Tingkatkan Mutu Layanan Akademik, 58 Dosen Ikuti Bimtek Korektor LJU di UT Makassar

Universitas Terbuka (UT) Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu layanan akademik, khususnya pada aspek penting dalam sistem evaluasi, yakni penilaian ujian. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Korektor Lembar Jawaban Ujian (LJU) Mahasiswa yang digelar baru-baru ini di Ruang UO, Lantai 3, Kantor UT Makassar, Simpang Lima Bandara Hasanuddin. Sebanyak 58 dosen dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta berpartisipasi dalam kegiatan ini, baik secara luring maupun daring. Para peserta mendapatkan penyegaran materi serta pelatihan teknis guna memastikan proses koreksi LJU berjalan secara objektif, akurat, dan sesuai dengan standar operasional prosedur yang ditetapkan oleh UT. Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, SE., MM., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif para dosen dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh (PTTJJ). “Ini adalah wujud kecintaan dan kepedulian Bapak/Ibu terhadap UT Makassar. Proses penilaian harus dilakukan secara objektif, adil, dan profesional, namun juga bijaksana dalam memahami konteks jawaban mahasiswa,” tegasnya. Turut hadir dalam kegiatan ini Manajer Pembelajaran dan Ujian, Andi Suci Anita, SP., MP., serta Penanggung Jawab Ujian, Azisah Aliyah, S.Pd., M.Pd., bersama jajaran staf akademik lainnya. Materi yang disampaikan mencakup mekanisme koreksi LJU, kode etik korektor, hingga strategi penanganan kendala teknis di lapangan. Prof. Abdul Rahman menjelaskan, pada periode ujian kali ini, tercatat sebanyak 10.097 mahasiswa mengikuti ujian, yang menghasilkan puluhan ribu lembar jawaban. Untuk menjaga kualitas koreksi, setiap korektor diberi tanggung jawab maksimal sebanyak 200 LJU yang harus diselesaikan dengan cermat dan tepat waktu. Ia juga mengimbau para korektor untuk turut mensosialisasikan keberadaan UT kepada masyarakat. “UT hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi namun terkendala oleh faktor geografis, demografis, waktu, atau biaya. Sebagai pelopor pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di Indonesia, UT telah terakreditasi A oleh BAN-PT dan menyelenggarakan 48 program studi, mulai dari jenjang Diploma, S1, S2, hingga S3,” paparnya. Melalui kegiatan bimtek ini, UT Makassar berharap proses penilaian ujian dapat berlangsung lebih profesional dan akuntabel, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan tinggi jarak jauh yang diselenggarakan UT. (*)

Universitas Terbuka Seleksi Pegawai Non-PNS Perdana Pasca-PTN-BH, 221 Peserta Ikuti Ujian di Makassar

Universitas Terbuka (UT) tengah gencar mencari talenta terbaik untuk bergabung sebagai Calon Pegawai Non-PNS. Seleksi yang diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia ini diikuti oleh 221 peserta di UT Makassar, berlangsung selama dua hari penuh, Kamis hingga Jumat, 3-4 Juli 2025, bertempat di kantor UT Makassar. Ujian seleksi ini dibagi menjadi lima sesi, dengan 102 peserta mengikuti tiga sesi pada hari pertama dan 119 peserta pada dua sesi hari kedua. Kepala Subbagian Tata Usaha UT Makassar, Safruddin, M.M., memastikan bahwa seluruh proses seleksi berjalan tertib dan sesuai ketentuan dari UT Pusat. Ia juga mengungkapkan bahwa secara nasional, lebih dari 10.000 peserta berhasil lolos tahap administrasi dari total 16.000 pelamar. “Ini merupakan kali pertama UT membuka seleksi pegawai non-PNS secara terbuka sejak berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH),” jelas Safruddin. Sebelumnya, rekrutmen pegawai dilakukan melalui jalur penugasan pemerintah, namun kini UT memiliki otonomi penuh dalam pengelolaan sumber daya manusia. Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, bersama jajaran dan tim dari UT Pusat, turut memantau langsung pelaksanaan seleksi ini. Prof Rahman Rahim menyampaikan apresiasinya atas antusiasme tinggi para peserta, khususnya di Makassar. “Kami ucapkan selamat datang dan terima kasih atas partisipasi yang luar biasa. Khusus di Makassar, tercatat 221 peserta mengikuti seleksi. Semoga semangat untuk bergabung dengan UT dapat terwujud dan menjadi bagian dari institusi ini,” ujarnya. Prof Rahman Rahim juga menegaskan komitmen UT untuk menjaga proses seleksi yang terbuka dan menjunjung tinggi prinsip keadilan. “UT membutuhkan lebih dari 200 pegawai non-PNS untuk ditempatkan di berbagai wilayah di Indonesia. Kami berharap, melalui proses ini akan terjaring sumber daya manusia terbaik yang mampu memperkuat kinerja UT ke depan,” tambahnya. Sebagai salah satu dari 24 PTN-BH di Indonesia, UT kini memiliki mandat dari pemerintah untuk mengelola sumber daya manusia dan keuangan secara mandiri. Status ini menjadi pengakuan atas profesionalisme dan kredibilitas UT sebagai institusi pendidikan tinggi terkemuka. “UT adalah perguruan tinggi papan atas. Status PTN-BH membuktikan kepercayaan pemerintah terhadap UT sebagai institusi yang otonom dan profesional,” tegas Prof. Abdul Rahman. Dengan jumlah mahasiswa aktif mencapai lebih dari 700 ribu orang dan tingkat drop out yang nihil, UT terus berkembang sebagai pelopor pendidikan tinggi terbuka di Indonesia. Melalui seleksi ini, UT berharap dapat merekrut tenaga kerja yang kompeten dan berdedikasi untuk mendukung layanan pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. (rls)

Alumni Kampus Negeri Universitas Terbuka Kasmawati Jadi Kepala SD dan Ketua PGRI Ranting Gunung Perak Sinjai

Anggota PGRI Ranting Gunung Perak Cabang Sinjai Barat Kabupaten Sinjai pada kegiatan sosial sangat peduli dengan warga yang ditimpa musibah. Salah satu kegiatan peduli dengan memberi bantuan ala kadarnya terhadap warga yang terkena kebakaran di Desa Botolempangan 2023 dan kebakaran di Kelurahan Balakia 2024. Demikian ditegaskan Ketua PGRI Ranting Gunung Perak Sinjai, Kasmawati,S.Pd.SD, kepada media awal Juli 2025. Dijelaskan, selain peduli terhadap korban kebakaran juga peduli pada musibah tanah longsor yang terjadi 2024 serta musibah yang sama di Botolempangan PGRI Ranting se- Kecamatan Sinjai Barat ikut ambil bagian pada penggalangan dana pada bencana tersebut. Program lain yang dilaksanakan pada tingkat ranting adalah melakukan olahraga dengan cabang sepak bola, takrow, bulu tangkis dan lari. Hal penting yang senantiasa diingatkan kepada para anggota adalah menyadarkan anggota untuk secara rutin dan tertib membayar iuran organisasi. Saat ini anggota PGRI Ranting Gunung Perak berjumlah 26 orang dengan berkarier mengajar pada 4 SDN dan 1 SMPN. Keempat SD itu adalah SDN 240 Tassoso SDN 183 Lembanna; SDN 217 Maddakko, SDN 75 Lembanna serta SMPN No.26 Sinjai. Kasmawati, lahir: Sinjai, 8 Mei 1978.Kepala SDN No 240 Tassoso Sinjai Barat. Tamat di MAN 2 Sinjai Utara. Sarjana Pendidikan Guru SD dari Universitas Terbuka Sinjai 2012. Dia juga pernah mengajar di SDN No. 119 Magala serta aktif pada organisasi Pramuka. ***

UT dan Pemkab Bulukumba Perkuat Akses Pendidikan Tinggi melalui Kolaborasi Strategis

Universitas Terbuka (UT) Makassar resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba dalam rangka memperluas akses pendidikan tinggi dan meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM) di daerah. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam penandatanganan nota kerja sama (MoU) antara Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, dan Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, yang berlangsung di Gedung Phinisi, Bulukumba, Rabu (25/6/2025). Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman sebelumnya, dengan fokus pada pemanfaatan sistem pendidikan jarak jauh UT untuk menjangkau aparatur desa, tenaga pendidik, ASN, kepolisian, dan masyarakat umum yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan tempat tinggal atau pekerjaan mereka. Dalam sambutannya, Prof. Rahman menegaskan bahwa UT merupakan satu-satunya perguruan tinggi negeri yang sepenuhnya menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh secara daring, dengan bahan ajar terstandardisasi nasional. Baca Juga:Dorong Kemandirian Ekonomi, LP2M UNM Manfaatkan Hibah PKM Kemendiktisaintek, Perkuat Inovasi Produk Berbasis Kelapa di Bulukumba“UT hadir sebagai solusi atas keterbatasan akses pendidikan tinggi, khususnya di daerah. Dengan sistem pembelajaran fleksibel, siapa pun dapat kuliah dari mana saja,” ungkapnya. UT Makassar mengajukan lima bidang utama dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS), yakni: Baca Juga:Dosen Universitas Muhammadiyah Bulukumba Tingkatkan Keterampilan PKK Pattapang, Olah Daun Eucalyptus Jadi Balsam StickPenyelenggaraan Pendidikan Tinggi jenjang D3, S1, S2, dan S3 di empat fakultas: FST, FKIP, FEB, dan FHISIP.Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi aparat desa, guru, dan ASN.Pengabdian kepada Masyarakat, melibatkan dosen dan mahasiswa di wilayah Bulukumba.Pendampingan Teknis UMKM dan Koperasi, untuk memperkuat ekonomi lokal.Pengembangan Investasi dan Bisnis, guna mendukung sektor unggulan daerah.Prof. Rahman juga menyampaikan kesiapan UT mendukung penguatan SDM di sektor prioritas seperti pertanian, kelautan, dan perikanan. Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, mengapresiasi kolaborasi ini dan menegaskan pentingnya pembangunan SDM sebagai pondasi pembangunan daerah. “Potensi kita besar, tapi jika tak diiringi peningkatan kualitas SDM, maka capaian pembangunan tidak maksimal. Kolaborasi ini hadir sebagai solusi nyata, bukan hanya seremonial,” ujar Bupati yang akrab disapa Andi Utta. Ia mencontohkan keberhasilan program pembagian rumpon (alat bantu tangkap ikan), yang terbukti meningkatkan aktivitas nelayan lokal. “Indikatornya sederhana. BBM naik karena nelayan banyak melaut. Itu artinya program berjalan dan berdampak,” ujarnya. Andi Utta juga menyampaikan komitmennya terhadap program pendidikan yang berorientasi pada praktik dan kebutuhan lokal. “Prinsip kami jelas: dikerja, bukan cerita. Kalau tidak bisa dijalankan dan tak berdampak, lebih baik mundur,” tegasnya. Acara penandatanganan turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Sekkab Bulukumba Muhammad Ali Saleng, Kepala Dinas Pendidikan Andi Buyung Saputra, serta mitra dari kalangan dunia usaha. (*)

Semangat Berkurban, UT Makassar Laksanakan Penyembelihan Hewan Qurban di Kantor UT Makassar

Universitas Terbuka (UT) Makassar perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH) menggelar pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Jumat (6/6/2025). Kegiatan ini berlangsung di Kampus UT Makassar, Jalan Simpang Lima, Bandara Hasanuddin, dan dihadiri oleh Direktur UT Makassar, Dosen dan staf serta masyarakat sekitar. Sebanyak 140 warga sekitar kantor UT Makassar memperoleh manfaat daging kurban . Pembagian ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan berbagi kebahagiaan di hari raya idul adha ini. Rektor UT Makassar, Prof. Dr. H. Abd. Rahman Rahim,SE.,MM yang ikut langsung dalam penyembelihan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UT Makassar dalam menjalankan nilai-nilai sosial dan keagamaan. “Selain sebagai bentuk syukur, kegiatan ini juga mengajarkan kita untuk peduli dan berbagi dengan sesama,” ujarnya. Kegiatan pemotongan hewan kurban di UT Makassar ini merupakan agenda tahunan yang selalu dinantikan oleh civitas akademika dan masyarakat sekitar. Melalui kegiatan ini, UT Makassar berharap dapat memberikan manfaat langsung kepada yang membutuhkan serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. UT Makassar membuka pendaftaran untuk mahasiswa baru. semester 2025 Ganjil, Untuk jalur RPL pendaftaran dibuka sampai 22 Juli 2025 dan Jalur Umum / Non RPL pendaftaran di buka sampai dengan tanggal 5 Agustus 2025. Pendaftaran bisa dilakukan secara online di laman https://admisi-sia.ut.ac.id/auth/login dan Sentra Layanan UT (SALUT) di Kabupaten Kota.(*)

Pendaftaran Baru Sebulan, UT Makassar Gaet 2.086 Calon Mahasiswa Baru

Universitas Terbuka (UT) Makassar mencatatkan animo tinggi dari masyarakat. Hanya dalam waktu satu bulan sejak dibukanya pendaftaran mahasiswa baru, tercatat sebanyak 2.086 calon mahasiswa baru (camaba) yang telah mendaftar. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur UT Makassar, Prof Dr Abdul Rahman Rahim, didampingi Humas UT Makassar, Nina Utami Yanuarvah S, S.Kom di sela-sela pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, yang digelar pada Senin (2/6/2025) di Lapangan Upacara UT Makassar, Simpang Lima Bandara Sultan Hasanuddin. Menurut Prof Rahman, jumlah tersebut merupakan gabungan dari pendaftar pada program Diploma dan Sarjana (S1), dan belum termasuk program Pascasarjana yang juga sedang berjalan proses pendaftarannya. Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) dan pelopor pendidikan jarak jauh (PJJ) yang telah terakreditasi A oleh BAN-PT, UT Makassar terus berkomitmen memberikan akses pendidikan tinggi yang seluas-luasnya kepada seluruh lapisan masyarakat. “UT memberikan solusi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu, jarak, dan kesibukan. Dengan sistem pembelajaran daring (online), mahasiswa bisa kuliah dari mana saja dan kapan saja tanpa harus datang ke kampus seperti di perguruan tinggi konvensional,” ujar Prof. Rahman. UT juga memberikan kebijakan inklusif, seperti tanpa batasan usia bagi calon mahasiswa dan tidak membatasi tahun ijazah terakhir. Bagi masyarakat yang sudah bekerja atau memiliki kesibukan tetap pun tetap dapat melanjutkan kuliah dengan fleksibel. Dari sisi pembiayaan, UT juga menawarkan kemudahan. Biaya kuliah per semester berkisar antara Rp1,3 juta hingga Rp2,2 juta, tanpa adanya uang pangkal atau uang pembangunan. Kebijakan ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi masyarakat yang ingin kuliah dengan biaya terjangkau namun tetap berkualitas. “Kami mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Selatan dan sekitarnya untuk memanfaatkan kesempatan ini. UT adalah kampus rakyat, kampus fleksibel, dan kampus masa depan,” tambah Prof. Rahman. Pendaftaran mahasiswa baru di UT Makassar masih dibuka dan akan terus menerima pendaftar selama periode yang telah ditentukan. Rahman Rahim menambahkan Universitas Terbuka (UT) Makassar akan membuka pendaftaran Program Pascasarjana pada bulan Agustus 2025. Saat ini, UT menawarkan enam program studi jenjang magister yang dapat diikuti oleh lulusan sarjana dari berbagai latar belakang. Keenam program tersebut adalah Magister Manajemen, Magister Manajemen Perikanan, Magister Administrasi Publik, Magister Pendidikan Dasar, Magister Pendidikan Bahasa Inggris, dan Magister Hukum. “UT Makassar menargetkan jumlah mahasiswa aktif mencapai 15.000 orang pada tahun 2025. Target ini dinilai realistis mengingat tingginya minat masyarakat terhadap sistem pembelajaran jarak jauh yang fleksibel dan berbasis digital,”ujar Prof Rahman Pendaftaran untuk seluruh program UT dilakukan secara daring melalui laman admisi-sia.ut.ac.id atau melalui sentra layanan (SALUT) ut di kab/kota se-Sulsel.(*)

Upacara Hari Lahir Pancasila 2025 di UT Makassar, Teguhkan Komitmen Terhadap Ideologi Bangsa

Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman kantor kampus pada Senin (2/6), dengan mengusung tema nasional dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya.”. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran sivitas akademika UT Makassar sebagai bentuk komitmen memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi pemersatu bangsa. Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim yang membacakan sambutan resmi dari Kepala BPIP RI, menegaskan pentingnya Pancasila sebagai pedoman dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, yang tertuang dalam agenda prioritas nasional “Asta Cita”. “Tanpa arah ideologis, kemajuan bangsa bisa goyah. Pembangunan ekonomi tanpa nilai Pancasila dapat menimbulkan ketimpangan, sementara kemajuan teknologi tanpa bimbingan moral bisa berujung pada dehumanisasi,” ujar Abdul Rahman Rahim. Disampaikan pula bahwa revitalisasi nilai-nilai Pancasila penting dilakukan dalam seluruh aspek kehidupan, mulai dari dunia pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang digital. HARI PANCASILA – Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman kantor kampus pada Senin (2/6/2025).HARI PANCASILA – Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman kantor kampus pada Senin (2/6/2025).Pancasila harus menjadi dasar dalam setiap kebijakan dan tindakan, serta menjadi panduan dalam interaksi di ruang maya. Peran semua elemen bangsa, dari pusat hingga daerah, dari pejabat hingga masyarakat, untuk menjadi pelaku aktif dalam membumikan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai Pancasila terus hidup dalam tindakan nyata masyarakat, sebagai fondasi utama menuju Indonesia Raya yang berdaulat, adil dan bermartabat. Ia juga menyoroti sejarah panjang pembentukan Pancasila melalui tiga fase penting, yakni pidato Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945, Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila pada 18 Agustus 1945. Peringatan tahun ini juga menjadi momentum ke-80 tahun kelahiran Pancasila, yang terus relevan dalam membangun bangsa yang berdaulat dan mandiri di tengah dinamika global. Di akhir pidato, Direktur UT Makassar. Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim menekankan “Mari jadikan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremonial, tetapi momentum memperkuat komitmen kebangsaan dan membangun masa depan Indonesia yang maju secara moral dan sejahtera secara adil,” tutup Gusnar. Semoga peringatan Hari Lahir Pancasila ini dapat memompa semangat kita semua untuk terus mengamalkan Pancasila demi Indonesia yang maju, adil, makmur, dan berwibawa di kancah dunia.(*)

UT Makassar Uji Seleksi Camaba Pascasarjana, Tawarkan Enam Prodi Jadi Pilihan

Universitas Terbuka (UT) Makassar menyelenggarakan tes seleksi calon mahasiswa baru program Pascasarjana jenjang S2, Sabtu–Minggu (24–25/5/2025). Tes ini berlangsung di Gedung UT Makassar, Simpang Lima Bandara Internasional Hasanuddin. Penanggungjawab Pascasarjana UT Makassar, Dr Jalil, SP, MP dalam rilisnya ke media menyebutkan, peserta yang mengikuti seleksi dari enam program studi yang ditawarkan, yaitu Magister Manajemen (MM), Magister Manajemen Perikanan (MMP), Magister Administrasi Publik (MAP), Magister Pendidikan Dasar (MPDR), Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBI), dan Magister Hukum (MHUM). Dikatakan Dr Jalil, bahwa masing-masing program studi diikuti oleh jumlah peserta yang bervariasi. MMP dan MM masing-masing diikuti oleh lima peserta, MAP oleh tiga peserta, MHUM oleh empat peserta, MPDR oleh dua peserta, dan MPBI oleh satu peserta. Para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Dari Sulawesi Selatan, diantaranya Makassar, Bone, Barru, Sidrap, Pinrang, Bulukumba, Tana Toraja, Toraja Utara, serta Sinjai. Sementara dari luar provinsi, peserta berasal dari Jakarta, Bandung, Lombok, dan Gorontalo. Pengumuman hasil tes dijadwalkan pada 18 Juni 2025. UT Makassar juga akan membuka kembali pendaftaran mahasiswa baru untuk semester berikutnya pada Agustus 2025, mencakup program Magister dan Doktor. Informasi lebih lanjut mengenai program Pascasarjana UT Makassar dapat diperoleh dengan menghubungi Dr. Jalil selaku Penanggung Jawab Pascasarjana UT Makassar. Sementara itu Direktur Universitas Terbuka (UT) Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, SE, MM, menyampaikan harapannya agar seluruh peserta yang mengikuti tes calon mahasiswa baru (camaba) Program Pascasarjana S2 UT Makassar dapat mengerjakan soal-soal dengan baik dan benar. Hal ini diungkapkan menyusul pelaksanaan tes yang digelar pada 24–25 Mei 2025 di Gedung UT Makassar, Simpang Lima Bandara Hasanuddin. “Kami berharap semua peserta yang ikut tes mampu menjawab soal-soal ujian dengan baik dan benar, sehingga dinyatakan lulus dan dapat diterima sebagai mahasiswa program Pascasarjana UT Makassar,” ujar Prof. Abdul Rahman, Minggu (25/5/2025). Ia menjelaskan, apabila peserta lulus dan kemudian menjalani studi secara tekun dengan mengikuti sistem pembelajaran mandiri yang terbimbing, maka mereka berpeluang menyelesaikan studi dalam waktu kurang dari dua tahun. Hal ini dimungkinkan apabila hasil ujian pada setiap semester menunjukkan capaian nilai yang memuaskan. Adapun pengumuman hasil tes Pascasarjana UT Makassar dijadwalkan pada 18 Juni 2025. Program Pascasarjana S2 UT Makassar saat ini menawarkan enam program studi, yakni Magister Manajemen, Magister Manajemen Perikanan, Magister Administrasi Publik, Magister Pendidikan Dasar, Magister Pendidikan Bahasa Inggris, dan Magister Hukum. Lebih lanjut, Prof Rahman juga menginformasikan bahwa UT Makassar saat ini sedang membuka pendaftaran calon mahasiswa baru untuk program Diploma dan Sarjana (S1), yang akan berlangsung hingga Agustus 2025. Berbeda dengan Pascasarjana, pendaftaran program Diploma dan S1 tidak mensyaratkan tes masuk. “Untuk program non-pascasarjana, calon mahasiswa cukup melengkapi berkas administrasi sesuai jalur yang dipilih, baik jalur reguler maupun Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), tanpa harus mengikuti ujian seleksi,” tambahnya. Pendaftaran untuk seluruh program UT dilakukan secara daring melalui laman admisi-sia.ut.ac.id atau melalui sentra layanan (SALUT) ut di kab/kota se-Sulsel.(*)

Tiba di Makassar, Rektor UT Akan Resmikan SALUT di Toraja dan Bantaeng

Rektor UT Prof Ojat Darojat M.Bus, Ph.D didampingi tiga staf kembali melaksanakan kunjungan kerja di UT Makassar untuk meresmikan Sentra Layanan UT (SALUT) Toraja dan Bantaeng, Kamis (16/5/2024). Kedatangan orang nomor satu di kampus bertatus PTN BH ini disambut di Bandara Sultan Hasanuddin oleh Direktur UT Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE MM. Direktur UT Makassar, Prof A Rahman Rahim mengatakan, kunjungan kerja Rektor UT ke daerah untuk meresmikan SALUT yang ada di Toraja serta di Bantaeng. Sesuai agenda, Jumat (17/5/2024) Rektor UT akan meresmikan SALUT Toraja dan selanjutnya menuju ke Bantaeng untuk meresmikan SALUT yang di daerah itu. “Sebelumnya Rektor UT ini sudah pernah meresmikan SALUT yang ada di Bone, Wajo, Gowa dan Jeneponto pada April 2022” katanya. Peresmian dua SALUT ini menjadikan UT Makassar telah memiliki 11 SALUT menyebar pada kabupaten dan kota se-Sulsel. SALUT tersebut hadir di Bone, Wajo, Gowa, Jeneponto, Maros, Pangkep, Parepare, Palopo, Selayar. “SALUT merupakan fasilitas UT yang berada di kota/kabupaten strategis untuk memberi dukungan layanan bagi mahasiswa, calon mahasiswa atau anggota masyarakat terkait dengan informasi ke-UT-an, kegiatan pembelajaran dan kegiatan pendidikan lainnya,” kata Prof Rahman. “Fasilitas layanan didukung dengan perangkat komputer, jaringan internet berkecepatan tinggi dan perangkat lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk berlatih mengoperasikan komputer dan internet dalam mengakses sumber belajar secara online, melakukan registrasi dan pemesanan bahan ajar secara online, kegiatan belajar dan ujian secara online dan berbagai macam layanan UT lain,” tegasnya.(*)

Direktur Universitas Terbuka (UT) Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, melakukan kunjungan kerja ke Sentra Layanan UT (Salut) Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Kamis (15/5/2025).

Kunjungan ini bertujuan memperkuat jaringan kemitraan sekaligus memantapkan target pencapaian 15.000 mahasiswa di wilayah layanan UT Makassar. Saat ini, jumlah mahasiswa UT Makassar sudah mencapai lebih dari 10 ribu orang dan di Luwu Timur sendiri mahasiswa UT telah mencapai lebih dari 700 orang. Dalam kunjungan tersebut, Prof Rahman didampingi Kepala Sentra Layanan UT Mangkutana, Sitti Nurma sempat menyempatkan diri bertemu dengan beberapa guru yang juga alumni UT serta mahasiswa. Prof Rahman Rahim dalam kunjungannya telah fokus pada upaya meningkatkan partisipasi pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh, terutama bagi masyarakat di daerah Kab.Lutim dan sekitarnya, termasuk aparat desa dan pekerja aktif. “UT sebagai PTN-BH Akreditasi A, telah membina puluhan program studi pada 4 fakultas dan Pascasarjana hadir untuk memberikan akses pendidikan tinggi yang fleksibel dan terjangkau. Target 15.000 mahasiswa bukan sekadar angka, tetapi cerminan komitmen UT dalam mencerdaskan bangsa hingga ke pelosok,” ujar Prof Rahman saat pertemuan di Kantor Salut Mangkutana seraya menambahkan pendaftaran mahasiswa baru telah berlangsung 5 Mei hingga Agustus 2025. KUNKER DIRUT UT MAKASSAR-2Direktur UT Makassar, Prof Rahman Rahim saat pertemuan di Kantor Salut Mangkutana. Disebutkan pendaftaran mahasiswa baru bisa diakses melalui laman https://admisi-sia.ut.ac.id atau datang langsung ke Sentra Layanan UT di berbagai kota SE Sulsel. Terkait layanan, Prof Rahman menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan layanan UT. Kerja sama dalam bentuk sosialisasi, pembukaan kelompok belajar, hingga penyediaan fasilitas penunjang akan terus diperkuat. Kepala Salut Mangkutana Sitti Nurma menambahkan, salah satu keberhasilan UT di Lutim telah menjangkau desa-desa di wilayah perbatasan, seperti Mangkutana dan Sorowako. Bahkan, mahasiswa UT di Mangkutana juga datang dari wilayah perbatasan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Dikatakan salah satu program andalan UT di Mangkutana adalah Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Saat ini, terdapat beberapa aparat desa yang tengah mengikuti program RPL pada jenjang yang berbeda. Program ini memberi kesempatan kepada mereka yang telah memiliki pengalaman kerja untuk melanjutkan pendidikan formal tanpa harus mengulang dari awal. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peninjauan lokasi ujian praktik mengajar mahasiswa, monitoring layanan belajar, serta dialog bersama mahasiswa dan alumni UT.(*)