Fiki Harumkan Nama UT Makassar di Ajang Disporseni Nasional, Mahasiswa Asal Wajo Berprofesi Guru

Fiki, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Terbuka (UT) Makassar, baru saja menorehkan prestasi membanggakan. Ia meraih Juara Harapan I dalam ajang Disporseni Nasional UT 2025 yang digelar di UT Pusat. Fiki tampil pada cabang seni suara solo putra, bersaing ketat dengan kontingen UT Palangkaraya, UT Purwokerto, dan UT Banjarmasin. “Ini pertama kali saya ikut Disporseni. Rasanya bangga dan senang bisa meraih juara,” kata Fiki usai menerima penghargaan dari UT Makassar atas prestasinya pada momen Orientasi Studi Mahasiswa Baru UT Makassar, Sabtu 20 September 2025. Pemuda asal Kabupaten Wajo ini bergabung dengan UT pada 2021,Alasannya memilih kuliah di UT sederhana perkuliahannya fleksibel, “Saya memilih UT karena bisa kuliah sambil bekerja,” ujarnya. Sehari-hari, Fiki adalah guru SD di SDN 206 Botto, Kabupaten Wajo, Meski disibukkan pekerjaan, Fiki mengaku puas dengan layanan sistem pendidikan jarak jauh UT. “Selama kuliah, pelayanan UT memuaskan. Tidak ada kendala berarti,” katanya,Kini Fiki berada di semester tujuh dan menargetkan menyelesaikan studinya tahun depan, Ia berharap prestasinya menjadi motivasi bagi mahasiswa UT lainnya. “Semoga mahasiswa dan alumni UT bisa sukses di karier masing-masing, sambil terus membawa nama baik UT,” ujarnya, Fiki yang masih berstatus bujangan ini di sela aktivitasnya mengajar dan kuliah, ia tetap menyempatkan waktu mengasah kemampuan bernyanyinya. (*)

Audiensi Direktur UT Makassar dengan Ketua DPRD Gowa Bahas Rencana Kerja Sama

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gowa, Muh. Ramli Siddik Daeng Rewa, S.Sos., menerima audiensi Direktur Universitas Terbuka (UT) Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, SE., MM, di Kantor DPRD Kab.Gowa, Rabu 17 September 2025. Prof. Rahman hadir bersama Manajer Registrasi dan Marketing UT Makassar, Dr. Jalil, S.P., M.P., staf Aguss Alim Ramli, SH., serta Kepala Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Hasanuddin Gowa. Audiensi ini membahas rencana strategis kerja sama antara Universitas Terbuka Makassar dan Pemerintah Kabupaten Gowa, khususnya rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), juga fasilitas Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi para Kepala Desa se-Kabupaten Gowa, sebagai upaya peningkatan kapasitas aparatur desa melalui jalur pendidikan tinggi berbasis pengalaman kerja dan Fasilitasi Bantuan Beasiswa bagi mahasiswa Universitas Terbuka asal Kabupaten Gowa, yang akan difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Gowa, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan akses pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh. Dalam paparannya, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim menjelaskan bahwa program RPL memberikan kesempatan kepada aparatur desa, khususnya kepala desa, untuk mengkonversi pengalaman kerja mereka menjadi satuan kredit semester, sehingga mereka dapat menyelesaikan pendidikan tinggi secara lebih cepat dan efisien tanpa meninggalkan tugas pemerintahan. Ketua DPRD Gowa, Bapak Muh. Ramli Siddik Daeng Rewa, menyatakan dukungan penuh atas inisiatif tersebut dan siap mendorong percepatan proses kerja sama melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Gowa. “Kami sangat menyambut baik rencana penandatanganan MoU ini. Program RPL dan beasiswa ini akan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas SDM, khususnya di desa-desa. Ini bentuk nyata dari komitmen kita bersama terhadap pendidikan dan pelayanan publik yang lebih baik,” ujarnya. Rencana penandatanganan MoU antara UT Makassar dan Pemkab Gowa dijadwalkan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, dan diharapkan menjadi tonggak awal dari kerja sama jangka panjang dalam peningkatan mutu pendidikan dan penguatan kapasitas birokrasi desa di Kabupaten Gowa.

Direktur UT Makassar Apresiasi Pejabat Lama, Harapkan Pejabat Baru Lebih Berkinerja

Rektor Universitas Terbuka (UT), Prof. Dr. Ali Muktiyanti, SE, M.Si, melantik dua pejabat baru UT Makassar, Senin, 15 September 2025. Pelantikan berlangsung secara virtual dari Kantor Pusat UT di Pondok Cabe, Jakarta, dan diikuti jajaran pimpinan UT Makassar. Pejabat baru yang dilantik adalah Dr. Jalil, SPI, MP sebagai Manajer Marketing dan Registrasi, serta Nina Utami Yanuarvah Sanusi, S.Kom sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) Makassar. Ia juga menitipkan pesan kepada pejabat baru untuk melanjutkan program yang telah dijalankan pendahulunya, sekaligus mengembangkannya agar lebih baik. “Kami berharap pejabat baru terus meningkatkan capaian dengan program kerja yang lebih inovatif, kinerja yang optimal, serta komitmen dan ketulusan dalam menjalankan tugas. Dibutuhkan usaha yang kuat dan semangat pengorbanan agar UT Makassar semakin maju,” tegasnya. Pelantikan ini menjadi momentum penyegaran organisasi dan penguatan kinerja UT Makassar dalam memberikan layanan yang lebih baik bagi mahasiswa. Prof Rahman Rahim juga menambahkan, saat ini jumlah mahasiswa aktif UT Makassar 11.564 . Berharap jumlah ini akan meningkat 15.000 pada penerimaan 2026 yang pendaftarannya segera dibuka awal november 2025 dan untuk penerimaan mahasiswa baru UT menerima maba setiap semester atau dua kali setahun. Terdapat 49 prodi di UT pada jenjang Diploma, S1, S2 dan S3 serta program Vokasi.Adapun situs resmi l pendaftaran di admisi.sia.ut.ac.id atau atau disentra layanan (Salut) yang ada di kabupaten/ kota se Sulsel. Komitmen Pejabat Baru Dr. Jalil menegaskan kesiapannya untuk menindaklanjuti arahan pimpinan UT. “Pesan pimpinan menjadi pedoman kerja kami. Pertama, kami akan mengaktifkan seluruh pegawai UT Makassar untuk bersama-sama meningkatkan angka partisipasi mahasiswa. Ini kerja kolektif, tidak bisa hanya dilakukan oleh satu unit saja,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya peran Sentra Layanan UT (SALUT) yang ada diberbagai kabupaten/kota se Sulsel. “SALUT adalah garda terdepan layanan UT. Kami akan meningkatkan aktivitasnya agar semakin dekat dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa,” tegasnya. Selain itu, evaluasi pelaksanaan sosialisasi dan promosi (Sosprom) akan menjadi prioritas. “Kami ingin memastikan setiap program Sosprom efektif, tepat sasaran, dan berdampak pada peningkatan jumlah mahasiswa,” tambahnya. Hal senada disampaikan Nina Utami Yanuarvah Sanusi. Ia mengaku siap menjalankan peran barunya dengan penuh tanggung jawab. “Kami akan terus berkoordinasi dan berkolaborasi untuk memastikan layanan administrasi berjalan lancar, cepat, dan sesuai harapan mahasiswa,” ujarnya.

Ratusan Mahasiswa Baru Universitas Terbuka asal Maros Mengikuti OSMB dan PKBJJ Semester Ganjil Tahun 2025/2026

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dirangkaikan dengan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) khusus bagi mahasiswa asal Kabupaten Maros, Sabtu–Ahad (12–13) September 2025 di Kantor UT Makassar. Sekitar 300-an mahasiswa baru Maros ikut ambil bagian dari total lebih dari seribu mahasiswa UT di kabupaten tersebut. Umumnya adalah mahasiswa murni milineal,gen z dan sebagian mereka sudah bekerja sebagai ASN, swasta,wirausaha dan lainnya. Menurut Prof Rahman, kegiatan ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa baru untuk memahami sistem belajar jarak jauh dan strategi menyelesaikan studi tepat waktu. PKBJJ menjadi salah satu agenda penting bagi mahasiswa baru, karena membekali mereka keterampilan dasar yang diperlukan untuk sukses menempuh pendidikan dengan sistem belajar jarak jauh. Melalui pelatihan ini, mahasiswa diperkenalkan pada karakteristik belajar mandiri, cara mengatur waktu secara efektif, serta penggunaan berbagai sumber belajar UT seperti modul cetak, video tutorial, hingga layanan Tutorial Online (TUTON) dan Tutorial Tatap Muka (TTM). Direktur UT Makassar, Prof. Abdul Rahman Rahim, saat membuka kegiatan ini menegaskan bahwa PKBJJ membantu mahasiswa baru memahami peran mereka dalam proses belajar sehingga dapat menyelesaikan studi tepat waktu.“Mahasiswa yang mengikuti PKBJJ akan lebih siap menghadapi tantangan belajar jarak jauh dan memanfaatkan layanan UT secara optimal. Dengan begitu, risiko putus studi dapat diminimalkan,” ujarnya. Direktur UT Makassar, Prof. Abdul Rahman Rahim, dalam kesempatan ini memberikan ucapan selamat datang kepada 3.000-an mahasiswa baru UT Makassar Tahun 2025.1 dan juga selamat bergaung kepada 11.539 mahasiswa UT Makassar serta kepada 760 ribu mahasiswa UT baik dalam negeri maupun luar negeri. Prof Rahman menegaskan kembali bahwa UT adalah perguruan tinggi negeri berbadan hukum yang lahir dari hasil keputusan presiden tahun 1984 untuk memberi kesempatan pendidikan tinggi bagi semua warga negara, kapan pun dan di mana pun. “Belajar di UT butuh kemandirian dan disiplin waktu. Tapi mahasiswa tidak sendiri, karena UT akan selalu mendampingi mahasiswa dalam proses layanan akademik. Ada Sentra Layanan (Salut) yang siap membantu kapan saja,” tegas Prof. Rahman. Ia juga mengajak mahasiswa baru untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin agar bisa lulus tepat waktu. Terkait dengan penerimaan mahasiswa baru untuk program S2 dan S3, Prof. Rahman menginformasikan bahwa pendaftaran program S2 dan S3 UT masih berlangsung. Tapi khusus untuk program S1 baru akan kembali dibuka pada November mendatang. Bupati Maros yang diwakili Kepala KPSDM Maros, A. Sri Wahyuni A. Buchaerah, SP, M.Si, turut hadir memberi motivasi. Ia mengapresiasi UT sebagai kampus yang memberi kesempatan luas bagi masyarakat Maros untuk melanjutkan kuliah tanpa harus meninggalkan pekerjaan.

Kampus Negeri Universitas Terbuka Antar Mansur Raih Impian Jadi Kepala Sekolah di Kampala Sinjai Barat

Sosok Mansur, S.Pd.SD adalah potret nyata dari ketekunan dan dedikasi. Perjalanan karir pada dunia pendidikan bermula di sebuah sekolah terpencil yang kini menjadi rumah kedua baginya, SD Negeri No. 215 Kampala, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai. Berbekal ijazah D2 PGSD dari Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Sinjai, Mansur meniti langkah pertama dalam hidupnya, sebagai guru kontrak pusat pada 2003. Example 300×600Dua tahun kemudian 2005, dia diangkat sebagai CPNS dan tetap mengabdi di sekolah yang sama, sebuah kesetiaan yang tak pernah goyah hingga saat ini. Di SD Negeri No. 215 Kampala, dia tidak hanya mengemban tugas sebagai guru, tetapi juga merangkap sebagai operator sekolah dan bendahara. Perjuangan Mansur meningkatkan kompetensi sebagai pendidik tak pernah padam. Pada 2003, ia mencoba melanjutkan studi jenjang S1 Bahasa Indonesia di STKIP Bone, tapi takdir berkata lain. Bencana banjir bandang dan tanah longsor 2007 memutus akses jalan, memaksa Mansur menghentikan studi di semester 8. Namun, kendala ini tidak membuatnya menyerah. Di tahun yang sama, kesempatan baru muncul, kampus negeri Universitas Terbuka (UT) UPBJJ Makassar membuka pendaftaran S1 PGSD di Manipi, Sinjai Barat. Berharap ijazah D2-nya dapat dikonversi, dia mendaftar dengan penuh optimisme. Setelah berjuang selama dua tahun (empat semester), dia menyadari bahwa konversi nilai tidak dapat dilakukan, dan ia harus memulai kembali dari nol. Meski demikian, semangat Mansur tidak kendor, di tengah perjuangan kuliah, ia juga harus membiayai kuliah istrinya di perguruan tinggi lain, sambil membesarkan dua anaknya yang masih kecil. Di Universitas Terbuka, Mansur menghadapi tantangan baru: sistem penilaian yang sangat objektif dan berbasis hasil ujian. Hal ini mendorongnya untuk mempersiapkan diri secara maksimal. Kerja kerasnya terbayar tuntas. Pada September 2012, Mansur bersama 12 mahasiswa UT lainnya dari Sinjai Barat berangkat ke Jakarta untuk mengikuti wisuda S1, sebuah momen puncak dari perjuangan panjangnya. Setahun kemudian, dia mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG) dengan bekal ijazah S1 dari UT. Berkat ketekunannya, ia berhasil memperoleh sertifikat pendidik dan mendapatkan tunjangan profesi. Pada 2021, ia memberanikan diri mengikuti seleksi Calon Kepala Sekolah bersama rekan-rekan guru lainnya, beberapa di antaranya juga alumni UT. Perjuangannya kembali membuahkan hasil, 22 September 2023, Mansur resmi diangkat menjadi Kepala Sekolah dan ditempatkan di sekolah yang sama—sebuah tempat di mana ia memulai karir dan mengabdikan seluruh hidupnya: SD Negeri No. 215 Kampala. Kisah Mansur ini adalah bukti nyata bahwa ketekunan, dedikasi, dan semangat pantang menyerah adalah kunci meraih impian, bahkan di tengah berbagai tantangan. Perjalanan panjangnya dari guru kontrak hingga Kepala Sekolah bukan hanya sekadar pencapaian pribadi, melainkan juga inspirasi bagi banyak pendidik lainnya. (suardi).

Alumni PGSD Kampus Negeri Universitas Terbuka Sukses Menjadi Kepala Sekolah di Sinjai

Universitas Terbuka (UT) kembali menghasilkan kisah inspiratif lewat alumninya. Suardi, S.Pd, lulusan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UT tahun 2014, pada UPJJ Makassar, Salut UT Sinjai, kini sukses memimpin SDN No. 69 Balang Balang, Kecamatan Sinjai Barat. Suardi lahir di Sinjai, 4 April 1983. Ia menempuh pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Jihad Pintulung, kemudian melanjutkan ke MTs Darus Shafaa Balakia dan SMAN 6 Sinjai. Semangat menuntut ilmu membawanya menyelesaikan sarjana pendidikan di Universitas Terbuka Makassar melalui sistem perkuliahan jarak jauh. Example 300×600Kepada media Rabu 10 September 2025 mengatalan, suka duka kuliah di UT, secara pribadi sangat terbantu dengan model perkuliahan jarak jauh, karena waktu itu UT satu-satunya yang relevan dan hadir di Kabupaten Sinjai. Alhamdulillah banyak membantu teman-teman yang ingin menyelesaikan S1, tandas Ketua Bidang PGRI Cabang Sinjai Barat ini. Kariernya dimulai sejak 2004–2008 sebagai guru sukarela di SDN No. 69 Balang Balang. Pada 2009, ia resmi diangkat menjadi CPNS dan bertugas di SDN No. 120 Bola Langiri hingga 2012, sebelum kembali dimutasi ke sekolah awal tempatnya mengabdi. Sejak 2020/2021, ia dipercaya menjadi Plt. Kepala Sekolah dan kemudian definitif pada tahun ajaran 2022/2023 hingga sekarang. Selain aktif di dunia pendidikan, Suardi juga dikenal sebagai sosok yang peduli sosial. Ia tercatat aktif di Karang Taruna Balakia sejak 2004, dan kembali melanjutkan kiprahnya sebagai pembina sejak 2014 hingga kini. SDN No. 69 Balang Balang yang ia pimpin memiliki sejarah panjang sejak berdiri pada 1950. Sekolah ini telah mencetak ribuan alumni yang berkarier di berbagai bidang, mulai dari TNI-Polri, guru, dosen, pengusaha, hingga mubaligh. Dengan 148 siswa aktif dan 8 tenaga pendidik, sekolah ini juga pernah meraih prestasi sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Sinjai. Bagi Suardi, kunci kepemimpinan di sekolah adalah membangun sinergi. “Langkah yang ditempuh adalah mengharmoniskan hubungan antara guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan orang tua dengan keterbukaan dalam berkomunikasi. Semua pihak harus saling memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ujarnya. Kisah Suardi menjadi bukti nyata bahwa kuliah jarak jauh melalui Universitas Terbuka mampu membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat daerah, sekaligus melahirkan pemimpin sekolah yang berdampak bagi masyarakat. ***

Universitas Terbuka Orientasi 120 Pegawai Non-PNS dan Pengenalan Budaya Kerja KIIARA

Universitas Terbuka (UT) memulai program orientasi bagi 120 pegawai non-PNS baru di Kampus UT Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Senin (8/9/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya kerja KIIARA dan membekali pegawai dengan keterampilan yang relevan untuk mendukung layanan pendidikan jarak jauh. Direktur UT Makassar, Prof. Abdul Rahman Rahim, menjelaskan bahwa budaya KIIARA adalah pedoman nilai kerja pegawai UT yang berkualitas unggul, berintegritas, inovasi, aksesibilitas, relevan dengan perkembangan zaman dan akuntabilitas. “Melalui orientasi ini, kami ingin memastikan setiap pegawai memahami budaya kerja UT dan siap memberikan layanan pendidikan jarak jauh yang profesional,” ujarnya. “Dalam perjalanan orientasi, mereka akan menjalani on the job training bersama atasan masing-masing yang berperan sebagai mentor. Dengan begitu, mereka lebih siap berkontribusi nyata dalam meningkatkan layanan UT,” ujar Rahman. Usai menjalani pelatihan sebut Rahman Rahim, para pegawai baru akan ditempatkan di berbagai unit UT di seluruh Indonesia. Program ini sekaligus menegaskan komitmen UT dalam memperkuat jaringan perguruan tinggi negeri berbasis pendidikan jarak jauh di tanah air.(*) Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Universitas Terbuka Orientasi 120 Pegawai Non-PNS dan Pengenalan Budaya Kerja KIIARA, https://makassar.tribunnews.com/kampus/1812339/universitas-terbuka-orientasi-120-pegawai-non-pns-dan-pengenalan-budaya-kerja-kiiara.

Dies Natalis ke-41, UT Mantapkan Inovasi Digital untuk Pendidikan Berkualitas

Universitas Terbuka (UT) menandai 41 tahun kiprahnya di dunia pendidikan tinggi dengan menggelar puncak Dies Natalis, Kamis (4/9/2025) di Kantor UT Makassar. Acara berlangsung secara hybrid, diikuti civitas akademika dari berbagai daerah. Momen ini menghadirkan semangat kebersamaan dan kebanggaan atas capaian UT sebagai pelopor pendidikan terbuka dan jarak jauh di Indonesia. Dies Natalis tahun ini menjadi ajang peluncuran sejumlah inovasi strategis. Di antaranya aplikasi MYUT Tendik dan MYUT TIPS, program Work From Anywhere (WFA), serta penerbitan Buku Dies 41 bertajuk “Inovasi Wujudkan Pendidikan Berkualitas”. UT juga memperkenalkan 16 buku karya dosen dari berbagai disiplin ilmu. Penghargaan Citra Paramesti untuk individu dan Citra Saghatana untuk institusi mitra turut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap pengembangan UT. Rangkaian acara diramaikan dengan pengumuman pemenang lomba esai tingkat nasional dan Disporseni Nasional 2025 yang digelar bersamaan dengan peringatan Dies Natalis. Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menegaskan perjalanan panjang UT adalah wujud komitmen menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat luas. “UT telah menjadi simbol harapan jutaan masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa meninggalkan pekerjaan, keluarga, maupun tempat tinggal mereka,” ujarnya. Dengan tema “Inovasi Tanpa Batas Wujudkan Pendidikan Berkualitas”, UT menekankan pentingnya transformasi digital dalam menghadapi era teknologi. Berbagai terobosan terus dikembangkan, mulai dari UT Metaverse, AI-Assisted Tutor, hingga Automated Proctoring Examination yang memastikan ujian tetap fleksibel dan terpercaya. UT juga menghadirkan model praktikum fisika berbasis Smart Hybrid Inquiry Project Laboratory serta memperbarui layanan aplikasi MyUT bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Semua inovasi lahir dari kolaborasi dosen, peneliti, mahasiswa, dan mitra strategis. “UT harus terus bergerak, berbenah, dan berinovasi untuk menjawab tantangan pendidikan tinggi masa depan,” tegas Prof. Ali. Dukungan penuh juga datang dari UT Makassar. Prof. Dr. H. Abd. Rahman Rahim, S.E., M.M., menyampaikan harapan agar inovasi UT semakin mendekatkan akses pendidikan tinggi berkualitas bagi masyarakat Sulawesi Selatan dan Indonesia secara umum. “Kami juga siap memperluas layanan dan meningkatkan pendampingan mahasiswa,” ungkapnya. Melalui Dies Natalis ke-41, UT meneguhkan diri sebagai lembaga pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing global. Semangat inovasi tanpa batas diharapkan memperkuat peran UT dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membawa pendidikan Indonesia ke arah yang lebih maju. (*)

WaliKota Makassar Dijadwalkan Buka Orientasi Mahasiswa Baru UT Makassar, 20 September

Direktur Universitas Terbuka (UT) Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE, MM, melakukan kunjungan silaturahmi ke Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Rabu, 27 Agustus 2025.Pertemuan ini berlangsung di ruang kerja lantai 2 Kantor Wali Kota Makassar. Rombongan UT Makassar terdiri atas Manajer Marketing dan Registrasi I Made Gunawan Sanjaya, ST; Manajer Pembelajaran dan Ujian Andi Suci Anita, SP, MP; serta Pj Marketing dan Kerja Sama Nina Utami Yanuarvah Sanusi, S.Kom. Juga hadir staf dari Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Makassar dan Dinas Pendidikan Kota Makassar. Saat diterima Prof Rahman menyampaikan rasa syukur dan terimakasih atas sambutan hangat dari Wali Kota Makassar. Ia menjelaskan bahwa UT kini berstatus Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) yang mengusung sistem pembelajaran berbasis online yang fleksibel. “Sejak didirikan melalui Keppres 1984, UT hadir memberikan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang sulit dijangkau perguruan tinggi konvensional. Kini, dengan teknologi digital, pembelajaran bisa dilakukan hanya dari genggaman tangan,” jelas Prof Rahman. Ia menambahkan, secara nasional UT memiliki lebih dari 760 ribu mahasiswa aktif, termasuk 11.500 mahasiswa dari Makassar. Mahasiswa UT saat ini sudah mulai bergeser kalau dulu mahasiswanya berumur diatas 25 tahun sekarang mayoritas berasal dari generasi gen Z, dengan 70 persen berusia di bawah 25 tahun. “Ini potensi besar untuk mendongkrak angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di Makassar dan Sulsel,” tambahnya. Selain bidang pendidikan, Prof Rahman juga menekankan pentingnya kontribusi UT dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu bentuknya adalah tawaran kerja sama penataan dan pemeliharaan taman publik yang berada di sekitar kampus baru UT Makassar. Wali Kota Munafri Arifuddin menyambut baik tawaran kerja sama tersebut. Ia menilai langkah itu sejalan dengan program Pemkot dalam meningkatkan kualitas ruang publik sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah. “Kami akan menindaklanjuti secara teknis, termasuk kemungkinan perjanjian kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat,” ujarnya. Walikota juga meminta agar UT mengambil peran besar dalam peningkatan jenjang pendidikan tinggi di lingkup pemkot makassar baik ASN maupun P3K ,UT adalah tempat yg tepat bagi aparat pemkot karena sistem pembelajaran yg sangat tepat kuliah tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun tempat tinggal dan keluarganya ,biaya kuliah juga cukup terjangkau. Dalam kesempatan itu, Prof Rahman juga menyampaikan bahwa UT Makassar akan menggelar Orientasi Mahasiswa Baru (OMS) 2025 pada 20 September mendatang, yang diperkirakan dihadiri sekitar 3.000 lebih peserta. Pihak UT Makassar berharap Wali Kota Munafri Arifuddin berkenan membuka secara resmi kegiatan tersebut. “Ini akan menjadi kehormatan besar sekaligus simbol dukungan Pemkot terhadap pengembangan pendidikan jarak jauh di Makassar,” kata Prof Rahman.

Civitas Akademika Kampus Negeri UT Makassar Meriahkan HUT Kemerdekaan ke-80 dengan Beragam Mata Lomba, Ini Para Pemenangnya

Universirtas Terbuka (UT) Makassar menyemarakkan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia dan Dies Natalis ke-41 dengan sangat meriah resmi ditutup Selasa siang 19 Agustus 2025. Penutupan ditandai pertandingan final bulutangkis putra yang berlangsung seru. Di cabang bergengsi bulu tangkis putra, Prof. H. Abdul Rahman Rahim, SE., MM tampil sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati pasangan I Made Gunawan Sanjaya/Fajar Iqra, dan posisi ketiga oleh Drs. Effendi, M.Hum/Al Ayyubi. Untuk kategori putri, pasangan Sri Asriani/Nur Azizah sukses mengunci gelar juara, diikuti pasangan Risnasari/Imma di peringkat kedua, serta Pingkan/Ani di peringkat ketiga. Dalam kegiatan Agustusan tahun ini berbagai cabang olahraga dan hiburan digelar, selain bulutangkis juga tenis meja, tarik tambang, lari kelereng, catur, hingga karaoke. Semua kegiatan diikuti dengan antusias oleh dosen, pegawai, dan keluarga besar UT Makassar. Dari pertandingan untuk cabang tenis meja putra, gelari juara pertama diraih pasangan Prof. H. Abdul Rahman Rahim, SE., MM, berpasangan dengan Drs. Jamil, M.Pd. Juara kedua ditempati pasangan Drs. Effendi, M.Hum, dan Drs. Rustam, M.Pd. Sementara posisi ketiga diraih duet Drs. Muin, M.Pd, dan Drs. Juhardi, M.Pd. Untuk kategori tenis meja putri, Sri Asriani tampil perkasa dan keluar sebagai juara pertama. Disusul Imma di posisi kedua, serta Ade di peringkat ketiga. Keseruan juga terlihat di ajang tarik tambang. Pada kategori putra, tim Uki cs berhasil mengunci juara pertama, diikuti tim Drs. Jamil, M.Pd cs di posisi kedua, dan tim Syafruddin, SE., MM cs di posisi ketiga. Untuk kategori putri, tim Suci cs tampil tangguh menyabet juara pertama, disusul Irma cs sebagai runner-up, dan Ani di posisi ketiga. Lomba tradisional lari kelereng tak kalah menarik. Di kategori putra, Furqan berhasil meraih juara pertama, Teguh di posisi kedua, dan Alfian di tempat ketiga. Sementara di kategori putri, Marsha keluar sebagai juara pertama, diikuti Yani di posisi kedua, dan Suci di peringkat ketiga. Pada cabang catur putra, Al’Ayubi sukses menjadi kampiun, disusul Muin di posisi kedua, dan Dika di posisi ketiga. Untuk kategori catur putri, Sri Asriani kembali unjuk gigi dengan menempati posisi pertama, diikuti Nur Aziza di peringkat kedua, serta Lince di peringkat ketiga. Ajang joget balon juga menghadirkan banyak tawa. Untuk kategori putra, pasangan Junaedi/Teguh berhasil keluar sebagai juara pertama, disusul Hardiansyah/Hanief di posisi kedua, serta Ruslan/Rustam di posisi ketiga. Pada kategori putri, pasangan Sri/Tiara menjadi juara pertama, disusul Maryam/Mila sebagai juara kedua, serta Yani/Aisyah di peringkat ketiga. Sementara itu, lomba hiburan karaoke juga memunculkan bintang baru. Pada kategori putra, Bilal berhasil meraih juara pertama, diikuti Bayu di peringkat kedua, dan Rudi di peringkat ketiga. Sedangkan pada kategori putri, Nadya tampil memukau menyabet juara pertama, disusul Fitra di posisi kedua, serta Fitri di posisi ketiga. Ketua Panitia, Rustam Gandong, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian lomba dengan lancar. “Tahun ini ada lima jenis lomba besar yang kami pertandingkan, yaitu olahraga, permainan tradisional, seni, dan hiburan. Alhamdulillah semua berjalan sukses, penuh semangat kebersamaan, dan menjadi ajang mempererat silaturahmi keluarga besar UT Makassar,” ujarnya. Usai laga final, panitia menggelar penyerahan hadiah kepada para pemenang. Direktur UT Makassar hadir bersama manajer marketing, manajer registrasi, kasubag tata usaha, manajer pembelajaran dan ujian. Sejumlah dosen, staf, dan mahasiswa ikut menyaksikan jalannya acara. Direktur UT Makassar Prof Rahman diacara penutupan menyampaikan apresiasi kepada peserta dan panitia. “Kegiatan ini mempererat kebersamaan keluarga besar UT. Semoga semangat sportivitas tetap terjaga,” ujarnya. Ia menegaskan dari beberapa lomba yang dipertandingkan bukan semata-mata mencari juara. “Lebih dari itu, lomba ini adalah wujud kebersamaan, kekompakan, serta bentuk rasa syukur kita atas kemerdekaan bangsa. Semangat inilah yang harus terus kita jaga, termasuk dalam dunia kerja dan pelayanan akademik di UT Makassar,” tuturnya.