. Hingga saat ini, UT mencatat 768.248 mahasiswa aktif, yang mayoritas berasal dari generasi Z. Sebanyak 79,9 persen di antaranya merupakan pekerja. Selain di Indonesia, mahasiswa UT juga berada di berbagai negara, seperti Jepang, Malaysia, Taiwan, Korea Selatan, Hong Kong, dan sejumlah negara lainnya. Ali juga menyampaikan UT menawarkan biaya pendidikan yang terjangkau. Biaya pendaftaran mulai dari Rp100 ribu, sedangkan biaya per semester dimulai dari Rp1,15 juta. Dengan pendekatan pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT memberikan kesempatan belajar bagi siapa saja tanpa batasan usia, profesi, maupun latar belakang. (*)
UT Dorong Transformasi Digital dan Reputasi Global Lewat Media Day 2025

Universitas Terbuka (UT) gelar Media Day 2025 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Jumat (28/11/2025). Kegiatan berlangsung secara hybrid dan diikuti puluhan Direktur UT dari berbagai daerah di Indonesia, serta puluhan media partner dari tingkat pusat maupun daerah. Media Day UT 2025 mengangkat tema “Kepemimpinan Baru, Arah Baru: Kolaborasi Media dan Universitas Terbuka untuk Kemajuan Pendidikan Tinggi yang Berdampak bagi Indonesia.” Rektor Universitas Terbuka, Prof Dr Ali Muktiyanto, dalam sambutannya menegaskan komitmen UT menjadi kampus yang semakin dekat dengan generasi muda. Mengingat, mahasiswa aktif UT didominasi generasi Z. “UT sudah layak dan harus menjadi kampus anak muda,” ujarnya sembari tersenyum. Ia menambahkan UT perlu menghadirkan inovasi-inovasi baru agar dapat terus relevan dan berdaya saing. Prof Ali juga menekankan pentingnya kolaborasi internal dan eksternal dalam membangun reputasi UT. “Kita akan berangkat dengan tujuan mulia, yakni membangun reputasi UT dengan berjuang bersama,” tambahnya. Menurutnya kolaborasi dengan pihak eksternal khususnya media memiliki peran strategis dalam memberikan umpan balik dan membentuk citra kampus. “Feedback publik yang paling jujur adalah media. Karena media dapat membranding UT dari yang sebelumnya dilakukan secara konvensional menjadi lebih digital,” jelasnya disambut tepukan tangan peserta Media Day UT 2025. Pada sesi talkshow, Prof Ali juga menyampaikan bahwa keberadaan UT adalah bukti nyata hadirnya negara dalam memberikan akses pendidikan tinggi kepada seluruh warga Indonesia. “UT adalah bukti negara hadir untuk bangsa kita, memberi kesempatan pendidikan tinggi untuk siapapun warga Indonesia,” ucapnya. Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjaga marwah akademik dalam menjalankan peran sebagai institusi pendidikan tinggi. “Karena itu, saya membawa mimpi besar sebagai masyarakat akademik. Mari kita kukuhkan kewibawaan akademik kita dan meningkatkan integritas kita,” ajaknya. Prof Ali menutup pernyataannya dengan menegaskan pentingnya memperkuat reputasi UT di tingkat internasional. “Kita juga harus mengokohkan reputasi UT di kancah global,” tutupnya. Media Day 2025 menjadi momentum bagi UT untuk memperkuat sinergi dengan media dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi yang lebih inklusif, modern, dan berdampak bagi kemajuan bangsa. (*)
ICMI Muda Sulsel dan UT Makassar Jajaki Kolaborasi Strategis Penguatan SDM dan Akademik

Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Muda Sulawesi Selatan melakukan kunjungan resmi dan silaturahmi strategis ke Universitas Terbuka (UT) Makassar pada Kamis (27/11/2025). Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi pengembangan sumber daya manusia, kerja sama akademik, riset, serta program pengabdian masyarakat. Rombongan ICMI Muda Sulsel dipimpin oleh Ketua, Dr. Muhammad Tang, S.Hi., M.Si., bersama jajaran pengurus, Sekretaris Umum Dr. Abdul Azis, S.Ag., M.H Sekretaris I Ismail, S.E., M.M dan Bendahara II Hj. Hamidah Dewi ZM, Amd.Ft. Kegiatan berlangsung di Kantor UT Makassar dan diterima langsung oleh Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M. Dalam diskusi tersebut, Direktur UT Makassar menegaskan tiga arah kolaborasi ke depan, yaitu: Penguatan kualitas SDM melalui program akademik kolaboratif.Kerja sama program Pengabdian kepada Masyarakat berbasis riset dan pemberdayaan.Pengembangan kader cendekiawan muda melalui kegiatan ilmiah dan pembinaan berkelanjutan.“Universitas Terbuka siap berkolaborasi dalam memperluas akses pendidikan dan memperkuat kontribusi akademisi muda bagi masyarakat. Kami berharap kerja sama ini menghasilkan dampak nyata dalam bidang ilmu pengetahuan, riset, dan peningkatan kualitas SDM,” ujar Prof. Abdul Rahman. Sementara itu, ICMI Muda Sulsel memberikan respon positif dan mengapresiasi komitmen UT Makassar. Ketua ICMI Muda Sulsel, Dr. Muhammad Tang, menilai UT Makassar memiliki peran strategis sebagai pusat transformasi ilmu pengetahuan dan inovasi yang strategis bagi pengembangan SDM unggul di daerah. “Pertemuan ini merupakan momentum penting bagi penguatan cendekiawan muda di Sulawesi Selatan. UT Makassar menunjukkan komitmen kuat dalam membangun kemitraan akademik, riset, dan pengabdian masyarakat. Kolaborasi ini menjadi energi baru untuk melahirkan program pengembangan keilmuan, karya ilmiah, dan aksi sosial yang lebih berdampak,” ujar Dr. Muhammad Tang. Pertemuan ditutup dengan kesepahaman bersama untuk menindaklanjuti kolaborasi melalui penyusunan program konkret yang berkelanjutan dan saling menguatkan, terutama di bidang penelitian, pendidikan, publikasi ilmiah, dan pemberdayaan masyarakat.(*)