Begini Kegiatan UT Makassar Gelar Peringatan Isra Mikraj

FAJAR, MAKASSAR — Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi spiritual bagi civitas akademika UT Makassar, sekaligus penguatan nilai-nilai kedisiplinan dalam pelaksanaan pendidikan jarak jauh. Peta Rangkaian acara dibuka secara resmi oleh Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., dengan mengangkat tema “Salat sebagai Perintah Langsung Allah SWT dan Fondasi Disiplin dalam Pendidikan Jarak Jauh.” Dalam sambutannya, Prof. Abdul Rahman menekankan bahwa peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan spiritual Rasulullah SAW, melainkan tonggak penting dalam pembentukan karakter umat Islam melalui kewajiban sholat lima waktu. “Salat adalah satu-satunya ibadah yang diperintahkan secara langsung oleh Allah SWT tanpa perantara. Ini menunjukkan betapa sentralnya salat dalam kehidupan seorang Muslim. Nilai kedisiplinan, konsistensi, dan tanggung jawab yang terkandung dalam sholat sangat relevan dengan semangat belajar mandiri dalam sistem pendidikan jarak jauh yang diterapkan UT,” ujar Prof. Abdul Rahman Rahim. Dalam kesempatan tersebut, Direktur UT Makassar juga menyinggung secara singkat makna perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj, yakni perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina yang dikenal sebagai Isra, serta perjalanan naik ke Sidratul Muntaha yang disebut Mi’raj. Dalam perjalanan itu, Rasulullah SAW ditemani Malaikat Jibril dan bertemu dengan para nabi terdahulu, hingga akhirnya menerima perintah salat lima waktu bagi umat Islam. Acara inti diisi dengan tausiah oleh Dr. KH. Abbas Baco Miro, Lc., M.A., yang menyampaikan ceramah mendalam dan reflektif mengenai hakikat peringatan Isra Mi’raj. Dalam ceramahnya, KH. Abbas menegaskan bahwa memperingati Isra Mi’raj tidak terbatas pada bulan Rajab semata, melainkan dapat dilakukan kapan saja sebagai sarana memperkuat keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT. “Isra Mi’raj adalah peristiwa luar biasa yang sarat dengan pelajaran. Salah satunya adalah tentang usia Rasulullah SAW yang berkisar antara 60 hingga 70 tahun, yang mencerminkan bahwa usia umat Beliau pun tidak jauh dari rentang tersebut. Karena itu, waktu yang kita miliki seharusnya dimanfaatkan untuk memperbanyak amal dan meningkatkan kualitas ibadah,” ungkap KH. Abbas. Ia juga menguraikan kembali perjalanan Rasulullah SAW menembus tujuh lapis langit, bertemu dengan para nabi terdahulu, hingga mencapai Sidratul Muntaha. Di tempat inilah, Rasulullah SAW menerima perintah sholat lima waktu sebagai kewajiban utama umat Islam. “Salat adalah oleh-oleh terbesar dari peristiwa Isra Mi’raj. Jika sholat dijaga, maka hubungan manusia dengan Allah akan terpelihara, dan dari situlah lahir pribadi yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab dalam kehidupan, termasuk dalam menuntut ilmu,” tambahnya. Peringatan Isra Mi’raj di UT Makassar ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai spiritual yang berdampak langsung pada peningkatan etos belajar dan integritas sivitas akademika dalam menjalankan pendidikan jarak jauh yang berkualitas dan berkarakter. (*)

Bukan Sekadar Agenda, LDK Ormawa UT Makassar Menjadi Ruang Tumbuh Mahasiswa

Di Universitas Terbuka Makassar, kehidupan mahasiswa tidak selalu ditandai oleh hiruk-pikuk kampus atau ruang kelas yang ramai. Banyak mahasiswa menjalani peran ganda: bekerja, mengurus keluarga, sekaligus menempuh pendidikan secara mandiri. Dalam realitas itulah, organisasi mahasiswa hadir sebagai ruang bertemu, belajar bersama, dan saling menguatkan. Dari kesadaran tersebut, Ormawa UT Makassar merencanakan pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) dalam waktu dekat. LDK Ormawa UT Makassar dijadwalkan akan dilaksanakan pada 31 Januari hingga 01 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya dilaksanakan oleh Ormawa UT Makassar pada periode 2024–2026. LDK bersifat internal dan diperuntukkan khusus bagi anggota organisasi mahasiswa UT Makassar, baik anggota baru maupun anggota lama. Sebagai pelaksanaan perdana, LDK tidak diposisikan sekadar sebagai agenda formal organisasi. Ia dirancang sebagai ruang pembinaan awal dan penguatan karakter keorganisasian. Di tengah sistem pembelajaran jarak jauh, kebutuhan akan kepemimpinan yang lahir dari kesadaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab kolektif menjadi semakin relevan. Seluruh rangkaian pemberian materi akan dilaksanakan pada hari pertama, Sabtu, 31 Januari 2026, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA di Aula UT Makassar. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan agenda bina akrab di Villa Kartini, Pantai Tanjung Bayang sebagai ruang penguatan kebersamaan dan ikatan emosional antaranggota organisasi. Bagi anggota baru, LDK menjadi pintu masuk untuk mengenal budaya organisasi dan arah gerak Ormawa. Sementara bagi anggota lama, LDK menjadi ruang refleksi dan konsolidasi peran. Kepemimpinan dipahami bukan sebagai jabatan semata, melainkan proses belajar yang tumbuh melalui pengalaman dan tanggung jawab bersama. Informasi Teknis Pelaksanaan LDK Ormawa UT Makassar 2026 Hari/Tanggal : Sabtu–Minggu, 31 Januari–1 Februari 2026   Hari Pertama (Sabtu): • 08.00–16.00 WITA : Pemberian materi     Lokasi: Aula UT Makassar Lt. 4   • 16.00–17.30 WITA : Keberangkatan ke Villa Kartini     (menggunakan kendaraan Lanud) Hari Kedua (Minggu): • Bina akrab, bonding, dan penguatan kebersamaan     Lokasi: Villa Kartini, Pantai Tanjung Bayang   Kebutuhan & Ketentuan Peserta LDK • Biaya kegiatan: Rp25.000     (mencakup konsumsi, transportasi, dan penginapan)     Rekening: 4401610035952     A.N: Alyssa Ramadhani (BTN)     Batas pembayaran: Kamis, 29 Januari 2026   • Wajib mengisi link pendaftaran:   • Ketentuan keikutsertaan:   – Tidak ada toleransi keterlambatan mengikuti materi     – Kehadiran dicek melalui absen keberangkatan dan kepulangan     – Peserta tidak diperkenankan pulang sendiri jika mengikuti agenda villa     – Sesi H+2 (bonding & game) bersifat opsional bagi peserta yang bekerja   • Perlengkapan yang wajib dibawa:   – Almamater     – ATK     – Alat salat (bagi muslim)     – Alat makan pribadi (piring, sendok, gelas)     – Pakaian:     • Kemeja nuansa cokelat (dresscode peserta)       • Kaos hitam & celana training       • Pakaian tidur sopan       • Pakaian untuk kepulangan     – Perlengkapan mandi pribadi   Informasi & Konfirmasi: Sekretaris Umum   No. HP: 0823 4985 0500 

Rektor Universitas Terbuka Hadiri Pertemuan Presiden dengan 1.200 Rektor dan Guru Besar

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengundang sekitar 1.200 rektor dan guru besar dari perguruan tinggi negeri dan swasta dalam pertemuan tertutup di Istana Negara, Jakarta. Pertemuan ini menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah dan kalangan akademisi untuk membahas arah kebijakan nasional di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah. Universitas Terbuka (UT) turut hadir dalam pertemuan tersebut. UT diwakili langsung oleh Rektor UT Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., bersama para dekan, yakni Dekan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Dr. Meita Istianda, S.IP., M.Si., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prof. Dr. Ucu Rahayu, M.Sc., serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Dr. Meirani Harsasi, S.E., M.Si. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan langsung pandangannya mengenai kondisi global dan nasional, serta menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai garda terdepan dalam menyiapkan sumber daya manusia dan kebijakan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan. Presiden juga mengajak para guru besar, khususnya dari bidang sosial dan humaniora, untuk berkontribusi dalam membaca arah sosial, politik, dan demokrasi Indonesia. Rektor UT Prof. Dr. Ali Muktiyanto menyampaikan bahwa pertemuan ini memberikan pemahaman langsung mengenai arah kebijakan Presiden. “Alhamdulillah, kami diundang langsung oleh Bapak Presiden untuk mendengarkan taklimat mengenai perkembangan terkini, termasuk dinamika geopolitik global dan berbagai hal penting lainnya. Presiden juga menyampaikan pandangan beliau terkait kondisi bangsa serta apa yang perlu dilakukan perguruan tinggi untuk mendukung program-program strategis pemerintah,” ujarnya. Ia juga menyoroti komitmen Presiden terhadap penguatan riset nasional. “Ada kabar baik bagi dunia akademik, khususnya para peneliti, karena Presiden secara langsung meminta agar anggaran penelitian ditingkatkan. Ini menjadi dorongan besar bagi perguruan tinggi, termasuk Universitas Terbuka, untuk terus berkontribusi dalam riset dan inovasi demi kemajuan bangsa,” tambahnya. Sementara itu, Dekan FHISIP UT Dr. Meita Istianda, S.IP., M.Si., menilai paparan Presiden menyentuh isu-isu mendasar. “Penjelasan Presiden sangat komprehensif, termasuk menyinggung kondisi demokrasi di Indonesia dan berbagai program untuk kesejahteraan bangsa,” ungkapnya. Kehadiran Universitas Terbuka dalam pertemuan strategis ini menegaskan komitmen UT sebagai perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas dan inklusif, serta mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.(*) Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Rektor Universitas Terbuka Hadiri Pertemuan Presiden dengan 1.200 Rektor dan Guru Besar, https://makassar.tribunnews.com/kampus/1826125/rektor-universitas-terbuka-hadiri-pertemuan-presiden-dengan-1200-rektor-dan-guru-besar.

Hangat dan Penuh Cerita, Bazar Silaturahmi Mahasiswa UT Makassar Berlangsung Meriah

Di tengah ritme perkuliahan jarak jauh yang kerap terasa sunyi dan individual, mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Makassar akhirnya menemukan ruang untuk bertemu, berbincang, dan berbagi cerita secara langsung. Bazar Silaturahmi Antar Mahasiswa yang digelar oleh Organisasi Mahasiswa UT Makassar berlangsung hangat, meriah, dan penuh makna. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 24 Januari 2026, mulai pukul 18.00 WITA hingga selesai, bertempat di Inspirasi Cafe, Jl. Pintu 0 Tamalanrea, Perintis Kemerdekaan. Sejak sore hingga malam, kafe tersebut berubah menjadi ruang kebersamaan yang hidup—dipenuhi tawa, obrolan, dan cerita yang selama ini tertahan di balik layar. Bazar Silaturahmi ini tidak dimaknai sekadar sebagai agenda kumpul. Mahasiswa yang sebelumnya hanya saling mengenal melalui grup percakapan dan ruang daring akhirnya dapat berjumpa secara langsung. Yang belum pernah bertemu kini saling menyapa, yang lama tak bersua kembali duduk dalam satu lingkar cerita. Suasana nonformal khas kafe, dipadukan dengan alunan musik dan permainan ringan, membuat sekat-sekat antar angkatan dan organisasi mahasiswa mencair dengan sendirinya. Musik menghidupkan suasana, game menciptakan tawa, dan obrolan sederhana menghadirkan keakraban yang terasa tulus. Ketua Ormawa UT Makassar, Ade Islamiah Mahsar Kahil, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan mahasiswa yang telah meramaikan kegiatan tersebut. “Makasih buat teman-teman panitia yang sudah hard work kemarin, dan teman-teman yang sudah datang meramaikan kegiatan kita. Kita sudah ciptakan momen silaturahmi. Yang belum pernah ketemu jadi ketemu,” ungkapnya. “Big love untuk teman-teman Ormawa,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Arianto Hasyim dari Divisi Keilmuan, mengungkapkan bahwa pelaksanaan bazar ini sempat berada di antara kepastian dan ketidakpastian. Sejumlah kendala dan pertimbangan membuat keputusan pelaksanaan baru dapat dipastikan menjelang hari H. “Awalnya ini bazar masih antara pasti dan tidak pasti dilaksanakan karena ada beberapa kendala dan pertimbangan. Akhirnya kita fix-kan dan tentukan di H-3. Sebelumnya memang sudah survei beberapa tempat, tapi baru di H-3 kemarin kita tetapkan lokasi, konsep, dan mulai mematangkan persiapan lainnya,” jelas Arianto. Meski disiapkan dalam waktu yang relatif singkat, Arianto menilai kegiatan ini tetap berjalan dengan cukup baik. “Kalau dibilang berhasil, menurut pandanganku yang pertama kali ikut dalam kegiatan bazar, ini lumayan berhasil dengan persiapan yang serba dadakan. Meskipun masih banyak kekurangan di pandangan orang lain, tapi melihat kerja keras teman-teman panitia itu luar biasa,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam persiapan kegiatan terletak pada keterbatasan waktu panitia. “Tantangan terberat itu soal waktu. Teman-teman panitia susah baku dapat waktunya karena masing-masing punya kesibukan. Tapi alhamdulillah kegiatan bazar bisa berjalan dengan baik dan cukup ramai sampai penutupan,” tutupnya. Bazar Silaturahmi ini menjadi bukti bahwa di balik sistem pembelajaran jarak jauh, mahasiswa UT Makassar tetap membutuhkan ruang kebersamaan dan rasa memiliki. Kehangatan yang tercipta tidak hanya menghadirkan keseruan, tetapi juga menegaskan bahwa solidaritas mahasiswa masih tumbuh dan hidup. Lebih dari sekadar agenda, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kampus bukan hanya tentang modul, nilai, dan ujian. Ia juga tentang perjumpaan, relasi, dan cerita-cerita kecil yang kelak menjadi kenangan berharga dalam perjalanan menjadi mahasiswa. Di mana saja mahasiswa UT Makassar sedang menulis kisahnya sendiri—pelan, sunyi, tetapi penuh makna—ruang-ruang seperti inilah yang menjaga api kebersamaan agar tetap menyala.

Pendaftar Maba UT Makassar Semester Genap Capai 3.664 Orang

Universitas Terbuka (UT) Makassar kembali mencatatkan capaian positif pada penerimaan mahasiswa baru (PMB) semester genap Tahun Akademik 2025/2026. Hingga 23 Januari 2026, jumlah admisi mahasiswa baru UT Makassar telah mencapai 3.664 calon mahasiswa. Ini mencerminkan tingginya minat dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh yang diselenggarakan Universitas Terbuka. Pendaftaran mahasiswa baru semester genap 2025/2026 untuk Jalur Umum (Non-RPL/Non Alih Kredit) telah dibuka sejak 1 Oktober 2025 dan akan ditutup pada 27 Januari 2026. UT Makassar mengimbau masyarakat yang berminat melanjutkan pendidikan tinggi agar segera memanfaatkan kesempatan ini sebelum masa pendaftaran berakhir. Direktur Universitas Terbuka Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., menyampaikan bahwa capaian jumlah pendaftar mahasiswa baru pada semester genap ini menunjukkan tren peningkatan yang positif dibandingkan periode sebelumnya. Jumlah admisi mahasiswa baru UT Makassar yang telah mencapai 3.664 orang hingga 23 Januari 2026 menunjukkan adanya peningkatan yang menggembirakan. “Ini menjadi indikator kuat bahwa Universitas Terbuka semakin dipercaya masyarakat sebagai solusi pendidikan tinggi yang fleksibel, berkualitas, dan inklusif,” ujar Prof. Abdul Rahman Rahim. Pada semester genap Tahun Akademik 2025/2026, UT Makassar membuka pendaftaran untuk berbagai program studi yang berada di bawah empat fakultas dan Sekolah Pascasarjana. Yaitu: Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB):S1 Akuntansi, S1 Akuntansi Keuangan Publik, S1 Ekonomi Pembangunan, S1 Ekonomi Syariah, S1 Manajemen, S1 PJJ Pariwisata, dan S1 Kewirausahaan. Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP): S1 Ilmu Administrasi Bisnis, S1 Ilmu Administrasi Negara, S1 Ilmu Hukum, S1 Ilmu Komunikasi, S1 Ilmu Pemerintahan, S1 Sosiologi, S1 Ilmu Perpustakaan, dan S1 Sastra Inggris. Fakultas Sains dan Teknologi (FST):S1 Biologi, S1 Matematika, S1 Statistika, S1 Agribisnis, S1 Teknologi Pangan, S1 Sistem Informasi, S1 Perencanaan Wilayah dan Kota, serta S1 Sains Data. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP): S1 PGSD, S1 PGPAUD, S1 Pendidikan Bahasa Inggris, S1 Pendidikan Ekonomi, S1 Pendidikan Fisika, S1 Pendidikan Biologi, S1 Pendidikan Matematika, S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta Program Profesi Pendidikan Guru (PPG). Sekolah Pascasarjana (SPs):Program Magister (S2) meliputi Ilmu Administrasi Publik, Manajemen, Pendidikan Dasar, Pendidikan Bahasa Inggris, Manajemen Perikanan, PJJ Lingkungan, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Matematika, serta Hukum. Program Doktor (S3) meliputi Ilmu Manajemen dan Administrasi Publik. Seluruh program studi di Universitas Terbuka telah terakreditasi oleh BAN-PT, dengan mayoritas program berstatus Unggul (A) dan Baik Sekali (B). Secara institusional, Universitas Terbuka juga telah memperoleh Akreditasi Institusi “A” (Unggul) dari BAN-PT sebagai bentuk pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang berkomitmen membuka akses pendidikan seluas-luasnya, Universitas Terbuka memberikan kesempatan kepada berbagai lapisan masyarakat—mulai dari pekerja, tenaga profesional, ibu rumah tangga, hingga masyarakat di wilayah terpencil—untuk tetap dapat menempuh pendidikan tinggi. Proses pembelajaran didukung sistem digital melalui platform MyUT dan Microsoft 365 E-Campus, sehingga mahasiswa dapat belajar secara fleksibel tanpa batasan ruang dan waktu. Saat ini, Universitas Terbuka melayani lebih dari 764.232 mahasiswa aktif dan telah meluluskan lebih dari 2,15 juta alumni, dengan dukungan 39 kantor UT daerah serta ratusan Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri. Selain program sarjana, UT Makassar juga menginformasikan bahwa pendaftaran mahasiswa baru Program Pascasarjana (S2 dan S3) akan dibuka pada Februari 2026, guna memberikan kesempatan bagi lulusan sarjana untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, masyarakat dapat mengakses laman resmi www.ut.ac.id atau langsung melakukan pendaftaran melalui admisi-sia.ut.ac.id. Informasi kegiatan dan layanan UT Makassar juga dapat diikuti melalui media sosial Instagram @utmakassar. (*)

Universitas Terbuka Bebaskan UKT 2.020 Mahasiswa Terdampak Bencana di Aceh-Sumatera

Bencana hidrometeorologi, bencana yang terjadi akibat perubahan cuaca dan iklim yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik dan kerugian ekonomi, tetapi juga membawa dampak serius terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa. Menyikapi kondisi tersebut, Universitas Terbuka (UT) menegaskan komitmennya untuk memastikan akses pendidikan tetap terjaga bagi mahasiswa terdampak melalui kebijakan afirmatif dan aksi kemanusiaan berkelanjutan. Curah hujan tinggi yang memicu banjir, banjir bandang, dan tanah longsor telah melumpuhkan aktivitas masyarakat di berbagai daerah. Pascabencana, banyak keluarga mengalami tekanan ekonomi yang signifikan, sehingga pendidikan menjadi salah satu sektor yang paling rentan terdampak. Mahasiswa, khususnya, berpotensi menghadapi penundaan hingga risiko putus studi akibat keterbatasan finansial. Universitas Terbuka memandang bahwa pendidikan harus menjadi bagian integral dari proses pemulihan pascabencana. Oleh karena itu, melalui program UT Peduli, UT mengambil langkah konkret dengan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada mahasiswa terdampak. Salah satu kebijakan strategis yang ditetapkan adalah pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa terdampak bencana hidrometeorologi. Kebijakan ini ditetapkan oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., dan diberlakukan pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Bantuan diberikan dalam bentuk beasiswa pembebasan UKT selama satu hingga dua semester, disesuaikan dengan tingkat dampak bencana yang dialami mahasiswa. Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan wujud tanggung jawab moral dan institusional UT dalam menjaga keberlanjutan pendidikan mahasiswa. “Bencana alam tidak boleh menjadi alasan terhentinya pendidikan. Universitas Terbuka hadir untuk memastikan mahasiswa tetap dapat melanjutkan studi meskipun berada dalam situasi sulit. Pembebasan UKT ini adalah bentuk empati, kepedulian, dan komitmen kami agar mahasiswa tidak kehilangan masa depannya akibat bencana,” ujar Prof. Ali Muktiyanto. Sebanyak 2.020 mahasiswa tercatat menerima manfaat dari kebijakan pembebasan UKT ini. UT berharap kebijakan tersebut dapat meringankan beban ekonomi mahasiswa dan keluarga, sekaligus menjadi langkah preventif untuk menekan angka putus studi di tengah krisis pascabencana. Selain kebijakan akademik, UT juga menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program UT Peduli kepada mahasiswa di berbagai wilayah terdampak, antara lain Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kabupaten Aceh Tamiang, dan Kota Medan. Bantuan tersebut dilengkapi dengan pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang difokuskan pada pemulihan kondisi sosial masyarakat pascabencana. Dalam pelaksanaannya, UT Daerah secara aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat guna memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran. Sinergi ini sejalan dengan komitmen Universitas Terbuka dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 10 tentang Pengurangan Ketimpangan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Di tengah bencana yang menguji ketahanan berbagai pihak, Universitas Terbuka menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang hadir, peduli, dan bertanggung jawab. Melalui kebijakan yang berpihak, aksi kemanusiaan yang berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor, UT memastikan pendidikan tetap menjadi cahaya harapan bagi mahasiswa dan masyarakat terdampak.(*) Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Universitas Terbuka Bebaskan UKT 2.020 Mahasiswa Terdampak Bencana di Aceh-Sumatera, https://makassar.tribunnews.com/kampus/1824779/universitas-terbuka-bebaskan-ukt-2020-mahasiswa-terdampak-bencana-di-aceh-sumatera.

Sejumlah Program Studi Universitas Terbuka Raih Akreditasi Unggul dan Baik Sekali dari LAMDIK

Universitas Terbuka (UT) kembali menorehkan capaian membanggakan di bidang mutu akademik. Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) menetapkan sejumlah program studi UT meraih peringkat Akreditasi Unggul dan Baik Sekali, berdasarkan keputusan yang ditetapkan pada 30 Desember 2025. Status akreditasi tersebut berlaku selama lima tahun hingga 29 Desember 2030. Adapun program studi jenjang sarjana yang memperoleh Akreditasi Unggul meliputi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Pendidikan Biologi, serta Teknologi Pendidikan. Sementara itu, Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini (MPAD) berhasil meraih peringkat Baik Sekali. Kepala Subdirektorat Humas dan Pemasaran UT, Vika Ariyani, menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses penilaian komprehensif yang dilakukan LAMDIK terhadap berbagai aspek akademik, mulai dari kurikulum, kualitas sumber daya dosen, tata kelola program studi, hingga sistem pembelajaran yang diterapkan. “Hasil akreditasi ini mencerminkan bahwa program-program studi di Universitas Terbuka telah memenuhi dan menjaga standar mutu pendidikan tinggi secara konsisten,” ujar Vika dalam keterangan tertulis, Senin (5/1/2026). Sebagai perguruan tinggi negeri yang menyelenggarakan sistem pendidikan jarak jauh, UT terus berupaya memastikan fleksibilitas pembelajaran tetap berjalan seiring dengan kualitas akademik. Mahasiswa UT yang berasal dari berbagai latar belakang dan wilayah di Indonesia memperoleh layanan pendidikan yang terstruktur, terukur, dan relevan dengan kebutuhan perkembangan zaman. “Akreditasi Unggul dan Baik Sekali ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi yang bersifat terbuka dan jarak jauh tetap mampu menjaga standar mutu yang tinggi. Sistem pembelajaran yang adaptif dan berbasis teknologi memungkinkan UT menjangkau lebih banyak masyarakat tanpa mengesampingkan kualitas proses belajar mengajar,” tambah Vika. Lebih dari sekadar capaian institusional, pengakuan akreditasi ini memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan lulusan. Akreditasi mencerminkan tingkat kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan, sekaligus menjadi landasan penting dalam pengembangan kompetensi akademik dan profesional lulusan UT. Sebagai bagian dari UT secara nasional, Universitas Terbuka Makassar berperan aktif sebagai UT Daerah yang menyelenggarakan layanan pendidikan jarak jauh bagi masyarakat di Sulawesi Selatan dan sekitarnya. UT Makassar memberikan kemudahan akses pendidikan tinggi yang fleksibel, terjangkau, dan berkualitas. Secara institusional, Universitas Terbuka merupakan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) yang telah terakreditasi A, menegaskan komitmen UT dalam menjaga mutu dan tata kelola pendidikan tinggi berstandar nasional dan internasional.(*)

SALUT Panrita Lopi Dekatkan Layanan Universitas Terbuka di Bulukumba, Target 500 Mahasiswa Baru

Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Panrita Lopi resmi menjadi pusat operasional teknis Universitas Terbuka (UT) di Kabupaten Bulukumba. Berlokasi strategis di Jalan Matahari, tepat di samping MAN Bulukumba, kehadiran SALUT Panrita Lopi menjadi solusi nyata dalam mendekatkan layanan administrasi dan akademik UT kepada masyarakat setempat. Melalui SALUT Panrita Lopi, mahasiswa kini dapat mengakses berbagai layanan UT, mulai dari pendaftaran mahasiswa baru, registrasi perkuliahan, layanan tutorial, hingga pelaksanaan ujian. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, SALUT Panrita Lopi memfasilitasi pelaksanaan Ujian Online (UO) yang dilaksanakan pada Sabtu–Minggu, 27–28 Desember 2025. Penanggung Jawab Tempat Ujian (PJTU), Drs. Jamil, M.Pd., menyampaikan bahwa keberadaan SALUT Panrita Lopi memberikan kemudahan signifikan bagi mahasiswa di Bulukumba dan wilayah sekitarnya. “Mahasiswa kini dapat mengikuti ujian di lokasi terdekat secara lebih efisien, tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke UT Makassar. Hal ini tentu menghemat waktu dan biaya, sekaligus meningkatkan kenyamanan mahasiswa dalam mengikuti proses evaluasi akademik,” ujarnya. Sementara itu, Ketua SALUT Panrita Lopi Bulukumba, Dra. Mardiati, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memperluas jangkauan layanan pendidikan tinggi hingga ke pelosok daerah. “SALUT Panrita Lopi hadir sebagai perpanjangan tangan Universitas Terbuka untuk memastikan bahwa masyarakat Bulukumba memiliki akses yang mudah, cepat, dan terjangkau terhadap pendidikan tinggi berkualitas. Dalam waktu satu tahun, kami telah mengelola 150 mahasiswa, dan ke depan kami menargetkan dapat melayani hingga 500 mahasiswa,” ungkapnya. Menurut Dra. Mardiati, target tersebut sejalan dengan visi Universitas Terbuka sebagai Perguruan Tinggi Negeri yang membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan daerah asal. Sebagai upaya mencapai target tersebut, SALUT Panrita Lopi secara aktif melakukan kegiatan sosialisasi dan promosi (sosprom) ke berbagai satuan pendidikan, di antaranya SMKN 1 Bulukumba, SMAN 8 Bulukumba, dan SMAN 1 Bulukumba. Tidak hanya itu, strategi jemput bola juga dilakukan secara kreatif dengan menyasar ruang publik. Setiap hari Minggu, tim SALUT Panrita Lopi turun langsung ke kawasan wisata Pantai Merpati untuk membagikan brosur dan memberikan informasi kepada masyarakat. “Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa kuliah kini tidak lagi harus mahal dan jauh. Melalui UT dan SALUT Panrita Lopi, pendidikan tinggi dapat diakses secara fleksibel, berkualitas, dan tetap memungkinkan masyarakat untuk bekerja serta tinggal di kampung halaman,” tambah Dra. Mardiati. Dengan berbagai langkah strategis tersebut, SALUT Panrita Lopi Bulukumba optimistis dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi di Kabupaten Bulukumba dan wilayah sekitarnya. Sebagai informasi, pendaftaran calon mahasiswa baru Universitas Terbuka dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi https://admisi-sia.ut.ac.id.

UT Makassar dan Himpaudi Jeneponto Perkuat Kerja Sama Pendidikan Guru PAUD

Puncak pelaksanaan Himpaudi Award Tahun 2025 yang berlangsung dari tanggal 26-27 Desember 2025 menjadi momentum strategis penguatan kolaborasi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Jeneponto. Melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Universitas Terbuka (UT) Makassar dan Pengurus Daerah (PD) Himpaudi Jeneponto, kedua pihak bersepakat mendorong peningkatan kualifikasi akademik guru PAUD melalui program beasiswa pendidikan. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Jeneponto, Sabtu (27/12/2025) dihadiri langsung oleh Bupati Jeneponto Paris Yasir, Direktur UT Makassar Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., Pj Sekda, Kepala Dinas Pendidikan, serta sejumlah pemangku kepentingan dari unsur pemerintah daerah, dunia usaha, dan organisasi mitra pendidikan. Penandatanganan kerja sama antara Direktur UT Makassar dan Ketua PD Himpaudi Jeneponto menjadi agenda utama dalam kegiatan tersebut. Kerja sama ini diarahkan pada peningkatan kompetensi dan kualifikasi akademik tenaga pendidik dan kependidikan PAUD melalui akses pendidikan tinggi berbasis sistem pembelajaran jarak jauh, termasuk dukungan beasiswa bagi guru PAUD Direktur UT Makassar Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim menegaskan bahwa Universitas Terbuka memiliki komitmen kuat dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas dan inklusif, khususnya bagi para pendidik PAUD di daerah. “Universitas Terbuka hadir untuk memberikan akses pendidikan yang fleksibel dan terjangkau. Melalui kerja sama ini, kami mendorong percepatan peningkatan kualifikasi akademik guru PAUD melalui sistem pembelajaran jarak jauh serta dukungan beasiswa, sehingga para guru tetap dapat menjalankan tugas pengabdiannya,” ujar Prof. Abdul Rahman Rahim. Dukungan penuh juga disampaikan Bupati Jeneponto Paris Yasir. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memastikan peningkatan kapasitas guru PAUD melalui kebijakan dan penganggaran yang berpihak pada peningkatan mutu pendidikan. “Kualitas pendidikan anak usia dini sangat ditentukan oleh kualitas gurunya. Pemerintah Kabupaten Jeneponto berkomitmen mendukung peningkatan kompetensi guru PAUD melalui alokasi anggaran, termasuk beasiswa pendidikan, sebagai investasi jangka panjang sektor pendidikan,” tegas Bupati Paris Yasir. Selain penandatanganan kerja sama, rangkaian Himpaudi Award Tahun 2025 juga dirangkaikan dengan kegiatan edukatif, di antaranya fashion show berbahan daur ulang yang diikuti perwakilan dari 17 kecamatan, sebagai bagian dari edukasi kreativitas dan kepedulian lingkungan sejak usia dini. Sebagai informasi, Universitas Terbuka merupakan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) yang menyelenggarakan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di Indonesia. UT telah meraih akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan dikenal dengan sistem pembelajaran yang fleksibel, berbasis teknologi, serta menjangkau seluruh wilayah Indonesia hingga mancanegara. Bagi masyarakat, khususnya guru PAUD yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi melalui UT Makassar, pendaftaran calon mahasiswa baru dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi https://admisi-sia.ut.ac.id. Melalui kolaborasi ini, UT Makassar bersama Himpaudi dan Pemerintah Kabupaten Jeneponto diharapkan mampu memperkuat kualitas SDM guru PAUD secara berkelanjutan demi peningkatan mutu pendidikan anak usia dini di daerah.(*)

Universitas Terbuka Naik Peringkat UI GreenMetric 2025, Perkuat Posisi sebagai Green Open University

Universitas Terbuka (UT) kembali mencatatkan capaian positif dalam pemeringkatan UI GreenMetric World University Rankings 2025, baik di tingkat nasional maupun global. Peningkatan peringkat ini menegaskan konsistensi UT dalam menerapkan prinsip keberlanjutan melalui model pendidikan jarak jauh yang ramah lingkungan dan inklusif. Capaian tersebut diumumkan dalam Penganugerahan UI GreenMetric 2025 yang digelar di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, dan dihadiri pimpinan perguruan tinggi, Menteri Lingkungan Hidup, serta para pemangku kepentingan di bidang lingkungan dan perubahan iklim. Pada pemeringkatan tahun ini, UT naik satu peringkat secara nasional, dari posisi ke-35 menjadi peringkat ke-34 dari total 196 perguruan tinggi di Indonesia. Sementara di tingkat global, UT mencatat lonjakan signifikan dari peringkat 301 ke posisi 269 dunia dari 1.745 perguruan tinggi peserta. Capaian tersebut menempatkan UT berada di atas sejumlah open university dari berbagai negara, seperti Pakistan, Sri Lanka, dan Thailand. Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis UT, Dr. Hendrian, S.E., M.Si., mengatakan peningkatan peringkat ini memperkuat posisi UT sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap tantangan global, khususnya isu perubahan iklim. “Model pendidikan jarak jauh UT secara inheren mendukung agenda kampus hijau melalui efisiensi energi, minimisasi mobilitas fisik, serta pemanfaatan teknologi digital. Ke depan, UT akan terus memperkuat riset dan inovasi yang berdampak pada pencapaian Sustainable Development Goals,” ujarnya. Melalui sistem pembelajaran berbasis teknologi digital, UT membuka akses pendidikan bagi masyarakat luas sekaligus berkontribusi dalam pengurangan jejak karbon. Efisiensi energi, berkurangnya mobilitas fisik, serta pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari praktik kampus hijau yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut sejalan dengan integrasi prinsip keberlanjutan dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, mulai dari pendidikan, riset, hingga pengabdian kepada masyarakat. Pendidikan jarak jauh yang menjadi kekhasan UT dinilai semakin relevan dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam proses penilaian UI GreenMetric, terdapat enam indikator utama yang dinilai, yaitu pengaturan dan infrastruktur, energi dan perubahan iklim, pengelolaan limbah, pengelolaan air, transportasi, serta pendidikan dan riset berorientasi keberlanjutan. Seluruh proses penyiapan data dan bukti kinerja keberlanjutan UT dikoordinasikan oleh Tim Gugus Tugas UT Green University melalui kolaborasi lintas unit akademik dan pendukung. Setiap kebijakan dan praktik keberlanjutan dicatat serta dievaluasi secara sistematis, sehingga capaian ini merupakan hasil proses berkelanjutan, bukan kerja instan. Dengan capaian tersebut, Universitas Terbuka konsisten berada di jajaran 50 besar perguruan tinggi hijau terbaik di Indonesia pada 2025, sekaligus menegaskan perannya sebagai Green Open University yang memperluas akses pendidikan dan berkontribusi dalam pelestarian lingkungan.(*)