Sejumlah Program Studi Universitas Terbuka Raih Akreditasi Unggul dan Baik Sekali dari LAMDIK

Universitas Terbuka (UT) kembali menorehkan capaian membanggakan di bidang mutu akademik. Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) menetapkan sejumlah program studi UT meraih peringkat Akreditasi Unggul dan Baik Sekali, berdasarkan keputusan yang ditetapkan pada 30 Desember 2025. Status akreditasi tersebut berlaku selama lima tahun hingga 29 Desember 2030. Adapun program studi jenjang sarjana yang memperoleh Akreditasi Unggul meliputi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Pendidikan Biologi, serta Teknologi Pendidikan. Sementara itu, Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini (MPAD) berhasil meraih peringkat Baik Sekali. Kepala Subdirektorat Humas dan Pemasaran UT, Vika Ariyani, menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses penilaian komprehensif yang dilakukan LAMDIK terhadap berbagai aspek akademik, mulai dari kurikulum, kualitas sumber daya dosen, tata kelola program studi, hingga sistem pembelajaran yang diterapkan. “Hasil akreditasi ini mencerminkan bahwa program-program studi di Universitas Terbuka telah memenuhi dan menjaga standar mutu pendidikan tinggi secara konsisten,” ujar Vika dalam keterangan tertulis, Senin (5/1/2026). Sebagai perguruan tinggi negeri yang menyelenggarakan sistem pendidikan jarak jauh, UT terus berupaya memastikan fleksibilitas pembelajaran tetap berjalan seiring dengan kualitas akademik. Mahasiswa UT yang berasal dari berbagai latar belakang dan wilayah di Indonesia memperoleh layanan pendidikan yang terstruktur, terukur, dan relevan dengan kebutuhan perkembangan zaman. “Akreditasi Unggul dan Baik Sekali ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi yang bersifat terbuka dan jarak jauh tetap mampu menjaga standar mutu yang tinggi. Sistem pembelajaran yang adaptif dan berbasis teknologi memungkinkan UT menjangkau lebih banyak masyarakat tanpa mengesampingkan kualitas proses belajar mengajar,” tambah Vika. Lebih dari sekadar capaian institusional, pengakuan akreditasi ini memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan lulusan. Akreditasi mencerminkan tingkat kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan, sekaligus menjadi landasan penting dalam pengembangan kompetensi akademik dan profesional lulusan UT. Sebagai bagian dari UT secara nasional, Universitas Terbuka Makassar berperan aktif sebagai UT Daerah yang menyelenggarakan layanan pendidikan jarak jauh bagi masyarakat di Sulawesi Selatan dan sekitarnya. UT Makassar memberikan kemudahan akses pendidikan tinggi yang fleksibel, terjangkau, dan berkualitas. Secara institusional, Universitas Terbuka merupakan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) yang telah terakreditasi A, menegaskan komitmen UT dalam menjaga mutu dan tata kelola pendidikan tinggi berstandar nasional dan internasional.(*)
SALUT Panrita Lopi Dekatkan Layanan Universitas Terbuka di Bulukumba, Target 500 Mahasiswa Baru

Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Panrita Lopi resmi menjadi pusat operasional teknis Universitas Terbuka (UT) di Kabupaten Bulukumba. Berlokasi strategis di Jalan Matahari, tepat di samping MAN Bulukumba, kehadiran SALUT Panrita Lopi menjadi solusi nyata dalam mendekatkan layanan administrasi dan akademik UT kepada masyarakat setempat. Melalui SALUT Panrita Lopi, mahasiswa kini dapat mengakses berbagai layanan UT, mulai dari pendaftaran mahasiswa baru, registrasi perkuliahan, layanan tutorial, hingga pelaksanaan ujian. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, SALUT Panrita Lopi memfasilitasi pelaksanaan Ujian Online (UO) yang dilaksanakan pada Sabtu–Minggu, 27–28 Desember 2025. Penanggung Jawab Tempat Ujian (PJTU), Drs. Jamil, M.Pd., menyampaikan bahwa keberadaan SALUT Panrita Lopi memberikan kemudahan signifikan bagi mahasiswa di Bulukumba dan wilayah sekitarnya. “Mahasiswa kini dapat mengikuti ujian di lokasi terdekat secara lebih efisien, tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke UT Makassar. Hal ini tentu menghemat waktu dan biaya, sekaligus meningkatkan kenyamanan mahasiswa dalam mengikuti proses evaluasi akademik,” ujarnya. Sementara itu, Ketua SALUT Panrita Lopi Bulukumba, Dra. Mardiati, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memperluas jangkauan layanan pendidikan tinggi hingga ke pelosok daerah. “SALUT Panrita Lopi hadir sebagai perpanjangan tangan Universitas Terbuka untuk memastikan bahwa masyarakat Bulukumba memiliki akses yang mudah, cepat, dan terjangkau terhadap pendidikan tinggi berkualitas. Dalam waktu satu tahun, kami telah mengelola 150 mahasiswa, dan ke depan kami menargetkan dapat melayani hingga 500 mahasiswa,” ungkapnya. Menurut Dra. Mardiati, target tersebut sejalan dengan visi Universitas Terbuka sebagai Perguruan Tinggi Negeri yang membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan daerah asal. Sebagai upaya mencapai target tersebut, SALUT Panrita Lopi secara aktif melakukan kegiatan sosialisasi dan promosi (sosprom) ke berbagai satuan pendidikan, di antaranya SMKN 1 Bulukumba, SMAN 8 Bulukumba, dan SMAN 1 Bulukumba. Tidak hanya itu, strategi jemput bola juga dilakukan secara kreatif dengan menyasar ruang publik. Setiap hari Minggu, tim SALUT Panrita Lopi turun langsung ke kawasan wisata Pantai Merpati untuk membagikan brosur dan memberikan informasi kepada masyarakat. “Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa kuliah kini tidak lagi harus mahal dan jauh. Melalui UT dan SALUT Panrita Lopi, pendidikan tinggi dapat diakses secara fleksibel, berkualitas, dan tetap memungkinkan masyarakat untuk bekerja serta tinggal di kampung halaman,” tambah Dra. Mardiati. Dengan berbagai langkah strategis tersebut, SALUT Panrita Lopi Bulukumba optimistis dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi di Kabupaten Bulukumba dan wilayah sekitarnya. Sebagai informasi, pendaftaran calon mahasiswa baru Universitas Terbuka dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi https://admisi-sia.ut.ac.id.
UT Makassar dan Himpaudi Jeneponto Perkuat Kerja Sama Pendidikan Guru PAUD

Puncak pelaksanaan Himpaudi Award Tahun 2025 yang berlangsung dari tanggal 26-27 Desember 2025 menjadi momentum strategis penguatan kolaborasi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Jeneponto. Melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Universitas Terbuka (UT) Makassar dan Pengurus Daerah (PD) Himpaudi Jeneponto, kedua pihak bersepakat mendorong peningkatan kualifikasi akademik guru PAUD melalui program beasiswa pendidikan. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Jeneponto, Sabtu (27/12/2025) dihadiri langsung oleh Bupati Jeneponto Paris Yasir, Direktur UT Makassar Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., Pj Sekda, Kepala Dinas Pendidikan, serta sejumlah pemangku kepentingan dari unsur pemerintah daerah, dunia usaha, dan organisasi mitra pendidikan. Penandatanganan kerja sama antara Direktur UT Makassar dan Ketua PD Himpaudi Jeneponto menjadi agenda utama dalam kegiatan tersebut. Kerja sama ini diarahkan pada peningkatan kompetensi dan kualifikasi akademik tenaga pendidik dan kependidikan PAUD melalui akses pendidikan tinggi berbasis sistem pembelajaran jarak jauh, termasuk dukungan beasiswa bagi guru PAUD Direktur UT Makassar Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim menegaskan bahwa Universitas Terbuka memiliki komitmen kuat dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas dan inklusif, khususnya bagi para pendidik PAUD di daerah. “Universitas Terbuka hadir untuk memberikan akses pendidikan yang fleksibel dan terjangkau. Melalui kerja sama ini, kami mendorong percepatan peningkatan kualifikasi akademik guru PAUD melalui sistem pembelajaran jarak jauh serta dukungan beasiswa, sehingga para guru tetap dapat menjalankan tugas pengabdiannya,” ujar Prof. Abdul Rahman Rahim. Dukungan penuh juga disampaikan Bupati Jeneponto Paris Yasir. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memastikan peningkatan kapasitas guru PAUD melalui kebijakan dan penganggaran yang berpihak pada peningkatan mutu pendidikan. “Kualitas pendidikan anak usia dini sangat ditentukan oleh kualitas gurunya. Pemerintah Kabupaten Jeneponto berkomitmen mendukung peningkatan kompetensi guru PAUD melalui alokasi anggaran, termasuk beasiswa pendidikan, sebagai investasi jangka panjang sektor pendidikan,” tegas Bupati Paris Yasir. Selain penandatanganan kerja sama, rangkaian Himpaudi Award Tahun 2025 juga dirangkaikan dengan kegiatan edukatif, di antaranya fashion show berbahan daur ulang yang diikuti perwakilan dari 17 kecamatan, sebagai bagian dari edukasi kreativitas dan kepedulian lingkungan sejak usia dini. Sebagai informasi, Universitas Terbuka merupakan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) yang menyelenggarakan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di Indonesia. UT telah meraih akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan dikenal dengan sistem pembelajaran yang fleksibel, berbasis teknologi, serta menjangkau seluruh wilayah Indonesia hingga mancanegara. Bagi masyarakat, khususnya guru PAUD yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi melalui UT Makassar, pendaftaran calon mahasiswa baru dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi https://admisi-sia.ut.ac.id. Melalui kolaborasi ini, UT Makassar bersama Himpaudi dan Pemerintah Kabupaten Jeneponto diharapkan mampu memperkuat kualitas SDM guru PAUD secara berkelanjutan demi peningkatan mutu pendidikan anak usia dini di daerah.(*)
Universitas Terbuka Naik Peringkat UI GreenMetric 2025, Perkuat Posisi sebagai Green Open University

Universitas Terbuka (UT) kembali mencatatkan capaian positif dalam pemeringkatan UI GreenMetric World University Rankings 2025, baik di tingkat nasional maupun global. Peningkatan peringkat ini menegaskan konsistensi UT dalam menerapkan prinsip keberlanjutan melalui model pendidikan jarak jauh yang ramah lingkungan dan inklusif. Capaian tersebut diumumkan dalam Penganugerahan UI GreenMetric 2025 yang digelar di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, dan dihadiri pimpinan perguruan tinggi, Menteri Lingkungan Hidup, serta para pemangku kepentingan di bidang lingkungan dan perubahan iklim. Pada pemeringkatan tahun ini, UT naik satu peringkat secara nasional, dari posisi ke-35 menjadi peringkat ke-34 dari total 196 perguruan tinggi di Indonesia. Sementara di tingkat global, UT mencatat lonjakan signifikan dari peringkat 301 ke posisi 269 dunia dari 1.745 perguruan tinggi peserta. Capaian tersebut menempatkan UT berada di atas sejumlah open university dari berbagai negara, seperti Pakistan, Sri Lanka, dan Thailand. Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis UT, Dr. Hendrian, S.E., M.Si., mengatakan peningkatan peringkat ini memperkuat posisi UT sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap tantangan global, khususnya isu perubahan iklim. “Model pendidikan jarak jauh UT secara inheren mendukung agenda kampus hijau melalui efisiensi energi, minimisasi mobilitas fisik, serta pemanfaatan teknologi digital. Ke depan, UT akan terus memperkuat riset dan inovasi yang berdampak pada pencapaian Sustainable Development Goals,” ujarnya. Melalui sistem pembelajaran berbasis teknologi digital, UT membuka akses pendidikan bagi masyarakat luas sekaligus berkontribusi dalam pengurangan jejak karbon. Efisiensi energi, berkurangnya mobilitas fisik, serta pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari praktik kampus hijau yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut sejalan dengan integrasi prinsip keberlanjutan dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, mulai dari pendidikan, riset, hingga pengabdian kepada masyarakat. Pendidikan jarak jauh yang menjadi kekhasan UT dinilai semakin relevan dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam proses penilaian UI GreenMetric, terdapat enam indikator utama yang dinilai, yaitu pengaturan dan infrastruktur, energi dan perubahan iklim, pengelolaan limbah, pengelolaan air, transportasi, serta pendidikan dan riset berorientasi keberlanjutan. Seluruh proses penyiapan data dan bukti kinerja keberlanjutan UT dikoordinasikan oleh Tim Gugus Tugas UT Green University melalui kolaborasi lintas unit akademik dan pendukung. Setiap kebijakan dan praktik keberlanjutan dicatat serta dievaluasi secara sistematis, sehingga capaian ini merupakan hasil proses berkelanjutan, bukan kerja instan. Dengan capaian tersebut, Universitas Terbuka konsisten berada di jajaran 50 besar perguruan tinggi hijau terbaik di Indonesia pada 2025, sekaligus menegaskan perannya sebagai Green Open University yang memperluas akses pendidikan dan berkontribusi dalam pelestarian lingkungan.(*)
UT Makassar Gelar UAS Tatap Muka Serentak di 24 Daerah Sulsel, Direktur Pastikan UAS Berjalan Tertib

Universitas Terbuka (UT) Makassar melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) Tatap Muka secara serentak pada 13–14 Desember 2025 di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Kegiatan ini menjadi agenda akademik strategis dalam menjamin mutu pembelajaran serta menjaga integritas evaluasi hasil belajar mahasiswa. UAS dengan berbagai skema ujian tersebut diikuti oleh 5.404 mahasiswa dari berbagai program studi. Di Kota Makassar, tercatat 1.989 mahasiswa mengikuti ujian yang tersebar di lima lokasi, di antaranya Gedung UT Makassar Simpang Lima Bandara serta sejumlah SMA/SMK mitra yang telah memenuhi standar sebagai lokasi ujian. Sementara itu, 3.415 mahasiswa lainnya mengikuti ujian di wilayah kabupaten/kota lain di Sulawesi Selatan. Wilayah dengan jumlah peserta terbanyak meliputi Makassar, Gowa, dan Maros, disusul Luwu Timur, Kepulauan Selayar, Toraja, Bulukumba, Bone, Wajo, Pinrang, serta daerah lainnya. Direktur Universitas Terbuka Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi ujian di Kota Makassar dan beberapa daerah di sulsel guna memastikan pelaksanaan UAS berjalan sesuai ketentuan. “Ujian tatap muka merupakan instrumen penting dalam menjaga kredibilitas dan akuntabilitas akademik UT. Secara umum, pelaksanaan ujian berlangsung tertib, aman, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ujarnya. Ia menegaskan, meskipun menerapkan sistem pendidikan jarak jauh, UT tetap berkomitmen menjaga standar mutu akademik setara dengan perguruan tinggi negeri lainnya, baik dalam proses pembelajaran maupun sistem evaluasi. Sementara itu, Manajer Pembelajaran dan Ujian UT Makassar, Andi Suci Anita, S.P., M.P., menyampaikan bahwa kelancaran UAS tatap muka didukung oleh koordinasi yang solid antara panitia, pengawas, serta sekolah-sekolah mitra di seluruh wilayah. “Seluruh panitia dan pengawas telah dibekali pedoman teknis yang sama, sehingga pelaksanaan ujian dapat berlangsung serentak, terstandar, dan terkontrol di seluruh lokasi,” jelasnya. Di sisi lain, UT Makassar juga mencatat capaian positif pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Hingga 18 Desember 2025, jumlah pendaftar mencapai 2.616 orang, dan pendaftaran masih dibuka hingga 27 Januari 2026, dengan target 15.000 mahasiswa baru pada tahun 2026. Saat ini, jumlah mahasiswa aktif UT Makassar tercatat sebanyak 11.577 mahasiswa, mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap UT sebagai Perguruan Tinggi Negeri-Berbadan Hukum (PTN-BH) yang inklusif, fleksibel, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Melalui pelaksanaan UAS tatap muka serentak dan tingginya animo pendaftaran mahasiswa baru, UT Makassar optimistis terus memperkuat perannya dalam memperluas akses dan pemerataan pendidikan tinggi di Sulawesi Selatan.(*)
Direktur UT Makassar Prof Rahman Rahim Pastikan Ujian Tatap Muka Serentak di 24 Kabupaten/Kota Sulsel Berjakan Tertib dan Berintegritas

Universitas Terbuka (UT) Makassar melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) Tatap Muka secara serentak pada 13–14 Desember 2025 di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Kegiatan ini menjadi agenda akademik strategis dalam menjamin mutu pembelajaran serta menjaga integritas evaluasi hasil belajar mahasiswa. UAS dengan berbagai skema ujian tersebut diikuti oleh 5.404 mahasiswa dari berbagai program studi. Di Kota Makassar, tercatat 1.989 mahasiswa mengikuti ujian yang tersebar di lima lokasi, di antaranya Gedung UT Makassar Simpang Lima Bandara serta sejumlah SMA/SMK mitra yang telah memenuhi standar sebagai lokasi ujian. Sementara itu, 3.415 mahasiswa lainnya mengikuti ujian di wilayah kabupaten/kota lain di Sulawesi Selatan.Wilayah dengan jumlah peserta terbanyak meliputi Makassar, Gowa, dan Maros, disusul Luwu Timur, Kepulauan Selayar, Toraja, Bulukumba, Bone, Wajo, Pinrang, serta daerah lainnya.Direktur Universitas Terbuka Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi ujian di Kota Makassar dan beberapa daerah di sulsel guna memastikan pelaksanaan UAS berjalan sesuai ketentuanuas. “Ujian tatap muka merupakan instrumen penting dalam menjaga kredibilitas dan akuntabilitas akademik UT. Secara umum, pelaksanaan ujian berlangsung tertib, aman, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ujarnya.Ia menegaskan, meskipun menerapkan sistem pendidikan jarak jauh, UT tetap berkomitmen menjaga standar mutu akademik setara dengan perguruan tinggi negeri lainnya, baik dalam proses pembelajaran maupun sistem evaluasi. Sementara itu, Manajer Pembelajaran dan Ujian UT Makassar, Andi Suci Anita, S.P., M.P., menyampaikan bahwa kelancaran UAS tatap muka didukung oleh koordinasi yang solid antara panitia, pengawas, serta sekolah-sekolah mitra di seluruh wilayah. “Seluruh panitia dan pengawas telah dibekali pedoman teknis yang sama, sehingga pelaksanaan ujian dapat berlangsung serentak, terstandar, dan terkontrol di seluruh lokasi,” jelasnya.Di sisi lain, UT Makassar juga mencatat capaian positif pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Hingga 18 Desember 2025, jumlah pendaftar mencapai 2.616 orang, dan pendaftaran masih dibuka hingga 27 Januari 2026, dengan target 15.000 mahasiswa baru pada tahun 2026. Saat ini, jumlah mahasiswa aktif UT Makassar tercatat sebanyak 11.577 mahasiswa, mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap UT sebagai Perguruan Tinggi Negeri-Berbadan Hukum (PTN-BH) yang inklusif, fleksibel, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.Melalui pelaksanaan UAS tatap muka serentak dan tingginya animo pendaftaran mahasiswa baru, UT Makassar optimistis terus memperkuat perannya dalam memperluas akses dan pemerataan pendidikan tinggi di Sulawesi Selatan.
Dosen Universitas Terbuka Gelar PkM BIMA DIKTI di TWA Lejja Soppeng

Tim Dosen Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program BIMA DIKTI di Taman Wisata Alam (TWA) Lejja, Kabupaten Soppeng, pada 15–16 Desember 2025. Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), serta terlaksana melalui kolaborasi dengan Karang Taruna Lejja dan dukungan penuh Perusahaan Daerah Kabupaten Soppeng serta Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Lejja. Kegiatan PkM ini menyasar peningkatan kapasitas sumber daya manusia di kawasan wisata, khususnya anggota Karang Taruna Lejja dan seluruh petugas TWA Lejja. Program yang dilaksanakan meliputi pelatihan perakitan dan penggunaan videobooth 360 derajat, pelatihan hospitality, serta pelatihan bahasa Inggris dasar untuk kawasan wisata. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pelayanan wisata berbasis pengalaman sekaligus memperkuat kesiapan destinasi menuju pasar internasional. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Manajer TWA Lejja Andi Zulqibral Yusary yang mewakili Direktur Perusahaan Daerah Kabupaten Soppeng Musdar Asman, S.Pd., M.Si., Manajer SDM dan Umum Perusahaan Daerah Kabupaten Soppeng Andi Muh. Jahfal Hamdan, S.H., M.H., Kepala Resort Kehutanan Andi Ahmad, serta Ketua Karang Taruna Lejja Hasbi Rasidi. Dalam keterangannya, Andi Zulqibral Yusary menyampaikan bahwa TWA Lejja secara rutin menerima kunjungan wisatawan mancanegara dengan rata-rata 20–30 orang setiap bulan. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut kesiapan sumber daya manusia yang profesional dan mampu berkomunikasi secara efektif. “Kami menyambut baik kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Terbuka ini. Pelatihan hospitality dan bahasa Inggris sangat relevan dengan kebutuhan di lapangan dan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan wisata di TWA Lejja,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi videobooth 360 dinilai sebagai inovasi yang sejalan dengan pengembangan promosi digital pariwisata daerah. “Ini menjadi nilai tambah bagi TWA Lejja dalam memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan daya tarik wisata di era digital,” kata Andi Zulqibral. Sementara itu, Ketua Tim PkM sekaligus Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM Universitas Terbuka, Dr. Heriani, S.IP., M.A., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Universitas Terbuka dalam mendukung pembangunan daerah melalui penguatan kapasitas masyarakat. “Kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga mendorong praktik langsung agar peserta memiliki pengalaman nyata dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam pelayanan wisata,” ungkapnya. Menurut Dr. Heriani, keberhasilan program PkM diukur dari keberlanjutan dampak yang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya juga memfasilitasi pembentukan English meeting club LEGO (Lejja Go English) sebagai ruang belajar berkelanjutan bagi petugas dan Karang Taruna Lejja. “Kami berharap klub yang dibimbing oleh Dosen Universitas Terbuka Makassar, Nuraziza Aliah, S.Pd., M.Pd., ini menjadi wadah pengembangan kemampuan bahasa Inggris yang konsisten dan berdampak jangka panjang,” tambahnya. Seluruh sesi pelatihan berlangsung interaktif dan aplikatif, mulai dari simulasi pelayanan tamu, praktik percakapan bahasa Inggris untuk wisatawan mancanegara, hingga penggunaan videobooth 360 sebagai media promosi wisata digital. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Para peserta, khususnya anggota Karang Taruna dan petugas TWA Lejja, menyampaikan apresiasi kepada Kemdiktisaintek, LPPM Universitas Terbuka, dan Universitas Terbuka Makassar atas pelaksanaan kegiatan ini. Mereka menilai program PkM BIMA DIKTI mampu meningkatkan keterampilan, kepercayaan diri, serta profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada pengunjung. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat BIMA DIKTI ini ditutup dengan uji coba penggunaan videobooth 360 di kawasan TWA Lejja, yang diharapkan menjadi salah satu inovasi promosi digital untuk mendukung pengembangan pariwisata Taman Wisata Alam Lejja secara berkelanjutan.(*)
Salut Pinrang Perkuat Sinergi Pendidikan, Dukung Porseni SMAN 1 Pinrang dan Perkenalkan UT Kampus Fleksibel
Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Pinrang menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat jejaring dan kolaborasi di bidang pendidikan dengan berpartisipasi aktif pada kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) SMAN 1 Pinrang Tahun 2025.Sumber Daya Pendidikan Kegiatan ini berlangsung meriah selama enam hari, mulai Minggu, 7 Desember hingga Jumat, 12 Desember 2025, dengan melibatkan seluruh warga sekolah serta mendapat antusiasme masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, SALUT Pinrang hadir tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai mitra dan sponsor utama Porseni. Keterlibatan ini menjadi wujud dukungan terhadap pengembangan potensi akademik dan nonakademik peserta didik, sekaligus upaya membuka akses dan wawasan mengenai pendidikan tinggi bagi generasi muda di Kabupaten Pinrang.Penanggung Jawab Wilayah (PJW) Kabupaten Pinrang, Drs. Jamil, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas kontribusi SALUT Pinrang dalam kegiatan Porseni. Ia menilai sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran dan motivasi siswa dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.Selama rangkaian Porseni, SALUT Pinrang turut berpartisipasi dalam berbagai agenda, di antaranya mengikuti defile pembukaan sebagai simbol kebersamaan dan kolaborasi, serta melaksanakan kegiatan sosialisasi pendidikan tinggi. Pada kesempatan ini, SALUT Pinrang memberikan informasi langsung kepada siswa, guru, dan masyarakat tentang Universitas Terbuka (UT) sebagai perguruan tinggi negeri yang menerapkan sistem pembelajaran fleksibel, terbuka, dan inklusif. Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, siswa SMAN 1 Pinrang memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai sistem pembelajaran UT, pilihan program studi yang tersedia, serta peluang melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terhalang jarak, waktu, dan kondisi geografis. Informasi ini diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi siswa dalam merencanakan masa depan pendidikan mereka. Partisipasi aktif SALUT Pinrang dalam Porseni ini menjadi bentuk nyata sinergi positif antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan menengah. Kolaborasi ini diharapkan dapat berlanjut secara berkesinambungan, khususnya dalam mendukung peningkatan angka partisipasi mahasiswa Universitas Terbuka Makassar di wilayah Kabupaten Pinrang. Kepala SMAN 1 Pinrang, Ahmad, S.Pd., M.Pd, menyampaikan tanggapan positif atas kehadiran SALUT Pinrang dan Universitas Terbuka Makassar dalam kegiatan tersebut.“Kami sangat mengapresiasi kehadiran UT Makassar melalui SALUT Pinrang sebagai mitra strategis sekolah. Kerja sama yang terjalin, termasuk penetapan SMAN 1 Pinrang sebagai lokasi Ujian Tatap Muka (UTM) dan Ujian Online (UO), menunjukkan hubungan kelembagaan yang berjalan dengan baik dan saling mendukung. Kehadiran UT juga memberi motivasi besar bagi siswa kami untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujarnya. Dengan dukungan penuh dari SALUT Pinrang, pihak sekolah, serta Penanggung Jawab Wilayah Kabupaten Pinrang, Porseni SMAN 1 Pinrang Tahun 2025 sukses menjadi ajang pengembangan bakat, penyaluran kreativitas, dan peningkatan wawasan pendidikan bagi peserta didik serta masyarakat yang hadir. Kolaborasi ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan akses pendidikan tinggi di Kabupaten Pinrang.
Menembus Batas Negara, Universitas Terbuka dan Central Mindanao University Perkuat Sinergi Pendidikan di ASEAN

Tangerang Selatan, 9 Januari 2026 – Langkah strategis menuju internasionalisasi pendidikan tinggi kembali ditunjukkan oleh Universitas Terbuka (UT). Melalui seremoni penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) secara virtual, UT resmi menjalin kemitraan strategis dengan Central Mindanao University (CMU), Filipina, sebagai wujud komitmen menghadirkan akses pendidikan berkualitas tanpa batas negara. Kolaborasi lintas negara ini menandai babak baru bagi kedua institusi dalam memperkuat kualitas pengajaran, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat di tingkat regional ASEAN. Pertemuan yang berlangsung hangat meski dilakukan secara daring menegaskan bahwa jarak geografis bukan lagi penghalang bagi terbangunnya sinergi akademik yang inklusif dan berkelanjutan. Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka, Prof. Dr. Maman Rumanta, M.Si., menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiasi kerja sama ini. Beliau menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari misi besar UT untuk memperluas akses pendidikan tinggi yang bisa dijangkau oleh semua kalangan, melampaui batas-batas kedaulatan negara. “Kegiatan ini tidak hanya dipandang sebagai seremoni penandatanganan kerja sama, tetapi sebagai pembuka peluang kolaborasi konkret di masa mendatang,” ujar Prof. Maman. Melalui kemitraan ini, UT berharap hubungan antara Indonesia dan Filipina semakin erat, terutama dalam melahirkan penelitian bersama dan forum akademik yang bermanfaat bagi publik. Senada dengan hal tersebut, pihak CMU menyambut antusias kehadiran UT sebagai mitra strategis baru. Director of International Relations CMU, Dr. Raquelyn J. Dadang, mengungkapkan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi CMU untuk menjadi institusi pendidikan unggulan di kawasan ASEAN. Dengan menggandeng UT yang memiliki keunggulan dalam sistem pendidikan jarak jauh, CMU mengharapkan dampak positif yang signifikan bagi pengembangan proses pembelajaran serta manfaat yang luas bagi masyarakat kedua negara. Kerja sama ini mencakup berbagai ruang lingkup yang komprehensif, mulai dari pertukaran informasi ilmiah, pertukaran staf pengajar, hingga program magang bagi mahasiswa. Selain itu, kedua universitas berkomitmen untuk menyelenggarakan seminar internasional dan penelitian kolaboratif yang fokus pada isu-isu keberlanjutan. Upaya ini secara natural mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin pendidikan berkualitas (SDG 4) dan kemitraan untuk mencapai tujuan (SDG 17). Melalui riset bersama, UT dan CMU berupaya menjawab tantangan zaman dengan inovasi yang lahir dari rahim akademis. Dean of Faculty of Education CMU, Dr. Julie Ann A. Orobia, menambahkan bahwa UT dan CMU memiliki kesamaan visi dalam aspek keberlanjutan dan pengabdian masyarakat. “Kerja sama ini dinilai memperkuat hubungan kelembagaan dan komitmen bersama antara UT dan CMU dalam pengembangan pendidikan,” jelasnya. Sinergi ini diharapkan menjadi wadah akademik yang berkelanjutan, di mana staf pengajar dan tenaga kependidikan dari kedua belah pihak dapat saling bertukar pengalaman dan pengetahuan. Menutup rangkaian pertemuan, Wakil Presiden Bidang Akademik CMU, Dr. Jose S. Valmorida, serta Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya dan Umum UT, Adrian Sutawijaya, S.E., M.Si., menyatakan optimisme yang besar. Adrian menegaskan bahwa semangat kemitraan ini akan menghasilkan luaran (output) yang bermakna bagi kawasan ASEAN. Dengan terbukanya akses kolaborasi internasional ini, UT kembali membuktikan perannya sebagai pelopor pendidikan terbuka yang tidak hanya merangkul masyarakat di pelosok negeri, tetapi juga aktif berkontribusi dalam kancah pendidikan global yang inklusif dan berkualitas.
620 Lulusan UT Makassar Siap Berkontribusi untuk Negeri

Direktur Universitas Terbuka (UT) Makassar, Prof Abdul Rahman Rahim, menyebut alumni UT siap berkontribusi bagi bangsa dan negara. Hal itu disampaikan saat wisuda program sarjana dan pascasarjana Periode II Tahun 2025 di Kampus UT Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Senin (13/10/2025). Wisuda mengusung tema Dari Makassar untuk Negeri, Alumni Berkarya, Universitas Terbuka Berjaya. Menurut Prof Rahman Rahim, tema tersebut mengandung makna mendalam tentang kontribusi alumni bagi bangsa. “Dari bumi Sulawesi Selatan, dari Kota Makassar yang dikenal sebagai gerbang Timur Indonesia, lahirlah insan-insan terdidik, tangguh, dan berdaya saing yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara,” kata Prof Rahman Rahim. Ia menjelaskan, perjalanan pendidikan di UT bukan hal mudah. Banyak mahasiswa harus menyeimbangkan pekerjaan, keluarga, dan studi, serta menjalani pembelajaran mandiri. Namun, semua tantangan itu berhasil dilalui berkat ketekunan, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah. “Ini bukti nyata bahwa lulusan Universitas Terbuka adalah individu tangguh dan mandiri,” katanya. Prof Rahman Rahim juga menegaskan komitmen UT untuk terus memberikan akses pendidikan tinggi berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, perkembangan teknologi dan dinamika global menuntut generasi berkarakter kuat, berilmu, dan berakhlak mulia. Ia yakin lulusan UT siap memberi manfaat besar di berbagai sektor kehidupan. Cetak 620 Lulusan Baru UT Makassar mencetak 620 lulusan baru dari program sarjana dan pascasarjana pada Wisuda Periode II Tahun 2025. Prosesi wisuda berlangsung di Kampus UT Makassar selama dua hari, Minggu dan Senin (12–13/10/2025). Rinciannya: 283 lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 210 dari Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik, 105 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 20 dari Fakultas Sains dan Teknologi, serta 4 lulusan Sekolah Pascasarjana. Para lulusan berasal dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, termasuk Makassar, Parepare, Palopo, Gowa, Maros, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Kepulauan Selayar, Sinjai, Bone, Soppeng, Wajo, Sidrap, Pinrang, Enrekang, Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Barru, dan Pangkep. “Ini menunjukkan alumni UT hadir di seluruh kabupaten dan kota di Sulsel. Bukti nyata peran Universitas Terbuka dalam mencerdaskan masyarakat dari berbagai pelosok daerah,” kata Prof Rahman Rahim. Puncak Perjalanan Panjang Rektor UT diwakili Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UT, Dr Meirani Harsasi, dalam prosesi wisuda. Ia menyebut wisuda sebagai puncak dari perjalanan panjang mahasiswa yang menempuh pendidikan dengan sistem pembelajaran mandiri dan jarak jauh. “Perjalanan akademik di UT bukanlah hal yang mudah, penuh makna karena setiap tantangan telah membentuk ketangguhan dan kemandirian para lulusan,” katanya. Meirani mengingatkan, keberhasilan wisudawan bukan semata hasil kerja keras pribadi, tetapi juga buah dari dukungan banyak pihak.