Kunjungi UT Makassar, Sekretaris MWA UT Tegaskan Transformasi dan Peran Strategis PTN-BH

Universitas Terbuka (UT) Makassar menerima kunjungan kerja Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA) UT, Dr. Ake Wihadanto, S.E., M.T., Rabu (6/8/2025). Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman sivitas akademika mengenai status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) serta peran strategis MWA dalam tata kelola kampus. Kegiatan yang berlangsung di Kampus UT Makassar tersebut dihadiri Direktur UT Makassar Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, Manajer Pembelajaran dan Ujian Andi Suci Anita, S.P., M.P., Manajer Marketing dan Registrasi I Made Gunawan Sanjaya, S.T., Kasubag Tata Usaha Safruddin, S.E., M.M., serta seluruh dosen dan pegawai di lingkungan UT Makassar. Dalam paparannya, Ake menjelaskan bahwa status PTN-BH bukan sekadar perubahan nomenklatur, melainkan bentuk transformasi menyeluruh yang menyasar aspek kelembagaan, sumber daya manusia, hingga akademik. Transformasi ini, kata dia, menjadi tonggak penting dalam mewujudkan perguruan tinggi yang modern, otonom, dan berdaya saing global. “Sebagai PTN-BH, UT telah melakukan lompatan dalam capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, salah satunya ditandai dengan keberhasilan sejumlah program studi meraih akreditasi internasional,” ungkap Ake. Lebih lanjut, Ake menegaskan bahwa transformasi UT juga tercermin dari sinergi global yang dijalin dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri. UT telah bermitra dengan Chungbuk National University dan Yeungnam University dalam pengembangan Program Studi Kewirausahaan serta implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), mulai dari magang, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga riset kolaboratif. “Di sisi lain, kerja sama dengan platform Coursera dan Bursa Efek Indonesia (IDX) juga terus mendorong inovasi bahan ajar dan peningkatan kualitas pembelajaran,” tambahnya. Terkait pelayanan dan biaya pendidikan, Ake memastikan bahwa sebagai PTN-BH, UT tetap menjaga prinsip keterjangkauan. UT juga mengelola endowment fund untuk menjamin keberlangsungan dan efektivitas penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara berkelanjutan. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi tiga organ utama dalam struktur tata kelola UT sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Menurut Ake, tata kelola PTN-BH yang sehat dan berkelanjutan bertumpu pada kerja sama erat antara MWA, Senat Akademik (SA), dan Rektor. Ketiganya memiliki peran dan tupoksi yang berbeda, namun saling melengkapi dan bersinergi untuk menjamin keberhasilan misi institusi. “MWA memiliki kewenangan strategis, termasuk dalam kondisi tertentu mengambil keputusan tertinggi yang bersifat mengikat bagi seluruh organ UT. Tapi ini dilakukan dalam semangat kolaboratif, bukan kompetitif,” tegas Ake di hadapan sivitas akademika UT Makassar. Ia menambahkan, struktur ini memungkinkan UT bergerak lebih adaptif dan akuntabel dalam menghadapi tantangan global, tanpa kehilangan prinsip transparansi dan kualitas akademik. Lebih lanjut, Ake juga memaparkan komitmen UT dalam menjamin keberlanjutan institusi melalui pengelolaan dana abadi (endowment fund). Dana tersebut, kata dia, tidak digunakan untuk belanja operasional, melainkan disimpan sebagai jaminan masa depan UT. Dana abadi tersebut diharapkan terus meningkat dan tumbuh dari tahun ke tahun. “Yang dipakai adalah hasil dari pengelolaan dana tersebut. Ini yang kemudian digunakan untuk pengembangan institusi, peningkatan kualitas pembelajaran, riset, serta mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi,” jelasnya. Dengan sistem pengelolaan yang matang dan berorientasi jangka panjang, UT menunjukkan komitmennya sebagai PTN-BH yang tidak hanya otonom secara hukum dan keuangan, tetapi juga berdaya saing secara global dan berkelanjutan. Sementara itu, Direktur UT Makassar Prof. Abdul Rahman Rahim dalam sambutannya menyoroti pentingnya sosialisasi status PTN-BH kepada masyarakat dan civitas akademika. Menurutnya, masih banyak pihak yang belum memahami secara utuh makna dan implikasi dari status ini. “PTN-BH bukan berarti komersialisasi, tetapi bentuk peningkatan kualitas tata kelola dengan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas dan aksesibilitas. Dalam konteks ini, keberadaan MWA sangat penting dalam menetapkan arah kebijakan umum dan melakukan pengawasan non-akademik,” ujarnya. Prof Rahman berharap kunjungan ini dapat meluruskan berbagai persepsi keliru yang masih berkembang dan memperkuat semangat sivitas UT dalam menghadapi tantangan global.(*)
UT Makassar dan Pemkab Sidrap Sepakat Dorong Pendidikan Guru Lewat Program RPL

Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menyambut baik kerja sama dengan Universitas Terbuka (UT) Makassar, khususnya dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia, terutama para tenaga pendidik. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, bersama Penanggung Jawab Wilayah (PJW) UT Sidrap, Jamil, dalam momentum Temu Guru PGRI Cabang Maritengngae yang berlangsung di halaman Rumah Jabatan Bupati Sidrap. Bupati Sidrap, H. Syahruddin Alrif, menilai program yang ditawarkan UT sejalan dengan kebutuhan masyarakat daerah, terutama dalam menyediakan akses kuliah fleksibel bagi guru-guru yang memiliki keterbatasan waktu. Salah satu program yang menjadi sorotan adalah Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang memungkinkan seseorang menyelesaikan pendidikan lebih cepat melalui pengakuan atas pengalaman kerja dan pembelajaran sebelumnya. “Program RPL ini sangat membantu masyarakat kami, khususnya para guru yang sibuk bekerja, agar bisa kuliah tanpa meninggalkan tugas utamanya. Ini solusi nyata untuk meningkatkan kualitas guru tanpa mengorbankan waktu,” ujar Syahruddin usai penandatanganan kerja sama bersama UT, Kamis malam (31/7/2025) di hadapan ribuan guru TK, SD, SMP, dan SMA se-Kecamatan Maritengngae, dalam acara temu guru PGRI. Bupati juga mendorong agar kerja sama ini ditindaklanjuti secara konkret oleh UT, hingga pada tahap pendampingan personal bagi calon mahasiswa. Ia berharap masyarakat Sidrap, terutama para pendidik, dapat memanfaatkan program ini secara maksimal untuk menjadi guru-guru yang hebat dan berkualitas. “Kami harap UT terus menindaklanjuti program ini sampai ke tingkat personal. Program kuliah fleksibel seperti RPL ini sangat potensial diminati masyarakat Sidrap,” pungkasnya. Sekadar diketahui saat ini, UT memiliki empat fakultas utama dan satu program pascasarjana yang membawahi 57 program studi dari jenjang diploma, sarjana, magister, hingga doktor. Keempat fakultas tersebut adalah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Adapun untuk jenjang Magister dan Doktor, pendaftaran baru akan dibuka pada Agustus 2025. Saat ini, UT memiliki enam program studi magister, yakni Magister Manajemen, Magister Manajemen Perikanan, Magister Administrasi Publik, Magister Pendidikan Dasar, Magister Pendidikan Bahasa Inggris, dan Magister Hukum. Selain itu juga membuka program RPL yang juga cukup diminati karena masa studi lebih cepat dan jumlah SKS lebih sedikit. Calon mahasiswa dapat mendaftar secara daring melalui laman resmi UT di admisi-sia.ut.ac.id atau datang langsung ke Sentra Layanan UT (SALUT) yang tersebar di berbagai daerah di Sulawesi Selatan.(*)
UT Makassar Catat 5.192 Pendaftar Baru, Pendaftaran Masih Dibuka hingga 10 Agustus

Minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Terbuka (UT) Makassar terus meningkat. Hingga akhir Juli 2025, tercatat sebanyak 5.192 orang telah mendaftar sebagai calon mahasiswa baru program Diploma dan Sarjana. Direktur UT Makassar, Prof Abdul Rahman Rahim, mengungkapkan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah, mengingat masa pendaftaran masih dibuka hingga 10 Agustus 2025. “Alhamdulillah, ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap sistem pembelajaran jarak jauh yang kami kembangkan. UT akan terus menghadirkan akses pendidikan tinggi yang terbuka dan terjangkau bagi semua kalangan,” ujarnya, Selasa (30/7). Menurut Prof Rahman, proses pendaftaran di UT cukup mudah. Calon mahasiswa tidak perlu mengikuti tes masuk, melainkan cukup melalui seleksi administrasi dengan biaya pendaftaran hanya Rp100 ribu. “Biaya kuliah juga sangat terjangkau, mulai dari Rp1,3 juta per semester. Tidak ada uang pangkal maupun biaya pembangunan,” tambahnya. UT Makassar menerapkan sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh (PJJ), yang memungkinkan mahasiswa untuk belajar secara fleksibel tanpa hambatan waktu dan tempat. Sistem ini dinilai cocok bagi pekerja, ibu rumah tangga, hingga mereka yang berada di wilayah terpencil. Saat ini, UT memiliki empat fakultas utama dan satu program pascasarjana yang membawahi 57 program studi dari jenjang diploma, sarjana, magister, hingga doktor. Keempat fakultas tersebut adalah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Adapun untuk jenjang Magister dan Doktor, pendaftaran baru akan dibuka pada Agustus 2025. Saat ini, UT memiliki enam program studi magister, yakni Magister Manajemen, Magister Manajemen Perikanan, Magister Administrasi Publik, Magister Pendidikan Dasar, Magister Pendidikan Bahasa Inggris, dan Magister Hukum. Selain itu juga membuka program RPL yang juga cukup diminati karena masa studi lebih cepat dan jumlah SKS lebih sedikit. Prof Rahman optimistis, jumlah mahasiswa aktif UT Makassar bisa tembus hingga 15.000 orang pada 2025. Target itu dinilai realistis, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan digital yang fleksibel. Calon mahasiswa dapat mendaftar secara daring melalui laman resmi UT di admisi-sia.ut.ac.id atau datang langsung ke Sentra Layanan UT (SALUT) yang tersebar di berbagai daerah di Sulawesi Selatan.(*)
Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Terbuka Raih Akreditasi Unggul dari LAMEMBA

Universitas Terbuka (UT) kembali menorehkan prestasi gemilang. Program Doktor Ilmu Manajemen UT resmi meraih akreditasi “Unggul” dari LAMEMBA (Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi). Capaian ini menjadi bukti konsistensi UT dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, khususnya pada jenjang doktoral, sekaligus memperkuat reputasinya sebagai pionir pendidikan jarak jauh berbasis teknologi di Indonesia. Akreditasi tersebut diberikan setelah melalui asesmen menyeluruh terhadap berbagai aspek, seperti kurikulum, kualitas dosen, proses pembelajaran, publikasi ilmiah, hingga infrastruktur dan tata kelola institusi. “Predikat Unggul ini menjadi tonggak penting bagi Program Doktor Ilmu Manajemen UT. Ini merupakan pengakuan atas kualitas dan dedikasi sivitas akademika dalam mengembangkan pendidikan jarak jauh yang berkualitas,” ujar Prof. Dr. Abd. Rahman Rahim, SE., M.M., Direktur UT Makassar, Senin (25/7/2025). Pendidikan Fleksibel, Berbasis TeknologiProgram Doktor Ilmu Manajemen UT dikenal luas karena memberikan solusi pendidikan bagi kalangan profesional dan akademisi yang ingin melanjutkan studi S-3 tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama. Dengan sistem pembelajaran fleksibel berbasis digital, UT membuka akses pendidikan tinggi berkualitas hingga ke daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh sistem konvensional. Predikat “Unggul” dari LAMEMBA ini memperkuat posisi UT sebagai perguruan tinggi yang tak hanya unggul secara sistem dan teknologi, tetapi juga memenuhi standar akademik tinggi yang diakui secara nasional. Penerimaan Mahasiswa Baru DibukaSaat ini, UT Makassar membuka penerimaan mahasiswa baru untuk berbagai jalur dan program studi, dengan jadwal sebagai berikut: Jalur RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau): hingga 28 Juli 2025Jalur Non RPL / Non Alih Kredit: hingga 13 Agustus 2025Program Pascasarjana (S-2 dan S-3): 13 Agustus – 18 Oktober 2025Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui tautan: https://admisi-sia.ut.ac.id atau secara langsung ke Kampus UT Makassar, Jl. Perintis Kemerdekaan KM. 19, Simpang Lima Bandara, Kota Makassar, atau melalui layanan SALUT UT Makassar. (*)
Tingkatkan Mutu Layanan Akademik, 58 Dosen Ikuti Bimtek Korektor LJU di UT Makassar

Universitas Terbuka (UT) Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu layanan akademik, khususnya pada aspek penting dalam sistem evaluasi, yakni penilaian ujian. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Korektor Lembar Jawaban Ujian (LJU) Mahasiswa yang digelar baru-baru ini di Ruang UO, Lantai 3, Kantor UT Makassar, Simpang Lima Bandara Hasanuddin. Sebanyak 58 dosen dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta berpartisipasi dalam kegiatan ini, baik secara luring maupun daring. Para peserta mendapatkan penyegaran materi serta pelatihan teknis guna memastikan proses koreksi LJU berjalan secara objektif, akurat, dan sesuai dengan standar operasional prosedur yang ditetapkan oleh UT. Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, SE., MM., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif para dosen dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh (PTTJJ). “Ini adalah wujud kecintaan dan kepedulian Bapak/Ibu terhadap UT Makassar. Proses penilaian harus dilakukan secara objektif, adil, dan profesional, namun juga bijaksana dalam memahami konteks jawaban mahasiswa,” tegasnya. Turut hadir dalam kegiatan ini Manajer Pembelajaran dan Ujian, Andi Suci Anita, SP., MP., serta Penanggung Jawab Ujian, Azisah Aliyah, S.Pd., M.Pd., bersama jajaran staf akademik lainnya. Materi yang disampaikan mencakup mekanisme koreksi LJU, kode etik korektor, hingga strategi penanganan kendala teknis di lapangan. Prof. Abdul Rahman menjelaskan, pada periode ujian kali ini, tercatat sebanyak 10.097 mahasiswa mengikuti ujian, yang menghasilkan puluhan ribu lembar jawaban. Untuk menjaga kualitas koreksi, setiap korektor diberi tanggung jawab maksimal sebanyak 200 LJU yang harus diselesaikan dengan cermat dan tepat waktu. Ia juga mengimbau para korektor untuk turut mensosialisasikan keberadaan UT kepada masyarakat. “UT hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi namun terkendala oleh faktor geografis, demografis, waktu, atau biaya. Sebagai pelopor pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di Indonesia, UT telah terakreditasi A oleh BAN-PT dan menyelenggarakan 48 program studi, mulai dari jenjang Diploma, S1, S2, hingga S3,” paparnya. Melalui kegiatan bimtek ini, UT Makassar berharap proses penilaian ujian dapat berlangsung lebih profesional dan akuntabel, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan tinggi jarak jauh yang diselenggarakan UT. (*)
Universitas Terbuka Seleksi Pegawai Non-PNS Perdana Pasca-PTN-BH, 221 Peserta Ikuti Ujian di Makassar

Universitas Terbuka (UT) tengah gencar mencari talenta terbaik untuk bergabung sebagai Calon Pegawai Non-PNS. Seleksi yang diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia ini diikuti oleh 221 peserta di UT Makassar, berlangsung selama dua hari penuh, Kamis hingga Jumat, 3-4 Juli 2025, bertempat di kantor UT Makassar. Ujian seleksi ini dibagi menjadi lima sesi, dengan 102 peserta mengikuti tiga sesi pada hari pertama dan 119 peserta pada dua sesi hari kedua. Kepala Subbagian Tata Usaha UT Makassar, Safruddin, M.M., memastikan bahwa seluruh proses seleksi berjalan tertib dan sesuai ketentuan dari UT Pusat. Ia juga mengungkapkan bahwa secara nasional, lebih dari 10.000 peserta berhasil lolos tahap administrasi dari total 16.000 pelamar. “Ini merupakan kali pertama UT membuka seleksi pegawai non-PNS secara terbuka sejak berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH),” jelas Safruddin. Sebelumnya, rekrutmen pegawai dilakukan melalui jalur penugasan pemerintah, namun kini UT memiliki otonomi penuh dalam pengelolaan sumber daya manusia. Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, bersama jajaran dan tim dari UT Pusat, turut memantau langsung pelaksanaan seleksi ini. Prof Rahman Rahim menyampaikan apresiasinya atas antusiasme tinggi para peserta, khususnya di Makassar. “Kami ucapkan selamat datang dan terima kasih atas partisipasi yang luar biasa. Khusus di Makassar, tercatat 221 peserta mengikuti seleksi. Semoga semangat untuk bergabung dengan UT dapat terwujud dan menjadi bagian dari institusi ini,” ujarnya. Prof Rahman Rahim juga menegaskan komitmen UT untuk menjaga proses seleksi yang terbuka dan menjunjung tinggi prinsip keadilan. “UT membutuhkan lebih dari 200 pegawai non-PNS untuk ditempatkan di berbagai wilayah di Indonesia. Kami berharap, melalui proses ini akan terjaring sumber daya manusia terbaik yang mampu memperkuat kinerja UT ke depan,” tambahnya. Sebagai salah satu dari 24 PTN-BH di Indonesia, UT kini memiliki mandat dari pemerintah untuk mengelola sumber daya manusia dan keuangan secara mandiri. Status ini menjadi pengakuan atas profesionalisme dan kredibilitas UT sebagai institusi pendidikan tinggi terkemuka. “UT adalah perguruan tinggi papan atas. Status PTN-BH membuktikan kepercayaan pemerintah terhadap UT sebagai institusi yang otonom dan profesional,” tegas Prof. Abdul Rahman. Dengan jumlah mahasiswa aktif mencapai lebih dari 700 ribu orang dan tingkat drop out yang nihil, UT terus berkembang sebagai pelopor pendidikan tinggi terbuka di Indonesia. Melalui seleksi ini, UT berharap dapat merekrut tenaga kerja yang kompeten dan berdedikasi untuk mendukung layanan pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. (rls)
Alumni Kampus Negeri Universitas Terbuka Kasmawati Jadi Kepala SD dan Ketua PGRI Ranting Gunung Perak Sinjai

Anggota PGRI Ranting Gunung Perak Cabang Sinjai Barat Kabupaten Sinjai pada kegiatan sosial sangat peduli dengan warga yang ditimpa musibah. Salah satu kegiatan peduli dengan memberi bantuan ala kadarnya terhadap warga yang terkena kebakaran di Desa Botolempangan 2023 dan kebakaran di Kelurahan Balakia 2024. Demikian ditegaskan Ketua PGRI Ranting Gunung Perak Sinjai, Kasmawati,S.Pd.SD, kepada media awal Juli 2025. Dijelaskan, selain peduli terhadap korban kebakaran juga peduli pada musibah tanah longsor yang terjadi 2024 serta musibah yang sama di Botolempangan PGRI Ranting se- Kecamatan Sinjai Barat ikut ambil bagian pada penggalangan dana pada bencana tersebut. Program lain yang dilaksanakan pada tingkat ranting adalah melakukan olahraga dengan cabang sepak bola, takrow, bulu tangkis dan lari. Hal penting yang senantiasa diingatkan kepada para anggota adalah menyadarkan anggota untuk secara rutin dan tertib membayar iuran organisasi. Saat ini anggota PGRI Ranting Gunung Perak berjumlah 26 orang dengan berkarier mengajar pada 4 SDN dan 1 SMPN. Keempat SD itu adalah SDN 240 Tassoso SDN 183 Lembanna; SDN 217 Maddakko, SDN 75 Lembanna serta SMPN No.26 Sinjai. Kasmawati, lahir: Sinjai, 8 Mei 1978.Kepala SDN No 240 Tassoso Sinjai Barat. Tamat di MAN 2 Sinjai Utara. Sarjana Pendidikan Guru SD dari Universitas Terbuka Sinjai 2012. Dia juga pernah mengajar di SDN No. 119 Magala serta aktif pada organisasi Pramuka. ***
UT dan Pemkab Bulukumba Perkuat Akses Pendidikan Tinggi melalui Kolaborasi Strategis

Universitas Terbuka (UT) Makassar resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba dalam rangka memperluas akses pendidikan tinggi dan meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM) di daerah. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam penandatanganan nota kerja sama (MoU) antara Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, dan Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, yang berlangsung di Gedung Phinisi, Bulukumba, Rabu (25/6/2025). Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman sebelumnya, dengan fokus pada pemanfaatan sistem pendidikan jarak jauh UT untuk menjangkau aparatur desa, tenaga pendidik, ASN, kepolisian, dan masyarakat umum yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan tempat tinggal atau pekerjaan mereka. Dalam sambutannya, Prof. Rahman menegaskan bahwa UT merupakan satu-satunya perguruan tinggi negeri yang sepenuhnya menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh secara daring, dengan bahan ajar terstandardisasi nasional. Baca Juga:Dorong Kemandirian Ekonomi, LP2M UNM Manfaatkan Hibah PKM Kemendiktisaintek, Perkuat Inovasi Produk Berbasis Kelapa di Bulukumba“UT hadir sebagai solusi atas keterbatasan akses pendidikan tinggi, khususnya di daerah. Dengan sistem pembelajaran fleksibel, siapa pun dapat kuliah dari mana saja,” ungkapnya. UT Makassar mengajukan lima bidang utama dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS), yakni: Baca Juga:Dosen Universitas Muhammadiyah Bulukumba Tingkatkan Keterampilan PKK Pattapang, Olah Daun Eucalyptus Jadi Balsam StickPenyelenggaraan Pendidikan Tinggi jenjang D3, S1, S2, dan S3 di empat fakultas: FST, FKIP, FEB, dan FHISIP.Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi aparat desa, guru, dan ASN.Pengabdian kepada Masyarakat, melibatkan dosen dan mahasiswa di wilayah Bulukumba.Pendampingan Teknis UMKM dan Koperasi, untuk memperkuat ekonomi lokal.Pengembangan Investasi dan Bisnis, guna mendukung sektor unggulan daerah.Prof. Rahman juga menyampaikan kesiapan UT mendukung penguatan SDM di sektor prioritas seperti pertanian, kelautan, dan perikanan. Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, mengapresiasi kolaborasi ini dan menegaskan pentingnya pembangunan SDM sebagai pondasi pembangunan daerah. “Potensi kita besar, tapi jika tak diiringi peningkatan kualitas SDM, maka capaian pembangunan tidak maksimal. Kolaborasi ini hadir sebagai solusi nyata, bukan hanya seremonial,” ujar Bupati yang akrab disapa Andi Utta. Ia mencontohkan keberhasilan program pembagian rumpon (alat bantu tangkap ikan), yang terbukti meningkatkan aktivitas nelayan lokal. “Indikatornya sederhana. BBM naik karena nelayan banyak melaut. Itu artinya program berjalan dan berdampak,” ujarnya. Andi Utta juga menyampaikan komitmennya terhadap program pendidikan yang berorientasi pada praktik dan kebutuhan lokal. “Prinsip kami jelas: dikerja, bukan cerita. Kalau tidak bisa dijalankan dan tak berdampak, lebih baik mundur,” tegasnya. Acara penandatanganan turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Sekkab Bulukumba Muhammad Ali Saleng, Kepala Dinas Pendidikan Andi Buyung Saputra, serta mitra dari kalangan dunia usaha. (*)
Semangat Berkurban, UT Makassar Laksanakan Penyembelihan Hewan Qurban di Kantor UT Makassar

Universitas Terbuka (UT) Makassar perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH) menggelar pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Jumat (6/6/2025). Kegiatan ini berlangsung di Kampus UT Makassar, Jalan Simpang Lima, Bandara Hasanuddin, dan dihadiri oleh Direktur UT Makassar, Dosen dan staf serta masyarakat sekitar. Sebanyak 140 warga sekitar kantor UT Makassar memperoleh manfaat daging kurban . Pembagian ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan berbagi kebahagiaan di hari raya idul adha ini. Rektor UT Makassar, Prof. Dr. H. Abd. Rahman Rahim,SE.,MM yang ikut langsung dalam penyembelihan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UT Makassar dalam menjalankan nilai-nilai sosial dan keagamaan. “Selain sebagai bentuk syukur, kegiatan ini juga mengajarkan kita untuk peduli dan berbagi dengan sesama,” ujarnya. Kegiatan pemotongan hewan kurban di UT Makassar ini merupakan agenda tahunan yang selalu dinantikan oleh civitas akademika dan masyarakat sekitar. Melalui kegiatan ini, UT Makassar berharap dapat memberikan manfaat langsung kepada yang membutuhkan serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. UT Makassar membuka pendaftaran untuk mahasiswa baru. semester 2025 Ganjil, Untuk jalur RPL pendaftaran dibuka sampai 22 Juli 2025 dan Jalur Umum / Non RPL pendaftaran di buka sampai dengan tanggal 5 Agustus 2025. Pendaftaran bisa dilakukan secara online di laman https://admisi-sia.ut.ac.id/auth/login dan Sentra Layanan UT (SALUT) di Kabupaten Kota.(*)
Pendaftaran Baru Sebulan, UT Makassar Gaet 2.086 Calon Mahasiswa Baru

Universitas Terbuka (UT) Makassar mencatatkan animo tinggi dari masyarakat. Hanya dalam waktu satu bulan sejak dibukanya pendaftaran mahasiswa baru, tercatat sebanyak 2.086 calon mahasiswa baru (camaba) yang telah mendaftar. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur UT Makassar, Prof Dr Abdul Rahman Rahim, didampingi Humas UT Makassar, Nina Utami Yanuarvah S, S.Kom di sela-sela pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, yang digelar pada Senin (2/6/2025) di Lapangan Upacara UT Makassar, Simpang Lima Bandara Sultan Hasanuddin. Menurut Prof Rahman, jumlah tersebut merupakan gabungan dari pendaftar pada program Diploma dan Sarjana (S1), dan belum termasuk program Pascasarjana yang juga sedang berjalan proses pendaftarannya. Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) dan pelopor pendidikan jarak jauh (PJJ) yang telah terakreditasi A oleh BAN-PT, UT Makassar terus berkomitmen memberikan akses pendidikan tinggi yang seluas-luasnya kepada seluruh lapisan masyarakat. “UT memberikan solusi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu, jarak, dan kesibukan. Dengan sistem pembelajaran daring (online), mahasiswa bisa kuliah dari mana saja dan kapan saja tanpa harus datang ke kampus seperti di perguruan tinggi konvensional,” ujar Prof. Rahman. UT juga memberikan kebijakan inklusif, seperti tanpa batasan usia bagi calon mahasiswa dan tidak membatasi tahun ijazah terakhir. Bagi masyarakat yang sudah bekerja atau memiliki kesibukan tetap pun tetap dapat melanjutkan kuliah dengan fleksibel. Dari sisi pembiayaan, UT juga menawarkan kemudahan. Biaya kuliah per semester berkisar antara Rp1,3 juta hingga Rp2,2 juta, tanpa adanya uang pangkal atau uang pembangunan. Kebijakan ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi masyarakat yang ingin kuliah dengan biaya terjangkau namun tetap berkualitas. “Kami mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Selatan dan sekitarnya untuk memanfaatkan kesempatan ini. UT adalah kampus rakyat, kampus fleksibel, dan kampus masa depan,” tambah Prof. Rahman. Pendaftaran mahasiswa baru di UT Makassar masih dibuka dan akan terus menerima pendaftar selama periode yang telah ditentukan. Rahman Rahim menambahkan Universitas Terbuka (UT) Makassar akan membuka pendaftaran Program Pascasarjana pada bulan Agustus 2025. Saat ini, UT menawarkan enam program studi jenjang magister yang dapat diikuti oleh lulusan sarjana dari berbagai latar belakang. Keenam program tersebut adalah Magister Manajemen, Magister Manajemen Perikanan, Magister Administrasi Publik, Magister Pendidikan Dasar, Magister Pendidikan Bahasa Inggris, dan Magister Hukum. “UT Makassar menargetkan jumlah mahasiswa aktif mencapai 15.000 orang pada tahun 2025. Target ini dinilai realistis mengingat tingginya minat masyarakat terhadap sistem pembelajaran jarak jauh yang fleksibel dan berbasis digital,”ujar Prof Rahman Pendaftaran untuk seluruh program UT dilakukan secara daring melalui laman admisi-sia.ut.ac.id atau melalui sentra layanan (SALUT) ut di kab/kota se-Sulsel.(*)