Kuliah Tanpa Batas Negara, Universitas Terbuka Perluas Akses Pendidikan Tinggi di Timor-Leste

Universitas Terbuka (UT) kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi lintas negara melalui kunjungan kerja ke Timor-Leste pada 2–5 Februari 2026. Kunjungan ini menjadi langkah strategis UT dalam memperkuat kolaborasi internasional, mengembangkan pendidikan tinggi jarak jauh, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi pendidikan berbasis pembangunan berkelanjutan. Dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., delegasi UT melaksanakan serangkaian agenda kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan di Timor-Leste. Rektor UT didampingi Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Bisnis Dr. Hendrian, S.E., M.Si.; Direktur UT Kupang Dr. Albert Gamot Malau, S.Si., M.Si.; Direktur UT Serang Dr. Ajat Sudrajat, M.Pd.; Staf Ahli Kebijakan Kantor Rektor Fauzy Rahman Kosasih, S.S., M.Pd.; serta Penanggung Jawab UT di Timor-Leste. Rektor UT Prof. Ali Muktiyanto menegaskan bahwa kehadiran Universitas Terbuka di Timor-Leste merupakan bentuk komitmen nyata dalam membuka akses pendidikan tinggi yang inklusif dan fleksibel, tanpa dibatasi oleh jarak dan wilayah negara. “Universitas Terbuka hadir untuk memastikan bahwa siapa pun, di mana pun berada, memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan tinggi berkualitas. Melalui sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, kami ingin memastikan bahwa pendidikan dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab profesional dan kehidupan sosial masyarakat,” ujar Prof. Ali Muktiyanto. Salah satu capaian penting dalam kunjungan ini adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Rektor Universitas Terbuka dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Timor-Leste. Kerja sama tersebut membuka peluang peningkatan kualifikasi sumber daya manusia melalui akses studi lanjut jenjang doktoral bagi staf dan Warga Negara Indonesia di lingkungan KBRI Dili. Menurut Prof. Ali, kerja sama ini bukan sekadar penguatan akademik, tetapi juga bagian dari kontribusi Indonesia dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia di kawasan. “Pendidikan adalah instrumen strategis dalam membangun bangsa. Melalui kolaborasi ini, UT ingin berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu berperan aktif dalam pembangunan, baik di Indonesia maupun di Timor-Leste,” jelasnya. Melalui sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT memberikan kesempatan mengikuti Program Doktor Ilmu Manajemen dan Doktor Administrasi Publik tanpa mengharuskan peserta meninggalkan tugas profesionalnya. Antusiasme terhadap program ini tercermin dari pendaftaran tahap awal yang diikuti oleh sembilan tokoh strategis, terdiri atas Duta Besar, para Atase, serta pimpinan BUMN dan BUMS yang beroperasi di Timor-Leste. Untuk mendukung kelancaran layanan akademik, UT juga menjalin kerja sama dengan Bank BRI Timor-Leste dalam penyediaan saluran pembayaran biaya registrasi yang lebih mudah, aman, dan efisien bagi mahasiswa. Selain itu, Universitas Terbuka memperkuat kemitraan dengan delapan perguruan tinggi negeri dan swasta di Timor-Leste. Kerja sama tersebut mencakup penyetaraan dan pengakuan kurikulum, peningkatan kualifikasi dosen dan tenaga kependidikan, pertukaran dosen dan mahasiswa, riset kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, pemanfaatan platform ICE-Institute, serta publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi milik UT. Capaian UT juga mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Kebudayaan Timor-Leste. Saat ini, tercatat sebanyak 95 warga Timor-Leste menempuh pendidikan di Universitas Terbuka, dengan 10 mahasiswa di antaranya memperoleh beasiswa. Pada pertemuan dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Timor-Leste, UT mengungkapkan bahwa sekitar 50 persen mahasiswa UT asal Timor-Leste berasal dari Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Fleksibilitas sistem pembelajaran jarak jauh UT memungkinkan para guru tetap menjalankan tugas mengajar sambil meningkatkan kualifikasi akademiknya. Di sisi layanan langsung kepada masyarakat, UT juga mengunjungi Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) An-Nur di Dili sebagai bagian dari penguatan layanan pendidikan di tingkat akar rumput. Rangkaian kegiatan selama empat hari ini menegaskan bahwa Universitas Terbuka terus melampaui batas geografis dalam menghadirkan pendidikan tinggi. Melalui pendidikan sebagai medium soft diplomacy, UT berkomitmen membuka peluang belajar bagi siapa pun dan di mana pun, serta berkontribusi aktif dalam membangun masa depan pendidikan yang setara di tingkat regional.(*)

1.619 Mahasiswa Baru UT Makassar Dibekali Kiat Sukses Kuliah Jarak Jauh Lewat OSMB dan PKBJJ

Sebanyak 1.619 mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) Makassar mengikuti kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai 4 Kantor UT Makassar, Simpang Lima Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sabtu (28/2). Pelaksanaan OSMB semester ini dipusatkan di satu lokasi dan diperuntukkan bagi mahasiswa dari wilayah Kota Makassar, Gowa, Maros, Pangkep, dan Takalar. Dari total peserta, sekitar 394 mahasiswa baru hadir secara langsung mengikuti kegiatan di kantor UT Makassar. Kegiatan OSMB dan PKBJJ secara resmi dibuka oleh Direktur UT Makassar, Prof. Abdul Rahman Rahim, yang sekaligus menyampaikan ucapan selamat datang kepada 1.619 mahasiswa baru UT Makassar Tahun Akademik 2025/2026. Dalam sambutannya, Prof. Rahman menegaskan bahwa Universitas Terbuka merupakan perguruan tinggi negeri berbadan hukum yang berdiri berdasarkan Keputusan Presiden tahun 1984, dengan mandat memberikan akses pendidikan tinggi yang luas bagi seluruh warga negara tanpa dibatasi ruang dan waktu. “Perkuliahan di UT menuntut kemandirian dan disiplin dalam mengatur waktu. Namun mahasiswa tidak sendiri, karena UT senantiasa memberikan pendampingan melalui berbagai layanan akademik, termasuk Sentra Layanan UT (SALUT) yang siap membantu mahasiswa kapan saja,” ujar Prof. Rahman. Ia juga mendorong mahasiswa baru untuk memanfaatkan seluruh fasilitas dan kesempatan belajar secara optimal agar dapat menyelesaikan studi tepat waktu. Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan, Dr. dr. H.M. Ishaq Iskandar, M.Kes., M.M., M.H., menyampaikan apresiasi serta salam hangat dari Gubernur Sulawesi Selatan kepada seluruh civitas akademika UT Makassar. Menurutnya, kehadiran mahasiswa UT yang mayoritas berasal dari kalangan generasi muda menjadi kekuatan tersendiri bagi perkembangan dunia pendidikan di Makassar. “Saudara-saudara telah memilih perguruan tinggi negeri yang tepat untuk melanjutkan pendidikan,” ungkapnya. Ia menekankan keunggulan UT sebagai perguruan tinggi dengan sistem pembelajaran yang fleksibel dan tidak dibatasi ruang serta waktu, sehingga menjadi solusi bagi masyarakat yang memiliki keterikatan pekerjaan maupun aktivitas lainnya. “Dengan dukungan digitalisasi yang kuat, UT memberikan kesempatan belajar yang luas, termasuk bagi aparatur sipil negara dan tenaga pendidik,” tambahnya. Ia berharap mahasiswa baru dapat memanfaatkan kesempatan belajar di UT secara maksimal. “Lulusan UT memiliki daya saing tinggi karena kualitas dan akreditasinya setara dengan perguruan tinggi negeri lainnya,” tegasnya. Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., yang menyampaikan sambutan secara daring, menegaskan bahwa memilih kuliah di UT merupakan langkah awal yang tepat dalam membangun masa depan dan karier. “Menjadi mahasiswa UT adalah pilihan yang tepat. Saya siap mendampingi Saudara hingga meraih kesuksesan,” ujarnya.Prof. Ali mengajak mahasiswa baru untuk mengikuti OSMB dan PKBJJ dengan sungguh-sungguh sebagai bekal utama dalam mengembangkan kemampuan belajar mandiri dan disiplin, yang menjadi karakter utama pembelajaran jarak jauh.Sebagai pelopor pendidikan jarak jauh di Indonesia, UT terus berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berbasis teknologi. “Bangga menjadi bagian dari UT dan siapkan diri sebagai pembelajar aktif serta calon pemimpin masa depan,” pesannya. Sementara itu, Ketua Panitia OSMB dan PKBJJ Wilayah Makassar, Andi Suci Anita, S.P., M.P., yang juga menjabat sebagai Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Alumni UT Makassar, menjelaskan bahwa kegiatan OSMB dirancang untuk membantu mahasiswa baru memahami sistem pembelajaran di UT.“OSMB dan PKBJJ memberikan bekal pengetahuan tentang sistem akademik, layanan pendukung, serta motivasi agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan pola pembelajaran jarak jauh,” jelasnya. Ia menyampaikan apresiasi kepada pimpinan UT, para narasumber, dan seluruh panitia atas dukungan serta kerja keras dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Dorong Wirausaha Muda dari Berbagai Daerah, UT Ajak Mahasiswa Ikuti P2MW 2026

Universitas Terbuka (UT) mendorong dan memfasilitasi mahasiswa untuk mendaftar Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) nasional Tahun 2026 melalui portal resmi Kemdiktisaintek hingga 25 Maret 2026. Program ini menjadi peluang strategis bagi mahasiswa UT di seluruh Indonesia yang telah memiliki atau sedang merintis usaha untuk mendapatkan pembinaan intensif dan terarah. P2MW merupakan program nasional yang difasilitasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Melalui program ini, UT menegaskan komitmennya memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus memperkuat kompetensi kewirausahaan mahasiswa di berbagai daerah, melampaui batas ruang dan waktu. Sebagai perguruan tinggi negeri dengan sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh, UT memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh kalangan untuk berkembang, termasuk dalam membangun usaha mandiri. Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menegaskan bahwa Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha menjadi bagian strategis dalam menyiapkan lulusan yang adaptif dan mandiri. “Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha merupakan salah satu upaya Universitas Terbuka dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi kewirausahaan yang aplikatif. Melalui pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan, kami mendorong mahasiswa untuk mampu mengembangkan usaha secara profesional sekaligus berkontribusi bagi penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Prof. Ali Muktiyanto. Melalui P2MW, mahasiswa mendapatkan pendampingan mentor berpengalaman, penguatan model bisnis dan manajemen usaha, serta kesempatan memperluas jejaring kolaborasi. Di tingkat perguruan tinggi, UT menyediakan sosialisasi dan klinik proposal, lalu memberikan rekomendasi akademik setelah mahasiswa mendaftar di portal nasional. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui https://p2mw.kemdiktisaintek.go.id/p2mw. Mahasiswa membuat akun, mengisi data, menyusun proposal sesuai panduan, mengikuti pendampingan UT, dan mengajukan proposal untuk memperoleh rekomendasi sesuai ketentuan. Skema ini selaras dengan peran UT sebagai perguruan tinggi negeri terakreditasi A yang memperluas akses pendidikan tinggi melalui sistem pembelajaran fleksibel dan terjangkau bagi berbagai latar belakang sosial dan geografis. Program P2MW juga relevan dengan agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pada tujuan Pendidikan Berkualitas (SDG 4), Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (SDG 8), serta Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (SDG 9). Melalui partisipasi dalam P2MW, UT mendukung terciptanya wirausaha muda yang inovatif sekaligus berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal dan nasional. Dengan dibukanya seleksi internal P2MW 2026 di UT, Universitas Terbuka berharap lahir lebih banyak wirausaha muda tangguh dari berbagai penjuru Indonesia. Akses pendidikan yang inklusif dipadukan dengan penguatan kewirausahaan menjadi bukti bahwa UT tidak hanya membuka pintu kuliah bagi semua, tetapi juga membuka jalan masa depan yang lebih mandiri dan berdaya saing.

Universitas Terbuka Gandeng BNI Perkuat Tata Kelola Dana Riset Berbasis Digital

Universitas Terbuka terus memperkuat komitmennya dalam membangun tata kelola riset dan pengabdian kepada masyarakat yang transparan dan akuntabel. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dalam pemanfaatan layanan BNI Virtual Account Debit untuk pengelolaan dana penelitian dan pengabdian. Kolaborasi tersebut resmi ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Ruang Rasamala, Wisma 2 UT, Selasa (24/2/2026). Perjanjian ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Bisnis UT, Dr. Hendrian, S.E., M.Si., dan Institutional Banking 2 Division Head BNI, Donny Chairuman. Kerja sama ini menjadi langkah strategis UT dalam mendukung percepatan transformasi digital, khususnya pada pengelolaan dana riset dan pengabdian agar lebih efisien, modern, dan terintegrasi dengan sistem perbankan nasional. Dalam sambutannya, Dr. Hendrian menyampaikan bahwa kolaborasi ini tidak hanya memperkuat sistem keuangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan tinggi jarak jauh. Menurutnya, sinergi UT dan BNI diharapkan dapat menghadirkan tata kelola yang lebih profesional sekaligus mendukung perluasan akses pendidikan tinggi di Indonesia. “Kerja sama ini merupakan langkah awal yang strategis untuk memperkuat sinergi antara UT dan BNI. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini terus berkembang dan memberikan manfaat nyata, baik bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas,” ujar Dr. Hendrian. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut membuka peluang pengembangan berbagai program pendukung Tridarma Perguruan Tinggi, termasuk peningkatan literasi keuangan, penguatan kompetensi sumber daya manusia, serta pengembangan ekosistem pembelajaran digital di lingkungan UT. Sementara itu, Donny Chairuman menyampaikan bahwa BNI berkomitmen membangun kolaborasi jangka panjang dengan UT sebagai institusi pendidikan tinggi yang memiliki jangkauan luas hingga ke luar negeri. Ia menyebut sebaran mahasiswa UT yang berada di berbagai negara menjadi potensi sinergi yang dapat terus dikembangkan melalui layanan dan dukungan perbankan yang relevan. Menurut Donny, sebagai bank yang lahir dari sejarah bangsa, BNI memiliki tanggung jawab untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional, termasuk melalui dukungan terhadap sektor pendidikan tinggi. Kegiatan penandatanganan PKS ini turut dihadiri jajaran pimpinan dari kedua institusi, baik dari UT maupun BNI, sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola riset dan pengabdian yang transparan dan bertanggung jawab. Kolaborasi UT dan BNI ini juga sejalan dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendukung pendidikan berkualitas, inovasi, serta kemitraan strategis. Melalui kerja sama ini, UT menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perubahan dan berorientasi pada tata kelola yang berkelanjutan.(*)

Berbagi Berkah Ramadhan, UT Makassar Tebar Takjil di Simpan Lima Bandara Sultan Hasanuddin

MAKASSAR — Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Universitas Terbuka Makassar menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat di depan Kampus UT Makassar, tepatnya di kawasan Simpang Lima Bandara Sultan Hasanuddin, Jumat sore (20/02). Kegiatan ini melibatkan mahasiswa serta pegawai UT Makassar yang secara langsung membagikan paket takjil kepada para pengguna jalan menjelang waktu berbuka puasa. Sasaran pembagian takjil difokuskan kepada pengendara roda dua dan roda empat yang melintas di jalur tersebut. Koordinator kegiatan, Dra. Husnaeni, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Ramadhan UT Makassar yang bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus memperkuat peran kampus di tengah masyarakat. “Ramadhan adalah momentum untuk berbagi dan memperkuat rasa empati. Melalui kegiatan berbagi takjil ini, kami ingin menghadirkan UT Makassar tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli dan hadir memberi manfaat,” ujarnya. Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dan pegawai dalam kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta kepedulian sosial yang sejalan dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi.Kegiatan berbagi takjil ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para pengguna jalan yang menerima takjil tampak antusias dan mengapresiasi aksi sosial yang dilakukan sivitas akademika UT Makassar. Melalui kegiatan ini, UT Makassar berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program sosial yang berkelanjutan, khususnya pada momentum bulan suci Ramadhan, sebagai wujud nyata kontribusi kepada masyarakat.

Riset Hingga Rehabilitasi Bencana, Ini Strategi UT Perkuat Dampak Akademik di 2026

Di tengah tuntutan agar perguruan tinggi tak lagi sekadar mencetak lulusan, Universitas Terbuka (UT) memilih mempertegas perannya sebagai kampus yang menghadirkan solusi nyata. Bukan hanya lewat jurnal dan angka sitasi, tetapi melalui inovasi yang menyentuh sistem digital internal, pengolahan limbah industri, hingga rehabilitasi daerah terdampak bencana. Untuk itu, UT mengalokasikan dana internal hingga Rp67 miliar pada Tahun Anggaran 2026—dan siap meningkatkannya hingga menembus Rp100 miliar. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Kegiatan Penyerahan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), penayangan Katalog Inovasi, serta Anugerah Karya Inovasi Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Jumat (13/2/2026). Mengusung tema “Riset dan PkM Berdampak untuk Mewujudkan UT yang Unggul”, agenda rutin awal tahun yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ini menjadi penanda dimulainya seluruh aktivitas riset, hilirisasi, dan pengabdian UT sepanjang 2026. Rektor UT Prof. Ali Muktiyanto menegaskan, penguatan riset bukan sekadar agenda tahunan, melainkan strategi besar menuju kampus kelas dunia. Anggaran yang saat ini berada di angka Rp67 miliar akan terus ditingkatkan secara bertahap. “Bahkan pimpinan risetnya nanti akan dilakukan juga oleh para profesor. Tujuannya untuk meramaikan riset dan pengabdian masyarakat. UT punya 42 profesor, semuanya nanti akan terjun langsung sebagai pimpinan riset dan akan mendapat apresiasi tersendiri,” imbuh Ali Muktiyanto. Ia menegaskan bahwa UT telah siap bergerak menuju World Class University dengan meningkatkan kualitas penelitian. “Jadi lewat institusi penelitian dan pengabdian masyarakat di UT ini, kita akan sama-sama meramaikan jalur riset, penulisan jurnal ilmiah, pengabdian masyarakat serta penerbitan paten dan hilirisasi hasil penelitian,” tegas Ali. Langkah tersebut tak berdiri sendiri. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, penguatan riset dan hilirisasi ini sejalan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Sementara komitmen pada PkM kebencanaan dan rehabilitasi wilayah terdampak menjadi kontribusi konkret terhadap SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UT Prof. Dewi Artati Padmo menegaskan bahwa alokasi Rp67 miliar merupakan bentuk keseriusan UT dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya darma penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Dana internal tahun 2026 mencapai Rp67 miliar dan akan terus meningkat setiap tahunnya. Ini menunjukkan keseriusan UT dalam memperkuat ekosistem riset, inovasi, hilirisasi, serta PkM yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya. Ia menjelaskan, pendanaan internal mencakup berbagai skema penelitian seperti penelitian kompetitif, penugasan, kelompok riset, kolaborasi nasional dan internasional, pengembangan MOOCs dan microcredential, hilirisasi, hingga penelitian mahasiswa S1. Sementara skema PkM meliputi PkM dosen/komunitas, PkM nasional desa binaan, PkM internasional, PkM kebencanaan, serta PkM kewirausahaan mahasiswa. Seluruh proses pengelolaan riset dan PkM dilakukan secara digital melalui sistem Simpenmas yang dikelola LPPM UT. Selain bersumber dari dana internal, kegiatan tersebut juga didukung pendanaan eksternal, memperkuat kolaborasi dan keberlanjutan program. Komitmen tersebut tercermin dalam Katalog Karya Inovasi dan Pengabdian Universitas Terbuka untuk Negeri Tahun 2025 yang ditayangkan dan diserahkan dalam kesempatan yang sama. Sebanyak 45 karya inovasi terpilih didokumentasikan, terdiri atas 12 produk penelitian keilmuan, 22 produk PkM, dan 11 produk riset inovasi yang dihasilkan sepanjang 2025 oleh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UT. Dari puluhan karya tersebut, dua tim peneliti menerima Anugerah Catha Sancaya Universitas Terbuka sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi yang dinilai paling berdaya guna. Penghargaan pertama diberikan kepada tim “Pengembangan Aplikasi Web Tracer LPPM Universitas Terbuka Menggunakan Metode Agile” yang diketuai Teguh Nursantoso, S.Kom., M.MSI., bersama Fitradi Nurdin, S.Kom., M.M.S.I., A. Rachmat Wirawan, S.H., M.H., dan Yoga Muhamad Tampi, S.TI. Inovasi ini memperkuat sistem pelacakan dan manajemen riset secara digital. Penghargaan kedua diberikan kepada tim “Proses Pengolahan Limbah Cair Industri Pengolahan Daging Secara Biologis Menggunakan Bio-Stater dan Bakteri Probiotik Lactobacillus spp” yang terdiri atas Dr. Ir. Nurhasanah, M.Si., Fajdza Hilmi Makarim, Dr. Hasrianti, S.Si., M.Si., Imam Rozali Fathar, dan Dr. Ir. Edi Rusdiyanto, M.Si. Riset tersebut menghadirkan solusi biologis ramah lingkungan dalam pengolahan limbah industri, relevan dengan agenda keberlanjutan lingkungan. “Riset dan PkM di UT tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga produk inovatif yang berdaya guna, termasuk untuk mendukung rehabilitasi daerah terdampak bencana. Kami ingin memastikan bahwa setiap karya memberi dampak nyata bagi masyarakat,” kata Dewi. Di titik inilah UT menegaskan arah besarnya. Ilmu pengetahuan tidak berhenti sebagai wacana akademik, tetapi ditransformasikan menjadi solusi konkret. Dengan pendanaan yang diperkuat, keterlibatan 42 profesor sebagai pimpinan riset, serta ekosistem digital yang terintegrasi, UT mengirim pesan yang jelas: kampus bukan hanya tempat belajar, melainkan ruang lahirnya inovasi yang bekerja untuk negeri.

UT Siapkan 20 Ribu Beasiswa, Mahasiswa Jalur SNBP Bisa Kuliah Gratis!

Universitas Terbuka (UT) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Indonesia. Pada tahun 2026, UT menyiapkan 20.000 kuota beasiswa yang bersumber dari berbagai pihak, mulai dari internal UT hingga mitra pemerintah dan swasta. Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., mengatakan bahwa puluhan ribu beasiswa tersebut dialokasikan untuk membantu mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi. “Tahun ini kami menganggarkan sekitar 20 ribu beasiswa yang berasal dari berbagai sumber,” ujar Ali usai acara Wisuda UT Periode I Tahun 2026 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Minggu (1/2/2026). Dari total kuota tersebut, sekitar 5.000 beasiswa dialokasikan khusus untuk meringankan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa. Sementara sisanya berasal dari kerja sama UT dengan sejumlah mitra, antara lain HIPKA, pemerintah daerah, Bank Himbara, IKA UT, serta berbagai mitra swasta di seluruh Indonesia. Mahasiswa SNBP Berpeluang Beasiswa Penuh UT juga memberi perhatian khusus kepada mahasiswa yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Menurut Ali, mahasiswa jalur SNBP UT memiliki peluang besar untuk memperoleh beasiswa penuh hingga delapan semester. “Keunikan SNBP UT adalah jangkauannya yang tersebar luas di seluruh Indonesia. Saat ini UT memiliki empat UT daerah pelaksana SNBP yang mencakup sekitar 250 kota, dan seluruh mahasiswa jalur ini berkesempatan mendapatkan beasiswa penuh,” jelasnya. Di UT Daerah Makassar, jalur SNBP menjadi salah satu pintu masuk strategis bagi lulusan SMA/SMK sederajat di Sulawesi Selatan dan sekitarnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi secara terjangkau dan fleksibel. Sistem Pembelajaran Jarak Jauh Tetap Berkualitas Wakil Rektor Bidang Akademik UT, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D., menambahkan bahwa sistem pembelajaran di UT berbeda dengan perguruan tinggi konvensional. “Mahasiswa UT tidak harus datang ke kampus setiap hari. Mereka belajar dari tempat masing-masing dengan sistem pembelajaran jarak jauh,” ujarnya. Meski sebagian besar perkuliahan dilaksanakan secara daring, Rektor UT menegaskan kualitas pembelajaran tetap terjaga. Seluruh materi kuliah disusun secara sistematis dalam Buku Materi Pokok (BMP) yang memungkinkan mahasiswa belajar secara self instruction, melakukan self assessment, serta mengerjakan tugas mandiri dan tes formatif. “Mahasiswa UT dituntut siap belajar mandiri, tetapi tetap terstruktur. Ada 16 minggu pembelajaran, minggu pertama mahasiswa sudah harus mulai membaca modul,” tutur Ali. UT Daerah Makassar terus mendorong masyarakat Sulawesi Selatan untuk memanfaatkan berbagai skema beasiswa ini sebagai peluang melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kawasan Indonesia Timur.(*)

UT Makassar Gelar LDK ORMAWA, Perkuat Kepemimpinan dan Kapasitas Organisasi Mahasiswa

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) sebagai upaya penguatan nilai-nilai kepemimpinan dan peningkatan kapasitas mahasiswa dalam berorganisasi. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 31 Januari 2026, bertempat di Convention Hall UT Makassar, dan diikuti oleh pengurus ORMAWA dari berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) serta Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS). LDK ORMAWA UT Makassar mengusung tema “Penguatan Nilai Kepemimpinan Mahasiswa ORMAWA sebagai Agen Perubahan di Lingkungan Kampus”. Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari semangat kolaborasi dan kreativitas yang telah terbangun sejak pertemuan perdana ORMAWA UT Makassar pada Mei 2025, sekaligus menjadi tonggak pembinaan kepemimpinan mahasiswa secara berkelanjutan. Acara secara resmi dibuka oleh Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pola pembinaan kemahasiswaan di Universitas Terbuka yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan soft skill, kepemimpinan, dan karakter mahasiswa. “Mahasiswa UT harus mampu menjadi pemimpin yang adaptif, kolaboratif, dan berintegritas. ORMAWA menjadi ruang strategis untuk menempa kepemimpinan serta membangun kepekaan sosial mahasiswa sebagai agen perubahan,” ujar Prof. Abdul Rahman Rahim. Materi kepemimpinan dalam kegiatan ini disampaikan oleh Indah Arifah Febriary, S.S., M.I.Kom., C.PS., C.ECS., C.PE. yang membawakan topik “Leadership Mindset: Dari Anggota Menjadi Penggerak”. Dalam paparannya, peserta diajak memahami transformasi peran mahasiswa dalam organisasi, dari sekadar partisipan menjadi motor penggerak perubahan. Sementara itu, materi komunikasi dan kerja tim disampaikan oleh Irsan Saputra, S.Kom., S.I.Kom., M.I.Kom., penyiar Radio Pro 1 RRI Makassar. Ia menekankan pentingnya komunikasi efektif, kerja sama tim, serta kemampuan membangun relasi dalam menjalankan roda organisasi mahasiswa. Turut hadir Ismail Shaleh, S.A.P., M.Tr.A.P., selaku Ketua Ikatan Alumni (IKA) UT Makassar, yang memberikan motivasi kepada peserta agar aktif berorganisasi sebagai bekal kepemimpinan di dunia profesional dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini juga dihadiri oleh I Made Gunawan Sanjaya, S.T., selaku Pembina ORMAWA UT Makassar yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan peran ORMAWA di lingkungan UT Makassar. Ketua ORMAWA UT Makassar, Ade, menyampaikan bahwa LDK ini menjadi momentum penting dalam membangun budaya organisasi yang solid, inklusif, dan berdampak. “Kami berharap melalui LDK ini, pengurus ORMAWA UT Makassar memiliki visi yang sama, mampu bersinergi, serta menghadirkan program-program kreatif yang bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat,” ungkapnya. Melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan ini, UT Makassar menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan kepemimpinan mahasiswa sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing, dan siap berkontribusi di tingkat lokal, nasional, hingga global.(*)

Prof Abdul Rahman Rahim Antar UT Makassar Raih Juara Stand Terbaik di Expo Pendidikan

Universitas Terbuka (UT) Makassar meraih Juara Kategori Stand Terbaik pada ajang Sulawesi Education & Techno Expo ke-17 Tahun 2026 yang digelar di Phinisi Ballroom Hotel Claro Makassar. Penghargaan tersebut diumumkan pada acara penutupan pameran pendidikan dan inovasi perguruan tinggi yang berlangsung selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Januari 2026. Example 300×600Sulawesi Education & Techno Expo 2026 merupakan pameran pendidikan bergengsi yang mempertemukan berbagai perguruan tinggi dari sejumlah daerah. Kegiatan ini menjadi wadah promosi, diseminasi informasi, serta inovasi pendidikan tinggi kepada masyarakat, khususnya calon mahasiswa. Pameran tersebut diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan. Penghargaan Juara Stand Terbaik yang diraih UT Makassar diberikan atas dasar kreativitas, kualitas layanan informasi, serta konsep penyajian edukatif yang ditampilkan selama pameran. Sejak hari pertama, stand UT Makassar tercatat ramai dikunjungi pelajar SMA/SMK sederajat, guru, serta masyarakat umum. Pada acara penutupan, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Andi Lukman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi peserta atas partisipasi dan kontribusinya dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap pameran pendidikan ini ke depan dapat diselenggarakan lebih semarak dengan melibatkan lebih banyak perguruan tinggi ternama, baik negeri maupun swasta, dari berbagai daerah di Indonesia. Direktur Universitas Terbuka Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim UT Makassar dalam memberikan layanan informasi yang optimal kepada pengunjung. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan inovasi dalam memperkenalkan Universitas Terbuka kepada masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, tingginya minat generasi Z yang mengunjungi stand UT Makassar menunjukkan bahwa sistem pembelajaran yang fleksibel, kemudahan akses, serta informasi pendaftaran mahasiswa baru menjadi daya tarik utama Universitas Terbuka. Ramainya kunjungan ke stand UT Makassar juga didukung oleh penyajian informasi yang jelas dan cepat, mulai dari program studi, sistem pembelajaran, hingga mekanisme pendaftaran mahasiswa baru. Capaian ini sekaligus memperkuat posisi Universitas Terbuka Makassar sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif dalam pelayanan, serta konsisten mendukung peningkatan partisipasi masyarakat dalam pendidikan tinggi.***

Perkuat Tata Kelola, Universitas Terbuka Lantik Pejabat Baru

Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan Pelantikan Pejabat dan Serah Terima Jabatan di Lingkungan Universitas Terbuka Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat tata kelolakelembagaan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan tinggi terbuka dan jarakjauh. Prosesi pelantikan dilaksanakan secara luring di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, sertasecara daring melalui platform Zoom, yang diikuti oleh pimpinan, pejabat struktural, dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan UT Pusat maupun UT Daerah. Pelaksanaan secarahibrida ini mencerminkan komitmen UT dalam mengoptimalkanpemanfaatan teknologi digital untuk mendukung efektivitaspenyelenggaraan organisasi dan tata kelola universitas. Pelantikan pejabat tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Terbuka di lingkungan UT Daerah Makassar tanggal 30 Januari 2026, dengan daftar pejabat yang dilantiksebagai berikut: I Made Gunawan Sanjaya, S.T., sebagai Asisten Manajer Sentra Karier dan Penempatan Kerja pada Unit Pemberdayaan Alumni, Sentra Karier, dan Penempatan Kerja Universitas Terbuka Pusat. Nina Utami Yanuarvah Sanusi, S.Kom., sebagai ManajerKeuangan, Sumber Daya, dan Umum Universitas Terbuka Makassar. Dr. Jalil, S.Pi., M.P., sebagai Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi, dan Ujian Universitas Terbuka Makassar. Andi Suci Anita, S.P., M.P., sebagai Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Alumni Universitas Terbuka Makassar. Dalam sambutannya, Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa pelantikanpejabat ini merupakan bagian dari proses regenerasikepemimpinan yang strategis guna memastikan keberlanjutanorganisasi serta pencapaian visi Universitas Terbuka sebagaiperguruan tinggi jarak jauh berkualitas dunia. “Pelantikan ini merupakan bentuk kepercayaan institusi kepadasumber daya manusia Universitas Terbuka yang dinilai memilikikompetensi, integritas, dan dedikasi dalam menjalankan amanahjabatan. Kehadiran dan partisipasi seluruh pejabat, baik secaralangsung maupun melalui mekanisme daring, mencerminkansoliditas organisasi Universitas Terbuka sebagai satu kesatuan,” ujar Rektor. Rektor menambahkan bahwa penyelenggaraan pelantikan secarahibrida sejalan dengan karakter Universitas Terbuka sebagaipelopor pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh yang adaptifterhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. “Pemanfaatan teknologi digital dalam proses pelantikan inimenjadi bagian dari budaya kerja Universitas Terbuka yang mengedepankan efisiensi, efektivitas, serta kolaborasi lintaswilayah,” lanjutnya. Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa Universitas Terbuka secara konsisten menerapkan prinsip meritokrasi, profesionalisme, dan kesetaraan dalam pengisian jabatanstruktural. Penempatan dan promosi jabatan dilakukan berdasarkan kompetensi, kinerja, dan rekam jejak pengabdian, tanpa membedakan latar belakang gender. “Universitas Terbuka memberikan kesempatan yang setara bagiseluruh dosen dan tenaga kependidikan untuk berkontribusi dan mengemban peran kepemimpinan sesuai dengan kompetensi dan kinerjanya,” tegas Prof. Ali Muktiyanto. Melalui pelantikan dan serah terima jabatan ini, Universitas Terbuka berharap para pejabat yang baru dilantik dapatmelaksanakan tugas dan tanggung jawab secara profesional, berintegritas, serta berorientasi pada peningkatan kualitaslayanan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh. Kegiatan inimenjadi bagian integral dari strategi Universitas Terbuka dalammemperkuat tata kelola perguruan tinggi negeri yang berkelanjutan, akuntabel, dan berdampak bagi masyarakat.(*)