Bupati Paris Yasir Dukung ASN Jeneponto dan Guru PAUD Lanjutkan Kuliah di Universitas Terbuka

Direktur Universitas Terbuka (UT) Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., melakukan kunjungan silaturahmi ke Bupati Jeneponto, H. Paris Yaris, S.E., M.Si., Senin (20/10/2025). Kunjungan tersebut berlangsung di ruang kerja Bupati Jeneponto dan turut dihadiri Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Dr. H. M. Sirajuddin Mamang, S.E., M.Si. Dalam pertemuan itu, Bupati Paris Yaris menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas kehadiran rombongan Universitas Terbuka Makassar di Jeneponto. Ia menilai kehadiran UT dengan sistem pendidikan jarak jauh membuka peluang besar bagi aparatur sipil negara (ASN), pejabat daerah, serta guru PAUD ASN untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan tanpa meninggalkan tugas dan tanggung jawab. “Tentunya saya menyampaikan apresiasi dan kebanggaan setinggi-tingginya atas kehadiran Prof. Rahman dan rombongan UT Makassar di Jeneponto. Tujuan kedatangan ini sangat mulia, yakni mensosialisasikan pendidikan jarak jauh yang memudahkan ASN dan pejabat kami untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” ujar Bupati. Paris Yaris menegaskan, Pemerintah Kabupaten Jeneponto siap memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi melalui program yang ditawarkan UT. “Soal dukungan, tentu pemerintah daerah akan terus berkomitmen membantu perangkat yang ingin melanjutkan pendidikan. Meski anggaran daerah mengalami pengurangan cukup besar, Insyaallah pada tahun 2026 kami tetap berupaya mengintervensi melalui program pendidikan bagi ASN,” tambahnya. Sementara itu, Direktur UT Makassar Prof Rahman Rahim menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama antara UT Makassar dan Pemkab Jeneponto yang sebelumnya telah terjalin pada masa pemerintahan bupati terdahulu. “Kami datang dalam rangka untuk memperbarui perjanjian kerja sama (PKS) dengan Pemkab Jeneponto. Kini UT telah menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), berakreditasi A, dan memiliki sejumlah program studi unggulan,” terang Prof. Rahman. Ia menegaskan, UT siap menjadi mitra strategis Pemkab Jeneponto dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya bagi ASN dan tenaga pendidik PAUD. “Sistem pendidikan jarak jauh UT sangat sesuai bagi mereka yang sibuk bekerja atau tinggal jauh dari kampus, termasuk ASN di Jeneponto,” katanya. Prof. Rahman juga menambahkan bahwa UT menawarkan berbagai kemudahan, mulai dari biaya kuliah terjangkau hingga program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi ASN atau tenaga pendidik yang sudah sarjana namun bidang studinya belum linier.(*)
UT Makassar Rayakan HUT RI ke-80, Prof Rahman Rahim Tekankan Kebersamaan dan Rasa Syukur

Universitas Terbuka (UT) Makassar sukses menggelar rangkaian lomba dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus Dies Natalis ke-41. Acara yang berlangsung sejak awal Agustus itu resmi ditutup pada Selasa, (19/8/2025) dengan final bulutangkis putra yang berlangsung meriah. Direktur UT Makassar, Prof. H. Abdul Rahman Rahim, menegaskan bahwa semangat kebersamaan menjadi pesan utama dari seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, lomba bukan hanya soal siapa yang juara, tetapi lebih pada mempererat silaturahmi di lingkungan civitas akademika. “Kegiatan ini mempererat kebersamaan keluarga besar UT Makassar. Semoga semangat sportivitas tetap terjaga, tidak hanya di ajang lomba tetapi juga dalam pelayanan akademik sehari-hari,” ujar Prof Rahman. Sejumlah cabang olahraga menjadi magnet utama kegiatan. Prof Rahman sendiri tampil sebagai juara pertama di cabang bulutangkis putra, mengalahkan sejumlah peserta lain yang juga berkompetisi ketat. Sementara di sektor putri, pasangan Sri Asriani/Nur Azizah sukses mengunci gelar juara, diikuti pasangan Risnasari/Imma di peringkat kedua serta Pingkan/Ani di peringkat ketiga. Di cabang tenis meja, Prof Rahman kembali meraih podium pertama berpasangan dengan Drs. Jamil, M.Pd. Juara kedua ditempati pasangan Drs. Effendi, M.Hum, dan Drs. Rustam, M.Pd. Sementara posisi ketiga diraih duet Drs. Muin, M.Pd, dan Drs. Juhardi, M.Pd. Untuk kategori tenis meja putri, Sri Asriani tampil perkasa dan keluar sebagai juara pertama. Disusul Imma di posisi kedua, serta Ade di peringkat ketiga. Keseruan juga terlihat di ajang tarik tambang. Pada kategori putra, tim Uki cs berhasil mengunci juara pertama, diikuti tim Drs. Jamil, M.Pd cs di posisi kedua, dan tim Syafruddin, SE., MM cs di posisi ketiga. Untuk kategori putri, tim Suci cs tampil tangguh menyabet juara pertama, disusul Irma cs sebagai runner-up, dan Ani di posisi ketiga. Lomba tradisional lari kelereng tak kalah menarik. Di kategori putra, Furqan berhasil meraih juara pertama, Teguh di posisi kedua, dan Alfian di tempat ketiga. Sementara di kategori putri, Marsha keluar sebagai juara pertama, diikuti Yani di posisi kedua, dan Suci di peringkat ketiga. Pada cabang catur putra, Al’Ayubi sukses menjadi kampiun, disusul Muin di posisi kedua, dan Dika di posisi ketiga. Untuk kategori catur putri, Sri Asriani kembali unjuk gigi dengan menempati posisi pertama, diikuti Nur Aziza di peringkat kedua, serta Lince di peringkat ketiga. Ajang joget balon juga menghadirkan banyak tawa. Untuk kategori putra, pasangan Junaedi/Teguh berhasil keluar sebagai juara pertama, disusul Hardiansyah/Hanief di posisi kedua, serta Ruslan/Rustam di posisi ketiga. Pada kategori putri, pasangan Sri/Tiara menjadi juara pertama, disusul Maryam/Mila sebagai juara kedua, serta Yani/Aisyah di peringkat ketiga. Sementara itu, lomba hiburan karaoke juga memunculkan bintang baru. Pada kategori putra, Bilal berhasil meraih juara pertama, diikuti Bayu di peringkat kedua, dan Rudi di peringkat ketiga. Sedangkan pada kategori putri, Nadya tampil memukau menyabet juara pertama, disusul Fitra di posisi kedua, serta Fitri di posisi ketiga. Ketua Panitia, Rustam Gandong, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian lomba dengan lancar. “Tahun ini ada lima jenis lomba besar yang kami pertandingkan, yaitu olahraga, permainan tradisional, seni, dan hiburan. Alhamdulillah semua berjalan sukses, penuh semangat kebersamaan, dan menjadi ajang mempererat silaturahmi keluarga besar UT Makassar,” ujarnya. Usai laga final, panitia menggelar penyerahan hadiah kepada para pemenang. Direktur UT Makassar hadir bersama manajer marketing, manajer registrasi, kasubag tata usaha, manajer pembelajaran dan ujian. Sejumlah dosen, staf, dan mahasiswa ikut menyaksikan jalannya acara. Direktur UT Makassar Prof Rahman diacara penutupan menyampaikan apresiasi kepada peserta dan panitia. “Kegiatan ini mempererat kebersamaan keluarga besar UT. Semoga semangat sportivitas tetap terjaga,” ujarnya. Ia menegaskan dari beberapa lomba yang dipertandingkan bukan semata-mata mencari juara. “Lebih dari itu, lomba ini adalah wujud kebersamaan, kekompakan, serta bentuk rasa syukur kita atas kemerdekaan bangsa. Semangat inilah yang harus terus kita jaga, termasuk dalam dunia kerja dan pelayanan akademik di UT Makassar,” tuturnya.(*)
UT Makassar dan IKA UT Sepakat Perkuat Sinergi Capai Target 15.000 Mahasiswa Baru 2026

Universitas Terbuka (UT) Makassar bersama Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) menggelar rapat koordinasi di ruang rapat lantai 2 UT Makassar, Jumat (17/10/2025). Pertemuan ini membahas transparansi laporan keuangan, penyusunan program kerja, serta penguatan sinergi antara kampus dan alumni dalam mendukung pencapaian target 15.000 mahasiswa baru tahun 2026. Rapat dibuka oleh Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., selaku Direktur UT Makassar yang menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kegiatan serta pengelolaan keuangan organisasi. Ia juga menegaskan bahwa hubungan antara kampus dan IKA UT tidak dapat dipisahkan karena keduanya memiliki tujuan bersama untuk memajukan pendidikan terbuka. “IKA memiliki semangat tinggi untuk terus berkontribusi kepada kampus, dan ini harus kita kelola dengan baik melalui kerja sama yang berkelanjutan,” ujarnya. Selanjutnya, Ketua IKA UT Makassar memaparkan beberapa agenda, di antaranya sosialisasi aktivasi manual anggota dengan alokasi dana sebesar Rp150.000 per wisudawan, pembahasan Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah mendapat tembusan dari Ketua IKA UT Pusat. Dalam laporan keuangan yang disampaikan oleh Ketua dan Bendahara IKA UT Makassar, dijelaskan bahwa pada tahun 2025 terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah aktivasi anggota. Sebanyak 268 wisudawan berpartisipasi, sehingga saldo kas meningkat menjadi Rp41 juta dari sebelumnya Rp16 juta pada wisuda periode pertama tahun ini. IKA UT Makassar juga menjabarkan rencana penggunaan dana untuk mendukung berbagai kegiatan di lingkungan UT Makassar, antara lain: Beasiswa peserta OSMB 2026: Rp15 jutaProgram Sosialisasi dan Promosi (Sosprom) kolaborasi dengan SALUT: Rp10 jutaSeminar soft skills pembinaan kemahasiswaan: Rp5 jutaDukungan kegiatan organisasi mahasiswa (Ormawa): Rp5 jutaSelain itu, IKA UT Pusat juga berencana menyalurkan beasiswa melalui aplikasi tersendiri yang sedang dikembangkan. Direktur UT Makassar dalam arahannya berharap sinergi antara alumni dan kampus dapat diperkuat untuk mencapai target 15.000 mahasiswa baru pada tahun 2026. “IKA dan UT Makassar perlu berjalan beriringan. Dengan kolaborasi yang baik, target 2026 bukan sesuatu yang mustahil,” tegasnya. Drs. Effendi menambahkan bahwa IKA telah memberikan kontribusi besar, terutama dalam hal dukungan anggaran. Ia menyarankan agar seluruh alumni dapat melakukan aktivasi penuh demi memperkuat basis keanggotaan. Ia juga mendorong PJW (Penanggung Jawab Wilayah) untuk lebih aktif mengoordinasikan pengurus alumni kabupaten dan korwil daerah agar kerja organisasi lebih efektif. Sementara itu, Dr. Jamil menekankan pentingnya kerja sama antara IKA, UT Makassar, PJW, dan SALUT di berbagai daerah. Ia berharap IKA dapat menyusun program kerja melalui rapat kerja (raker) dan membentuk kepengurusan di tingkat wilayah serta daerah. “Langkah ini akan memperkuat peran IKA dalam mendukung peningkatan jumlah mahasiswa baru dan mencapai target nasional 2026,” ujarnya. Ibu Nuraziza turut menyoroti tantangan yang dihadapi IKA dalam membangun kepengurusan di wilayah. Ia mengungkapkan bahwa upaya pembentukan pengurus daerah sudah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, namun masih belum berjalan maksimal karena kurangnya hubungan emosional antara alumni dan kampus. Ketua IKA UT Makassar kemudian menambahkan bahwa terdapat perbedaan kebijakan terkait biaya aktivasi, di mana pada periode Februari 2025 hanya sebesar Rp50.000 per wisudawan, sedangkan pada periode Oktober 2025 meningkat menjadi Rp150.000 sesuai dengan ketentuan AD/ART dan PKS terbaru. Ia juga menyampaikan bahwa pembentukan pengurus cabang membutuhkan dukungan dari PJW wilayah masing-masing agar struktur organisasi alumni dapat berjalan lebih efektif. Rapat ditutup dengan komitmen bersama antara UT Makassar dan IKA UT untuk memperkuat kolaborasi, mendorong transparansi, serta mengoptimalkan peran alumni dalam mendukung pengembangan kampus dan peningkatan jumlah mahasiswa baru di tahun-tahun mendatang.(*)
Lely Londa, ASN Toraja Raih IPK Sempurna 4.0 di UT Makassar

Prestasi gemilang diraih Lely Londa, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Toraja ini sukses meraih predikat wisudawan terbaik untuk program magister (S2) pada Wisuda Diploma, Sarjana, dan Magister Periode II Tahun 2025 Universitas Terbuka (UT) Makassar, yang digelar di Kantor UT Makassar Minggu 12 Oktober 2025. Ia menyelesaikan studi Magister Administrasi Publik dengan IPK sempurna 4.0. Perempuan asal Toraja ini menyelesaikan studi Magister Administrasi Publik di tengah kesibukannya sebagai ASN. “Belajar di UT mengajarkan saya disiplin, tanggung jawab, dan semangat untuk terus berkembang,” ujarnya, disela-sela prosesi wisuda Minggu (12/10). Kini, wanita kelahiran Toraja ini setelah menyelesaikan studinya dengan nilai sempurna, Lely tentu merasa bangga dan bersyukur. Ia membuktikan bahwa komitmen dan kerja keras tak pernah mengkhianati hasil. “Belajar di UT mengajarkan saya tentang disiplin, tanggung jawab, dan semangat untuk terus berkembang,” katanya. Bagi Lely, gelar magister bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan di Toraja. “Selama kita punya niat dan tekad, tidak ada yang tidak mungkin. Belajar bisa dilakukan di mana saja, bahkan di sela kesibukan sekalipun,” ujarnya Perjalanan akademik Lely dimulai pada tahun 2021 dan sukses menyelesaikan studinya pada 2024 atau selama tiga tahun. Di tengah kesibukannya sebagai ASN, ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 di UT Makassar. Keputusan itu bukan tanpa alasan. Ketertarikan Lely terhadap kampus terbuka ini bermula dari kerja sama antara Universitas Terbuka Makassar dan Pemerintah Daerah Toraja, yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. “Dari situ saya berpikir, inilah kesempatan untuk menambah ilmu tanpa harus meninggalkan pekerjaan,” ujarnya. Lely menceritakan selama kuliah merasakan banyak keunggulan dari sistem pembelajaran di UT. Semua proses belajar dijalankan secara fleksibel melalui tutor online (tuton) dan platform Tuweb. Metode ini memudahkannya untuk menyesuaikan waktu belajar dengan rutinitas harian. “Yang paling saya syukuri, kuliah di UT tidak mengganggu pekerjaan di kantor maupun urusan keluarga dan ibadah,” tuturnya. Menurut Lely, program S2 di UT benar-benar dirancang untuk mereka yang ingin belajar mandiri. Semua materi dapat diakses kapan pun, di mana pun, tanpa harus hadir secara fisik di ruang kuliah. “Tuton sangat membantu saya. Bimbingannya juga bagus dan dosen-dosennya kompeten di bidangnya,” katanya. Dengan mata yang berbinar Lely menegaskan bahwa kuliah di UT bukan berarti kalah bersaing dengan kampus lain. Justru, kata dia, sistem pembelajaran di UT menuntut kedisiplinan tinggi dan tanggung jawab pribadi. “UT punya kualitas yang luar biasa. Dosen-dosennya kompeten dan sangat mendukung proses belajar mahasiswa,” ujarnya bangga. Sebagai wisudawan terbaik, Lely mengajak teman-temannya yang masih menempuh pendidikan di UT untuk tetap semangat dan aktif dalam kegiatan akademik. “Jangan pernah malas belajar, dan teruslah proaktif mengikuti tuton. Kunci sukses di UT adalah kemauan belajar mandiri,” pesan Lely menutup
Rektor UNM Apresiasi Peran Universitas Terbuka Makassar dalam Pendidikan Jarak Jauh

Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Karta Jayadi, M.Sn, memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah Universitas Terbuka (UT) Makassar dalam mengembangkan sistem pendidikan terbuka dan pembelajaran jarak jauh. Pernyataan ini disampaikannya saat memberikan pidato ilmiah dalam acara Wisuda Daerah UT Makassar periode II Tahun 2025, Senin (13/10/2025), di Convention Hall UT Makassar. Acara wisuda yang memasuki hari kedua tersebut dibuka oleh Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, SE, MM, dan dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UT, Dr. Maerani Harsasi, SE, M.Si, serta perwakilan pejabat pemerintah seperti Gubernur Sulawesi Selatan, Pangdam, Kapolda, mitra UT, civitas akademika, orang tua wisudawan, dan tamu undangan lainnya. Prof. Karta menyatakan bahwa sejak kepemimpinan Direktur UT Makassar saat ini, gaung UT semakin kuat dan diperhitungkan. Ia menyoroti pentingnya kesadaran dan kemandirian mahasiswa dalam menjalani sistem pembelajaran daring yang dijalankan UT. “Pendidikan jarak jauh memerlukan kesadaran tinggi dari mahasiswa, siapa pun yang berusaha meningkatkan kualitas diri adalah bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul,” ujarnya. “Sejak kepemimpinan Direktur UT Makassar, Prof Dr Abdul Rahman Rahim sekarang, gaung UT Makassar luar biasa. Konsep pendidikan jarak jauh yang dijalankan aut memerlukan kesadaran tinggi dari mahasiswa.” ujar Prof Karta Jayadi. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Karta juga memberikan penghormatan kepada 620 wisudawan UT Makassar yang berhasil menaklukkan tantangan pembelajaran mandiri hingga meraih keberhasilan akademik. “Saya mengapresiasi para wisudawan yang berasal dari berbagai usia dan latar belakang, yang telah membuktikan kapasitas mereka untuk terus berkontribusi dan mengabdi di masyarakat,” katanya. Rektor UNM ini menegaskan bahwa tradisi belajar mandiri menjadi modal utama kesuksesan mahasiswa UT. “Pembelajaran daring tidak mengenal paksaan, melainkan kesadaran untuk terus memperbaiki diri yang menjadi kunci utama,” tambahnya. Selain itu, Prof. Karta juga menyinggung pentingnya pemanfaatan ilmu yang diperoleh agar tidak berhenti di ruang kelas. “Ilmu jangan hanya disimpan di buku, tapi turunkan di bumi sebagai realitas kehidupan. Orang di sekitar kita harus merasakan manfaatnya,” pesan Rektor UNM itu. Dalam kesempatan itu, Prof. Karta juga menyarankan agar UT terus memperkuat kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) guna memastikan jaringan internet dapat diakses secara merata di seluruh daerah. “UT sebagai pelopor pembelajaran daring perlu didukung oleh infrastruktur digital yang kuat. Kami dari UNM siap bersinergi memberikan fasilitas di daerah,” ujarnya. Prof. Karta menutup orasi ilmiahnya dengan ucapan selamat kepada UT Makassar atas pelaksanaan wisuda dan kontribusinya dalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat luas. “Kami bangga UT hadir di Sulawesi Selatan. Mahasiswa UT ada di mana-mana, menjadi bukti bahwa pendidikan terbuka mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.(*)
Walikota Munafri Ajak Lulusan UT Berperan Lewat Makassar Kreatif Hub

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan apresiasi atas kiprah Universitas Terbuka (UT) Makassar yang hadir sebagai salah satu alternatif pendidikan tinggi berbasis keterbukaan dan fleksibilitas di era digital. Hal itu disampaikan Munafri saat memberikan sambutan pada kegiatan Wisuda Daerah Universitas Terbuka Makassar yang digelar di Convention Hall Universitas Terbuka, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, Makassar, Minggu (12/10/2025). Dalam kesempatan tersebut, Munafri menyebutkan bahwa keberadaan Universitas Terbuka telah memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Makassar. “Kota Makassar memiliki banyak universitas, tetapi Universitas Terbuka terus mendapatkan perhatian dari masyarakat. Terbukti hampir 50 persen mahasiswanya berasal dari Kota Makassar,” ujarnya. “Ini menunjukkan kepercayaan dan ketertarikan masyarakat terhadap model pembelajaran terbuka yang fleksibel,” tambah Munafri. Menurutnya, lulusan alumni yang ikut wisuda hari ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi para orang tua dan keluarga, melainkan juga diharapkan mampu menjadi solusi terhadap berbagai persoalan ketenagakerjaan di Kota Makassar. Ia berharap, pendidikan yang ditempuh di Universitas Terbuka dapat mengisi ruang-ruang kosong di berbagai sektor, baik di dunia kerja maupun wirausaha. “Dengan jumlah penduduk mencapai 1,4 juta jiwa, Kota Makassar tentu memiliki banyak tantangan, sekaligus peluang besar untuk diisi oleh generasi muda yang terdidik dan siap berdaya saing,” tuturnya. Appi menegaskan bahwa posisi strategis Kota Makassar sebagai pintu gerbang Indonesia Timur membuka peluang besar bagi masyarakat untuk berkembang. Aktivitas ekonomi, arus migrasi, hingga pusat bisnis dari wilayah barat dan timur Indonesia menjadikan Makassar sebagai magnet bagi perusahaan dan tenaga kerja. Lanjut dia, hampir seluruh perusahaan besar, baik nasional maupun asing, memiliki kantor cabang utama di Makassar. Mereka membutuhkan tenaga kerja yang terampil. “Karena itu, Pemerintah Kota Makassar menghadirkan Makassar Kreatif Hub sebagai wadah bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan memperluas peluang kerja,” jelasnya. Melalui Makassar Kreatif Hub, Pemkot Makassar berupaya menjembatani para lulusan universitas dengan dunia kerja maupun dunia usaha. Program ini menjadi salah satu bagian dari tujuh flagship program Pemkot Makassar. Ia menyebutkan, eksistensi program unggulan Makassar Kreatif Hub kami bangun untuk merespons kebutuhan seperti yang dilakukan para wisudawan hari ini. Setelah menyelesaikan pendidikan di universitas, mereka bisa memperdalam keterampilan spesifik, upgrading skills maupun upscaling kemampuan sesuai minatnya. “Di sini, mereka dipertemukan dengan pemodal, pelaku usaha, hingga pemberi kerja,” ungkap Munafri. Ia menambahkan, bagi yang ingin menjadi pengusaha, fasilitas di Kreatif Hub memberikan pelatihan keterampilan, pendampingan akses ke dunia perbankan, serta peluang kolaborasi dengan investor. Sementara bagi yang ingin bekerja, pemerintah memfasilitasi pertemuan langsung dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai keahlian. Beberapa perusahaan, terutama di bidang IT, sudah bekerja sama dengan kami. Mereka membutuhkan tenaga ahli seperti coder, programmer, dan web designer. “Kami bantu fasilitasi pelatihan dan penyaluran. Bahkan, beberapa hasil karya dari Kreatif Hub sudah mendapat perhatian hingga ke Jepang,” papar politisi Golkar itu. Ditambahkan, program Makassar Kreatif Hub atau MCH kini mulai dikembangkan di 15 kecamatan di seluruh Kota Makassar. Semua fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis. Peta Selain itu, Pemkot juga telah menjalin kerja sama dengan Balai Besar Vokasi di Kota Makassar untuk memperluas jangkauan pelatihan bagi masyarakat yang ingin memperdalam kemampuan teknis tertentu. “Tempat kami memang tidak terlalu besar, tetapi bagi yang ingin pelatihan lebih lanjut, kami sudah bekerja sama dengan lembaga vokasi. Tujuannya satu, memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk maju,” ungkap Appi. Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga berpesan kepada para wisudawan agar tidak berhenti belajar dan terus meningkatkan kemampuan diri agar dapat menjadi generasi unggul dan berdaya saing di masa depan. “Jangan cepat berpuas diri dengan apa yang sudah diraih hari ini. Dunia terus berubah, dan kita harus siap beradaptasi,” tuturnya. “Teruslah belajar dan menambah pengetahuan agar dapat menjadi manusia-manusia unggul, menjadi harapan bangsa, serta bagian dari generasi emas Indonesia 2045,” lanjut Appi menitipkan pesan di hadapan para wisudawan dan orang tua. Menutup sambutannya, Wali Kota Makassar menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan pihak Universitas Terbuka Makassar atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Atas nama Pemerintah Kota Makassar, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Semoga momentum ini menjadi kebanggaan bagi Anda semua,” tutupnya. (*)
Mahasiswa Magister UT Makassar Teliti Strategi Pengembangan UMKM Olahan Ikan di Kabupaten Bone

Mahasiswa Program Magister Ilmu Kelautan Bidang Minat Manajemen Perikanan Universitas Terbuka, Jumadil, berhasil menyelesaikan penelitian berjudul “Strategi Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Diversifikasi Olahan Ikan Produk Bakso dan Nugget di Kabupaten Bone”. Penelitian ini menyoroti tantangan dan peluang pengembangan UMKM pengolahan ikan di daerah pesisir Bone sebagai salah satu sektor unggulan ekonomi masyarakat. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan, dimulai pada Oktober 2024 hingga Maret 2025, dengan lokasi penelitian di beberapa sentra UMKM pengolahan ikan di Kabupaten Bone, meliputi wilayah Awangpone, Tanete Riattang Timur, dan Sibulue. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif analitis dengan kombinasi analisis kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, penyebaran kuesioner, serta Focus Group Discussion (FGD) bersama pelaku UMKM, penyuluh perikanan, dan instansi pemerintah. Jumlah koresponden sebanyak 30 orang, terdiri atas 20 pelaku UMKM olahan ikan, 5 penyuluh perikanan, dan 5 pejabat/staf instansi pemerintah daerah terkait, seperti Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha pengolahan ikan, khususnya produk bakso dan nugget ikan, memiliki prospek yang layak dikembangkan secara ekonomi. Berdasarkan hasil analisis finansial, nilai Benefit Cost Ratio (B/C Ratio) dari pelaku UMKM lebih dari 1, yang berarti usaha ini menguntungkan dan berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat lokal. Seluruh pelaku usaha telah menjalankan bisnisnya selama lebih dari lima tahun dengan 100 persen tenaga kerja produktif, meskipun sebagian besar pelaku masih berpendidikan dasar hingga menengah. Namun, penelitian ini juga mengungkap berbagai kendala utama yang dihadapi pelaku UMKM, seperti keterbatasan modal usaha, kemasan yang masih sederhana, fluktuasi bahan baku, serta minimnya kemampuan pemasaran dan legalitas usaha. Hanya sebagian kecil pelaku usaha yang telah memiliki sertifikat halal dan izin edar resmi seperti SNI atau BPOM. Melalui analisis SWOT dan metode QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix), penelitian ini menghasilkan beberapa strategi pengembangan utama. Strategi dengan nilai prioritas tertinggi (TAS = 5,1252) adalah menjalin kemitraan dan mendapatkan dukungan dari pemerintah serta sektor swasta untuk memperluas promosi dan pengembangan usaha olahan ikan. Strategi pendukung lainnya meliputi peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan, penerapan teknologi pengolahan modern, perbaikan kemasan dan sertifikasi produk, serta promosi digital yang lebih masif. Menurut Jumadil, penguatan kerja sama lintas sektor merupakan kunci untuk memajukan UMKM perikanan di Bone. “Pelaku UMKM sebenarnya memiliki potensi besar, namun masih terbatas pada modal dan pengetahuan manajerial. Dengan dukungan pemerintah, lembaga pendidikan, dan swasta, produk olahan ikan seperti bakso dan nugget bisa menjadi komoditas unggulan daerah,” ungkapnya. Sidang ujian magister tersebut dipimpin langsung oleh Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M. selaku Ketua Komisi Ujian, didampingi oleh Dr. Syafruddin, M.Pd. sebagai Sekretaris Komisi Ujian. Keduanya memberikan apresiasi atas penelitian yang dinilai memiliki kontribusi nyata terhadap pengembangan sektor perikanan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Bone. Prof. Abdul Rahman Rahim menyampaikan bahwa penelitian ini menggambarkan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan sektor usaha kecil. “Universitas Terbuka terus mendorong mahasiswa pascasarjana untuk menghasilkan riset yang aplikatif dan berdampak bagi masyarakat. Kajian seperti ini menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat ekonomi berbasis sumber daya lokal,” ujarnya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi kebijakan bagi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone serta instansi terkait dalam merancang program pembinaan UMKM perikanan. Dukungan berupa modal bergulir, pendampingan teknis, sertifikasi mutu, dan promosi terpadu dinilai penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar regional maupun nasional. Sebagai bagian dari Tugas Akhir Program Magister Universitas Terbuka, penelitian ini menjadi contoh penerapan ilmu manajemen perikanan dalam pembangunan ekonomi masyarakat pesisir. Hasilnya diharapkan memberi kontribusi nyata dalam mendorong penguatan ekonomi kelautan berkelanjutan di Kabupaten Bone dan wilayah pesisir Sulawesi Selatan.(*)
Bupati Maros Lepas Jalan Sehat UT Makassar, Ribuan Peserta Penuhi Bundaran Simpang Lima

Suasana meriah mewarnai kegiatan Gerak Jalan Sehat Universitas Terbuka (UT) Makassar yang digelar di depan kantor UT Makassar, Bundaran Simpang Lima Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sabtu (11/10/2025). Ratusan peserta dari wisudawan, mahasiswa, alumni, dosen, pegawai, hingga masyarakat umum ikut ambil bagian. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian wisuda daerah Universitas Terbuka Makassar yang digelar selama dua hari, Minggu-Senin (12-13/10) dengan total 620 calon wisudawan. Bupati Maros, Dr H.A.S Chaidir Syam, S.IP, M.H yang hadir sekaligus melepas peserta, menyampaikan rasa bangganya terhadap keberadaan UT Makassar yang juga menjadi tempat belajar bagi banyak warga Maros. “Alhamdulillah, cukup banyak masyarakat Maros yang kuliah di UT, sekitar dua ribuan orang, termasuk anak saya sendiri yang mengambil Fakultas Hukum. Saya melihat UT memberi banyak kemudahan dan fleksibilitas. Ini membuktikan bahwa kuliah di UT adalah pilihan tepat,” ujarnya. Bupati juga mengapresiasi megahnya kantor UT Makassar yang berdiri di wilayah Kabupaten Maros. Ia menegaskan komitmen Pemda Maros untuk terus mendukung keberadaan UT dalam menghadirkan fasilitas pendidikan terbaik. “Kita wajib bersama mengembangkan UT. Momen seperti ini juga mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan mahasiswa. Saya senang bisa bertemu langsung dengan mereka,” tambahnya. Sementara itu, Rektor UT Makassar yang diwakili Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr Meirani Harsasi,SE, M.Si, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Maros dan seluruh peserta yang ikut memeriahkan kegiatan. “Gerak jalan sehat ini bukan hanya ajang olahraga, tapi juga wadah mempererat silaturahmi dan kebersamaan civitas akademika UT Makassar bersama masyarakat,” ujarnya. Meirani menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Alhamdulillah, acara berjalan lancar dan penuh kebahagiaan. Kami bersyukur dapat berkumpul dalam suasana sehat dan gembira menjelang wisuda. Semoga semangat kebersamaan seperti ini terus terjaga,” ujarnya. Ia berharap kegiatan ini menambah kebahagiaan dan semangat baru bagi seluruh peserta, terutama calon wisudawan. “Wisuda memang menjadi akhir dari perjalanan studi, tetapi semangat untuk terus belajar dan berkontribusi kepada masyarakat tidak boleh berhenti. Lulusan UT memiliki kualitas yang setara dengan perguruan tinggi lainnya,” tambahnya. Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, SE, MM, dalam kesempatan tersebut mengatakan kegiatan Gerak Jalan Sehat telah menjadi tradisi setiap menjelang wisuda. “Selama ini mahasiswa kita kuliah secara daring. Melalui kegiatan seperti ini, mereka bisa saling bertemu dan menjalin keakraban. Banyak yang baru sadar ternyata temannya juga kuliah di UT,” kata Prof. Rahman. Ia menambahkan, kegiatan ini akan terus dilanjutkan dan dikembangkan karena antusiasme peserta setiap tahun semakin meningkat. “Kami akan terus bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah daerah, termasuk dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat,” tutupnya. Sementara itu, Ketua Panitia Drs. Rustam, M.Pd., dalam laporannya menyebut kegiatan gerak jalan sehat ini dilaksanakan dalam rangkaian. wisuda daerah periode 2025. Gerak jalan sehat terlaksana berkat inisiatif langsung dari Direktur UT Makassar, dengan diikuti 620 calon wisudawan. “Gerak jalan sehat ini menjadi bagian dari rangkaian wisuda daerah. Pesertanya luar biasa antusias, dan kami bersyukur kegiatan berjalan lancar dan meriah,” ujarnya. Acara berlangsung lebih semarak dengan adanya pembagian doorprize menarik bagi peserta gerak jalan sehat yang beruntung seperti mesin cuci, setrika, dispenser, kompor, dan kipas angin. Suasana penuh tawa dan semangat tampak hingga kegiatan berakhir.(*)
Usung Tema Pancasila Perekat Bangsa, UT Makassar Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Selasa (1/10/2025) di Gedung UT Makassar Lantai 4. Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh segenap pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Mengangkat tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”, kegiatan ini meneguhkan semangat persatuan dan penguatan komitmen civitas akademika UT Makassar dalam menjadikan Pancasila sebagai landasan moral dan ideologi bangsa. Dr. Jalil, S.Pi., M.P. selaku pembina upacara, dalam amanatnya menyampaikan bahwa Pancasila tetap relevan sebagai pegangan bangsa di tengah dinamika global. “Dalam menghadapi tantangan zaman, Pancasila adalah sandaran kita untuk memperkuat jati diri bangsa dan mempertahankan keutuhan NKRI,” tegasnya. Rangkaian upacara juga diisi dengan pembacaan naskah ikrar yang dipimpin langsung oleh Dr. Jalil yang menyarakan kesetiaan pada Pancasila dan komitmen untuk menganalkan nilainyabdalam kehidupan sehari-hari. “Ikrar tersebut merupakan tekad bulat yang disampaikan di hadapan Tuhan untuk mempertahankan dan mengamalkan Pancasila, dengan menyadari bahwa meskipun sering dirongrong sejak kemerdekaan, Negara Kesatuan Republik Indonesia justru dapat bertahan berkat semangat kebersamaan yang dilandasi nilai-nilai luhur Pancasila. Oleh karena itu, dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, ditetapkan komitmen untuk menjadikan Pancasila sebagai sumber kekuatan dalam memperjuangkan kebenaran, keadilan, dan keutuhan NKRI.” ujarnya. Momentum peringatan ini menjadi refleksi historis sekaligus pengingat akan pentingnya peran Pancasila sebagai perekat bangsa. UT Makassar berkomitmen menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai panduan dalam aktivitas akademik maupun sosial, serta berkontribusi untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.(*)
2.974 Mahasiswa Baru Ikuti OSMB UT Makassar, 643 Peserta Hadir di Kota Makassar

Sebanyak 2.974 mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) Makassar mengikuti Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) Semester 2025/2026 ganjil. Kegiatan ini berlangsung di Lantai 4 Aula Kantor UT Makassar, Simpang Lima Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sabtu (20/9). OSMB dan PKBJJ semester ganjil kali ini digelar di 14 lokasi. Khusus wilayah Kota Makassar diikuti 643 mahasiswa baru dari empat fakultas—Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Fakultas Sains dan Teknologi dan berbagai program studi. Kegiatan dibuka oleh Wali Kota Makassar yang diwakili Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Makassar, Dr. Syarifuddin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan salam hangat dari Wali Kota. “Keberadaan mahasiswa UT yang didominasi generasi muda menjadi energi positif bagi dunia pendidikan di Makassar. Saudara-saudara telah memilih perguruan tinggi negeri yang tepat,” ujarnya. Syarifuddin menegaskan, keunggulan UT adalah sistem pendidikan yang tidak mengenal batas ruang dan waktu. “Bagi mereka yang terikat pekerjaan sebagai PNS atau memiliki kesibukan lain, UT menjadi solusi belajar fleksibel dengan dukungan digitalisasi yang mumpuni,” tambahnya. Ia juga memuji program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang dimiliki UT. “Guru yang berlatar belakang berbeda, seperti PGSD dari bidang Bahasa Indonesia, bisa mengonversi nilai agar linier dan memenuhi syarat menjadi guru kelas. Ini sangat membantu peningkatan kualifikasi guru di Makassar,” jelasnya. Syarifuddin berharap mahasiswa baru memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. “Anda tidak salah pilih. Lulusan UT memiliki daya saing tinggi karena akreditasinya setara dengan perguruan tinggi negeri lain di Makassar,” tegasnya. Ia juga menitipkan aspirasi agar UT terus memperkuat digitalisasi pembelajaran dan melakukan penyesuaian kurikulum yang lebih mendalam Kuliah di UT adalah Investasi Masa Depan Rektor Universitas Terbuka (UT), Prof. Dr. Ali Muktiyanto, SE., M.Si., dalam sambutannya yang disampaikan secara daring menyebutkan memilih kuliah di UT adalah langkah awal yang tepat dalam membangun karier. “Masuk kuliah di UT adalah pilihan yang tepat. Saya siap mendampingi Saudara hingga sukses,” ujarnya. Prof. Ali mengajak mahasiswa baru mengikuti Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) untuk membekali diri dengan kemampuan belajar mandiri dan disiplin. “Pilihan ini adalah investasi yang tepat untuk membangun bekal masa depan. Sebagaipelopor pendidikan jarak jauh di Indonesia, UT berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan berkualitas berbasis teknologi. “Saudara patut bangga menjadi bagian dari keluarga besar UT. Jadilah pembelajar aktif dan calon pemimpin masa depan Sementara Direktur UT Makassar, Prof. Abdul Rahman Rahim, dalam kesempatan ini juga memberikan ucapan selamat datang kepada 3.000-an mahasiswa baru UT Makassar Tahun 2025.1 dan juga selamat bergabung kepada 11.539 mahasiswa UT Makassar atau kepada 760 ribu mahasiswa UT baik dalam negeri maupun luar negeri. Prof Rahman menegaskan kembali bahwa UT adalah perguruan tinggi negeri berbadan hukum yang lahir dari hasil keputusan presiden tahun 1984 untuk memberi kesempatan untuk memperoleh pendidikan terutama pada pendidikan tinggi bagi semua warga negara, kapan pun dan di mana pun berada. “Belajar di UT butuh kemandirian dan disiplin waktu. Tapi mahasiswa tidak sendiri, karena UT akan selalu mendampingi mahasiswa dalam proses layanan akademik. Ada Sentra Layanan (Salut) yang siap membantu kapan saja,” tegas Prof. Rahman. Ia juga mengajak mahasiswa baru untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin agar bisa lulus tepat waktu. “Belajar di UT butuh kemandirian dan disiplin waktu. Tapi mahasiswa tidak sendiri, karena UT akan selalu mendampingi mahasiswa dalam proses layanan akademik. Ada Sentra Layanan (Salut) yang siap membantu kapan saja,” tegas Prof. Rahman. Ia juga mengajak mahasiswa baru untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin agar bisa lulus tepat waktu. Terkait dengan penerimaan mahasiswa baru untuk program S2 dan S3, Prof. Rahman menginformasikan bahwa pendaftaran program S2 dan S3 UT masih berlangsung. Tapi khusus untuk program S1 baru akan kembali dibuka pada November mendatang. Sementara itu, Ketua Panitia OSMB dan PKBJJ Wilayah Makassar, Nina Utami Yanuarvah Sanusi, yang juga Kasubag TU UT Makassar, menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru. “OSMB digelar untuk memberikan bekal pengetahuan mengenai sistem belajar di UT, layanan akademik, serta motivasi agar mahasiswa mampu menyesuaikan diri dengan pola pembelajaran jarak jauh,” paparnya. Ia menambahkan, pihaknya berterima kasih kepada pimpinan UT, narasumber, dan seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan ini. “Kami berharap mahasiswa baru lebih siap, percaya diri, dan bersemangat menempuh perjalanan akademik di UT,” OSMB menjadi pintu gerbang awal bagi mahasiswa baru UT Makassar untuk menapaki pendidikan tinggi dengan semangat belajar mandiri, disiplin, dan siap berkontribusi bagi masyarakat serta bangsa. Usai pembukaan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber seperti materi Bela Negara dibawakan oleh Dosen Prodi Ilmu Hukum UT, Avelyn Pingkan Komuna, kemudian materi UU Pendidikan Tinggi oleh Nur Azisah Aliyah Dosen Pendidikan Bahasa Inggris UT serta pemateri lainnya.***