Mahasiswa Magister UT Makassar Teliti Strategi Pengembangan UMKM Olahan Ikan di Kabupaten Bone

Mahasiswa Program Magister Ilmu Kelautan Bidang Minat Manajemen Perikanan Universitas Terbuka, Jumadil, berhasil menyelesaikan penelitian berjudul “Strategi Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Diversifikasi Olahan Ikan Produk Bakso dan Nugget di Kabupaten Bone”. Penelitian ini menyoroti tantangan dan peluang pengembangan UMKM pengolahan ikan di daerah pesisir Bone sebagai salah satu sektor unggulan ekonomi masyarakat. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan, dimulai pada Oktober 2024 hingga Maret 2025, dengan lokasi penelitian di beberapa sentra UMKM pengolahan ikan di Kabupaten Bone, meliputi wilayah Awangpone, Tanete Riattang Timur, dan Sibulue. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif analitis dengan kombinasi analisis kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, penyebaran kuesioner, serta Focus Group Discussion (FGD) bersama pelaku UMKM, penyuluh perikanan, dan instansi pemerintah. Jumlah koresponden sebanyak 30 orang, terdiri atas 20 pelaku UMKM olahan ikan, 5 penyuluh perikanan, dan 5 pejabat/staf instansi pemerintah daerah terkait, seperti Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha pengolahan ikan, khususnya produk bakso dan nugget ikan, memiliki prospek yang layak dikembangkan secara ekonomi. Berdasarkan hasil analisis finansial, nilai Benefit Cost Ratio (B/C Ratio) dari pelaku UMKM lebih dari 1, yang berarti usaha ini menguntungkan dan berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat lokal. Seluruh pelaku usaha telah menjalankan bisnisnya selama lebih dari lima tahun dengan 100 persen tenaga kerja produktif, meskipun sebagian besar pelaku masih berpendidikan dasar hingga menengah. Namun, penelitian ini juga mengungkap berbagai kendala utama yang dihadapi pelaku UMKM, seperti keterbatasan modal usaha, kemasan yang masih sederhana, fluktuasi bahan baku, serta minimnya kemampuan pemasaran dan legalitas usaha. Hanya sebagian kecil pelaku usaha yang telah memiliki sertifikat halal dan izin edar resmi seperti SNI atau BPOM. Melalui analisis SWOT dan metode QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix), penelitian ini menghasilkan beberapa strategi pengembangan utama. Strategi dengan nilai prioritas tertinggi (TAS = 5,1252) adalah menjalin kemitraan dan mendapatkan dukungan dari pemerintah serta sektor swasta untuk memperluas promosi dan pengembangan usaha olahan ikan. Strategi pendukung lainnya meliputi peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan, penerapan teknologi pengolahan modern, perbaikan kemasan dan sertifikasi produk, serta promosi digital yang lebih masif. Menurut Jumadil, penguatan kerja sama lintas sektor merupakan kunci untuk memajukan UMKM perikanan di Bone. “Pelaku UMKM sebenarnya memiliki potensi besar, namun masih terbatas pada modal dan pengetahuan manajerial. Dengan dukungan pemerintah, lembaga pendidikan, dan swasta, produk olahan ikan seperti bakso dan nugget bisa menjadi komoditas unggulan daerah,” ungkapnya. Sidang ujian magister tersebut dipimpin langsung oleh Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M. selaku Ketua Komisi Ujian, didampingi oleh Dr. Syafruddin, M.Pd. sebagai Sekretaris Komisi Ujian. Keduanya memberikan apresiasi atas penelitian yang dinilai memiliki kontribusi nyata terhadap pengembangan sektor perikanan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Bone. Prof. Abdul Rahman Rahim menyampaikan bahwa penelitian ini menggambarkan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan sektor usaha kecil. “Universitas Terbuka terus mendorong mahasiswa pascasarjana untuk menghasilkan riset yang aplikatif dan berdampak bagi masyarakat. Kajian seperti ini menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat ekonomi berbasis sumber daya lokal,” ujarnya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi kebijakan bagi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone serta instansi terkait dalam merancang program pembinaan UMKM perikanan. Dukungan berupa modal bergulir, pendampingan teknis, sertifikasi mutu, dan promosi terpadu dinilai penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar regional maupun nasional. Sebagai bagian dari Tugas Akhir Program Magister Universitas Terbuka, penelitian ini menjadi contoh penerapan ilmu manajemen perikanan dalam pembangunan ekonomi masyarakat pesisir. Hasilnya diharapkan memberi kontribusi nyata dalam mendorong penguatan ekonomi kelautan berkelanjutan di Kabupaten Bone dan wilayah pesisir Sulawesi Selatan.(*)

Bupati Maros Lepas Jalan Sehat UT Makassar, Ribuan Peserta Penuhi Bundaran Simpang Lima

Suasana meriah mewarnai kegiatan Gerak Jalan Sehat Universitas Terbuka (UT) Makassar yang digelar di depan kantor UT Makassar, Bundaran Simpang Lima Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sabtu (11/10/2025). Ratusan peserta dari wisudawan, mahasiswa, alumni, dosen, pegawai, hingga masyarakat umum ikut ambil bagian. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian wisuda daerah Universitas Terbuka Makassar yang digelar selama dua hari, Minggu-Senin (12-13/10) dengan total 620 calon wisudawan. Bupati Maros, Dr H.A.S Chaidir Syam, S.IP, M.H yang hadir sekaligus melepas peserta, menyampaikan rasa bangganya terhadap keberadaan UT Makassar yang juga menjadi tempat belajar bagi banyak warga Maros. “Alhamdulillah, cukup banyak masyarakat Maros yang kuliah di UT, sekitar dua ribuan orang, termasuk anak saya sendiri yang mengambil Fakultas Hukum. Saya melihat UT memberi banyak kemudahan dan fleksibilitas. Ini membuktikan bahwa kuliah di UT adalah pilihan tepat,” ujarnya. Bupati juga mengapresiasi megahnya kantor UT Makassar yang berdiri di wilayah Kabupaten Maros. Ia menegaskan komitmen Pemda Maros untuk terus mendukung keberadaan UT dalam menghadirkan fasilitas pendidikan terbaik. “Kita wajib bersama mengembangkan UT. Momen seperti ini juga mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan mahasiswa. Saya senang bisa bertemu langsung dengan mereka,” tambahnya. Sementara itu, Rektor UT Makassar yang diwakili Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr Meirani Harsasi,SE, M.Si, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Maros dan seluruh peserta yang ikut memeriahkan kegiatan. “Gerak jalan sehat ini bukan hanya ajang olahraga, tapi juga wadah mempererat silaturahmi dan kebersamaan civitas akademika UT Makassar bersama masyarakat,” ujarnya. Meirani menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Alhamdulillah, acara berjalan lancar dan penuh kebahagiaan. Kami bersyukur dapat berkumpul dalam suasana sehat dan gembira menjelang wisuda. Semoga semangat kebersamaan seperti ini terus terjaga,” ujarnya. Ia berharap kegiatan ini menambah kebahagiaan dan semangat baru bagi seluruh peserta, terutama calon wisudawan. “Wisuda memang menjadi akhir dari perjalanan studi, tetapi semangat untuk terus belajar dan berkontribusi kepada masyarakat tidak boleh berhenti. Lulusan UT memiliki kualitas yang setara dengan perguruan tinggi lainnya,” tambahnya. Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, SE, MM, dalam kesempatan tersebut mengatakan kegiatan Gerak Jalan Sehat telah menjadi tradisi setiap menjelang wisuda. “Selama ini mahasiswa kita kuliah secara daring. Melalui kegiatan seperti ini, mereka bisa saling bertemu dan menjalin keakraban. Banyak yang baru sadar ternyata temannya juga kuliah di UT,” kata Prof. Rahman. Ia menambahkan, kegiatan ini akan terus dilanjutkan dan dikembangkan karena antusiasme peserta setiap tahun semakin meningkat. “Kami akan terus bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah daerah, termasuk dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat,” tutupnya. Sementara itu, Ketua Panitia Drs. Rustam, M.Pd., dalam laporannya menyebut kegiatan gerak jalan sehat ini dilaksanakan dalam rangkaian. wisuda daerah periode 2025. Gerak jalan sehat terlaksana berkat inisiatif langsung dari Direktur UT Makassar, dengan diikuti 620 calon wisudawan. “Gerak jalan sehat ini menjadi bagian dari rangkaian wisuda daerah. Pesertanya luar biasa antusias, dan kami bersyukur kegiatan berjalan lancar dan meriah,” ujarnya. Acara berlangsung lebih semarak dengan adanya pembagian doorprize menarik bagi peserta gerak jalan sehat yang beruntung seperti mesin cuci, setrika, dispenser, kompor, dan kipas angin. Suasana penuh tawa dan semangat tampak hingga kegiatan berakhir.(*)

Usung Tema Pancasila Perekat Bangsa, UT Makassar Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Selasa (1/10/2025) di Gedung UT Makassar Lantai 4. Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh segenap pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Mengangkat tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”, kegiatan ini meneguhkan semangat persatuan dan penguatan komitmen civitas akademika UT Makassar dalam menjadikan Pancasila sebagai landasan moral dan ideologi bangsa. Dr. Jalil, S.Pi., M.P. selaku pembina upacara, dalam amanatnya menyampaikan bahwa Pancasila tetap relevan sebagai pegangan bangsa di tengah dinamika global. “Dalam menghadapi tantangan zaman, Pancasila adalah sandaran kita untuk memperkuat jati diri bangsa dan mempertahankan keutuhan NKRI,” tegasnya. Rangkaian upacara juga diisi dengan pembacaan naskah ikrar yang dipimpin langsung oleh Dr. Jalil yang menyarakan kesetiaan pada Pancasila dan komitmen untuk menganalkan nilainyabdalam kehidupan sehari-hari. “Ikrar tersebut merupakan tekad bulat yang disampaikan di hadapan Tuhan untuk mempertahankan dan mengamalkan Pancasila, dengan menyadari bahwa meskipun sering dirongrong sejak kemerdekaan, Negara Kesatuan Republik Indonesia justru dapat bertahan berkat semangat kebersamaan yang dilandasi nilai-nilai luhur Pancasila. Oleh karena itu, dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, ditetapkan komitmen untuk menjadikan Pancasila sebagai sumber kekuatan dalam memperjuangkan kebenaran, keadilan, dan keutuhan NKRI.” ujarnya. Momentum peringatan ini menjadi refleksi historis sekaligus pengingat akan pentingnya peran Pancasila sebagai perekat bangsa. UT Makassar berkomitmen menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai panduan dalam aktivitas akademik maupun sosial, serta berkontribusi untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.(*)

2.974 Mahasiswa Baru Ikuti OSMB UT Makassar, 643 Peserta Hadir di Kota Makassar

Sebanyak 2.974 mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) Makassar mengikuti Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) Semester 2025/2026 ganjil. Kegiatan ini berlangsung di Lantai 4 Aula Kantor UT Makassar, Simpang Lima Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sabtu (20/9). OSMB dan PKBJJ semester ganjil kali ini digelar di 14 lokasi. Khusus wilayah Kota Makassar diikuti 643 mahasiswa baru dari empat fakultas—Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Fakultas Sains dan Teknologi dan berbagai program studi. Kegiatan dibuka oleh Wali Kota Makassar yang diwakili Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Makassar, Dr. Syarifuddin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan salam hangat dari Wali Kota. “Keberadaan mahasiswa UT yang didominasi generasi muda menjadi energi positif bagi dunia pendidikan di Makassar. Saudara-saudara telah memilih perguruan tinggi negeri yang tepat,” ujarnya. Syarifuddin menegaskan, keunggulan UT adalah sistem pendidikan yang tidak mengenal batas ruang dan waktu. “Bagi mereka yang terikat pekerjaan sebagai PNS atau memiliki kesibukan lain, UT menjadi solusi belajar fleksibel dengan dukungan digitalisasi yang mumpuni,” tambahnya. Ia juga memuji program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang dimiliki UT. “Guru yang berlatar belakang berbeda, seperti PGSD dari bidang Bahasa Indonesia, bisa mengonversi nilai agar linier dan memenuhi syarat menjadi guru kelas. Ini sangat membantu peningkatan kualifikasi guru di Makassar,” jelasnya. Syarifuddin berharap mahasiswa baru memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. “Anda tidak salah pilih. Lulusan UT memiliki daya saing tinggi karena akreditasinya setara dengan perguruan tinggi negeri lain di Makassar,” tegasnya. Ia juga menitipkan aspirasi agar UT terus memperkuat digitalisasi pembelajaran dan melakukan penyesuaian kurikulum yang lebih mendalam Kuliah di UT adalah Investasi Masa Depan Rektor Universitas Terbuka (UT), Prof. Dr. Ali Muktiyanto, SE., M.Si., dalam sambutannya yang disampaikan secara daring menyebutkan memilih kuliah di UT adalah langkah awal yang tepat dalam membangun karier. “Masuk kuliah di UT adalah pilihan yang tepat. Saya siap mendampingi Saudara hingga sukses,” ujarnya. Prof. Ali mengajak mahasiswa baru mengikuti Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) untuk membekali diri dengan kemampuan belajar mandiri dan disiplin. “Pilihan ini adalah investasi yang tepat untuk membangun bekal masa depan. Sebagaipelopor pendidikan jarak jauh di Indonesia, UT berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan berkualitas berbasis teknologi. “Saudara patut bangga menjadi bagian dari keluarga besar UT. Jadilah pembelajar aktif dan calon pemimpin masa depan Sementara Direktur UT Makassar, Prof. Abdul Rahman Rahim, dalam kesempatan ini juga memberikan ucapan selamat datang kepada 3.000-an mahasiswa baru UT Makassar Tahun 2025.1 dan juga selamat bergabung kepada 11.539 mahasiswa UT Makassar atau kepada 760 ribu mahasiswa UT baik dalam negeri maupun luar negeri. Prof Rahman menegaskan kembali bahwa UT adalah perguruan tinggi negeri berbadan hukum yang lahir dari hasil keputusan presiden tahun 1984 untuk memberi kesempatan untuk memperoleh pendidikan terutama pada pendidikan tinggi bagi semua warga negara, kapan pun dan di mana pun berada. “Belajar di UT butuh kemandirian dan disiplin waktu. Tapi mahasiswa tidak sendiri, karena UT akan selalu mendampingi mahasiswa dalam proses layanan akademik. Ada Sentra Layanan (Salut) yang siap membantu kapan saja,” tegas Prof. Rahman. Ia juga mengajak mahasiswa baru untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin agar bisa lulus tepat waktu. “Belajar di UT butuh kemandirian dan disiplin waktu. Tapi mahasiswa tidak sendiri, karena UT akan selalu mendampingi mahasiswa dalam proses layanan akademik. Ada Sentra Layanan (Salut) yang siap membantu kapan saja,” tegas Prof. Rahman. Ia juga mengajak mahasiswa baru untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin agar bisa lulus tepat waktu. Terkait dengan penerimaan mahasiswa baru untuk program S2 dan S3, Prof. Rahman menginformasikan bahwa pendaftaran program S2 dan S3 UT masih berlangsung. Tapi khusus untuk program S1 baru akan kembali dibuka pada November mendatang. Sementara itu, Ketua Panitia OSMB dan PKBJJ Wilayah Makassar, Nina Utami Yanuarvah Sanusi, yang juga Kasubag TU UT Makassar, menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru. “OSMB digelar untuk memberikan bekal pengetahuan mengenai sistem belajar di UT, layanan akademik, serta motivasi agar mahasiswa mampu menyesuaikan diri dengan pola pembelajaran jarak jauh,” paparnya. Ia menambahkan, pihaknya berterima kasih kepada pimpinan UT, narasumber, dan seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan ini. “Kami berharap mahasiswa baru lebih siap, percaya diri, dan bersemangat menempuh perjalanan akademik di UT,” OSMB menjadi pintu gerbang awal bagi mahasiswa baru UT Makassar untuk menapaki pendidikan tinggi dengan semangat belajar mandiri, disiplin, dan siap berkontribusi bagi masyarakat serta bangsa. Usai pembukaan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber seperti materi Bela Negara dibawakan oleh Dosen Prodi Ilmu Hukum UT, Avelyn Pingkan Komuna, kemudian materi UU Pendidikan Tinggi oleh Nur Azisah Aliyah Dosen Pendidikan Bahasa Inggris UT serta pemateri lainnya.***

Fiki Harumkan Nama UT Makassar di Ajang Disporseni Nasional, Mahasiswa Asal Wajo Berprofesi Guru

Fiki, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Terbuka (UT) Makassar, baru saja menorehkan prestasi membanggakan. Ia meraih Juara Harapan I dalam ajang Disporseni Nasional UT 2025 yang digelar di UT Pusat. Fiki tampil pada cabang seni suara solo putra, bersaing ketat dengan kontingen UT Palangkaraya, UT Purwokerto, dan UT Banjarmasin. “Ini pertama kali saya ikut Disporseni. Rasanya bangga dan senang bisa meraih juara,” kata Fiki usai menerima penghargaan dari UT Makassar atas prestasinya pada momen Orientasi Studi Mahasiswa Baru UT Makassar, Sabtu 20 September 2025. Pemuda asal Kabupaten Wajo ini bergabung dengan UT pada 2021,Alasannya memilih kuliah di UT sederhana perkuliahannya fleksibel, “Saya memilih UT karena bisa kuliah sambil bekerja,” ujarnya. Sehari-hari, Fiki adalah guru SD di SDN 206 Botto, Kabupaten Wajo, Meski disibukkan pekerjaan, Fiki mengaku puas dengan layanan sistem pendidikan jarak jauh UT. “Selama kuliah, pelayanan UT memuaskan. Tidak ada kendala berarti,” katanya,Kini Fiki berada di semester tujuh dan menargetkan menyelesaikan studinya tahun depan, Ia berharap prestasinya menjadi motivasi bagi mahasiswa UT lainnya. “Semoga mahasiswa dan alumni UT bisa sukses di karier masing-masing, sambil terus membawa nama baik UT,” ujarnya, Fiki yang masih berstatus bujangan ini di sela aktivitasnya mengajar dan kuliah, ia tetap menyempatkan waktu mengasah kemampuan bernyanyinya. (*)

Audiensi Direktur UT Makassar dengan Ketua DPRD Gowa Bahas Rencana Kerja Sama

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gowa, Muh. Ramli Siddik Daeng Rewa, S.Sos., menerima audiensi Direktur Universitas Terbuka (UT) Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, SE., MM, di Kantor DPRD Kab.Gowa, Rabu 17 September 2025. Prof. Rahman hadir bersama Manajer Registrasi dan Marketing UT Makassar, Dr. Jalil, S.P., M.P., staf Aguss Alim Ramli, SH., serta Kepala Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Hasanuddin Gowa. Audiensi ini membahas rencana strategis kerja sama antara Universitas Terbuka Makassar dan Pemerintah Kabupaten Gowa, khususnya rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), juga fasilitas Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi para Kepala Desa se-Kabupaten Gowa, sebagai upaya peningkatan kapasitas aparatur desa melalui jalur pendidikan tinggi berbasis pengalaman kerja dan Fasilitasi Bantuan Beasiswa bagi mahasiswa Universitas Terbuka asal Kabupaten Gowa, yang akan difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Gowa, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan akses pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh. Dalam paparannya, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim menjelaskan bahwa program RPL memberikan kesempatan kepada aparatur desa, khususnya kepala desa, untuk mengkonversi pengalaman kerja mereka menjadi satuan kredit semester, sehingga mereka dapat menyelesaikan pendidikan tinggi secara lebih cepat dan efisien tanpa meninggalkan tugas pemerintahan. Ketua DPRD Gowa, Bapak Muh. Ramli Siddik Daeng Rewa, menyatakan dukungan penuh atas inisiatif tersebut dan siap mendorong percepatan proses kerja sama melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Gowa. “Kami sangat menyambut baik rencana penandatanganan MoU ini. Program RPL dan beasiswa ini akan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas SDM, khususnya di desa-desa. Ini bentuk nyata dari komitmen kita bersama terhadap pendidikan dan pelayanan publik yang lebih baik,” ujarnya. Rencana penandatanganan MoU antara UT Makassar dan Pemkab Gowa dijadwalkan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, dan diharapkan menjadi tonggak awal dari kerja sama jangka panjang dalam peningkatan mutu pendidikan dan penguatan kapasitas birokrasi desa di Kabupaten Gowa.

Direktur UT Makassar Apresiasi Pejabat Lama, Harapkan Pejabat Baru Lebih Berkinerja

Rektor Universitas Terbuka (UT), Prof. Dr. Ali Muktiyanti, SE, M.Si, melantik dua pejabat baru UT Makassar, Senin, 15 September 2025. Pelantikan berlangsung secara virtual dari Kantor Pusat UT di Pondok Cabe, Jakarta, dan diikuti jajaran pimpinan UT Makassar. Pejabat baru yang dilantik adalah Dr. Jalil, SPI, MP sebagai Manajer Marketing dan Registrasi, serta Nina Utami Yanuarvah Sanusi, S.Kom sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) Makassar. Ia juga menitipkan pesan kepada pejabat baru untuk melanjutkan program yang telah dijalankan pendahulunya, sekaligus mengembangkannya agar lebih baik. “Kami berharap pejabat baru terus meningkatkan capaian dengan program kerja yang lebih inovatif, kinerja yang optimal, serta komitmen dan ketulusan dalam menjalankan tugas. Dibutuhkan usaha yang kuat dan semangat pengorbanan agar UT Makassar semakin maju,” tegasnya. Pelantikan ini menjadi momentum penyegaran organisasi dan penguatan kinerja UT Makassar dalam memberikan layanan yang lebih baik bagi mahasiswa. Prof Rahman Rahim juga menambahkan, saat ini jumlah mahasiswa aktif UT Makassar 11.564 . Berharap jumlah ini akan meningkat 15.000 pada penerimaan 2026 yang pendaftarannya segera dibuka awal november 2025 dan untuk penerimaan mahasiswa baru UT menerima maba setiap semester atau dua kali setahun. Terdapat 49 prodi di UT pada jenjang Diploma, S1, S2 dan S3 serta program Vokasi.Adapun situs resmi l pendaftaran di admisi.sia.ut.ac.id atau atau disentra layanan (Salut) yang ada di kabupaten/ kota se Sulsel. Komitmen Pejabat Baru Dr. Jalil menegaskan kesiapannya untuk menindaklanjuti arahan pimpinan UT. “Pesan pimpinan menjadi pedoman kerja kami. Pertama, kami akan mengaktifkan seluruh pegawai UT Makassar untuk bersama-sama meningkatkan angka partisipasi mahasiswa. Ini kerja kolektif, tidak bisa hanya dilakukan oleh satu unit saja,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya peran Sentra Layanan UT (SALUT) yang ada diberbagai kabupaten/kota se Sulsel. “SALUT adalah garda terdepan layanan UT. Kami akan meningkatkan aktivitasnya agar semakin dekat dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa,” tegasnya. Selain itu, evaluasi pelaksanaan sosialisasi dan promosi (Sosprom) akan menjadi prioritas. “Kami ingin memastikan setiap program Sosprom efektif, tepat sasaran, dan berdampak pada peningkatan jumlah mahasiswa,” tambahnya. Hal senada disampaikan Nina Utami Yanuarvah Sanusi. Ia mengaku siap menjalankan peran barunya dengan penuh tanggung jawab. “Kami akan terus berkoordinasi dan berkolaborasi untuk memastikan layanan administrasi berjalan lancar, cepat, dan sesuai harapan mahasiswa,” ujarnya.

Ratusan Mahasiswa Baru Universitas Terbuka asal Maros Mengikuti OSMB dan PKBJJ Semester Ganjil Tahun 2025/2026

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dirangkaikan dengan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) khusus bagi mahasiswa asal Kabupaten Maros, Sabtu–Ahad (12–13) September 2025 di Kantor UT Makassar. Sekitar 300-an mahasiswa baru Maros ikut ambil bagian dari total lebih dari seribu mahasiswa UT di kabupaten tersebut. Umumnya adalah mahasiswa murni milineal,gen z dan sebagian mereka sudah bekerja sebagai ASN, swasta,wirausaha dan lainnya. Menurut Prof Rahman, kegiatan ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa baru untuk memahami sistem belajar jarak jauh dan strategi menyelesaikan studi tepat waktu. PKBJJ menjadi salah satu agenda penting bagi mahasiswa baru, karena membekali mereka keterampilan dasar yang diperlukan untuk sukses menempuh pendidikan dengan sistem belajar jarak jauh. Melalui pelatihan ini, mahasiswa diperkenalkan pada karakteristik belajar mandiri, cara mengatur waktu secara efektif, serta penggunaan berbagai sumber belajar UT seperti modul cetak, video tutorial, hingga layanan Tutorial Online (TUTON) dan Tutorial Tatap Muka (TTM). Direktur UT Makassar, Prof. Abdul Rahman Rahim, saat membuka kegiatan ini menegaskan bahwa PKBJJ membantu mahasiswa baru memahami peran mereka dalam proses belajar sehingga dapat menyelesaikan studi tepat waktu.“Mahasiswa yang mengikuti PKBJJ akan lebih siap menghadapi tantangan belajar jarak jauh dan memanfaatkan layanan UT secara optimal. Dengan begitu, risiko putus studi dapat diminimalkan,” ujarnya. Direktur UT Makassar, Prof. Abdul Rahman Rahim, dalam kesempatan ini memberikan ucapan selamat datang kepada 3.000-an mahasiswa baru UT Makassar Tahun 2025.1 dan juga selamat bergaung kepada 11.539 mahasiswa UT Makassar serta kepada 760 ribu mahasiswa UT baik dalam negeri maupun luar negeri. Prof Rahman menegaskan kembali bahwa UT adalah perguruan tinggi negeri berbadan hukum yang lahir dari hasil keputusan presiden tahun 1984 untuk memberi kesempatan pendidikan tinggi bagi semua warga negara, kapan pun dan di mana pun. “Belajar di UT butuh kemandirian dan disiplin waktu. Tapi mahasiswa tidak sendiri, karena UT akan selalu mendampingi mahasiswa dalam proses layanan akademik. Ada Sentra Layanan (Salut) yang siap membantu kapan saja,” tegas Prof. Rahman. Ia juga mengajak mahasiswa baru untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin agar bisa lulus tepat waktu. Terkait dengan penerimaan mahasiswa baru untuk program S2 dan S3, Prof. Rahman menginformasikan bahwa pendaftaran program S2 dan S3 UT masih berlangsung. Tapi khusus untuk program S1 baru akan kembali dibuka pada November mendatang. Bupati Maros yang diwakili Kepala KPSDM Maros, A. Sri Wahyuni A. Buchaerah, SP, M.Si, turut hadir memberi motivasi. Ia mengapresiasi UT sebagai kampus yang memberi kesempatan luas bagi masyarakat Maros untuk melanjutkan kuliah tanpa harus meninggalkan pekerjaan.

Kampus Negeri Universitas Terbuka Antar Mansur Raih Impian Jadi Kepala Sekolah di Kampala Sinjai Barat

Sosok Mansur, S.Pd.SD adalah potret nyata dari ketekunan dan dedikasi. Perjalanan karir pada dunia pendidikan bermula di sebuah sekolah terpencil yang kini menjadi rumah kedua baginya, SD Negeri No. 215 Kampala, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai. Berbekal ijazah D2 PGSD dari Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Sinjai, Mansur meniti langkah pertama dalam hidupnya, sebagai guru kontrak pusat pada 2003. Example 300×600Dua tahun kemudian 2005, dia diangkat sebagai CPNS dan tetap mengabdi di sekolah yang sama, sebuah kesetiaan yang tak pernah goyah hingga saat ini. Di SD Negeri No. 215 Kampala, dia tidak hanya mengemban tugas sebagai guru, tetapi juga merangkap sebagai operator sekolah dan bendahara. Perjuangan Mansur meningkatkan kompetensi sebagai pendidik tak pernah padam. Pada 2003, ia mencoba melanjutkan studi jenjang S1 Bahasa Indonesia di STKIP Bone, tapi takdir berkata lain. Bencana banjir bandang dan tanah longsor 2007 memutus akses jalan, memaksa Mansur menghentikan studi di semester 8. Namun, kendala ini tidak membuatnya menyerah. Di tahun yang sama, kesempatan baru muncul, kampus negeri Universitas Terbuka (UT) UPBJJ Makassar membuka pendaftaran S1 PGSD di Manipi, Sinjai Barat. Berharap ijazah D2-nya dapat dikonversi, dia mendaftar dengan penuh optimisme. Setelah berjuang selama dua tahun (empat semester), dia menyadari bahwa konversi nilai tidak dapat dilakukan, dan ia harus memulai kembali dari nol. Meski demikian, semangat Mansur tidak kendor, di tengah perjuangan kuliah, ia juga harus membiayai kuliah istrinya di perguruan tinggi lain, sambil membesarkan dua anaknya yang masih kecil. Di Universitas Terbuka, Mansur menghadapi tantangan baru: sistem penilaian yang sangat objektif dan berbasis hasil ujian. Hal ini mendorongnya untuk mempersiapkan diri secara maksimal. Kerja kerasnya terbayar tuntas. Pada September 2012, Mansur bersama 12 mahasiswa UT lainnya dari Sinjai Barat berangkat ke Jakarta untuk mengikuti wisuda S1, sebuah momen puncak dari perjuangan panjangnya. Setahun kemudian, dia mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG) dengan bekal ijazah S1 dari UT. Berkat ketekunannya, ia berhasil memperoleh sertifikat pendidik dan mendapatkan tunjangan profesi. Pada 2021, ia memberanikan diri mengikuti seleksi Calon Kepala Sekolah bersama rekan-rekan guru lainnya, beberapa di antaranya juga alumni UT. Perjuangannya kembali membuahkan hasil, 22 September 2023, Mansur resmi diangkat menjadi Kepala Sekolah dan ditempatkan di sekolah yang sama—sebuah tempat di mana ia memulai karir dan mengabdikan seluruh hidupnya: SD Negeri No. 215 Kampala. Kisah Mansur ini adalah bukti nyata bahwa ketekunan, dedikasi, dan semangat pantang menyerah adalah kunci meraih impian, bahkan di tengah berbagai tantangan. Perjalanan panjangnya dari guru kontrak hingga Kepala Sekolah bukan hanya sekadar pencapaian pribadi, melainkan juga inspirasi bagi banyak pendidik lainnya. (suardi).

Alumni PGSD Kampus Negeri Universitas Terbuka Sukses Menjadi Kepala Sekolah di Sinjai

Universitas Terbuka (UT) kembali menghasilkan kisah inspiratif lewat alumninya. Suardi, S.Pd, lulusan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UT tahun 2014, pada UPJJ Makassar, Salut UT Sinjai, kini sukses memimpin SDN No. 69 Balang Balang, Kecamatan Sinjai Barat. Suardi lahir di Sinjai, 4 April 1983. Ia menempuh pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Jihad Pintulung, kemudian melanjutkan ke MTs Darus Shafaa Balakia dan SMAN 6 Sinjai. Semangat menuntut ilmu membawanya menyelesaikan sarjana pendidikan di Universitas Terbuka Makassar melalui sistem perkuliahan jarak jauh. Example 300×600Kepada media Rabu 10 September 2025 mengatalan, suka duka kuliah di UT, secara pribadi sangat terbantu dengan model perkuliahan jarak jauh, karena waktu itu UT satu-satunya yang relevan dan hadir di Kabupaten Sinjai. Alhamdulillah banyak membantu teman-teman yang ingin menyelesaikan S1, tandas Ketua Bidang PGRI Cabang Sinjai Barat ini. Kariernya dimulai sejak 2004–2008 sebagai guru sukarela di SDN No. 69 Balang Balang. Pada 2009, ia resmi diangkat menjadi CPNS dan bertugas di SDN No. 120 Bola Langiri hingga 2012, sebelum kembali dimutasi ke sekolah awal tempatnya mengabdi. Sejak 2020/2021, ia dipercaya menjadi Plt. Kepala Sekolah dan kemudian definitif pada tahun ajaran 2022/2023 hingga sekarang. Selain aktif di dunia pendidikan, Suardi juga dikenal sebagai sosok yang peduli sosial. Ia tercatat aktif di Karang Taruna Balakia sejak 2004, dan kembali melanjutkan kiprahnya sebagai pembina sejak 2014 hingga kini. SDN No. 69 Balang Balang yang ia pimpin memiliki sejarah panjang sejak berdiri pada 1950. Sekolah ini telah mencetak ribuan alumni yang berkarier di berbagai bidang, mulai dari TNI-Polri, guru, dosen, pengusaha, hingga mubaligh. Dengan 148 siswa aktif dan 8 tenaga pendidik, sekolah ini juga pernah meraih prestasi sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Sinjai. Bagi Suardi, kunci kepemimpinan di sekolah adalah membangun sinergi. “Langkah yang ditempuh adalah mengharmoniskan hubungan antara guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan orang tua dengan keterbukaan dalam berkomunikasi. Semua pihak harus saling memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ujarnya. Kisah Suardi menjadi bukti nyata bahwa kuliah jarak jauh melalui Universitas Terbuka mampu membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat daerah, sekaligus melahirkan pemimpin sekolah yang berdampak bagi masyarakat. ***