UT Siapkan 20 Ribu Beasiswa, Mahasiswa Jalur SNBP Bisa Kuliah Gratis!

Universitas Terbuka (UT) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Indonesia. Pada tahun 2026, UT menyiapkan 20.000 kuota beasiswa yang bersumber dari berbagai pihak, mulai dari internal UT hingga mitra pemerintah dan swasta. Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., mengatakan bahwa puluhan ribu beasiswa tersebut dialokasikan untuk membantu mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi. “Tahun ini kami menganggarkan sekitar 20 ribu beasiswa yang berasal dari berbagai sumber,” ujar Ali usai acara Wisuda UT Periode I Tahun 2026 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Minggu (1/2/2026). Dari total kuota tersebut, sekitar 5.000 beasiswa dialokasikan khusus untuk meringankan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa. Sementara sisanya berasal dari kerja sama UT dengan sejumlah mitra, antara lain HIPKA, pemerintah daerah, Bank Himbara, IKA UT, serta berbagai mitra swasta di seluruh Indonesia. Mahasiswa SNBP Berpeluang Beasiswa Penuh UT juga memberi perhatian khusus kepada mahasiswa yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Menurut Ali, mahasiswa jalur SNBP UT memiliki peluang besar untuk memperoleh beasiswa penuh hingga delapan semester. “Keunikan SNBP UT adalah jangkauannya yang tersebar luas di seluruh Indonesia. Saat ini UT memiliki empat UT daerah pelaksana SNBP yang mencakup sekitar 250 kota, dan seluruh mahasiswa jalur ini berkesempatan mendapatkan beasiswa penuh,” jelasnya. Di UT Daerah Makassar, jalur SNBP menjadi salah satu pintu masuk strategis bagi lulusan SMA/SMK sederajat di Sulawesi Selatan dan sekitarnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi secara terjangkau dan fleksibel. Sistem Pembelajaran Jarak Jauh Tetap Berkualitas Wakil Rektor Bidang Akademik UT, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D., menambahkan bahwa sistem pembelajaran di UT berbeda dengan perguruan tinggi konvensional. “Mahasiswa UT tidak harus datang ke kampus setiap hari. Mereka belajar dari tempat masing-masing dengan sistem pembelajaran jarak jauh,” ujarnya. Meski sebagian besar perkuliahan dilaksanakan secara daring, Rektor UT menegaskan kualitas pembelajaran tetap terjaga. Seluruh materi kuliah disusun secara sistematis dalam Buku Materi Pokok (BMP) yang memungkinkan mahasiswa belajar secara self instruction, melakukan self assessment, serta mengerjakan tugas mandiri dan tes formatif. “Mahasiswa UT dituntut siap belajar mandiri, tetapi tetap terstruktur. Ada 16 minggu pembelajaran, minggu pertama mahasiswa sudah harus mulai membaca modul,” tutur Ali. UT Daerah Makassar terus mendorong masyarakat Sulawesi Selatan untuk memanfaatkan berbagai skema beasiswa ini sebagai peluang melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kawasan Indonesia Timur.(*)

UT Makassar Gelar LDK ORMAWA, Perkuat Kepemimpinan dan Kapasitas Organisasi Mahasiswa

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) sebagai upaya penguatan nilai-nilai kepemimpinan dan peningkatan kapasitas mahasiswa dalam berorganisasi. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 31 Januari 2026, bertempat di Convention Hall UT Makassar, dan diikuti oleh pengurus ORMAWA dari berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) serta Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS). LDK ORMAWA UT Makassar mengusung tema “Penguatan Nilai Kepemimpinan Mahasiswa ORMAWA sebagai Agen Perubahan di Lingkungan Kampus”. Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari semangat kolaborasi dan kreativitas yang telah terbangun sejak pertemuan perdana ORMAWA UT Makassar pada Mei 2025, sekaligus menjadi tonggak pembinaan kepemimpinan mahasiswa secara berkelanjutan. Acara secara resmi dibuka oleh Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pola pembinaan kemahasiswaan di Universitas Terbuka yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan soft skill, kepemimpinan, dan karakter mahasiswa. “Mahasiswa UT harus mampu menjadi pemimpin yang adaptif, kolaboratif, dan berintegritas. ORMAWA menjadi ruang strategis untuk menempa kepemimpinan serta membangun kepekaan sosial mahasiswa sebagai agen perubahan,” ujar Prof. Abdul Rahman Rahim. Materi kepemimpinan dalam kegiatan ini disampaikan oleh Indah Arifah Febriary, S.S., M.I.Kom., C.PS., C.ECS., C.PE. yang membawakan topik “Leadership Mindset: Dari Anggota Menjadi Penggerak”. Dalam paparannya, peserta diajak memahami transformasi peran mahasiswa dalam organisasi, dari sekadar partisipan menjadi motor penggerak perubahan. Sementara itu, materi komunikasi dan kerja tim disampaikan oleh Irsan Saputra, S.Kom., S.I.Kom., M.I.Kom., penyiar Radio Pro 1 RRI Makassar. Ia menekankan pentingnya komunikasi efektif, kerja sama tim, serta kemampuan membangun relasi dalam menjalankan roda organisasi mahasiswa. Turut hadir Ismail Shaleh, S.A.P., M.Tr.A.P., selaku Ketua Ikatan Alumni (IKA) UT Makassar, yang memberikan motivasi kepada peserta agar aktif berorganisasi sebagai bekal kepemimpinan di dunia profesional dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini juga dihadiri oleh I Made Gunawan Sanjaya, S.T., selaku Pembina ORMAWA UT Makassar yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan peran ORMAWA di lingkungan UT Makassar. Ketua ORMAWA UT Makassar, Ade, menyampaikan bahwa LDK ini menjadi momentum penting dalam membangun budaya organisasi yang solid, inklusif, dan berdampak. “Kami berharap melalui LDK ini, pengurus ORMAWA UT Makassar memiliki visi yang sama, mampu bersinergi, serta menghadirkan program-program kreatif yang bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat,” ungkapnya. Melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan ini, UT Makassar menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan kepemimpinan mahasiswa sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing, dan siap berkontribusi di tingkat lokal, nasional, hingga global.(*)

Prof Abdul Rahman Rahim Antar UT Makassar Raih Juara Stand Terbaik di Expo Pendidikan

Universitas Terbuka (UT) Makassar meraih Juara Kategori Stand Terbaik pada ajang Sulawesi Education & Techno Expo ke-17 Tahun 2026 yang digelar di Phinisi Ballroom Hotel Claro Makassar. Penghargaan tersebut diumumkan pada acara penutupan pameran pendidikan dan inovasi perguruan tinggi yang berlangsung selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Januari 2026. Example 300×600Sulawesi Education & Techno Expo 2026 merupakan pameran pendidikan bergengsi yang mempertemukan berbagai perguruan tinggi dari sejumlah daerah. Kegiatan ini menjadi wadah promosi, diseminasi informasi, serta inovasi pendidikan tinggi kepada masyarakat, khususnya calon mahasiswa. Pameran tersebut diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan. Penghargaan Juara Stand Terbaik yang diraih UT Makassar diberikan atas dasar kreativitas, kualitas layanan informasi, serta konsep penyajian edukatif yang ditampilkan selama pameran. Sejak hari pertama, stand UT Makassar tercatat ramai dikunjungi pelajar SMA/SMK sederajat, guru, serta masyarakat umum. Pada acara penutupan, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Andi Lukman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi peserta atas partisipasi dan kontribusinya dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap pameran pendidikan ini ke depan dapat diselenggarakan lebih semarak dengan melibatkan lebih banyak perguruan tinggi ternama, baik negeri maupun swasta, dari berbagai daerah di Indonesia. Direktur Universitas Terbuka Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim UT Makassar dalam memberikan layanan informasi yang optimal kepada pengunjung. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan inovasi dalam memperkenalkan Universitas Terbuka kepada masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, tingginya minat generasi Z yang mengunjungi stand UT Makassar menunjukkan bahwa sistem pembelajaran yang fleksibel, kemudahan akses, serta informasi pendaftaran mahasiswa baru menjadi daya tarik utama Universitas Terbuka. Ramainya kunjungan ke stand UT Makassar juga didukung oleh penyajian informasi yang jelas dan cepat, mulai dari program studi, sistem pembelajaran, hingga mekanisme pendaftaran mahasiswa baru. Capaian ini sekaligus memperkuat posisi Universitas Terbuka Makassar sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif dalam pelayanan, serta konsisten mendukung peningkatan partisipasi masyarakat dalam pendidikan tinggi.***

Perkuat Tata Kelola, Universitas Terbuka Lantik Pejabat Baru

Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan Pelantikan Pejabat dan Serah Terima Jabatan di Lingkungan Universitas Terbuka Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat tata kelolakelembagaan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan tinggi terbuka dan jarakjauh. Prosesi pelantikan dilaksanakan secara luring di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, sertasecara daring melalui platform Zoom, yang diikuti oleh pimpinan, pejabat struktural, dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan UT Pusat maupun UT Daerah. Pelaksanaan secarahibrida ini mencerminkan komitmen UT dalam mengoptimalkanpemanfaatan teknologi digital untuk mendukung efektivitaspenyelenggaraan organisasi dan tata kelola universitas. Pelantikan pejabat tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Terbuka di lingkungan UT Daerah Makassar tanggal 30 Januari 2026, dengan daftar pejabat yang dilantiksebagai berikut: I Made Gunawan Sanjaya, S.T., sebagai Asisten Manajer Sentra Karier dan Penempatan Kerja pada Unit Pemberdayaan Alumni, Sentra Karier, dan Penempatan Kerja Universitas Terbuka Pusat. Nina Utami Yanuarvah Sanusi, S.Kom., sebagai ManajerKeuangan, Sumber Daya, dan Umum Universitas Terbuka Makassar. Dr. Jalil, S.Pi., M.P., sebagai Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi, dan Ujian Universitas Terbuka Makassar. Andi Suci Anita, S.P., M.P., sebagai Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Alumni Universitas Terbuka Makassar. Dalam sambutannya, Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa pelantikanpejabat ini merupakan bagian dari proses regenerasikepemimpinan yang strategis guna memastikan keberlanjutanorganisasi serta pencapaian visi Universitas Terbuka sebagaiperguruan tinggi jarak jauh berkualitas dunia. “Pelantikan ini merupakan bentuk kepercayaan institusi kepadasumber daya manusia Universitas Terbuka yang dinilai memilikikompetensi, integritas, dan dedikasi dalam menjalankan amanahjabatan. Kehadiran dan partisipasi seluruh pejabat, baik secaralangsung maupun melalui mekanisme daring, mencerminkansoliditas organisasi Universitas Terbuka sebagai satu kesatuan,” ujar Rektor. Rektor menambahkan bahwa penyelenggaraan pelantikan secarahibrida sejalan dengan karakter Universitas Terbuka sebagaipelopor pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh yang adaptifterhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. “Pemanfaatan teknologi digital dalam proses pelantikan inimenjadi bagian dari budaya kerja Universitas Terbuka yang mengedepankan efisiensi, efektivitas, serta kolaborasi lintaswilayah,” lanjutnya. Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa Universitas Terbuka secara konsisten menerapkan prinsip meritokrasi, profesionalisme, dan kesetaraan dalam pengisian jabatanstruktural. Penempatan dan promosi jabatan dilakukan berdasarkan kompetensi, kinerja, dan rekam jejak pengabdian, tanpa membedakan latar belakang gender. “Universitas Terbuka memberikan kesempatan yang setara bagiseluruh dosen dan tenaga kependidikan untuk berkontribusi dan mengemban peran kepemimpinan sesuai dengan kompetensi dan kinerjanya,” tegas Prof. Ali Muktiyanto. Melalui pelantikan dan serah terima jabatan ini, Universitas Terbuka berharap para pejabat yang baru dilantik dapatmelaksanakan tugas dan tanggung jawab secara profesional, berintegritas, serta berorientasi pada peningkatan kualitaslayanan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh. Kegiatan inimenjadi bagian integral dari strategi Universitas Terbuka dalammemperkuat tata kelola perguruan tinggi negeri yang berkelanjutan, akuntabel, dan berdampak bagi masyarakat.(*)

Begini Kegiatan UT Makassar Gelar Peringatan Isra Mikraj

FAJAR, MAKASSAR — Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi spiritual bagi civitas akademika UT Makassar, sekaligus penguatan nilai-nilai kedisiplinan dalam pelaksanaan pendidikan jarak jauh. Peta Rangkaian acara dibuka secara resmi oleh Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., dengan mengangkat tema “Salat sebagai Perintah Langsung Allah SWT dan Fondasi Disiplin dalam Pendidikan Jarak Jauh.” Dalam sambutannya, Prof. Abdul Rahman menekankan bahwa peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan spiritual Rasulullah SAW, melainkan tonggak penting dalam pembentukan karakter umat Islam melalui kewajiban sholat lima waktu. “Salat adalah satu-satunya ibadah yang diperintahkan secara langsung oleh Allah SWT tanpa perantara. Ini menunjukkan betapa sentralnya salat dalam kehidupan seorang Muslim. Nilai kedisiplinan, konsistensi, dan tanggung jawab yang terkandung dalam sholat sangat relevan dengan semangat belajar mandiri dalam sistem pendidikan jarak jauh yang diterapkan UT,” ujar Prof. Abdul Rahman Rahim. Dalam kesempatan tersebut, Direktur UT Makassar juga menyinggung secara singkat makna perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj, yakni perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina yang dikenal sebagai Isra, serta perjalanan naik ke Sidratul Muntaha yang disebut Mi’raj. Dalam perjalanan itu, Rasulullah SAW ditemani Malaikat Jibril dan bertemu dengan para nabi terdahulu, hingga akhirnya menerima perintah salat lima waktu bagi umat Islam. Acara inti diisi dengan tausiah oleh Dr. KH. Abbas Baco Miro, Lc., M.A., yang menyampaikan ceramah mendalam dan reflektif mengenai hakikat peringatan Isra Mi’raj. Dalam ceramahnya, KH. Abbas menegaskan bahwa memperingati Isra Mi’raj tidak terbatas pada bulan Rajab semata, melainkan dapat dilakukan kapan saja sebagai sarana memperkuat keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT. “Isra Mi’raj adalah peristiwa luar biasa yang sarat dengan pelajaran. Salah satunya adalah tentang usia Rasulullah SAW yang berkisar antara 60 hingga 70 tahun, yang mencerminkan bahwa usia umat Beliau pun tidak jauh dari rentang tersebut. Karena itu, waktu yang kita miliki seharusnya dimanfaatkan untuk memperbanyak amal dan meningkatkan kualitas ibadah,” ungkap KH. Abbas. Ia juga menguraikan kembali perjalanan Rasulullah SAW menembus tujuh lapis langit, bertemu dengan para nabi terdahulu, hingga mencapai Sidratul Muntaha. Di tempat inilah, Rasulullah SAW menerima perintah sholat lima waktu sebagai kewajiban utama umat Islam. “Salat adalah oleh-oleh terbesar dari peristiwa Isra Mi’raj. Jika sholat dijaga, maka hubungan manusia dengan Allah akan terpelihara, dan dari situlah lahir pribadi yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab dalam kehidupan, termasuk dalam menuntut ilmu,” tambahnya. Peringatan Isra Mi’raj di UT Makassar ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai spiritual yang berdampak langsung pada peningkatan etos belajar dan integritas sivitas akademika dalam menjalankan pendidikan jarak jauh yang berkualitas dan berkarakter. (*)

Bukan Sekadar Agenda, LDK Ormawa UT Makassar Menjadi Ruang Tumbuh Mahasiswa

Di Universitas Terbuka Makassar, kehidupan mahasiswa tidak selalu ditandai oleh hiruk-pikuk kampus atau ruang kelas yang ramai. Banyak mahasiswa menjalani peran ganda: bekerja, mengurus keluarga, sekaligus menempuh pendidikan secara mandiri. Dalam realitas itulah, organisasi mahasiswa hadir sebagai ruang bertemu, belajar bersama, dan saling menguatkan. Dari kesadaran tersebut, Ormawa UT Makassar merencanakan pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) dalam waktu dekat. LDK Ormawa UT Makassar dijadwalkan akan dilaksanakan pada 31 Januari hingga 01 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya dilaksanakan oleh Ormawa UT Makassar pada periode 2024–2026. LDK bersifat internal dan diperuntukkan khusus bagi anggota organisasi mahasiswa UT Makassar, baik anggota baru maupun anggota lama. Sebagai pelaksanaan perdana, LDK tidak diposisikan sekadar sebagai agenda formal organisasi. Ia dirancang sebagai ruang pembinaan awal dan penguatan karakter keorganisasian. Di tengah sistem pembelajaran jarak jauh, kebutuhan akan kepemimpinan yang lahir dari kesadaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab kolektif menjadi semakin relevan. Seluruh rangkaian pemberian materi akan dilaksanakan pada hari pertama, Sabtu, 31 Januari 2026, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA di Aula UT Makassar. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan agenda bina akrab di Villa Kartini, Pantai Tanjung Bayang sebagai ruang penguatan kebersamaan dan ikatan emosional antaranggota organisasi. Bagi anggota baru, LDK menjadi pintu masuk untuk mengenal budaya organisasi dan arah gerak Ormawa. Sementara bagi anggota lama, LDK menjadi ruang refleksi dan konsolidasi peran. Kepemimpinan dipahami bukan sebagai jabatan semata, melainkan proses belajar yang tumbuh melalui pengalaman dan tanggung jawab bersama. Informasi Teknis Pelaksanaan LDK Ormawa UT Makassar 2026 Hari/Tanggal : Sabtu–Minggu, 31 Januari–1 Februari 2026   Hari Pertama (Sabtu): • 08.00–16.00 WITA : Pemberian materi     Lokasi: Aula UT Makassar Lt. 4   • 16.00–17.30 WITA : Keberangkatan ke Villa Kartini     (menggunakan kendaraan Lanud) Hari Kedua (Minggu): • Bina akrab, bonding, dan penguatan kebersamaan     Lokasi: Villa Kartini, Pantai Tanjung Bayang   Kebutuhan & Ketentuan Peserta LDK • Biaya kegiatan: Rp25.000     (mencakup konsumsi, transportasi, dan penginapan)     Rekening: 4401610035952     A.N: Alyssa Ramadhani (BTN)     Batas pembayaran: Kamis, 29 Januari 2026   • Wajib mengisi link pendaftaran:   • Ketentuan keikutsertaan:   – Tidak ada toleransi keterlambatan mengikuti materi     – Kehadiran dicek melalui absen keberangkatan dan kepulangan     – Peserta tidak diperkenankan pulang sendiri jika mengikuti agenda villa     – Sesi H+2 (bonding & game) bersifat opsional bagi peserta yang bekerja   • Perlengkapan yang wajib dibawa:   – Almamater     – ATK     – Alat salat (bagi muslim)     – Alat makan pribadi (piring, sendok, gelas)     – Pakaian:     • Kemeja nuansa cokelat (dresscode peserta)       • Kaos hitam & celana training       • Pakaian tidur sopan       • Pakaian untuk kepulangan     – Perlengkapan mandi pribadi   Informasi & Konfirmasi: Sekretaris Umum   No. HP: 0823 4985 0500 

Rektor Universitas Terbuka Hadiri Pertemuan Presiden dengan 1.200 Rektor dan Guru Besar

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengundang sekitar 1.200 rektor dan guru besar dari perguruan tinggi negeri dan swasta dalam pertemuan tertutup di Istana Negara, Jakarta. Pertemuan ini menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah dan kalangan akademisi untuk membahas arah kebijakan nasional di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah. Universitas Terbuka (UT) turut hadir dalam pertemuan tersebut. UT diwakili langsung oleh Rektor UT Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., bersama para dekan, yakni Dekan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Dr. Meita Istianda, S.IP., M.Si., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prof. Dr. Ucu Rahayu, M.Sc., serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Dr. Meirani Harsasi, S.E., M.Si. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan langsung pandangannya mengenai kondisi global dan nasional, serta menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai garda terdepan dalam menyiapkan sumber daya manusia dan kebijakan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan. Presiden juga mengajak para guru besar, khususnya dari bidang sosial dan humaniora, untuk berkontribusi dalam membaca arah sosial, politik, dan demokrasi Indonesia. Rektor UT Prof. Dr. Ali Muktiyanto menyampaikan bahwa pertemuan ini memberikan pemahaman langsung mengenai arah kebijakan Presiden. “Alhamdulillah, kami diundang langsung oleh Bapak Presiden untuk mendengarkan taklimat mengenai perkembangan terkini, termasuk dinamika geopolitik global dan berbagai hal penting lainnya. Presiden juga menyampaikan pandangan beliau terkait kondisi bangsa serta apa yang perlu dilakukan perguruan tinggi untuk mendukung program-program strategis pemerintah,” ujarnya. Ia juga menyoroti komitmen Presiden terhadap penguatan riset nasional. “Ada kabar baik bagi dunia akademik, khususnya para peneliti, karena Presiden secara langsung meminta agar anggaran penelitian ditingkatkan. Ini menjadi dorongan besar bagi perguruan tinggi, termasuk Universitas Terbuka, untuk terus berkontribusi dalam riset dan inovasi demi kemajuan bangsa,” tambahnya. Sementara itu, Dekan FHISIP UT Dr. Meita Istianda, S.IP., M.Si., menilai paparan Presiden menyentuh isu-isu mendasar. “Penjelasan Presiden sangat komprehensif, termasuk menyinggung kondisi demokrasi di Indonesia dan berbagai program untuk kesejahteraan bangsa,” ungkapnya. Kehadiran Universitas Terbuka dalam pertemuan strategis ini menegaskan komitmen UT sebagai perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas dan inklusif, serta mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.(*) Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Rektor Universitas Terbuka Hadiri Pertemuan Presiden dengan 1.200 Rektor dan Guru Besar, https://makassar.tribunnews.com/kampus/1826125/rektor-universitas-terbuka-hadiri-pertemuan-presiden-dengan-1200-rektor-dan-guru-besar.

Hangat dan Penuh Cerita, Bazar Silaturahmi Mahasiswa UT Makassar Berlangsung Meriah

Di tengah ritme perkuliahan jarak jauh yang kerap terasa sunyi dan individual, mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Makassar akhirnya menemukan ruang untuk bertemu, berbincang, dan berbagi cerita secara langsung. Bazar Silaturahmi Antar Mahasiswa yang digelar oleh Organisasi Mahasiswa UT Makassar berlangsung hangat, meriah, dan penuh makna. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 24 Januari 2026, mulai pukul 18.00 WITA hingga selesai, bertempat di Inspirasi Cafe, Jl. Pintu 0 Tamalanrea, Perintis Kemerdekaan. Sejak sore hingga malam, kafe tersebut berubah menjadi ruang kebersamaan yang hidup—dipenuhi tawa, obrolan, dan cerita yang selama ini tertahan di balik layar. Bazar Silaturahmi ini tidak dimaknai sekadar sebagai agenda kumpul. Mahasiswa yang sebelumnya hanya saling mengenal melalui grup percakapan dan ruang daring akhirnya dapat berjumpa secara langsung. Yang belum pernah bertemu kini saling menyapa, yang lama tak bersua kembali duduk dalam satu lingkar cerita. Suasana nonformal khas kafe, dipadukan dengan alunan musik dan permainan ringan, membuat sekat-sekat antar angkatan dan organisasi mahasiswa mencair dengan sendirinya. Musik menghidupkan suasana, game menciptakan tawa, dan obrolan sederhana menghadirkan keakraban yang terasa tulus. Ketua Ormawa UT Makassar, Ade Islamiah Mahsar Kahil, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan mahasiswa yang telah meramaikan kegiatan tersebut. “Makasih buat teman-teman panitia yang sudah hard work kemarin, dan teman-teman yang sudah datang meramaikan kegiatan kita. Kita sudah ciptakan momen silaturahmi. Yang belum pernah ketemu jadi ketemu,” ungkapnya. “Big love untuk teman-teman Ormawa,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Arianto Hasyim dari Divisi Keilmuan, mengungkapkan bahwa pelaksanaan bazar ini sempat berada di antara kepastian dan ketidakpastian. Sejumlah kendala dan pertimbangan membuat keputusan pelaksanaan baru dapat dipastikan menjelang hari H. “Awalnya ini bazar masih antara pasti dan tidak pasti dilaksanakan karena ada beberapa kendala dan pertimbangan. Akhirnya kita fix-kan dan tentukan di H-3. Sebelumnya memang sudah survei beberapa tempat, tapi baru di H-3 kemarin kita tetapkan lokasi, konsep, dan mulai mematangkan persiapan lainnya,” jelas Arianto. Meski disiapkan dalam waktu yang relatif singkat, Arianto menilai kegiatan ini tetap berjalan dengan cukup baik. “Kalau dibilang berhasil, menurut pandanganku yang pertama kali ikut dalam kegiatan bazar, ini lumayan berhasil dengan persiapan yang serba dadakan. Meskipun masih banyak kekurangan di pandangan orang lain, tapi melihat kerja keras teman-teman panitia itu luar biasa,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam persiapan kegiatan terletak pada keterbatasan waktu panitia. “Tantangan terberat itu soal waktu. Teman-teman panitia susah baku dapat waktunya karena masing-masing punya kesibukan. Tapi alhamdulillah kegiatan bazar bisa berjalan dengan baik dan cukup ramai sampai penutupan,” tutupnya. Bazar Silaturahmi ini menjadi bukti bahwa di balik sistem pembelajaran jarak jauh, mahasiswa UT Makassar tetap membutuhkan ruang kebersamaan dan rasa memiliki. Kehangatan yang tercipta tidak hanya menghadirkan keseruan, tetapi juga menegaskan bahwa solidaritas mahasiswa masih tumbuh dan hidup. Lebih dari sekadar agenda, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kampus bukan hanya tentang modul, nilai, dan ujian. Ia juga tentang perjumpaan, relasi, dan cerita-cerita kecil yang kelak menjadi kenangan berharga dalam perjalanan menjadi mahasiswa. Di mana saja mahasiswa UT Makassar sedang menulis kisahnya sendiri—pelan, sunyi, tetapi penuh makna—ruang-ruang seperti inilah yang menjaga api kebersamaan agar tetap menyala.

Pendaftar Maba UT Makassar Semester Genap Capai 3.664 Orang

Universitas Terbuka (UT) Makassar kembali mencatatkan capaian positif pada penerimaan mahasiswa baru (PMB) semester genap Tahun Akademik 2025/2026. Hingga 23 Januari 2026, jumlah admisi mahasiswa baru UT Makassar telah mencapai 3.664 calon mahasiswa. Ini mencerminkan tingginya minat dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh yang diselenggarakan Universitas Terbuka. Pendaftaran mahasiswa baru semester genap 2025/2026 untuk Jalur Umum (Non-RPL/Non Alih Kredit) telah dibuka sejak 1 Oktober 2025 dan akan ditutup pada 27 Januari 2026. UT Makassar mengimbau masyarakat yang berminat melanjutkan pendidikan tinggi agar segera memanfaatkan kesempatan ini sebelum masa pendaftaran berakhir. Direktur Universitas Terbuka Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., menyampaikan bahwa capaian jumlah pendaftar mahasiswa baru pada semester genap ini menunjukkan tren peningkatan yang positif dibandingkan periode sebelumnya. Jumlah admisi mahasiswa baru UT Makassar yang telah mencapai 3.664 orang hingga 23 Januari 2026 menunjukkan adanya peningkatan yang menggembirakan. “Ini menjadi indikator kuat bahwa Universitas Terbuka semakin dipercaya masyarakat sebagai solusi pendidikan tinggi yang fleksibel, berkualitas, dan inklusif,” ujar Prof. Abdul Rahman Rahim. Pada semester genap Tahun Akademik 2025/2026, UT Makassar membuka pendaftaran untuk berbagai program studi yang berada di bawah empat fakultas dan Sekolah Pascasarjana. Yaitu: Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB):S1 Akuntansi, S1 Akuntansi Keuangan Publik, S1 Ekonomi Pembangunan, S1 Ekonomi Syariah, S1 Manajemen, S1 PJJ Pariwisata, dan S1 Kewirausahaan. Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP): S1 Ilmu Administrasi Bisnis, S1 Ilmu Administrasi Negara, S1 Ilmu Hukum, S1 Ilmu Komunikasi, S1 Ilmu Pemerintahan, S1 Sosiologi, S1 Ilmu Perpustakaan, dan S1 Sastra Inggris. Fakultas Sains dan Teknologi (FST):S1 Biologi, S1 Matematika, S1 Statistika, S1 Agribisnis, S1 Teknologi Pangan, S1 Sistem Informasi, S1 Perencanaan Wilayah dan Kota, serta S1 Sains Data. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP): S1 PGSD, S1 PGPAUD, S1 Pendidikan Bahasa Inggris, S1 Pendidikan Ekonomi, S1 Pendidikan Fisika, S1 Pendidikan Biologi, S1 Pendidikan Matematika, S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta Program Profesi Pendidikan Guru (PPG). Sekolah Pascasarjana (SPs):Program Magister (S2) meliputi Ilmu Administrasi Publik, Manajemen, Pendidikan Dasar, Pendidikan Bahasa Inggris, Manajemen Perikanan, PJJ Lingkungan, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Matematika, serta Hukum. Program Doktor (S3) meliputi Ilmu Manajemen dan Administrasi Publik. Seluruh program studi di Universitas Terbuka telah terakreditasi oleh BAN-PT, dengan mayoritas program berstatus Unggul (A) dan Baik Sekali (B). Secara institusional, Universitas Terbuka juga telah memperoleh Akreditasi Institusi “A” (Unggul) dari BAN-PT sebagai bentuk pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang berkomitmen membuka akses pendidikan seluas-luasnya, Universitas Terbuka memberikan kesempatan kepada berbagai lapisan masyarakat—mulai dari pekerja, tenaga profesional, ibu rumah tangga, hingga masyarakat di wilayah terpencil—untuk tetap dapat menempuh pendidikan tinggi. Proses pembelajaran didukung sistem digital melalui platform MyUT dan Microsoft 365 E-Campus, sehingga mahasiswa dapat belajar secara fleksibel tanpa batasan ruang dan waktu. Saat ini, Universitas Terbuka melayani lebih dari 764.232 mahasiswa aktif dan telah meluluskan lebih dari 2,15 juta alumni, dengan dukungan 39 kantor UT daerah serta ratusan Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri. Selain program sarjana, UT Makassar juga menginformasikan bahwa pendaftaran mahasiswa baru Program Pascasarjana (S2 dan S3) akan dibuka pada Februari 2026, guna memberikan kesempatan bagi lulusan sarjana untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, masyarakat dapat mengakses laman resmi www.ut.ac.id atau langsung melakukan pendaftaran melalui admisi-sia.ut.ac.id. Informasi kegiatan dan layanan UT Makassar juga dapat diikuti melalui media sosial Instagram @utmakassar. (*)

Universitas Terbuka Bebaskan UKT 2.020 Mahasiswa Terdampak Bencana di Aceh-Sumatera

Bencana hidrometeorologi, bencana yang terjadi akibat perubahan cuaca dan iklim yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik dan kerugian ekonomi, tetapi juga membawa dampak serius terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa. Menyikapi kondisi tersebut, Universitas Terbuka (UT) menegaskan komitmennya untuk memastikan akses pendidikan tetap terjaga bagi mahasiswa terdampak melalui kebijakan afirmatif dan aksi kemanusiaan berkelanjutan. Curah hujan tinggi yang memicu banjir, banjir bandang, dan tanah longsor telah melumpuhkan aktivitas masyarakat di berbagai daerah. Pascabencana, banyak keluarga mengalami tekanan ekonomi yang signifikan, sehingga pendidikan menjadi salah satu sektor yang paling rentan terdampak. Mahasiswa, khususnya, berpotensi menghadapi penundaan hingga risiko putus studi akibat keterbatasan finansial. Universitas Terbuka memandang bahwa pendidikan harus menjadi bagian integral dari proses pemulihan pascabencana. Oleh karena itu, melalui program UT Peduli, UT mengambil langkah konkret dengan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada mahasiswa terdampak. Salah satu kebijakan strategis yang ditetapkan adalah pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa terdampak bencana hidrometeorologi. Kebijakan ini ditetapkan oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., dan diberlakukan pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Bantuan diberikan dalam bentuk beasiswa pembebasan UKT selama satu hingga dua semester, disesuaikan dengan tingkat dampak bencana yang dialami mahasiswa. Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan wujud tanggung jawab moral dan institusional UT dalam menjaga keberlanjutan pendidikan mahasiswa. “Bencana alam tidak boleh menjadi alasan terhentinya pendidikan. Universitas Terbuka hadir untuk memastikan mahasiswa tetap dapat melanjutkan studi meskipun berada dalam situasi sulit. Pembebasan UKT ini adalah bentuk empati, kepedulian, dan komitmen kami agar mahasiswa tidak kehilangan masa depannya akibat bencana,” ujar Prof. Ali Muktiyanto. Sebanyak 2.020 mahasiswa tercatat menerima manfaat dari kebijakan pembebasan UKT ini. UT berharap kebijakan tersebut dapat meringankan beban ekonomi mahasiswa dan keluarga, sekaligus menjadi langkah preventif untuk menekan angka putus studi di tengah krisis pascabencana. Selain kebijakan akademik, UT juga menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program UT Peduli kepada mahasiswa di berbagai wilayah terdampak, antara lain Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kabupaten Aceh Tamiang, dan Kota Medan. Bantuan tersebut dilengkapi dengan pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang difokuskan pada pemulihan kondisi sosial masyarakat pascabencana. Dalam pelaksanaannya, UT Daerah secara aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat guna memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran. Sinergi ini sejalan dengan komitmen Universitas Terbuka dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 10 tentang Pengurangan Ketimpangan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Di tengah bencana yang menguji ketahanan berbagai pihak, Universitas Terbuka menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang hadir, peduli, dan bertanggung jawab. Melalui kebijakan yang berpihak, aksi kemanusiaan yang berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor, UT memastikan pendidikan tetap menjadi cahaya harapan bagi mahasiswa dan masyarakat terdampak.(*) Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Universitas Terbuka Bebaskan UKT 2.020 Mahasiswa Terdampak Bencana di Aceh-Sumatera, https://makassar.tribunnews.com/kampus/1824779/universitas-terbuka-bebaskan-ukt-2020-mahasiswa-terdampak-bencana-di-aceh-sumatera.