UT Makassar Gelar Penyamaan Persepsi untuk Perkuat Standar Penyelenggaraan Ujian Tatap Muka

Makassar, 8 Desember 2025 — Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar kegiatan Penyamaan Persepsi bagi seluruh unsur pelaksana Ujian Tatap Muka (UTM) sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas penyelenggaraan ujian semester. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan UT Makassar itu dihadiri Direktur UT Makassar, Prof. Dr. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., beserta jajaran pimpinan, staf, serta dosen pelaksana akademik. Acara dipimpin oleh Manajer Pembelajaran dan Ujian UT Makassar, Andi Suci Anita, S.E., M.M., dengan fokus menyelaraskan pemahaman teknis dan operasional menjelang pelaksanaan UTM Semester Ganjil (2025.2) yang dijadwalkan pada 13–14 Desember 2025. Example 300×600Standar Integritas dan Ketelitian Jadi Penekanan Utama Dalam sambutannya, Prof. Abdul Rahman Rahim menegaskan bahwa penyelenggaraan ujian merupakan bagian penting dari komitmen UT dalam memastikan mutu dan integritas akademik. “Ujian bukan sekadar rutinitas akademik, tetapi cermin integritas institusi kita. Kesuksesan UTM 2025.2 ditentukan oleh kesiapan, koordinasi, dan kedisiplinan seluruh unsur pelaksana. Kita perlu memastikan ujian berjalan jujur, transparan, dan profesional,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya ketelitian untuk mencegah kesalahan teknis maupun administratif. “Setiap tahapan harus dilakukan dengan teliti dan penuh tanggung jawab. Ketelitian adalah kunci agar pelaksanaan ujian berlangsung sesuai ketentuan,” tambahnya. Empat Skema Ujian Berjalan Paralel Pada sesi pemaparan materi, Andi Suci Anita menjelaskan bahwa UT Makassar akan menerapkan empat skema ujian yang berlangsung secara paralel, yaitu: Ujian Tatap Muka (UTM)Ujian Online Live ProctoringUjian Online Remote ProctoringTake Home ExamMenurutnya, keberagaman skema tersebut memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa sekaligus memastikan kualitas evaluasi tetap terjaga. Ia menekankan bahwa setiap petugas wajib memahami alur teknis mulai dari pengarahan, pemeriksaan identitas peserta, pengawasan, hingga pengumpulan lembar jawaban. “Naskah ujian melewati pengecekan berlapis, dari tingkat pusat hingga pengawas ruang. Ini dilakukan untuk menjamin validitas dan akurasi dokumen yang diterima peserta,” jelasnya. Aturan dan Tanggung Jawab Pelaksana Dipertegas Beberapa poin strategis yang menjadi fokus penyamaan persepsi meliputi: Pembagian peran: Penanggung Jawab Tempat Ujian (PJTU), Pengawas Ruang, dan Pengawas Keliling.Aturan peserta: Larangan membawa alat komunikasi, bekerja sama, atau menggunakan jasa joki. Pelanggaran berat berpotensi dikenai sanksi nilai E.Lokasi ujian: SMAN 16 Makassar, SMKN 5, SMKN 6, SMKN 7 Makassar, dan Kantor UT Makassar untuk peserta luar daerah.Aspek teknis: Penggunaan kode warna pada sampul soal setiap sesi dan penerapan Lembar Jawaban Ujian (LJU) digital.Soliditas Internal Jelang Ujian Semester Kegiatan ini turut dihadiri Manajer Marketing dan Registrasi Dr. Jalil, S.Pi., M.P., Kasubag Tata Usaha Nina Utami Yanuarvah Sanusi, S.Kom., serta seluruh staf dan dosen pendukung. Kehadiran seluruh unsur pelaksana dipandang sebagai wujud kesiapan kolektif UT Makassar dalam menghadapi agenda ujian mendatang. Meneguhkan Mutu Ujian di Sistem Pendidikan Jarak Jauh Melalui kegiatan penyamaan persepsi ini, UT Makassar berharap pelaksanaan ujian dapat berlangsung lebih tertib, akuntabel, dan mencerminkan standar layanan pendidikan tinggi berbasis sistem pembelajaran jarak jauh. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah institusi dalam memperkuat tata kelola akademik, menjaga mutu evaluasi pembelajaran, serta memastikan pengalaman ujian mahasiswa berjalan aman dan berkualitas. ***
UT Media Day 2025: Kepemimpinan Baru, Kolaborasi Baru untuk Majukan Pendidikan Indonesia

Universitas Terbuka (UT) gelar Media Day 2025 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Jumat (28/11/2025). Kegiatan berlangsung secara hybrid dan diikuti puluhan Direktur UT dari berbagai daerah di Indonesia, serta puluhan media partner UT baik dari pusat maupun daerah melalui zoom meeting. Tahun ini, Media Day mengangkat tema “Kepemimpinan Baru, Arah Baru: Kolaborasi Media dan Universitas Terbuka untuk Kemajuan Pendidikan Tinggi yang Berdampak bagi Indonesia.” Acara diawali dengan pembukaan dan penampilan jingle UT yang disambut antusias seluruh peserta. Mereka terlihat bersemangat mengikuti lantunan dan gerakan jingle tersebut. Suasana semakin meriah saat komika Rizky Ambon tampil membawakan materi stand up comedy yang mengundang tawa tamu undangan. Wakil Rektor Bidang Akademik UT, Prof Rahmat Budiman, dalam pesannya yang dibacakan moderator, menegaskan peran penting media massa dalam perjalanan Universitas Terbuka “Terima kasih atas bantuan teman-teman media. Media massa adalah unsur penting dalam perkembangan UT,” ujar Rahmat. Rahmat juga memberikan ilustrasi menarik mengenai hubungan UT dan media massa. “Kolaborasi media dan UT itu seperti sate. Sate tidak akan matang kalau tidak dikipasi, asapnya terbang membawa aroma yang membuat banyak orang tahu. Begitulah media membantu UT dikenal luas,” tuturnya. Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Kerja Sama UT sekaligus Ketua Panitia Media Day 2025, Ali Tarigan, menegaskan UT merupakan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH). “Universitas Terbuka adalah perguruan tinggi negeri, bukan swasta,” tegas Ali. Ia menjelaskan UT memiliki empat fakultas, Sekolah Pascasarjana, serta Sekolah Vokasi. “UT punya FKIP, FEB, FST, FHISIP, Sekolah Pascasarjana, hingga Sekolah Vokasi. Teman-teman media yang ingin melanjutkan studi S2 sambil bekerja bisa memilih Sekolah Pascasarjana UT,” jelasnya. Komitmen UT dalam memperluas akses pendidikan juga diwujudkan melalui keberadaan kantor layanan yang tersebar di 39 titik di seluruh Indonesia. Kantor-kantor ini memastikan mahasiswa mendapatkan dukungan akademik secara merata. Hingga saat ini, UT mencatat 768.248 mahasiswa aktif, yang mayoritas berasal dari generasi Z. Sebanyak 79,9 persen di antaranya merupakan pekerja. Selain di Indonesia, mahasiswa UT juga berada di berbagai negara, seperti Jepang, Malaysia, Taiwan, Korea Selatan, Hong Kong, dan sejumlah negara lainnya. Ali juga menyampaikan UT menawarkan biaya pendidikan yang terjangkau. Biaya pendaftaran mulai dari Rp100 ribu, sedangkan biaya per semester dimulai dari Rp1,15 juta. Dengan pendekatan pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT memberikan kesempatan belajar bagi siapa saja tanpa batasan usia, profesi, maupun latar belakang. (*)
UT Dorong Transformasi Digital dan Reputasi Global Lewat Media Day 2025

Universitas Terbuka (UT) gelar Media Day 2025 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Jumat (28/11/2025). Kegiatan berlangsung secara hybrid dan diikuti puluhan Direktur UT dari berbagai daerah di Indonesia, serta puluhan media partner dari tingkat pusat maupun daerah. Media Day UT 2025 mengangkat tema “Kepemimpinan Baru, Arah Baru: Kolaborasi Media dan Universitas Terbuka untuk Kemajuan Pendidikan Tinggi yang Berdampak bagi Indonesia.” Rektor Universitas Terbuka, Prof Dr Ali Muktiyanto, dalam sambutannya menegaskan komitmen UT menjadi kampus yang semakin dekat dengan generasi muda. Mengingat, mahasiswa aktif UT didominasi generasi Z. “UT sudah layak dan harus menjadi kampus anak muda,” ujarnya sembari tersenyum. Ia menambahkan UT perlu menghadirkan inovasi-inovasi baru agar dapat terus relevan dan berdaya saing. Prof Ali juga menekankan pentingnya kolaborasi internal dan eksternal dalam membangun reputasi UT. “Kita akan berangkat dengan tujuan mulia, yakni membangun reputasi UT dengan berjuang bersama,” tambahnya. Menurutnya kolaborasi dengan pihak eksternal khususnya media memiliki peran strategis dalam memberikan umpan balik dan membentuk citra kampus. “Feedback publik yang paling jujur adalah media. Karena media dapat membranding UT dari yang sebelumnya dilakukan secara konvensional menjadi lebih digital,” jelasnya disambut tepukan tangan peserta Media Day UT 2025. Pada sesi talkshow, Prof Ali juga menyampaikan bahwa keberadaan UT adalah bukti nyata hadirnya negara dalam memberikan akses pendidikan tinggi kepada seluruh warga Indonesia. “UT adalah bukti negara hadir untuk bangsa kita, memberi kesempatan pendidikan tinggi untuk siapapun warga Indonesia,” ucapnya. Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjaga marwah akademik dalam menjalankan peran sebagai institusi pendidikan tinggi. “Karena itu, saya membawa mimpi besar sebagai masyarakat akademik. Mari kita kukuhkan kewibawaan akademik kita dan meningkatkan integritas kita,” ajaknya. Prof Ali menutup pernyataannya dengan menegaskan pentingnya memperkuat reputasi UT di tingkat internasional. “Kita juga harus mengokohkan reputasi UT di kancah global,” tutupnya. Media Day 2025 menjadi momentum bagi UT untuk memperkuat sinergi dengan media dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi yang lebih inklusif, modern, dan berdampak bagi kemajuan bangsa. (*)
ICMI Muda Sulsel dan UT Makassar Jajaki Kolaborasi Strategis Penguatan SDM dan Akademik

Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Muda Sulawesi Selatan melakukan kunjungan resmi dan silaturahmi strategis ke Universitas Terbuka (UT) Makassar pada Kamis (27/11/2025). Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi pengembangan sumber daya manusia, kerja sama akademik, riset, serta program pengabdian masyarakat. Rombongan ICMI Muda Sulsel dipimpin oleh Ketua, Dr. Muhammad Tang, S.Hi., M.Si., bersama jajaran pengurus, Sekretaris Umum Dr. Abdul Azis, S.Ag., M.H Sekretaris I Ismail, S.E., M.M dan Bendahara II Hj. Hamidah Dewi ZM, Amd.Ft. Kegiatan berlangsung di Kantor UT Makassar dan diterima langsung oleh Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M. Dalam diskusi tersebut, Direktur UT Makassar menegaskan tiga arah kolaborasi ke depan, yaitu: Penguatan kualitas SDM melalui program akademik kolaboratif.Kerja sama program Pengabdian kepada Masyarakat berbasis riset dan pemberdayaan.Pengembangan kader cendekiawan muda melalui kegiatan ilmiah dan pembinaan berkelanjutan.“Universitas Terbuka siap berkolaborasi dalam memperluas akses pendidikan dan memperkuat kontribusi akademisi muda bagi masyarakat. Kami berharap kerja sama ini menghasilkan dampak nyata dalam bidang ilmu pengetahuan, riset, dan peningkatan kualitas SDM,” ujar Prof. Abdul Rahman. Sementara itu, ICMI Muda Sulsel memberikan respon positif dan mengapresiasi komitmen UT Makassar. Ketua ICMI Muda Sulsel, Dr. Muhammad Tang, menilai UT Makassar memiliki peran strategis sebagai pusat transformasi ilmu pengetahuan dan inovasi yang strategis bagi pengembangan SDM unggul di daerah. “Pertemuan ini merupakan momentum penting bagi penguatan cendekiawan muda di Sulawesi Selatan. UT Makassar menunjukkan komitmen kuat dalam membangun kemitraan akademik, riset, dan pengabdian masyarakat. Kolaborasi ini menjadi energi baru untuk melahirkan program pengembangan keilmuan, karya ilmiah, dan aksi sosial yang lebih berdampak,” ujar Dr. Muhammad Tang. Pertemuan ditutup dengan kesepahaman bersama untuk menindaklanjuti kolaborasi melalui penyusunan program konkret yang berkelanjutan dan saling menguatkan, terutama di bidang penelitian, pendidikan, publikasi ilmiah, dan pemberdayaan masyarakat.(*)
Lonjakan Peserta Ujian Pascasarjana UT Makassar, Prof Abdul Rahman Rahim: Bukti Kepercayaan Publik Meningkat

Direktur Universitas Terbuka (UT) Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., menjadi sorotan pada pelaksanaan Ujian Masuk Program Pascasarjana Masa 2025 Genap yang digelar pada 22–23 November 2025 di Kampus UT Makassar. Kehadirannya sejak awal proses seleksi hingga ujian berlangsung menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kualitas penyelenggaraan tes. Prof Rahman turun langsung meninjau registrasi peserta, kesiapan ruang ujian, hingga memantau jalannya proses seleksi. Langkah ini mendapat apresiasi dari panitia dan peserta sebagai bentuk keseriusan UT Makassar dalam menjamin profesionalisme proses penerimaan mahasiswa baru Pascasarjana. Tahun ini, tercatat 21 peserta mengikuti ujian, melonjak lebih dari tiga kali lipat dibanding tahun lalu yang hanya diikuti 6 orang. Bagi Prof Rahman, peningkatan drastis ini menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan masyarakat terhadap UT Makassar semakin kuat. “Lonjakan jumlah peserta dari 6 menjadi 21 orang menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap UT. Proses ujian ini kami jaga integritasnya untuk memastikan hanya peserta terbaik yang melanjutkan ke jenjang Pascasarjana. Kami bangga melihat antusiasme yang terus tumbuh,” ujar Prof Rahman. Ia menegaskan bahwa tes masuk Pascasarjana bukan sekadar formalitas, tetapi instrumen penting untuk menilai kesiapan akademik calon mahasiswa. Menurutnya, kualitas input harus dijaga untuk memastikan kualitas output lulusan di masa mendatang. Ketua Panitia, Dr. Syafruddin, M.Pd., juga menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian direktur yang memantau langsung jalannya kegiatan. Ia menyebut kehadiran Prof Rahman memberi dorongan moral bagi panitia dan menjadi energi positif selama proses seleksi berlangsung. Meningkatnya partisipasi dan dukungan penuh dari pimpinan, UT Makassar optimistis dapat menjaring calon mahasiswa magister yang kian berkualitas serta memperkuat peran universitas dalam menyediakan akses pendidikan tinggi yang fleksibel, relevan, dan berstandar nasional.***
UT Makassar Berpartisipasi Aktif dalam Rakortas Pemasaran 2025, Pacu Inovasi Strategi Pencapaian Satu Juta Mahasiswa

YOGYAKARTA, 19 November 2025 – Universitas Terbuka (UT) Makassar turut serta memeriahkan dan berkontribusi dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pemasaran UT 2025 yang digelar di The Malioboro Hotel, Yogyakarta, pada 18-20 November 2025. Acara strategis nasional ini dihadiri oleh jajaran direktur, manajer pemasaran, dan penanggung jawab media sosial dari seluruh UT Daerah di Indonesia. UT Makassar diwakili secara langsung oleh Prof. Rahman Rahim selaku Direktur UT Makassar. Turut hadir mendampingi, Dr. Jalil, S.Pi., M.P., selaku Manajer Marketing Registrasi, serta Rahmat RA, S.Kom. dari staf marketing registrasi bagian konten. Rakortas hari pertama (18/11) dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK, Prof. Dr. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., yang juga memberikan sambutan kunci sekaligus membuka acara. Hari ini, Rabu (19/11), rangkaian acara memasuki sesi inti yang padat dengan materi strategis. Pada sesi pagi, para direktur dan manajer, termasuk yang hadir dari UT Makassar, menyimak paparan mendalam mengenai “Audit Marketing” dan “Strategi Marketing UT Pusat dan Daerah Menuju Proyeksi 1 Juta Mahasiswa Tahun 2026” yang disampaikan oleh Direktur DPKS. Sesi khusus untuk staf konten, yang diikuti oleh Rahmat RA, S.Kom., juga digelar di Kantor UT Yogyakarta dengan fokus pada pelatihan produksi konten, storytelling, dan praktik langsung untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas materi promosi digital. “Rakortas ini merupakan momentum penting untuk menyelaraskan strategi dan inovasi pemasaran di tingkat pusat dan daerah. Kehadiran dan kontribusi aktif tim UT Makassar, baik di sesi manajerial maupun teknis konten, menunjukkan komitmen kami untuk mendukung penuh target nasional pencapaian satu juta mahasiswa,” ujar Prof. Rahman Rahim di sela-sela acara. Beliau menambahkan, materi-materi yang disampaikan, terutama mengenai pemanfaatan data, digital insight, dan dukungan teknologi dari DPKS, sangat relevan dengan pengembangan strategi pemasaran UT Makassar ke depan. Sementara itu, Dr. Jalil, S.Pi., M.P., menyatakan bahwa sesi networking dengan mitra vokasi dan diskusi strategi pemasaran memberikan perspektif baru untuk memperkuat layanan dan penetrasi pasar di wilayah Sulawesi Selatan. Acara pada hari ini akan dilanjutkan dengan sesi tentang pengelolaan dana marketing yang efektif serta revolusi pembelajaran di era digital yang kembali menghadirkan Prof. Dr. Ojat Darojat sebagai pemateri. Rangkaian Rakortas Pemasaran 2025 akan berlangsung hingga besok, Kamis (20/11), dan ditutup dengan Gala Dinner.
UT Makassar Gelar Pelatihan Penggunaan APAR untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Kebakaran

Universitas Terbuka (UT) Makassar melaksanakan pelatihan praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi risiko kebakaran di lingkungan kampus. Kegiatan ini digelar pada Senin (17/11/2025) bertempat di area halaman parkir lantai G Gedung UT Makassar. Pelatihan dipandu langsung oleh Alfian Jos Kenda, Kepala Pengelola Gedung (Building Manager) UT Makassar. Ia memberikan penjelasan teknis mengenai jenis–jenis APAR, cara mengoperasikan, standar keselamatan, hingga simulasi pemadaman api menggunakan metode yang benar dan aman. “Saat terjadi kebakaran, penggunaan APAR harus dilakukan dengan cepat dan tepat. Prinsip dasarnya sederhana, yaitu metode PASS: mencabut pin pengaman, mengarahkan nozzle ke titik api, menekan tuas, lalu menyapu area api hingga padam. Hal yang sering dilupakan adalah memastikan tekanan tabung masih baik dan posisi kita tidak melawan arah angin. Prosedur kecil ini menentukan efektivitas pemadaman. Pelatihan seperti ini penting agar setiap pegawai mampu bertindak sigap jika keadaan darurat muncul.” ujar Alfian dalam penjelasannya. Pelatihan ini juga dihadiri dan didampingi oleh Drs. Jamil, M.Pd., perwakilan dosen dan staf Universitas Terbuka Makassar. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UT Makassar dalam memperkuat budaya keamanan dan kesehatan kerja di lingkungan kantor. “Pelatihan seperti ini merupakan kebutuhan wajib. Gedung yang aman bukan hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi juga oleh kesiapan SDM yang menggunakannya,” ujar Jamil dalam penjelasannya. Pelatihan penggunaan APAR ini merupakan tindak lanjut dari undangan resmi Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., yang sebelumnya dikeluarkan pada 13 November 2025. Melalui kegiatan ini, seluruh pegawai diharapkan memiliki pengetahuan praktis dalam menghadapi potensi kebakaran, sekaligus membangun budaya kerja yang lebih siaga dan bertanggung jawab. Universitas Terbuka Makassar menegaskan bahwa program pembinaan keselamatan akan terus ditingkatkan secara berkala sebagai bagian dari pelayanan dan operasional kantor yang profesional, aman, dan bertanggung jawab.(*)
Viral Mahasiswi UT Tulis Tangan Kerjakan Tugas, Tak Punya Laptop Tapi Punya Tekad Besi

Di tengah era serba digital saat tugas kuliah bisa diketik, dikirim, bahkan dikerjakan lewat ponsel, kisah seorang mahasiswi Universitas Terbuka (UT) ini jadi tamparan lembut bagi siapa pun yang sering menyerah karena alasan tidak punya fasilitas. Namanya Sisilia. Ia menjadi perbincangan warganet setelah unggahan dosennya di akun TikTok @nusameapicks0706 menampilkan hasil tugasnya yang berbeda dari mahasiswa kebanyakan. Alih-alih file hasil ketikan komputer, dosen itu menerima tugas berformat PDF yang berisi tulisan tangan Sisilia yang rapi, jelas, dan dikerjakan dengan penuh ketekunan. Judul tugasnya, Kewirausahaan Era Digital, terasa ironis tapi juga menggugah: di era digital, ia justru menulis manual. Dalam pesannya kepada dosen, Sisilia menulis dengan sopan dan jujur: “Mohon maaf ibu/bapak dosen sebelumnya saya mengirim tugasnya ini pake tulis tangan dikarena saya tidak memiliki laptop pribadi. Terima kasih.” Satu kalimat sederhana yang menggambarkan kerendahan hati dan semangat belajar tanpa pamrih. Sang dosen mengaku terharu, lalu membagikan kisah itu dengan pesan penuh harapan. “Malam minggu periksa dua tugas mahasiswa UT. Sukses selalu untuk kamu, nak,” tulisnya. Unggahan itu pun viral dan membanjir di kolom komentar dengan pujian. Banyak yang mengaku tersentuh dan termotivasi oleh perjuangan Sisilia, yang tetap menuntut ilmu meski di tengah keterbatasan. Bagi sebagian orang, tugas tulis tangan mungkin sudah jadi hal usang. Tapi bagi Sisilia, pena dan kertas adalah simbol tekad, bukan keterbelakangan. Ia menulis bukan karena tak punya pilihan, tapi karena tak mau berhenti belajar. Kisah seperti Sisilia adalah potret nyata semangat mahasiswa Universitas Terbuka, kampus yang menampung banyak pejuang ilmu dari berbagai latar belakang. Mereka belajar di sela kerja, mengerjakan tugas di antara kesibukan, dan berjuang tanpa fasilitas mewah. Sisilia membuktikan, kemajuan teknologi boleh mempercepat segalanya, tapi semangat tak pernah bisa digantikan mesin.
Hari Pahlawan Jadi Momentum Melawan Kebodohan dan Kemiskinan

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional ke-80 dengan penuh khidmat di halaman kantor UT Makassar, Senin (10/11/2025). Peta Upacara dipimpin langsung oleh Direktur UT Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE MM dan diikuti oleh seluruh staf, dosen, serta mahasiswa UT Makassar. Dalam amanatnya, Prof Rahman Rahim mengajak seluruh civitas akademika UT Makassar untuk menjadikan momentum Hari Pahlawan sebagai refleksi perjuangan masa kini. Yakni perjuangan melawan kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan melalui pendidikan. “Para pahlawan berjuang untuk kemerdekaan bangsa. Kini, tugas kita adalah melanjutkan perjuangan itu dengan membebaskan masyarakat dari kebodohan dan kemiskinan melalui ilmu pengetahuan,” katanya. “Universitas Terbuka adalah medan perjuangan baru kita,” ungkap Prof Rahman Rahim. Sebagai perguruan tinggi yang membuka akses pendidikan tanpa batas wilayah, usia, dan latar belakang, UT memiliki tanggung jawab besar untuk memperluas kesempatan belajar bagi seluruh lapisan masyarakat. “Saat ini jumlah mahasiswa UT Makassar baru mencapai sekitar 11.000 orang. Padahal potensi masyarakat Sulawesi sangat besar. Mari jadikan momentum Hari Pahlawan ini untuk menambah jumlah pendaftar UT Makassar,” tegasnya. Prof Rahman juga mengingatkan seluruh Penanggung Jawab Wilayah (PJW) agar aktif berkoordinasi dengan pejabat daerah, stakeholder, dan mitra strategis guna memperkuat sosialisasi serta meningkatkan minat masyarakat melanjutkan pendidikan tinggi melalui UT. Pada kesempatan tersebut, Prof Rahman Rahim juga menyampaikan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Dr (HC) Saifullah Yusuf, dalam rangka peringatan Hari Pahlawan 2025. Dalam amanatnya, Menteri mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk meneladani semangat kepahlawanan yang relevan dengan konteks kekinian. Menteri menegaskan bahwa para pahlawan bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya penuntun bagi masa depan bangsa. Dari perjuangan mereka, ada tiga nilai utama yang dapat dipetik:.Kesabaran – para pahlawan bersabar dalam menempuh ilmu, menyusun strategi, dan membangun persatuan. Kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, melainkan dengan ketulusan dan waktu yang panjang. Pengabdian tanpa pamrih – setelah merdeka, para pahlawan tidak menuntut balas jasa, melainkan terus mengabdi kepada rakyat. Visi ke depan – perjuangan dilakukan untuk generasi mendatang sebagai bentuk ibadah dan tanggung jawab moral. Menteri Saifullah Yusuf menegaskan, bentuk perjuangan masa kini telah berubah. Perjuangan tidak lagi dengan senjata, melainkan dengan ilmu pengetahuan. “Lewat empati sosial, dan pengabdian untuk membela yang lemah serta memastikan tidak ada satu pun warga bangsa yang tertinggal,” tegasnya. Amanat tersebut diakhiri dengan ajakan untuk mensyukuri kemerdekaan dan menghidupkan semangat perjuangan dalam membangun Indonesia melalui kerja nyata dan inovasi di berbagai bidang. Upacara Hari Pahlawan di UT Makassar berlangsung dengan khidmat dan semangat nasionalisme yang tinggi. Seluruh civitas akademika UT Makassar bertekad meneruskan perjuangan para pahlawan melalui pendidikan yang terbuka, inklusif, dan berkeadilan bagi semua. (nas)
Tantangan Geografis Bukan Halangan, Kisah ASN Bantaeng Raih Gelar Magister di UT

Memajukan karier dan pengetahuan di tengah tuntutan pekerjaan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan lokasi tempat tugas yang jauh dari pusat kota, bukanlah halangan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini dibuktikan oleh Sir Arafat, seorang ASN yang bertugas di Bantaeng dan berhasil menempuh studi Magister Ilmu Administrasi dengan Bidang Minat Administrasi Publik di Universitas Terbuka (UT). Dalam sharingya, Yasir Arafat mengungkapkan dua alasan utama di balik pilihannya. Pertama, bidang Administrasi Publik sangat relevan dengan profesi dan tanggung jawabnya sehari-hari dalam melayani masyarakat. Kedua, keputusannya untuk memilih UT didasari oleh sistem pembelajaran online dan belajar mandiri yang sangat fleksibel. “UT (Universitas Terbuka) menyediakan PTJJ (Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh). Kita tidak perlu ke kampus, kecuali pada saat ujian. Nah, itu sangat membantu karena kami ASN, apalagi saya di Bantaeng. Tidak mungkin bagi kami untuk kuliah dari Bantaeng ke Makassar setiap minggu atau setiap hari, itu susah,” ujar mahasiswa Universitas Terbuka ini. Lebih lanjut, Yasir Arafat membagikan kiat suksesnya menyelesaikan studi di UT. Ia menepis anggapan bahwa “masuk UT mudah, keluar susah”. Baginya, kunci utamanya adalah konsistensi dan manajemen waktu. “Ternyata saya sudah merasakan, masuk mudah, keluarnya juga mudah, asal kita konsisten belajar mandiri. Jangan malas mengerjakan tugas,” tegasnya. Ia membagikan strategi pribadinya dalam mengatur waktu. Setiap hari, ia datang ke kantor lebih awal dan pulang lebih lambat untuk menyicil tugas-tugas perkuliahannya. “Teman-teman saya masuk setengah 8, saya masuk jam 7. Saya pakai waktu 30 menit itu untuk mengerjakan tugas. Begitu pula saat pulang, saya tambah waktu di kantor. Itu triknya. Kalau kita ulet dan konsisten, insya Allah cepat lulus,” paparnya penuh semangat. Di akhir sharingnya, Yasir Arafat dengan antusias merekomendasikan UT kepada rekan-rekan sesama ASN yang ingin melanjutkan pendidikan namun terkendala jarak dan waktu. “Banyak teman saya yang pegawai negeri yang belum bisa melanjutkan studi karena kendala tersebut. Saya merekomendasikan UT saja karena belajarnya di mana saja, fleksibel, dan dengan cara apa saja, tergantung enaknya kita,” tutupnya. Kisah inspiratif Yasir Arafat ini menjadi bukti bahwa dengan komitmen dan disiplin, serta didukung sistem pendidikan yang fleksibel seperti yang ditawarkan UT, segala tantangan geografis dan kesibukan kerja dapat ditaklukkan untuk meraih cita-cita akademik. (*)